Di Kerajaan Dworowati Krishna Mempersiapkan Kami


Anand Krishna Centre Surakarta Berada dekat Mandala Nusantara.

Guruji telah mengungkapkan rahasia Budaya Dvipantera.

Dimuat di Torchbearers’s Newsletter 5, 2007            

Disambut “Sang Hyang Semar” di luar pagar, dihormati “Sri Kresno” begitu masuk halaman, diberi secercah senyuman “Sang Maitreya” dan akhirnya dinaungi daun “pohon Boddhi” sebelum masuk bangunan. Masuk ke ruang dalam ada “Dewa Wisnu” dan “Dewi Sri” di kanan kiri pintu. Di dinding terlihat Kabah yang akbar, Sang Buddha yang tenang, Gusti Jesus yang penuh kasih, Dewi Saraswati yang bersinar, Sang Hyang Semar yang berwibawa serta Kanjeng Ratu Kidulspiritual keraton yang anggun. Sebuah kursi kokoh diapit Bendera Merah Putih dan foto Guruji Anand Krishna diletakkan di bawah lambang Burung Garuda Pancasila.           

Ruangan seluas 92 m2 tersebut digunakan sebagai tempat latihan meditasi Anand Krishna Center Surakarta. Di sebelah kanan ruang tersebut terdapat ruangan seluas 12 m2 yang digunakan sebagai tempat transaksi penyewaan buku spiritual. Berjejer dalam rak-rak perpustakaan, 63 buku Guruji Anand Krishna, 49 buku terbitan One Earth Media dan lebih dari 400 buku pelengkap. Tempat latihan dan perpustakaan tersebut terletak di Jalan Dworowati 33, Kelurahan Kratonan, Kota Surakarta. Dworowati adalah nama kerajaan Sri Kresno dalam pewayangan.           

Di dalam ruang yang sarat dengan berbagai lambang keyakinan tersebut, seorang Ustad dan sembilan santri, bersama sembilan orang teman dan kerabat keluarga, duduk melingkar membaca “Yasin” dan berzikir “Tauhid” mengelilingi meja persembahan berisi nasi gurih, sambal goreng, dengan pisang, ketan, kolak dan apem. Sepuluh tetangga beragama Nasrani duduk diam di ruang depan mengikuti acara peringatan meninggalnya almarhum sang pemilik rumah yang dilakukan setiap tahun. Seandainya kegiatan ritual yang diwarnai tradisi budaya, dan apresiasi terhadap keyakinan yang berbeda tersebut dapat berkembang di seluruh nusantara, alangkah indahnya.           

Setiap Sabtu malam, lebih dari satu tahun, sekitar limabelasan orang, tekun mengikuti program latihan Seni Memberdaya Diri 1. Kebanyakan dari mereka sudah punya latar belakang spiritual dan budaya yang kental. Diperlukan penyesuaian untuk menyelaraskan dengan latihan yang dilakukan di Anand Krishna Center. Latihan pertama, bagaimana merilekskan tubuh,bernapas dengan benar. Latihan ke dua melatih keseimbangan emosi. Walaupun tubuh rileks, emosi mulai seimbang, tetapi gangguan trauma masa lalu masih harus dikeluarkan pada latihan ketiga untuk mendapatkan ketenangan. Selanjutnya, ketenangan akan lebih mantap setelah mempunyai visi kehidupan yang benar dan penuh kasih, yang dilatih pada latihan keempat. Baru latihan kelimamemberi perhatian kepada nafas agar lebih efektif dalam mencapai ketenangan diri. Latihan selalu didahului dengan perenungan sepenggal bab buku Guruji Anand Krishna untuk mencoba menghadirkan dan menyelaraskan diri dengan Sang Murshid. Kemudian setiap hari Selasa atauKamis, sekitar sembilan anak muda yang tegabung dalam The Torchbearers berlatih Bhajan, lagu-lagu yang mengagungkan Tuhan.            

Perkembangan sinergitas antara Jogya, Semarang dan Solo menarik kesadaran teman-teman AKC Solo meluas. Merenungkan buku-buku Guruji Anand Krishna dan beberapa download Upanishad yang ada di perpustakaan untuk memperdalam perenungan, pengetahuan, Jnana Yoga. Mempelajari Bhagavat Gita dan mengikuti semacam program PPSTK (Pusat Pemulihan Stres dan Trauma Keliling) untuk korban gempa di Yogyakarta bagi anggota NIM (National IntegrationMovement) adalah untuk melatih Dharma, Karma Yoga. Latihan pernapasan dengan disiplin, RajaYoga. Berkat kasih Guruji, masalah jarak antar kota untuk melakukan tugas suci dapat kami lalui dengan kekuatan yang berasal dari Sang keberadaan.            

Kesadaran kecintaan terhadap Bumi Pertiwi meningkat setelah mendapatkan pemahaman tentang “Mandala”, titik pusat Nusantara yang perlu di “energized”. Tiga Anand Krishna Center di Jawa Tengah – DIY, mengelilingi Mandala Prambanan, Borobudur dan Dieng. Prambanan berjarak 45 km dari Solo dan 15 km dari Jogyakarta, Borobudur berjarak 30 km dariJogyakarta dan 90 km dari Semarang, dan Dieng berjarak 90-an km baik dari Jogyakarta maupun Semarang. Ada 3 sungai besar yang mengalir di daerah Surakarta, Yogyakarta dan Semarang, Bengawan Solo yang mengalir ke Timur, Kali Progo yang mengalir ke Selatan, dan Kali Tuntang yang pernah dilayari Sultan Pajang Hadiwijoyo (DjokoTingkir) ke Demak yang mengalir ke Utara.

Semoga Mandala yang telah pulih energinya mengalir, memancar ke seluruh Nusantara demi Indonesia Jaya. Selamat Ulang Tahun Anand Ashram. Terimakasih Guruji. 

Triwidodo

Januari 2007

About these ads

6 Tanggapan

  1. dengan tulisan yang seperti itu kerukunan umat beragama semakin mantab hidup INDONESIA yang kaya akan budaya dan saling menghormati Agama satu dengan yang lain jumbuh dengan cita-cita pendahulu pendiri Nusantara salah satunya Presiden I Republik Indonesia Bung Karno.

  2. pak, bisakah bapak memberi saya pemahaman yg lebih mendalam tentang “mandala” negeri kita?
    Kalau bapak punya waktu, saya mohon dijawab pak, karena sifat saya kalau sudah penasaran sangat restless kalau tidak terjawab rasa penasarannya. Kalau tidak bisa diberitahu pada umum, tolong bilang begitu pd saya, agar sy tdk bertanya2 terus. Pengetahuan ttg hal2 spt ini sangat sulit untuk dicari pak.
    Makasih.

    • Terima kasih Brother Robert. Kami pun sama-sama, juga belum mengetahui banyak tentang Mandala. akan tetapi menurut pemahaman kami sampai dengan saat ini. Mengenai istilah Mandala. Awalnya, setiap rumah, setiap tempat kerja, dibuat sesuai dengan konsep Mandala. Feng Shui China adalah penjabaran dari Mandala. Mandala adalah Tata Cara, the technical know how, untuk mengisi ruang. Dalam tata cara tersebut, tidak hanya manusia yang diperhatikan – tetapi juga makhluk-makhluk lain, dan bentuk-bentuk kehidupan yang lain. Pun diperhatikan elemen-elemen alami lainnya seperti Air, Angin, Api dan Tanah.

      Ada kalanya kita membutuhkan sebuah ruang bedah, ruang khusus untuk perawatan, maka ruang itu disebut Mandala. Dan bukan sekedar ruang biasa, Mandala berarti Ruang di mana Keseimbangan Terjadi! Candi-candi kuno di seluruh nusantara sesungguhnya merupakan Mandala, Apa yang sekarang disebut pemujaan dan dikaitkan dengan ritus keagamaan, awalnya merupakan terapi-terapi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan seseorang. Setiap candi pulau Jawa, di tanah Sunda, di pulau Bali, Sumatera, Sulawesi, dan pulau-pulau lain, sesungguhnya merupakan Mandala yang kemudian dipersatukan dalam Mandala Besar – The Great Mandala (Borobudur). Mandala-Mandala itu, saat ini sudah tidak digunakan sesuai dengan tujuan awalnya.

      Mandala-mandala yang terbuat dari batu, metal, atau kayu dapat dihancurkan, tapi Mandala yang terbuat dari manusia, tak akan pernah hancur. Mandala adalah sarana supaya manusia dapat menggunakan waktu dan ruang yang dimilikinya secara tepat. Mandala terkecil, unit utama dari Mandala tersebut adalah “diri” kita sendiri. Kita mulai dengan mengurusi diri sendiri. Apakah kita sudah menggunakan waktu dan ruang yang kita miliki dengan baik? Bagaimana pola hidup kita selama ini?

      Terima kasih. Salam __/\__

  3. terima kasih atas jawabannya, saya sudah merepotkan bapak. Terima kasih.
    Saya harap bapak tidak capek dan kapok mempost di situs ini, sangat luar biasa. Meski saya merasa perhatian orang2 terhadap apa yg bapak post di sini sangat kecil sekali, peminatnya sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk negara kita.

    Tapi ya kalau orang2 kita semua tertarik pada spiritualitas2 tulen seperti ini (bukan takhayul mistis ala indonesia), bisa dipastikan tingkat evolusi orang2 kita sudah tinggi, dan negara kita tidak mungkin semrawut sperti sekarang.
    Saya berani menggunakan kata ‘evolusi’ pada bapak, bukan kesadaran. Saya yakin bapak mengerti saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 261 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: