Kakang Kawah Adi Ari-Ari, Kekuatan Penuntun Menuju Jalan Sejati


 

Sebagai orang Indonesia, kelahiran Jawa, sudah lama penulis ingin mengetahui hal-ikhwal tentang “sedulur papat”. Ketika membaca buku Durga’s Mosque, Cosmology, Conversion and Community in Central Javanese Islam oleh Stephen C.Headley, Institute of Southeast Asian Studies, Singapore cetakan tahun 2004. Bagian 1.3. Friend and Enemies: A Person’s Four Foetus Siblings, penulis berusaha memahami isinya. Secara kebetulan, penulis mendapatkan buku dari surfing di internet: Layang Joyoboyo, Traditional Javanese first edition 1997 by Raden Mas JR. Basuki. Second edition 2004 © Raden Mas JR. Basuki and Michael Zwart, MBA, yang berbahasa Jawa. Selanjutnya dari surfing di Internet pula, penulis mengumpulkan informasi tentang “sedulur papat” yang sering disebut “Kakang Pembarep, Kakang Kawah, Adi Ari-ari, Adi Wuragil. Penulis mencoba melakukan “othak-athik gathuk”. Pemahaman seseorang selalu berkembang, dan penulis mencoba menulis dengan tingkat pemahaman yang ada saat ini.

 

Empat saudara (kanda) dan satu musuh (kala) yang menemani pribadi sesorang sepanjang perjalanan hidupnya adalah refleksi dari metamofosis Dewa (kekuatan Hyang Widhi) yang datang pada peristiwa kelahiran manusia. Menurut pemahaman kami, Dewa adalah perwujudan Kekuatan Hyang Widhi. Dewa Kala adalah ego manusia. Sedangkan empat saudara penolong Manusia adalah Dewi Uma, Dewa Iswara, Dewa Brahma dan Dewa Mahadewa.

 

Dalam Layang Joyoboyo disebutkan, ketika janin mau masuk umur delapan bulan dalam kandungan, Gusti mengeluarkan kuasanya mencipta asal-usul saudara empat :

  1. Darah Putih, artinya Belas-Kasih.

  2. Bungkus, artinya yang membuat kekuatan.

  3. Ari-ari (placenta) yang menjaga sukma.

  4. Darah Merah, yang melawan kondisi berbahaya.

 

Selanjutnya, Gusti mengeluarkan kekuasaannya membuat nama saudara empat yang sejati, yang berada dalam raganya janin yaitu:

  1. Djoborolo (sering disebut Djibril), berada di kulit.

  2. Mokoholo (sering disebut Mikail), berada pada tulang.

  3. Hosoropolo (sering disebut Isrofil), berada di nyawa.

  4. Hodjorolo (sering disebut Izroil) berada dalam daging janin.

 

Ketika umur janin hampir sembilan bulan, Gusti mengeluarkan kekuasaannya membuat “rasa” bagi janin yaitu:

  1. Budi, di dalam budi ada intelegensia.

  2. Rasa (nurani), di dalam rasa ada sukma.

  3. Intelegensia, didalamnya ada rasa.

  4. Kehidupan, di dalam kehidupan ada “Aku”.

 

Dengan adanya kekuatan bawaan tersebut maka manusia tidak perlu takut untuk hidup di bumi. Untuk menjaga kehidupan “Aku” di bumi yang mulia, agar “Aku” memiliki kehidupan yang sempurna, Gusti telah memberikan kekuatannya:

  1. Djoborolo yang memberi sabda terhadapku.

  2. Mokoholo yang memberi rasa terhadapku.

  3. Hosoropolo yang memberi ingatan terhadapku.

  4. Hodjorolo yang memberi bisikan hati terhadapku.

 

Untuk mencapai kesempurnaan sejati di tempat Gusti yang maha suci, kita perlu berdoa, berusaha agar kekuatan-kekuatan yang ada dapat membawa kita kembali kepada Gusti:

  1. Hodjorolo yang melepaskan rasa dari raga.

  2. Hosoropolo yang melepaskan sukma dari raga.

  3. Mokoholo yang melepaskan pikiran/intelegensia dari raga.

  4. Djoborolo yang melepaskan budi dan sabda dari raga.

 

Kita perlu sadar, kita mempunyai raga dan beberapa kekuatan yaitu, budi (pikiran yang terkendali, pikiran yang jernih), rasa, ingatan dan bisikan hati.

 

Raga.

Kita sering mengidentifikasikan diri dengan raga, kulitku sawo matang tinggi 170 cm, tinggi besar, mata hitam rambut ikal, tampan, cantik. Itu semua adalah ragaku. Tetapi ketika kehidupan meninggalkanku itu semua hanya jasadku. Dan aku bukan jasadku.

 

Pikiran.

Kita sering mengidentifikasikan diriku dengan pikiran. Aku adalah pikiranku. Memikir memicu keinginan, selanjutnya keinginan memicu ucapan dan tindakan. Dan hasil yang dicapai tidak pernah abadi, kita terjerat dengan kekuatan Sang Kala, sang waktu. Hari ini senang, tetapi ketika kesenangan habis akan timbul kesedihan, kalaupun tidak tercapai kesenangan juga akan timbul kekecewaan. Seandainya waktu tidak ada atau hanya bersifat ilusi, maka kesenangan dan kesedihan akan jadi satu, dualitas. Dibalik kesenangan ada kesedihan dan sebaliknya. Ketika aku sadar, ternyata aku bukan pikiran. Buktinya pada waktu tidur lelap tak ada pikiran, aku tetap ada. Dalam keadaan meditatif aku dapat memperhatikan pikiran, aku saksi dari pikiran. Pikiran hanya sebagai alat. Tetapi sebelumnya, karena aku belum sadar aku menjadi budak dari pikiranku. Aku mengalami susah dan senang ditentukan oleh pikiranku. Kebahagiaan mulai muncul ketika ada celah antara dua pikiran. Kebahagiaan dari dalam, bukan kesenangan dan kesedihan hasil dari pikiran. Dalam kondisi tenang maka pikiranku menjadi jernih.

 

Emosi.

Emosi muncul ketika pikiran bertemu tubuh. Pikiran yang kuat tentang kemarahan menimbulkan emosi marah yang merupakan reaksi tubuh terhadap pikiran yang akan menyerang. Emosi adalah reaksi tubuh terhadap pikiran. Kala pikiranku jernih maka emosiku juga tenang. Aku pun bukan emosiku. Dalam keadaan meditatif aku dapat memperhatikan emosiku. Aku adalah saksi. Rasa sejati yang penuh kasih.

 

Ingatan.

Memberdayakan ingatan. Ketika aku mencapai kesadaran yang baru yang lebih tinggi, maka ingatan/kesadaran yang lama kubuang dan selalu kuingat dan kupenuhi diriku dengan ingatan/pemahaman baru. Ketika seseorang diberi nama baptis mestinya ingatan lama harus hilang dan dia hidup lahir kembali dengan pemahaman kesadaran baru, ingat akan jati dirinya yang selaras dengan nama Santo atau Santa yang diberikan kepadanya. Hidup baru dengan kesadaran Kristus. Ketika seseorang diberi nama Muhammad di depannya, kesadarannya pun harus diselaraskan dengan kesadaran Kanjeng Nabi Muhammad yang maksum. Ketika seorang Raja diberi gelar Hamengkubuwono atau Pakubuwono, maka ingatan kesadaran yang lama di buang dan dia harus hidup dan ingat selalu dengan gelar yang diberikan kepadanya sebagai pemangku dunia. Hal ini sejalan dengan ajaran Yang Mulia Atisha, bahwa setelah tercapai pemahaman tentang Kesadaran Murni, Bodhi Chitta, maka tiba saatnya untuk membuang conditioning lama, dan menggantinya dengan kesadaran baru. Memperbaiki mind dengan created mind dan harus diterapkan dalam keseharian. Sehingga terjadi kelahiran kembali. Di India ada tradisi seorang diberi nama baru. Seorang murid yang diberi nama baru harus membuang conditioning lama dan hidup dengan conditioning baru sesuai nama barunya.

 

Bisikan hati.

Bisikan hati/nurani. Ketika sampai pada suatu kesadaran bahwa yang mengawasi dan membisiki adalah aku. Yang diawasi dan dibisiki adalah aku, pengawasan dan bisikan adalah aku. Mungkin dirinya sudah mencapai kesadaran itu. La Illah Illallah. Tidak ada sesuatu di luar Allah. Yang Ada hanyalah Allah.

 

Penutup.

Yang penting bukanlah sekedar memahami, akan tetapi bagaimana pemahaman itu dapat direalisasikan selamanya. Setelah memahami semuanya, yang penting adalah melaksanakan pemahaman itu setiap saat, dan itu bukan pekerjaan yang ringan. Itulah jihad yang sejati. Perlu kepasrahan kepada Hyang Widhi. Dalam pandangan-Nya kita ini adalah anak kecil yang baru belajar jalan yang tertatih-tatih. Semoga Gusti berkenan membimbing. Semoga Guru sudi memandu.

 

Triwidodo

Februari 2008.

About these ads

35 Tanggapan

  1. oke juga booossssssss thanjk

  2. Setiap alat penerima dipengaruhi oleh budaya setempat. Getaran-Getaran Ilahi yang diterima oleh masing-masing alat penerima diterjemahkan dalam bahasa setempat. Juga dikaitkan dengan kondisi setempat, dengan kejadian-kejadian setempat. Itu sebabnya setiap kitab suci selain mengandung ajaran-ajaran yang bersifat universal, juga mengandung ayat-ayat yang bersifat konstektual. Peninggalan leluhur kita pun mempunyai sifat universal dan konstektual. Terima kasih.

  3. berlaku untuk semua manusia : dengan menjaga sikap-perilaku kpd semua makhluk tuhan, menjaga si “hidup” yang ada didalam badan agar senantiasa lurus, memelihara, mengakrabi, bersinergi dengan sedulur 4 setiap saat tanpa putus…..hampir dapat mendekati sempurna untuk ukuran hidup manusia….(sejati), terima kasih

  4. Terima kasih mas Handono,
    Salah satu kegiatan penting dalam meniti ke dalam diri adalah pengendalian panca-indera dan kemudian juga pengendalian pikiran. Pada waktu kita bersungguh-sungguh meniti ke dalam diri, akan ada mekanisme alam yang akan membantu kita. Ada yang menamakan kekuatan alam tersebut, saudara pribadi, malaikat pelindung, guru penuntun di dalam diri, Microvita, atau nama yang lain. Selanjutnya, apa pun yang ada di dalam diri akan terungkap di luar. Guru, Master, Murshid, Romo di luar adalah ungkapan Guru yang di dalam.

  5. saya ingin belajar mempergunakan lima Pacer kami

  6. saya ada konflik antara realita atau fiksi, tentang awal diturunkannya si adam ke muka dunia,

    sebelumnya, sedekat apapun sy ga akan mundur dari keyakinan saya,

    gmana situasi sebenarnya pada awal penciptaan manusia, apakah benar si adam itu diturunkan ke bumi karena hasutan dari iblis, padahal manusia itu ciptaannya yang paling sempurna, terlepas dari sejauh mana kesempurnaan dari manusia itu, apa kesempurnaan dan ke Esa-an dari pencipta kita akan kita ragukan, sebagaimana dia telah kalah berdiplomasi dengan iblis sehingga manusia diturunkan ke bumi, apa Dia tidak Maha Mengetahui dimana saat2 iblis mulai menggoda manusia? apa Dia tidak Maha Kuasa untuk beri kekuatan bagi manusia supaya tidak terbawa oleh si iblis itu, dan lagi awalnya manusia itu suci, kenapa Dia membiarkan manusia itu menjadi berdosa padahal ada manusia yang sudah memohon2 untuk ditunjukkan jalan supaya tetap pada jalan yang benar tetapi apa Dia Maha Mendengar dan Maha Kuasa untuk melindungi ciptaannya itu seperti yang terjadi pada Adam.

    Sesungguhnya Surga atau Neraka itu ada dihati, Dosa atau Pahala ada di Nafsu.

    • Terima Kasih Mas Purwono. Seseorang lahir dengan genetik DNA bawaan dari leluhurnya. Dia diajari orang tua lingkungan pendidikan dan agama mengenai suatu kebenaran. Kebenaran itu adalah menurut kerangka yang didiktekan kepadanya, seandainya orang tua lain, negara lain, agama lain, pendidikan lain, maka pandangan kebenaran akan berbeda. Seseorang yang merasa menapaki jalan suci, mungkin saja hanya mengikuti pola pikir bawah sadar yang telah didiktekan kepadanya. Sehingga pengertian asal-usul manusia, surga,neraka,dosa,pahala akan berbeda. Terima Kasih.

  7. salam mas …
    to the point ya…
    secara teori, saya tau bahwa penjabaran tentang kakang kawah adi ari-ari mengambarkan tentang awal dan akhir kehidupan manusia. namun yang menjadi problema saya adalah :
    saya yakin bahwa kakang kawah adi ari-ari adalah ilmu untuk mengenal tentang tuhan. dan juga merupakan keilmuan yang bersifat sinengker. tapi saya pribadi belum pernah tau “seperti apa atau bagaimana kita mengenal saudara kita itu”. banyak informasi yang hanya menjelaskan tentang kakang kawah adi ari-ari secara empiris namun kenyataannya akan berakhir pada penjabaran metologi. namun kenyataannya masih belum dapat dibuktikan. padahal pada jaman dulu mengenal kakang kawah adi ari-ari adalah keilmuan nyata bagi masyarakat jawa pada khususnya.
    bagaimana nih Pak Triwidodo …. kalo ada saran tentang keilmuan atau pengalaman pribadi pak Tri, bisa dibagi-bagi.

    makasih

    • Terima kasih Mas M. Yudianto, menurut pendapat kami pribadi, tingkat kesadaran akan menentukan penilaian kita terhadap sesuatu. bagi kami, Keberadaan atau Gusti adalah seorang penari dan alam semesta ini termasuk kita adalah tariannya. Einstein membuktikan semua materi itu pada hakikatnya adalah energi dg berbeda kerapatan. Dia adalah Energi Agung. Tak ada yang lain selain Energi. Tak ada Dia yang lain selain Dia. Kaum sufi mengatakan dari zat timbul sifat, dan ciptaan ini adalah sifat, tetapi Sifat itu juga membentuk Zat. Kanjeng Nabi bersaksi itu betul-betul menyaksikan, kalau kita hanya mengucap. Bagi kami pribadi, yoga atau penyatuan hampir sama dengan manunggaling kawulo Gusti, kita itu tidak terpisah, tetapi kita tidak menyadarinya. Kakang Kawah Adi Ari-Ari itu digunakan untuk apa? Untuk keduniawian atau untuk pendekatan menuju-Nya. Bagi kami ada bebrapa tingkat kesadaran, kesadaran fisik, kesadaran energi, kesadaran mental emosional, kesadaran intelegensia dan kesadaran murni, sehingga pandangan akan lain-lain. Terima kasih.

    • Terima kasih sahabat-sahabatku. Kita memang perlu bersyukur kepada Dia, Gustinya seluruh alam. Akan tetapi kepada manusia yang berbuat baik kepada kita, kita pun perlu mengungkapkan rasa terima kasih kita, selain bersyukur kepada-Nya. demikian pula kepada makhluk-makhluk yang membantu kita, bersama kita, kita juga perlu mengungkapkan rasa terima kasih. Rasa terima kasih kepada yang membantu kita membuat hubungan lebih mesra. Walaupun pada hakikatnya semuanya adalah proyeksi-Nya. Terima Kasih.

  8. Terimakasih atas pencerahannya mas. Selama ini saya sering berkomunikasi dengan sedulur papat dan juga sering mendapat firasat ataupun mimpi tentang sesuatu yang sebaiknya dilakukan. Tetapi sejauh ini saya belum memahami sepenuhnya sedulur papat tsb. Dengan membaca tulisan kangmas ini saya jadi lebih “ngeh”. Nuwun.

  9. apek apiek …ya..bagus …Rumus Suci kembali kesuci pikiran -rasa-kesadaran harus dimanagmnt ke…. roh suci ..yg berhub langsung …ke…illahian sabdho dadhi

  10. salam sejahtera bpk triwidodo…..
    satu lg yg bisa saya tambahkan….
    Jgn pernah mencari pembenaran krn sgala sesuatu yg kita anggap benar padahal sebenarnya blm tentu benar, biarkan sgalanya berjalan seperti air mengalir, krn kebenaran sejati hanya Dia yg memiliki, utk itu….. baik buruk, salah benar, dosa dan pahala, smua tdk lain adalah persepsi / anggapan tiap individu, hampa adalah kosong dan kosong adalah hampa. back to zero point (kembali ke titik Nol, utk pencapaian yg hakiki), syurga dan neraka ada krn bagaimana cara kita menjalani hidup. sama halnya dengan Rumus ZMP (Zero Mind Process)
    1 / 0 = tak terhingga
    1 = Yang Maha tak terhingga (Allah)
    0 = Hati yg bersih dan Ikhlas
    Angka berapapun jika dibagi dengan nol maka akan mendekati angka tak terhingga
    sucikan diri dengan niatan ikhlas (Zero Mind Process) Subhanallah……

  11. Terima Kasih Mas Anton.
    Salam __/\__

  12. sama-sama bapak…
    wa’alaikum salam __/\__

  13. Alhamdulillah…
    Puji Tuhan….
    Terima kasih…
    Matur Nuwun….

  14. ha.. ha… ha… perlu diketahui… kawruh itu ada 4 kategori..: 1. kawruh gelar 2.kawruh gulung 3.kawruh lungguh 4. kawruh wujud.. sehubungan dengan tulisan sedulur 4 dst… hua… hua… hua… itu lucu bagiku… baiklah kuceritakan contoh tentang kawaruh gulung dimaksud adalah gulung ing pribadi : sedulur 4 iku: kawah, ari-ari,getih,puser itu wujud yang menjaga bayi dalam kandungan… tapi ketika bayi sudah lahir yang menjaganya bukan lagi kawah,ari2.getih & puser dan perlu diketahui juga bahwa Ruh, Rasa,jasad dan sifat, lewatnya adalah maga hina yaitu dijepit V dgn banjir darah dan kawah… Dan Allah mengirimkan satu utusan yang turun lewat marga tan hina (jln mulya)..apakah itu … ha ha ha …. Allah juga mengkiaskan bayi lahir dgn kepala dulu yang keluar… artinya kepala ada dibawah sedang kaki ada diatas … kaki adalah Tumindak/ kelakuan maksudnya adalah Tumindako sing Luhur …..ha.. ha.. ha…. dll saya sdh ngantuk.. kita ketumu dilain saat …. mungkin….

  15. Salam Pak Tri..salut atas penjelasannya..Manusia memang dititahkan turun ke dunia masing-masing mempunyai “misi”. Manusia tidak tahu misi yg diembannya, karena itu adalah rahasia-Nya. Kita hanya berusaha menjalankan misi tersebut sebaik-baiknya. Mengenai hasil akhir dan imbalannya semua terserah Allah..Yang jelas manusia harus mencari jalan untuk kembali kepada Nya. Seperti yang Bapak jabarkan di atas adalah petunjuk untuk kembali kepada Nya..Tetapi untuk memahami uraian tersebut harus dicerna dengan “bahasa hati”. Apabila dicerna dengan logika awam maka tidaklah nyambung..Memang masih ada pada masyarakat jawa yang setiap akan melakukan sesuatu selalu menyebutkan “empat saudara gaib nya”..Tetapi itu adalah sebagai pelengkap dalam memohon kepada yang Kuasa..Karena empat saudara tersebut merupakan satu kesatuan dgn diri manusia secara pribadi sejak lahir sampai ajal..Semoga tulisan saya yang kurang wawasan ini masih ada manfaatnya..amin..Wassalam..

  16. saya tau tentang kembar 4…
    saya akan memahami nya trims atas informasi yg telah ada

  17. amat baik untuk mengenal diri sejati

  18. carilah dirimu oleh mu
    hidup adalah kematian
    dan kematian adalah
    kehidupan yang abadi

  19. maaf mau nanya bagaimana caranya orng buta bisa mengetahui uang berapapun dan juga bisa mengetahui warna kiranya bapak bisa memberi tau cara nya trims

  20. Nuwun sewu anak muda lancang nimbrung…kata teman2 ngopi saya,,”inget cah,,tahafut al falasifahnya imamul ghozali itu berkata me’rancu’nya filosofi secara keilmuan karena patok nya adalah dunia,,hanya meniru Al Qur’an yg notabene dikira hanya berisi perumpamaan yg biasa2 saja…karenanya hati2lah pd pendar2 cahya akal yg remang2 dan menipunya pemahaman yg pnuh maksud pd kebendaan brsifat meragukan…” trus jikalaupun sgala rahasia kan terungkap,,berarti telanjang dan tdk punya maalu donk namanya,,lah gmn mau mulya dan trhormat klo bgtu di dpn Sang Maha Raja,,sbgai bocah yg msh bodoh dsni sya brtrima ksh pd Ms.Tri atas geliat2 keimanan nya yg amat menggugah kesadaran saya…mohon share nya Bpk2/Kang Mas skalian,,kulo badhe nggathuk nggathek’ne kawruh lan pituduhe kangge kemanfaatan…Tapi apa iya bila benar2 tau jln datang maka akan tau jln kmbali ?? Bkn nya busur itu hempasnya maju,bkn mundurr…nah laku yg bgaimana kira2 yg bs kita tempuh u/ memisahkan diri dan membuat jarak pada sedulur papat tsbt hingga mereka dpt bnar2 tampak bukan sbgai diri kita sndiri,,tp bagian yg scra wujud nyata tlah ber ‘laku’ untuk diri sendiri…hingga kita sadar kira2 Sifat Wajib Allah yg prtama ialah Wujud…loh tambah bingung kan,,cari Wujud Allah dulu apa cari Wujud diri sndiri dulu…maaf klo jadi semrawut,,saya cuma bingung dan takut kecemplung.
    Salam dari pemuda2 warkop saya…tx.

    • Terima kasih, pendapat seseorang selalu berubah sesuai dengan tingkat kesadarannya. Bila kami menjelaskan, ini hanyalah pemahaman kami sampai saat ini. Usia kesadaran tidak sama dengan usia manusia. Mungkin sekali kami yang tua kalah tua kesadarannya disbanding mereka yang muda usia.
      Tuhan tak terjelaskan. Tak dapat disepertikan sehingga merupakan misteri selamanya. Hanya seseorang dapat meningkatkan kesadarannya. Ada beberapa tingkat kesadaran: Pertama, Syariat, Pedoman perilaku. Tujuannya Nasut, kemanusiaan. Kedua, Tareqat, Jalan. Tujuannya, Malqut, Energi. Ketiga, Marifat, peningkatan kesadaran. Tujuannya jabrut, pemberdayaan diri. Keempat, Haqiqat, kebenaran sejati. Tujuannya Lahut, menyatu dengan lautan kesadaran murni, Ilahi. kesadaran keempat yang tak terjelaskan, No Mind, Beyond Mind. Terakhir Mohabbat, Kasih Sejati, Ilahi, Tak Terbatas, Melampaui Waktu dan Tempat, yang merupakan hasil Penemuan Diri atau Haqiqat.
      Mengenai arah panah yang mengarah maju, memang selalu ada pertentangan yang satu mengatakan bahwa waktu itu datar dan ada yang berpendapat bahwa waktu itu melingkar. Air laut, awan, hujan, sungai laut lagi adalah melingkar. Biji pohon manga menjadi lembaga, pohon , berbuah dan keluar biji lagi adalah melingkar. Bulan selalu bergerak melingkar.dan bumi berjalan melingkari matahari sehingga dari pagi siang, sore malam kembali pagi lagi. Walau tahun selalu maju sekarang sudah 2011.
      Salam __/\__

  21. rahayu……..

  22. olah roso,olahrogo yo podo diolah.

  23. ghaib wus dadi dhohir, ra katon nanging podo nyambung rembukan,kabeh wus podo weruh, kari redha marang opo kersane widhi

  24. maturnuwun dumateng sedoyo dados lntaran tmbahe pitedah, khususipun mas Tri…

  25. kembar 4. hati bersih, berada di jalan allah dan mengikuti perintahnya. si kembar 4 insya’allah membantu raga dalam hal yang ghaib maupun yang nyata.
    tapi kalau bisa ada pembimbing.

  26. Sy mau menceritakan pengalaman pribadi dan sekaligus mau minta pengertian.. bgini ceritanya:… suatu ketika ketika sy membetulkan crane sy berada di ketinggian kurang lebih 50 mter waktu itu sy kesetrum aliran listrik. Detik pertama kesetrum sy berniat teriak minta tlong tp bibir terkunci lama kelamaan kuping sy tdk mendengar sehingga suasana menjadi sunyi.. lama kelamaan sy keluar dari raga dan berada di atas sambil melihat sy yg sedang kesetrum aliran listrik.. ssambil melihat ke bawah ( ke sy yg sedang kesetrum) sy yg keluar dari raga dan melihat sy dari atas seraya berkata kasihat nasibnya harus meninggal disitu karna kesetrum. Dan tiba2 sy yg kesetrim ingat anak istri di rumah dan lgsung sy berkata Allah hu Akbar seketika itu tangan sy terlepas dari kabel. Mohon penjelasan.. apakah itu yg dimaksud sedulur papat.. trims.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 251 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: