Didepanku ada laptop
Kuketik catatan yang kutulis waktu mendengarkan Guru.
Terima kasih laptop
Terima kasih buku tulis
Terima kasih pena
Terima kasih pelajaran menulis
Terima kasih ingatan yang bekerja
Terima kasih mataku
Terima kasih jari-jariku
Terima kasih tubuhku, yang bisa membuat aku duduk dan bekerja
Terima kasih ruang tempat aku duduk dan menulis
Terima kasih matahari yang menyinari sehingga aku dapat menulis
Semua terkait dengan guru-guruku yang mengajarku mulai dari anak-anak
Semua terkait dengan dosen dan teman-temanku yang menambah wacana
Semua terkait dengan buku pelajaran yang melibatkan berbagai orang dan alat tulis
Semua terkait makanan, air dan nafas yang membuat aku masih hidup saat ini
Semua terkait dengan keberadaanku yang lahir ditengah keluarga orang tuaku
Pada dasarnya, semua yang terlibat terbuat dari adonan unsur-unsur utama
Unsur air, api, angin, tanah dan ruang angkasa
Semua unsur pun hakikatnya energi dengan kerapatan yang berbeda
Permainan apa Gusti?
Semua berasal dari-Mu
Aku menangis terharu, akupun dari unsur-Mu.
Aku siapa? Aku yang mana?
Permainan apa Gusti?
Terima kasih Guru, yang telah membangunkanku
Selama ini aku lupa dan tidak sadar
Ampuni Gusti
Jangan biarkan aku melupakan-Mu
Aku mencintai-Mu
Triwidodo
Oktober 2007.
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: kesadaran, puisi-nurani, renungan diri