ISA Hidup dan Ajaran Sang Masiha Lanjutan

 

Judul : ISA Hidup dan Ajaran Sang Masiha Lanjutan

Pengarang : Anand Krishna

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Cetakan Kelima 2005

Tebal : 536 halaman

 

Mutiara Quotation Buku ISA Hidup dan Ajaran Sang Masiha (Bagian II)

(Berdasarkan Lontar-Lontar Kuno di Tibet, India dan Mesir)

 

BUKU KETIGA

 

AJARAN NABI ISA Sebagaimana diberitakan dalam Injil Thomas yang ditemukan di Mesir.

 

  1. Dan ia mengatakan, Siapa pun yang menyelami makna kata-kata ini, tidak akan pernah mengalami kematian.

  2. Yesus bersabda, Mereka yang sedang mencari, hendaknya tidak berhenti mencari sampai menemukannya. Penemuan itu akan menggelisahkan mereka. Lalu dari kegelisahan itu akan timbul rasa kagum. Setelah itu baru akan ada pengendalian diri, dan ketenteraman sejati.

  3. Yesus bersabda, Apabila para pemimpin kalian mengatakan, Kerajaan-Nya ada di langit, para burung sudah pasti mendahului kalian. Lalu, apabila mereka katakan, Kerajaan-Nya di laut, ikan-ikan sudah pasti mendahului kamu. Sesungguhnya, Kerajaan-Nya ada dalam dirimu, juga di luar dirimu.

  4. Yesus mengatakan, walaupun sudah berusia lanjut, apabila seseorang tidak malu bertanya tentang kehidupan, pada seorang bocah yang baru berusia tujuh hari, maka ia sangat bijak, ia akan mencicipi keabadian hidup.

  5. Yesus mengatakan, Ketahui dulu apa yang ada di depan kamu, maka apa yang tersembunyipun akan diberitahukan kepadamu. Tidak sesuatu pun yang akan disembunyikan darimu.

  6. Para murid menayakan, apakah kita harus berpuasa? Bagaimana cara kita berdoa? Apakah kita harus beramal bhakti? Bagaimana pula dengan makanan kita? Yesus menjawab, Jangan berdusta, Jangan pula melakukan sesuatu yang kau tidak suka. Sesungguhnya tidak ada sesuatu apa pun yang tidak diketahui oleh-Nya.

  7. Yesus mengatakan, Beruntunglah harimau yang dimakan oleh manusia, karena ia akan menjadi manusia. Sungguh malang manusia yang dimakan oleh harimau, karena bagaimanapun juga harimau itu akan tetap menjadi manusia. Harimau adalah naluri hewani yang ada dalam diri setiap manusia. Memakan harimau, berarti menaklukkan naluri hewani tersebut. Hendaknya kita bisa menaklukkan binatang yang ada dalam diri. Jika kita yang ditaklukkan oleh binatang tersebut, sia-sialah kehidupan kita.

  8. Dan ia mengatakan, Contohilah seorang nelayan yang bijak. Di antara ikan-ikan yang tertangkap, ia akan memilih yang paling besar. Lalu yang kecil akan ia kembalikan ke laut. Ia yang memiliki telinga, hendaknya mendengarkan kata-kataku ini. Jangan serakah, jangan gegabah. Biarkan yang kecil tumbuh. Jangan dibabat habis.

  9. Yesus mengatakan, Lihat, seseorang menaburkan segenggam biji-bijian. Ada yang jatuh di atas jalan, lalu menjadi santapan burung. Ada yang jatuh diatas bebatuan, dan tidak menghasilkan apa pun juga. Ada yang jatuh di atas semak-semak berduri, dan menjadi makanan cacing. Lalu ada juga yang jatuh di atas lahan yang subur, dan membawakan hasil – ada yang berlipat ganda enam puluh kali, ada yang seratus dua puluh kali.

  10. Yesus bersabda, Saya telah membakar dunia ini. Dan sedang menungguinya, sampai api ini membesar, membara. Pikiran anda, perasaan anda, bahkan apa yang disebut jiwa dan roh – semuanya sudah tercemar, sudah jelek, tidak berguna sama sekali.

  11. Yesus mengatakan, Langit ini akan berlalu. Dan yang ada di atasnya pun akan berlalu. Yang mati tidak hidup. Yang hidup tidak akan pernah mati. Pada siang hari, ketika kau memakan apa yang mati, sesungguhnya kau memberikan kehidupan padanya. Apabila kau berada dalam cahaya, apalagi yang akan kau lakukan? Ketika kau masih satu, kau menjadi dua. Tetapi apabila kau sudah menjadi dua, apalagi yang akan kau lakukan? Ketidaksadaran adalah kematian. Tanpa kesadaran, anda tidak pernah hidup sepenuhnya. Lalu mereka yang sadar, apa yang terjadi dengan mereka? Setiap hari mereka menghadapi orang-orang byang tidak sadar. Apa yang harus mereka lakukan. Ketidaksadaran orang-orang tersebut harus mereka makan, mereka olah menjadi kesadaran. Apabila kau berada dalam cahaya, kau sudah sadar, sebarkan kesadaranmu, sebagaimana Yesus menyebarkannya. Menyadari jati diri berarti menyadari Yang satu Itu. Dan menyadari Yang Satu Itu berarti menyadari pula bahwa yang menjadi duapun Dia. Segala sesuatu yang lain itu pun hanyalah penjabaran Yang Satu Itu. Masih bisakah anda memisahkan umat manusia berdasarkan agama, suku, ras? Masih bisakah anda memisahkan manusia dari makhluk hidup yang lain.

  12. Para murid bertanya, Kita tahu bahwa Rabbi akan meninggalkan kami. Lalu siapa yang akan memimpin kami? Yesus menjawab, Apa pun yang terjadi, berpalinglah pada James yang adil. Demi dialah, langit dan bumi masih bertahan.

  13. Bandingkan saya dengan sesuatu. Simon Petrus menjawab, Kau adalah Utusan yang Adil. Mateus mengatakan, Kau adalah seorang filosof yang bijak. Thomas membalas, Guru, saya tidak bisa mengungkapkan kau seperti apa. Yesus menanggapinya, aku bukan gurumu. Karena kau telah minum dari pancuran yang kupelihara selama ini. Yesus menarik Thomas ke tempat yang agak sunyi dan menyampaikan tiga hal kepadanya. Ketika Thomas kembali bergabung dengan para sahabatnya, mereka bertanya, Apa kata Yesus padamu? Thomas menjawab mereka, Apabila aku menyampaikan satu pun ucapannya, maka kalian akan membatui saya. Lalu batu-batu itu akan mengeluarkan api dan melahap kalian.

  14. Yesus bersabda, Apabila KAU berpuasa, kau akan ditimpa dosa. Apabila KAU berdoa, kau akan disalahkan. Apabila KAU beramal, kau akan menyakiti jiwamu sendiri. Kemana pun kau bepergian, apabila mereka yang kau datangi menerima kamu, makanlah apa saja yang mereka berikan kepadamu. Dan di antara mereka, apabila ada yang sakit, sembuhkan dia. Karena apa yang masuk lewat mulutmu tidak akan mengotori kamu. Justru apa yang keluar dari mulutmu itu yang mengotori kamu. Dan, sesungguhnya, inilah esensi agama. Dalam kata-kata ini, tersembunyi intisari keagamaan. Saya sengaja menggunakan huruf besar untuk KAU, karena yang menjadi masalah adalah KAU-AKU. Berpuasa, berdoa dan beramal saleh tidak menjadi masalah. Tetapi ketika anda berpikir itu dilakukan oleh anda oleh akunya anda – maka muncul masalah. Aku berpuasa – lalu kita menganggap rendah mereka yang tidak berpuasa. Aku berdoa, lalu kita pikir yang tidak berdoa dengan cara yang sama adalah kafir. Aku beramal, lalu kita menjadi arogan, sombong. Lakukan semuanya tanpa aku tanpa keakuan. Semuanya itu bisa menjadi sarana untuk membuat anda semakin sadar akan kehadiran-Nya. Apabila anda melakukan dengan penuh keakuan kesadaran anda malah akan merosot ke bawah. Apa yang najis? Apa yang haram? Yang masu8k ke mulut atau yang keluar dari mulut? Kita tidak makan yang dianggap haram, tetapi mulut kita mengumpat-umpat, menuduh-nuduh, menjanjikan sesuatu yang tidak tepat, sumpah yang kita langgar.

  15. Yesus mengatakan, Apabila kau melihat seseorang yang tidak dilahirkan oleh wanita, maka bersujudlah, ciumlah kakinya – karena Ialah Ayahmu.

  16. Yesus bersabda, Mereka pikir, saya membawa kedamaian bagi dunia. Mereka tidak tahu, yang saya bawa adalah pertikaian: api, pedang dan perang. Jika ada lima dalam satu rumah, maka yang tiga akan melawan dua, dan dua melawan tiga. Ayah akan melawan anaknya, dan anak akan melawan ayahnya. Masing-masing akan berdiri sendiri.

  17. Yesus bersabda, Aku akan memberikan kepada kalian apa yang belum pernah terlihat oleh mata, tak terdengar oleh telinga, tak tersentuh oleh tangan dan belum berkembang dalam diri manusia.

  18. Mereka menanyakan, Katakan, apa yang akan terjadi pada kita? Yesus menanggapi mereka, Apakah kalian sudah menemukan awal, sehingga bertanya tentang akhir? Ketahuilah bahwa di mana adanya awal, di sana pula adanya akhir. Selamatlah dia yang berada pada titik awal. Karena ia pula yang mengetahui titik akahir. Lalu, ia tidak akan pernah mengalami kematian.

  19. Yesus bersabda, Berbahagialah ia yang menempatkan kesadaran di atas pikiran. Jika kau mengikuti aku dan memperhatikan kata-kataku, kau akan dibatui. Di surga ada lima pohon untuk kalian. Kelima-limanya tidak pernah berubah. Panas atau dingin, daun-daunnya tidak pernah rontok. Siapapun yang memperolehnya, tidak akan mengalami kematian.

  20. Para murid bertanya, Kerajaan Surga itu seperti apa? Kerajaan surga itu seperti biji sawi yang terkecil di antara biji-bijian, tetapi jika jatuh di atas lahan yang siap, ia akan melahirkan pohon yang besar dan lebat, sehingga bisa menjadi pelindung bagi burung-burung di angkasa.

  21. Maria bertanya, Seperti apakah para pengikutmu? Ia menjawab, Mereka seperti anak-anak kecil yang ditinggal di atas lahan milik orang lain. Kemudian, apabila para pemilik lahan itu mendatangi mereka dan minta lahannya dikembalikan, mereka akan langsung menanggalkan baju mereka dan langsung mengosongkan tempat itu. Apabila seorang pemilik rumah tahu bahwa rumahnya akan dimasuki maling, ia akan berjaga-jaga. Ia tidak akan membiarkan maling itu memasuki rumahnya dan mencuri harta bendanya. Begitu pula dengan kamu, berhati-hatilah terhadap dunia. Berdayakan dirimu, sehingga para perampok tidak akan mendatangi kamu. Semoga di antara kalian ada yang memahami semua ini. Apabila sudah siap panen, ia bergegas datang dengan aritnya. Mereka yang memiliki telinga, hendaknya mendengarkan hal ini.

  22. Yesus melihat beberapa bayi yang masih disusui dan ia mengatakan kepada muridnya, Bayi-bayi yang masih disusui ini akan memasuki kerajaan. Dam mereka bertanya, Apakah kita harus menjadi bayi kembali, untuk memasuki Kerajaan-Nya? Yesus mengatakan kepada mereka, Apabila kau mengubah dua menjadi satu, apabila kau mengubah yang ada di dalam menjadi seperti apa yang ada di luar, dan yang ada di luar seperti apa yang ada di dalam, dan mengubah yang tinggi menjadi sama seperti yang rendah…. Apabila pria dan wanita kau anggap sama, lalu dipersatukannya, sehingga yang pria bukan pria lagi dan yang wanita bukan wanita lagi… Apabila sepasang mata kau ubah menjadi satu, begitu pula kaki dan tanganmu. Dan hal-hal berbeda kau anggap satu, maka kau akan memasuki Kerajaan-nya.

  23. Yesus mengatakan, Aku akan memilih kalian satu di antara seribu, dua di antara sepuluh ribu, mereka bisa bersatu.

  24. Para murid berkata, Tunjukkan tempat di mana kau berada. Kami harus mencarinya. Ia menjawab, Mereka yang memiliki telinga hendaknya mendengarkan! Dalam dirimu yang bercahaya itu ada Cahaya. Cahaya yang sama pula menerangi dunia ini. Apabila kalian tidak melihatnya, kalian masih hidup dalam kegelapan.

  25. Yesus mengatakan, Sayangilah kawan-kawanmu, sebagaimana kau menyayangi jiwamu sendiri. Lindungilah mereka, sebagaimana kau melindungi bola matamu.

  26. Yesus mengatakan, Kau melihat serpihan kayu dalam mata temanmu, tetapi tidak melihat balok dalam matamu sendiri. Apabila kau mengeluarkan balok dari matamu, pandanganmu baru akan menjadi jernih. Dan kau bisa membantu mengeluarkan serpihan kayu itu dari mata temanmu.

  27. Kalau kamu tidak memisahkan diri keduniawian, kau tidak akan pernah menemukan Kerajaan-Nya. Apabila kau tidak berhenti, kau tidak akan pernah menemukan Allah.

  28. Yesus berkata, Mewujud, aku muncul di tengah-tengah mereka. Dan aku menemukan mereka dalam keadaan mabuk. Tidak seorang pun yang haus. Melihat keadaan mereka, jiwaku gelisah. Mereka buta, tidak bisa melihat. Datang ke dunia ini dengan tangan kosong, dan akan meninggalkan dunia dengan tangan kosong pula. Sementara ini mereka masih mabuk. Jika sudah tidak mabuk lagi, mereka baru sadar.

  29. Yesus bersabda, Sungguh menakjubkan bahwa badan kasar ini mewujud karena roh. Tetapi lebih menakjubkan lagi, jika roh mewujud karena badan kasar. Sungguh menakjubkan bahwa kekayaan yang berlimpah bisa tinggal dalam kemiskinan.

  30. Yesus mengatakan, Di mana ada tiga obyek pemujaan, tiga-tiganya mulia. Di mana ada dua atau satu, maka aku bersama Yang Satu itu.

  31. Yesus bersabda, Tidak seorang pun nabi dihormati di kampung halamannya sendiri. Para tabib tidak bisa menyembuhkan mereka yang mengenalinya.

  32. Yesus mengatakan, Kota yang dibangun di atas bukit, lalu dipagari dengan benteng yang kuat, tidak akan runtuh dan tidak dapat disembunyikan.

  33. Yesus bersabda, Sampaikan dengan lantang apa yang kau dengarkan selama ini. Tidak ada yang menyalakan lampu lalu menyembunyikannya. Ia akan menaruhnya di atas tempat yang tinggi, sehingga cahayanya terlihat oleh setiap orang yang berlalu lalang.

  34. Yesus bersabda, Apabila seorang buta memandu orang buta yang lain, dua-duanya akan jatuh dalam lubang.

  35. Yesus bersabda, Tidak seorang pun dapat menyusup dan memasuki rumah orang yang kuat. Kecuali, ia ditaklukkan terlebih dahulu dan tangannya diikat. Hanya setelah itu, isi rumahnya dapat dirampok.

  36. Yesus mengatakan, Jangan resah sepanjang hari dan sepanjang malam. Jangan cemas mengenai makanan dan pakaian. (Derajat-mu) lebih tinggi daripada bunga bakung. Mereka tidak menenun. (Lalu siapa yang menghiasi mereka?). Kenapa kamu mencemaskan pakaian yang hendak kamu kenakan? (Lupakah kamu – siapa yang meninggikan derajatmu?). Ia yang meninggikan derajatmu, akan menyediakan pakaian juga.

  37. Para murid bertanya, Kapan kau akan menampakkan dirimu? Kapan kita dapat melihatmu? Yesus menjawab, Apabila kamu sanggup menelanjangi diri sendiri dan menginjak-injak pakaianmu, seperti yang dilakukan oleh anak-anak kecil, maka kamu akan melihat-Nya. Dan kamu tidak akan takut lagi.

  38. Yesus bersabda, (Sudah sejak lama) kalian ingin mendengarkan apa yang kusampaikan ini, dan tidak ada orang lain yang dapat menyampaikannya kepada kalian. Pada suatu ketika nanti, kalian akan mencari aku, dan tidak akan menemukannya.

  39. Yesus bersabda, Para cendekiawan telah mengambil kunci pengetahuan dan menyembunyikannya. Mereka sendiri tidak menggunakannya dan tidak mengijinkan orang lain menggunakan kunci itu. Jadilah lihai seperti ular. Jadilah sederhana, bersih seperti burung merpati.

  40. Yesus bersabda, Anggur yang ditanam tanpa (restu dari) Allah, tidak kuat akarnya. Tanaman itu akan layu dan musnah.

  41. Yesus mengatakan, Ia yang memiliki sesuatu akan diberi lebih. Dan ia yang tidak memiliki, akan diambil darinya, sedikit apa pun yang ia miliki.

  42. Yesus mengatakan, Jadilah seorang pengembara.

  43. Kau ini siapa, sehingga dapat mengatakan hal-hal demikian? Yesus menjawab, Walaupun saya sudah berbicara banyak, kalian tetap juga tidak memahaminya. Persis seperti orang-orang Yahudi yang mencintai pohon, tetapi membenci buahnya. Atau mencintai buah, tetapi membenci pohonnya.

  44. Yesus mengatakan, Ia yang meremehkan Tuhan, akan dimaafkan. Ia yang menghina manusia, dapat dimaafkan pula. Tetapi ia yang menghina roh kudus tidak akan pernah dimaafkan. Baik di dunia ini, maupun di surga sana.

  45. Yesus bersabda, Buah anggur tidak bisa diperoleh dari pohon berduri; begitu pula buah ara, karena pohon-pohon berduri tidak pernah menghasilkan buah. Mereka yang baik menghasilkan kebajikan dari dalam diri mereka sendiri. Begitu pula dengan mereka yang jahat. Kejahatan mereka pun berasal dari diri mereka sendiri.

  46. Yesus bersabda, Dari Adam sampai Yohanes, Sang Pembaptis, di antara mereka yang dilahirkan dari rahim seorang wanita tidak seorang pun melebihi Yohanes. Tetapi saya mengatakan bahwa di antara kalian jika ada yang berjiwa (polos dan lugu) seperti seorang anak, maka ia akan menyadari Kerajaan allah dan mengungguli Yohanes Sang Pembaptis.

  47. Yesus mengatakan, Seseorang tidak dapat menunggangi dua kuda atau menggunakan dua busur. Begitu pula, seorang pelayan tidak bisa melayani dua majikan, karena kalau demikian ia akan menghormati yang satu, dan menentang yang lain. Setelah meminum anggur tua, tak seorang pun akan langsung minum anggur baru. Anggur yang baru dibuat tidak akan disimpan dalam tempat yang lama. Tempatnya akan rusak. Dan jika anggur yang lama disimpan dalam tempat yang baru, maka anggurnya akan rusak. Kain lama tidak akan ditempelkan pada baju yang baru. Jika ditempelkan, maka akan cepat robek.

  48. Yesus bersabda, Apabila dua orang dalam satu rumah, bersatu dan mengatakan kepada bukit, Pindahlah dari sisni, bukit itu pun akan langsung pindah dari tempatnya.

  49. Yesus mengatakan, Berbahagialah mereka yang mandiri, yang berdiri sendiri. Karena mereka terpilih untuk memasuki Kerajaan-Nya. Mereka sadar akan asal-usul serta tujuan mereka.

  50. Yesus mengatakan, Apabila mereka bertanya, Kalian berasal dari mana? Katakan, Kami berasal dari Cahaya, dari Sumber Cahaya – Yang Muncul sendiri dan dapat terlihat bayangan-Nya. Apabila mereka bertanya, Demikiankah kamu? Katakan, Kami adalah putra-putri-Nya – terpilih olehAllah Yang Maha Hidup. Apabila mereka menayakan lagi, Adakah bukti kehadiran Allah dalam dirimu? Jawablah mereka, Gerakan dan Ketenangan.

  51. Para muridnya bertanya, Adakah ketenangan bagi mereka yang sudah mati? Kapan datangnya masa tenang itu, kapan datangnya dunia baru? Ia menjawab mereka, Sesungguhnya apa yang kalian tunggu-tunggu itu sudah datang – hanya saja kalian tidak mengetahuinya.

  52. Para murid mengatakan, Dua puluh empat nabi telah memberkahi bumi Israel, dan semuanya bicara tentang kamu. Yesus menanggapi mereka, Kalian tidak memperhatikan ia yang masih hidup dan berada di tengah-tengah kalian. Malah membicarakan mereka yang telah mati.

  53. Para murid menanyakan, Sunat itu berguna atau tidak? Ia menjawab, Jika berguna, Sang Pencipta akan menciptakan mereka dalam keadaan sudah disunat. Yang penting justru melakukan khitanan terhadap jiwa.

  54. Yesus bersabda, Berbahagialah para miskin, karena merekalah yang memiliki Kerajaan Surga.

  55. Yesus mengatakan, Ia yang tidak membenci ayah dan ibunya tidak bisa mengikuti aku.ia yang tidak membenci saudara-saudaranya dan tidak memikul salib, sebagaimana aku memikulnya, tidak layak bagiku.

  56. Yesus bersabda, Ia yang memahami dunia ini telah menemukan bangkai. Dan ia yang telah menemukan bangkai, tidak lagi menganggap penting dunia ini.

  57. Yesus bersabda, Kerajaan Allah bagaikan seseorang yang memiliki biji yang bagus. Pada malam hari, musuhnya mendatangi ladang dia dan menanam rumput liar. Tetapi, orang itu tidak membiarkan para pekerjanya mencabut rumput liar, Sewaktu mencabut rumput liar, kalian bisa salah cabut gandumnya. Pada musim panen nanti, rumput liar akan nampak jelas dan akan dikumpulkan untuk dibakar.

  58. Yesus mengatakan, Berbahagialah ia yang bekerja keras dan menemukan kehidupan.

  59. Yesus bersabda, Perhatikan Yang Hidup, selama kamu masih hidup. Karena, setelah kematian, sekalipun kamu berusaha untuk melihat Yang Hidup, kamu tidak akan bisa melihat-Nya.

  60. Ia melihat seorang Samaritan menuju Judea, bersama dombanya. Dan ia mengatakan kepada para muridnya, (Lihatlah) orang itu dengan dombanya. Mereka menanggapi Yesus, ya, ia akan membunuh domba itu dan memakan dagingnya. Yesus mengatakan kepada mereka, (Benar), ia tidak akan memakannya, jika domba itu masih hidup. Domba itu harus dibunuh dan menjadi bangkai – baru dimakan. Para murid membalas, (Tentu), kalau tidak ia tidak akan dapat memakannya. Yesus mengatakan, Begitu pula dengan kalian. Carilah tempat yang tenang. Kalau tidak, kalian pun akan menjadi bangkai dan dimakan.

  61. Yesus mengatakan, Dua orang duduk di atas dipan – yang satu mati, yang satu lagi hidup. Salome menanyakan, Siapakah engkau ini? Kau pernah duduk di atas dipanku. Kau pernah makan dari mejaku. Kendati demikian, sepertinya kau tidak seperti kami? Yesus menjawab dia, Aku berasal dari Kesempurnaan. Apa yang kumiliki berasal dari Allah Yang Sempurna itu. Aku muridmu. Itu sebabnya, saya katakan bahwa apabila seseorang utuh, sempurna, maka ia akan diisi oleh cahaya. Tetapi, apabila seseorang tidak utuh, terbagi-bagi dan tidak sempurna, ia akan diisi oleh kegelapan.

  62. Yesus bersabda, Aku menjelaskan hal-hal yang misterius ini kepada mereka yang layak baginya. Jangan sampai tangan kirimu mengetahui apa yang kau lakukan dengan tangan kananmu.

  63. Yesus berkata, Seorang kaya merencanakan penanaman modal dalam bidang pertanian, sehingga dapat melipat-gandakan kekayaannya. Ia mati sebelum impiannya menjadi kenyataan. Mereka yang memilki sepasang telinga, hendaknya mendengarkan cerita ini.

  64. Yesus bersabda, Seorang tuan rumah sedang menunggu kedatangan para tamunya. Ia telah mempersiapkan makan malam. Lalu ia menyuruh pembantunya untuk menjemput para undangan. Si pembantu mendatangi orang pertama dan mengatakan kepada dia, Majikanku mengundang anda. Tetapi orang itu menjawab, Aku harus menemui beberapa pedagang malam ini. Sampaikan penyesalanku kepada majikanmu. Aku tidak bisa menghadiri pestanya. Si pelayan mendatangi orang yang lain dan mengatakan kepadanya, Majikanku menyuruh aku untuk menjemput anda. Lalu orang kedua ini menjawabnya, Aku baru saja membeli rumah, dan hari ini sangat sibuk. Aku tak punya waktu. Pelayan itu mendatangi orang ketiga dan mengatakan hal yang sama. Tetapi yang ketiga pun memberi alasan, Seorang temanku akan nikah dan aku harus membantunya. Tolong sampaikan kepada majikanmu bahwa aku tidak bisa hadir. Si pelayan mendatangi orang yang keempat. Dia pun memberi alasan, Saya baru saja membeli properti, dan harus pergi untuk menagih sewanya. Tolong sampaikan kepada Majikanmu, bahwa saya tidak bisa menghadiri pestanya. Akhirnya pelayam itu kembali ke rumah majikannya dan berkata, Mereka yang Tuanku undang memberi berbagai alasan. Mereka tidak akan hadir. Lalu Sang majikan menturuh pelayannya, Pergilah ke jalan raya dan undanglah siapa pun yang kau temui, untuk makan malam. Para pembeli dan pedagang tidak akan pernah memasuki rumah Allah.

 

  1. Yesus bersabda, seorang tuan tanah menyewakan kebun anggurnya kepada petani, sehingga mereka dapat bercocok tanam dan membayarnya dari hasil panennya. Lalu ia mengutus salah seorang pelayannya untuk mengambil apa yang menjadi haknya, tetapi para petani malah ramai-ramai menganiayai pelayan itu. Dalam keadaan sekarat ia kembali ke rumah majikannya dan melaporkan kejadian itu. Sang majikan mengatakan, Mungkin mereka tidak mengenali kamu. Dikirimlah hamba yang lain, dan dia pun mendapat perlakuan yang sama. Lalu ia mengutus anaknya. Ia berpikir, mereka pasti menghormati putraku, karena para petani memang mengenali dia. Tetapi, nasib yang sama menimpa anaknya. Malah mereka membunuh dia. Kalian yang memiliki sepasang telinga, hendaknya mendengarkan (kisah ini).

Yesus sedang bicara tentang dirinya. Setiap master, setiap mesias akan selalu bicara dari pengalaman pribadi. Yesus tidak mengutip ayat-ayat dari Taurat. Setiap kali anda bertemu dengan orang yang sibuk mengutip ayat-ayat suci, ketahuilah bahwa esensi agama masih jauh dari dirinya. Yesus tahu persis apa yang dapat terjadi terhadap dirinya. Kendati demikian, ia tidak akan berkompromi. Ia tidak akan menutup-nutupi kebenaran. Ia akan menyampaikannya dengan cara dia sendiri.

 

  1. Yesus mengatakan, Tunjukkan kepadaku, batu yang tidak dipakai oleh para pembangun. Batu itu yang justru penting.

  2. Yesus bersabda, Mereka yang mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak mengetahui dirinya sendiri sungguh belum tahu apa-apa.

  3. Yesus mengatakan, Berbahagialah mereka yang hatinya disakiti, karena sesungguhnya merekalah yang mengenali Allah.

  4. Berbahagialah ia yang lapar, karena ia yang perutnya kosong akan diisi.

  5. Yesus mengatakan, Bila apa yang kau miliki kau munculkan ke permukaan, kau akan terselamatkan. Apabila kau tidak memilikinya, ketidakpemilikan itu akan membunuhmu.

  6. Yesus bersabda, Aku akan meruntuhkan rumah ini, dan tidak seorangpun dapat membangunnya kembali.

  7. Ada yang memohon kepada Yesus, Katakan kepada saudara-saudaraku, agar mereka memberiku sebagian dari warisan peninggalan ayahku. Yesus menjawab dia, Sejak kapan aku menjadi pembagi? Lalu ia menoleh ke arah para muridnya, Aku bukan seorang pembagi, bukankah demikian?

  8. Yesus mengatakan, panennya banyak, tetapi jumlah para pekerja di ladang begitu sedikit. Mintalah kepada pemilik ladang, agar ia bisa mengirimkan tenaga tambahan.

  9. (Mungkin seorang murid) melaporkan kepada Yesus, Begitu banyak orang yang mempadati sumur, padahal sumurnya mati. Tidak ada air di dalamnya.

  10. Yesus mengatakan, Banyak yang berada di luar pintu, tetapi yang akan memasuki kamar pengantin hanyalah ia yang datang sendirian.

  11. Yesus mengatakan, Kerajaan Allah bagaikan seorang pedagang bijaksana yang memiliki barang dagangan dalam jumlah besar. Ia menjual semuanya dan dengan hasil penjualannya itu ia membeli sebutir mutiara. Demikian pula yang harus kau lakukan. Carilah sesuatu yang lebih berharga dan bisa bertahan lama. Yang tidak akan dimakan kutu dan serangga.

  12. Yesus bersabda, Akulah Cahaya yang menerangi segala sesuatu. Akulah segala-galanya; dariku semuanya berawal dan dalamku semuanya akan berakhir. Belahlah sepotong kayu, dan Aku berada didalamnya. Angkatlah batu ini, dan disana pun kau akan menemukan Aku.

  13. Yesus bertanya, Kenapa kalian mendatangi tempat di luar kota ini? Hanya untuk melihat alang-alang diterpa angin? Lalu berharap juga melihat seseorang berpakaian sutera, seperti para pemimpin dan pembesar di kota kalian? Mereka yang berpakaian sutera tidak akan memahami kebenaran.

  14. Seorang wanita berkata, Beruntunglah rahim wanita yang melahirkanmu, dan payudara yang menyusuimu. Yesus menjawab, Beruntunglah mereka yang mendengarkan Perintah Allah dan mentaatinya. Akan datang suatu saat, ketika kalian akan mengatakan, Beruntunglah wanita yang tidak melahirkan dan tidak menyusui.

  15. Yesus bersabda, Ia yang memahami dunia ini telah menemukan bangkai. Dan ia yang menemukan bangkai tidak akan terikat dengannya lagi.

  16. Yesus bersabda, Biarkan ia yang kaya memerintah. Dan ia yang berkuasa, melepaskan kekuasaannya.

  17. Yesus bersabda, Siapa pun yang dekat dengan diriku, dekat dengan api. Dan siapapun yang jauh dari diriku, jauh dari Kerajaan Allah.

  18. Yesus bersabda, Yang terlihat hanyalah bayangan. Cahaya yang menyebabkan adanya bayangan itu tersembunyi dalam Cahaya Murni – Dalam Allah. Anda dapat menemukan Allah, tetapi tidak bisa melihat Wujud-Nya, karena silau yang disebabkan oleh Cahaya Ilahi sendiri.

  19. Yesus mengatakan, Melihat wujud diri, kalian senang. Bagaimana dengan wujud kalian terdahulu? Bagaimana dengan yang tidak pernah mati dan tidak pernah terlihat?

  20. Yesus bersabda, Adam berasal dari Kekuatan dan Kekuasaan Tertinggi, tetapi ia tidak layak bagi semua itu, makanya ia mengalami kematian.

  21. Yesus mengatakan, Serigala memiliki liang dan burung memiliki sarang, tetapi manusia tidak memiliki tempat untuk berbaring dan beristirahat.

  22. Yesus mengatakan, Betapa menyedihkannya badan yang harus bergantung pada badan lain. Dan betapa menyedihkannya jiwa yang harus bergantung pada badan dan jiwa.

  23. Yesus bersabda, Para nabi dan para utusan hanya memberikan apa yang sudah menjadi milik kalian. Sebaliknya, kalian (hendaknya) memberikan kepada mereka mereka apa yang kalian miliki dan senantiasa berharap. Kapan ya, mereka akan datang dan mengambil apa yang menjadi milik mereka?

  24. Yesus mengatakan, Kenapa kamu (hanya) membersihkan bagian luar cangkir itu? Pahamkah kamu bahwa ia yang menciptakan bagian luar juga menciptakan bagian dalamnya?

  25. Yesus bersabda, datanglah kepada KU, karena pegangan Ku sangat lembut, dan dapat menenangkan kamu.

  26. Mereka bertanya, Katakan siapakah engkau ini, sehingga kami harus mempercayai kata-katamu? Ia menjawab, Kalian mempelajari bumi dan langit, tetapi tidak mengenali dia yang hadir di tengah kalian, dan tidak mampu mempelajari kekinian.

  27. Yesus mengatakan, Carilah dan kau akan menemukan. Dulu aku tidak memberikan penjelasan tentang hal-hal yang kalian tanyakan. Sekarang aku bersedia menjelaskan, tetapi kalian tidak lagi menanyakannya.

  28. Jangan berikan sesuatu yang suci, yang mulia, yang berharga, kepada anjing dan babi. Mereka menyia-nyiakannya.

  29. Yesus berkata, Ia yang mencari akan menemukannya. Dan bagi mereka yang mengetuk, pintu pun akan dibuka.

  30. Yesus berkata, Kalau punya uang, jangan dipinjamkan dengan bunga. Berikan kepada orang yang tidak akan mengembalikannya.

  31. Yesus berkata, Kerajaan Allah bagaikan seorang wanita. Dengan menggunakan sedikit ragi, dia bisa membuat roti yang mengembang besar. Ia yang memiliki sepasang teling hendaknya memperhatikan kata-kata ini.

  32. Yesus bersabda, Kerajaan Allah bagaikan seorang wanita yang menenteng tempat makanan dan sedang berjalan menuju suatu tempat. Ternyata tempat itu berlubang, dan tanpa ia ketahui makanannya berjatuhan sepanjang jalan. Setelah pulang dan berada kembali di rumahnya, ia baru mengetahui bahwa tempat makanannya sudah kosong.

  33. Yesus berkata, Kerajaan Allah bagaikan seseorang yang ingin membunuh orang lain yang sangat kuat. Lalu, untuk menguji kemampuan dirinya, ia berlatih dengan pedang, sehingga pada akhirnya ia berhasil membunuh orang kuat itu.

  34. Para murid menyampaikan kepadanya, Saudara saudaramu dan ibumu berada di luar. Ia menjawab, Mereka yang mengindahkan perintah Allah adalah saudaraku dan ibuku. Mereka yang akan memasuki kerajaan Allah.

  35. Mereka menunjukkan kepingan uang dari emas dan mengatakan kepadanya, Wakil Kerajaan Roma memuntut pajak dari kami. Ia menjawab, Berikan kepada Raja apa yang menjadi haknya. Berikan kepada Allah apa yang menjadi hak-Nya. Dan berikan kepadaku apa yang menjadi hakku.

  36. Ia yang tidak membenci ibu dan ayahnya, sebagaimana aku membenci nya, tidak akan menjadi muridku. Dan ia yang tidak mencintai ibu dan ayahnya, sebagaimana aku mencintainya, tidak bisa menjadi muridku. Ibuku memberikan badan kepadaku, tetapi Sang Ibu sejati memberikan kehidupan.

  37. Yesus berkata, Celakalah mereka yang munafik! Mereka seperti anjing yang berada dalam kandang ternak sapi. Mereka sendiri tidak makan, dan tidak membiarkan sapi-sapi itu makan.

  38. Yesus berkata, Beruntunglah mereka yang mengetahui rencana serangan para pemberontak. Mereka bisa mempersiapkan diri dan memohon bantuan kerajaan.

  39. Mereka berkata kepada Yesus, Mari kita berdoa dan berpuasa hari ini. Yesus menjawab, Apakah aku berdosa? Kesalahan apa yang telah kulakukan? Nanti, jika mempelai laki-laki telah meninggalkan kamar pengantin, biarkan mereka berdoa dan berpuasa.

  40. Yesus bersabda, Barangsiapa mengenali ayah dan ibunya akan disebut anak seorang pelacur.

  41. Yesus bersabda, Apabila kau mengubah dua menjadi satu, kau menjadi putra-putri Adam. Kemudian, apabila kau mengatakan, Hai Bukit, pindahlah dari sini! Maka bukit pun akan pindah.

  42. Yesus berkata, Kerajaan Allah bagaikan seorang gembala yang memiliki seratus ekor domba. Salah satu di antaranya, yang paling besar tersesat. Lalu, gembala itu meninggalkan yang sembilan puluh sembilan, dan pergi untuk mencarinya kemana-mana. Sampai pada suatu hari iamenemukannya kembali. Ia mengatakan kepada domba yang ditemukan kembali itu, Cintaku terhadapmu melebihi cintaku terhadap sembilan pukuh sembilan yang lain.

  43. Yesus bersabda, Barangsiapa meminum dari mulutku akan menjadi sama seperti aku. Aku akan menjadi dia. Ia akan mengetahui segala sesuatu yang selama ini tersembunyi.

Mengenai penjelasan setiap ayat, silahkan membaca bukunya.

Tinggalkan Balasan