Banyak pakar yang menyatakan bahwa unsur yang ada di alam semesta pada hakikatnya adalah energi yang dapat diklasifikasikan berdasar kerapatan energinya. Urutan unsur sesuai kerapatan energi adalah sebagai berikut :
a. ruang /angkasa, yang mampu menyebarkan getaran suara;
b. udara /angin, yang menghantar getaran suara dan sentuh;
c. sinar /api, yang membawa getaran suara, sentuh, dan pandang;
d. cair /air, yang mampu membawa getaran suara, sentuh, pandang, kecap ( rasa);
e. padat /tanah, yang menambahkan unsur hidu (hirup, bernapas).
Unsur-unsur tersebut juga didapatkan dalam tubuh manusia. Seluruh tubuh dan bagian-bagiannya terletak dalam unsur ruang. Unsur udara misalnya terdapat dalam paru-paru dan sistem pernapasan. Unsur api terdapat dalam sistem pencernaan. Unsur air terdapat dalam aliran darah dan saluran kemih. Unsur tanah terdapat pada tubuh yang berupa zat padat.
Suasana lingkungan bumi sangat dipengaruhi oleh matahari. Pada waktu Sang Surya mulai merekah, udara terasa hening, burung-burung ramai berkicau dan tubuh terasa segar. Antara pukul 6 sampai pukul 10 pagi, bumi dipengaruhi oleh unsur tanah dan air. Kalau kita bangun tidur lewat dari jam 6 pagi badan terasa berat karena unsur tanah dan air sudah berpengaruh. Sarapan perlu dilakukan dengan porsi kecil karena pencernaan yang bersifat api baru mulai aktif. Ketika sang Surya mulai meninggi, antara pukul 10.00 sampai dengan pukul 14.00, pengaruh matahari berada dalam keadaan puncak dan unsur yang berpengaruh adalah api. Pada waktu ini makan dengan porsi berat dapat dilakukan. Selanjutnya matahari mulai menurun, dan antara pukul 14.00 sampai 18.00 dan unsur yang berpengaruh adalah udara, yang bersifat ringan. Dari pukul 18.00 sampai pukul 22.00 kembali unsur tanah dan air mendominasi, dengan sifat lamban dan berat. Tidur sebelum pukul 22.00 terasa selaras, karena tubuh terasa berat. Antara pukul 22.00 sampai dengan pukul 02.00 kembali unsur api yang berpengaruh. Apabila seseorang belum tidur pada pukul 22.00, maka mata yang tadinya mengantuk dapat menjadi segar sesuai sifat api yang energik. Apalagi bila setelah pukul 02.00 belum tidur, mata dapat tidak merasa mengantuk lagi karena sudah dipengaruhi oleh unsur udara yang ringan. Walaupun demikian, sebagai konsekuensi tidur larut malam adalah bangun yang lambat, setelah matahari terbit, yang membuat tubuh tidak enak, terasa berat, karena suasana alam yang sudah terpengaruh oleh unsur tanah dan air.
Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna usus besar selama 3 sampai 5 jam. Demi kesehatan, usus perlu diistirahatkan, agar kerjanya dapat maksimal. Pada waktu tidurpun, kalau di dalam perut masih ada makanan, pencernaan masih bekerja berdasarkan perintah syaraf-syaraf otonom yang berpusat pada batang otak. Puasa adalah salah satu cara untuk mengistirahatkan kegiatan pencernaan yang bersifat api. Latihan meditasi yang sebaiknya dilakukan 4 jam setelah makanpun ada alasannya. Pada waktu otak penuh energi karena disuplai sari-sari makanan lewat pembuluh darah, maka otak akan aktif dan sulit menjadi hening. Latihan meditasi yang dilakukan sebelum jam 6 pagi akan lebih kondusif, karena dominasi unsur udara yang bersifat ringan, perut yang kosong, oksigen yang lebih tipis dan suasana yang hening. Kepenatan tubuh seharianpun sudah direvitalisasi dengan tidur yang lelap. Beberapa pakar menyatakan pada waktu tersebut pernapasan melalui hidung kiri yang akan mempengaruhi otak kanan dan pernapasan melalui hidung kanan yang akan mempengaruhi otak kiri, juga berada dalam keadaan seimbang.
Pagi, siang, sore dan malam hari merupakan siklus alami yang sangat dipengaruhi oleh Matahari. Guru, Engkau selalu memberi semangat, agar kami dapat memaksimalkan potensi yang ada dalam diri dan sinkron dengan alam. Terima kasih Guru.
Triwidodo
Juli 2007.
DIarsipkan di bawah: keselarasan dengan alam | Ditandai: alam, harmoni, kesadaran, nurani, renungan diri, renungan-alam