ISA Hidup dan Ajaran Sang Masiha

 

Judul : ISA Hidup dan Ajaran Sang Masiha

Pengarang : Anand Krishna

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Cetakan Kelima 2005

Tebal : 536 halaman

 

Mutiara Quotation Buku ISA Hidup dan Ajaran Sang Masiha (Bagian I)

(Berdasarkan Lontar-Lontar Kuno di Tibet, India dan Mesir)

 

Dari Injil yang resmi diakui Gereja, kita mengenal Yesus atau Isa dari kelahiran sampai umur sekitar 12 tahun, lalu disusul sebuah periode gelap sampai umur 30 an tahun, saat tampil di depan umum hingga penyalibannya. Kalau ajarannya yang disampaikan dalam waktu amat singkat itu ternyata begitu mempengaruhi dunia, orang yang kritis tentu akan bertanya-tanya: selama delapan belas tahun itu Isa ada di mana, dan berbuat apa? Oh, betapa kayanya ternyata periode gelap itu!

Pikiran mistis mencari-cari mukjizat dari Yesus, tetapi tanpa itu pun Isa tetap besar, dan untuk orang yang sudah tidak kekanak-kanakan, Injil Thomas justru akan menerangi pemahamannya. Akan jelas pula bahwa Yesus bukan hanya milik Orang Kristen. Isa adalah milik dunia! Kasihan, orang yang menutup mata terhadapnya! Kasihan, mereka yang hanya menerima penggalan hidupnya.

 

Menghadapi buku seperti ini, gereja tidak perlu cemas. Saya seorang pencinta Yesus. Dan upaya saya ini bertujuan untuk menempatkan Yesus di atas panggung dunia yang bersifat universal. Sudah waktunya Yesus dimiliki oleh setiap orang, setiap makhluk. Jangan menyempitkan ruang geraknya. Gereja sangat sempit bagi seorang Yesus. Isa bukanlah monopoli kelompok Kristiani. Ia adalah milik orang Muslim, milik orang Hindu, milik orang Buddhis – milik kita semua.

Betapa indahnya dunia ini, jika para pencinta Yoga menerima Yesus sebagai seorang Yogi. Lalu umat Muslim menerimanya sebagai seorang nabi. Dan umat Buddhis menerimanya sebagi seorang thera, seorang bodhisattva. Demikian harapan saya.

 

BUKU PERTAMA

KISAH KEHIDUPAN NABI ISA Sebagaimana diriwayatkan dalam Manuskrip Himis

 

BAB PERTAMA

 

  1. Bumi bergetar dan langit merintih, karena kejahatan yang dilakukan di bumi Israel.

 

  1. Karena mereka telah menyiksa dan membunuh Isa yang bijak dan adil – dalam diri dialah pernah tinggal Roh Alam Semesta.

 

  1. Dalam kesederhanaan dirinya, (Roh Alam Semesta) itu menampakkan diri dalam wujud makhlik manusiawi demi kebaikan umat manusia dan untuk membebaskan mereka dari pikiran-pikiran yang liar.

Krishna adalah seorang gembala, Yesus adalah anak tukang kayu. Muhammad adalah seorang yatim piatu yang buta huruf, dan kalaupun Siddhartha adalah seorang putra raja, Ia harus melepaskan semuanya untuk memperoleh pencerahan. Mereka tidak menyandang gelar Profesor, Doktor atau Master. Sederhana. Mereka berusaha membebaskan kita dari pikiran evil. Saya terjemahkan sebagai pikiran liar. Pikiran liar bagaikan monyet yang tidak bisa duduk diam. Pikiran liar menyebabkan kesadaran kita mengalir ke luar terus-menerus. Menjadi penghalang terhadap penitian jalan ke dalam diri.

  1. Juga untuk mengangkat kembali manusia dari kemerosotan yang disebabkan oleh kekhilafan. Untuk mengisi kembali hidup mereka dengan kedamaian, kasih dan kebahagiaan. Untuk mengingatkannya kembali akan Sang Pencipta Yang satu Ada-Nya.. tak terbagi dan tak ada duanya.untuk membuat manusia sadar akan Anugerah Ilahi yang Maha Luas dan Tak Terbatas.

Untuk mengembalikan manusia pada khitah asalnya. Itulah tujuan seorang Mesias, seorang Juru Selamat, seorang Nabi, seorang Rasul. Yesus tidak digambarkan sebagi Penanggung dosa-dosa kita. Yesus datang untuk menyadarkan kita. Begitu sadar atas kesalahannya, ia pun akan memperbaikinya.

Seorang Yesus bagaikan katalisator, tidak akan menjadikan dirinya sebagai sandaran. Setiap sandaran akan menidurkan kembali manusia yang sudah terjaga.

 

BAB KEDUA

Ayat 1 sampai dengan Ayat 19 mengkisahkan tentang Warga Israel yang sejahtera mengundang amarah Tuhan , karena kekhilafan-kekhilafan mereka. Warga Israel diperbudak para Firaun di Mesir. Dalam kedukaan yang amat sangat mereka memohon Pelindung Ilahi, untuk memperoleh Anugerahnya. Musa adalah anak bungsu Firaun yang berkuasa saat itu. Dia menuntun warga Israel kembali ke tanah leluhurnya. Demikian, bangsa Yahudi menjadi bangsa yang besar. Para pemimpin mereka menjadi tersohor dan kaya raya. Dan mereka hidup dalam kedamaian.

Kenyamanan yang berlebihan akan menidurkan kita. Saya belum pernah bertemu dengan seorang yang sangat nyaman, sekaligus sadar. Penderitaan berlebihan juga akan menidurkan anda. Kemelaratan akan membuat anda terobsesi pada harta benda. Yang bisa sadar adalah mereka yang tidak terlalu kaya dan tidak terlalu miskin. Kesadaran muncul apabila hidup anda dinamis, bergejolak. Kadang pasang, kadang surut. Dalam keadaan chaos, kesadaran bisa muncul, akan muncul. Apabila kesejahteraan materi tidak diimbangi dengan kesadaran spiritual, manusia akan kehilangan arah. Berarti ia tidak selaras, tidak harmonis dengan semesta.

Apa yang kita sebut hukuman dari Tuhan sesungguhnya adalah proses penyucian. Bangsa yang nyaman tidak akan pernah melahirkan para Yesus.

Kesimpulan Musa menarik sekali. Ia menyimpulkan bahwa sumber kekuatan bangsa Yahudi adalah keyakinan mereka, budaya mereka. Budaya bukan bukanlah sesuatu yang mati. Budaya adalah sumber kehidupan suatu bangsa. Yang bisa mempersatukan kita adalah budaya. Suatu bangsa yang melupakan nilai luhur budayanya sendiri akan hancur lebur.

 

BAB KETIGA

Ayat 1 sampai dengan 12 mengkisahkan tentang tingkat kesejahteraan bangsa Israel yang meningkat dan negara-negara tetangga mulai sirik terhadap mereka. Pada suatu ketika mereka melupakan Tuhan mereka dan melupakan pedoman Musa. Beberapa abad kemudian mereka harus menjalani proses pembersihan lagi. Pada akhirnya mereka ditaklukkan dan dikuasai Roma. Dalam penderitaan itu, mereka mulai berdoa kembali dan memohon pengampunan. Dan Bapak kita yang penuh dengan belas kasih mendengar doa mereka.

Dalam keadaan senang dan sehat kita selalu lupa Tuhan. Kita lupa bahwa ada Kekuatan Yang Maha Tinggi, yang mengendalikan kita semua. Kita menjadi angkuh, arogan, sombong.

Mabuk harta, mabuk takhta, kita ingin menguasai segala sesuatu. Dan tuhan tidak dapat dikuasai. Kemudian kita mulai mencari dukun dan peramal. Mereka akan mencari pendeta atau pastor atau ustad atau bhiku yang dapat kita kuasai. Agama dan keagamaan sulit dikuasai tetapi lembaga keagamaan dapat dikuasai.

Lantai yang kotor harus dibersihkan. Kadang-kadang ada noda diatas keramik, di atas marmer, kemudian kita membersihkannya dengan cairan pencuci dan sikat kasar. Apabila lantai bisa bicara, mungkin ia akan mengeluh, aduh-aduh sakit, pelan-pelan dong. Pikiran-pikiran liar, emosi-emosi terpendam mengotori jiwa kita. Tuhan adalah sang pembersih. Allah Maha Membersihkan, Memurnikan, Menjernihkan. Untuk membersihkan noda-noda jiwa kita, kadang-kadang Tuhan menggunakan air keras penderitaan.

 

BAB KEEMPAT

  1. Ketika itu, Ia Yang Maha adil dan Maha Penyayang memutuskan untuk mewujud dalam bentuk manusia.

Tiba-tiba penulis lontar beralih ke tradisi yang berbeda, kepercayaan yang berbeda. Seseorang yang telah mencapai Puncak Kesadaran Tertinggi akan menyatu dengan alam semesta. Dan, apabila dibutuhkan, ia akan kembali lagi ke dunia ini. Proses kembali lagi ini disebut avatar- turun lagi.

  1. Dan sang Jiwa Abadi yang selama itu berada dalam keadaan inaktif dan kebahagiaan sejati menjadi aktif kembali. Ia memisahkan dirinya dari Keabadian untuk suatu waktu yang tak terbatas.

  2. Dengan mewujud sebagai manusia, Ia ingin menyadarkan umat manusia akan Keilahian dalam diri sendiri, sehingga dapat memperoleh kebahagiaan sejati.

Yesus mengatakan bahwa Kerajaan Allah berada dalam diri setiap orang. Yesus mengatakan, bahwa kita semua adalah putra-putri Allah. Yesus tidak mengkonsepkan Tuhan. Bagi Dia Tuahan adalah Kenyataan. Tuhan dapat dialami. Mereka yang tidak memahami sampai saat ini pun memperdebatkan Yesus itu putra Allah atau tidak.

  1. Dengan memberikan contoh pribadi, ia ingin menjelaskan cara untuk mencapai kemurnian jiwa. Ia juga ingin menyadarkan umat manusia bahwa jiwa bukanlah badan dan memisahkan diri dari kesadaran jasmani, seseorang dapat mencapai kesempurnaan abadi, kebahagiaan sejati.

Istilah Heaven bersifat metaforis. Sorga bukanlah nama tempat, tetapi sebutan bagi suatu keadaan. Apabila anda bahagia, anda senang, hidup menjadi surga. Apabila anda tidak bahagia, susah, hidup bagaikan neraka.sorga dan neraka eksis dalam dunia ini. Kesempurnaan Jiwa, Kesadaran Murni bisa dicapai dalam hidup ini juga.

  1. Dan tidak lama kemudian, lahirlah seorang bocah di Israel. Lewat bocah kecil ini, Tuhan menyadarkan umat manusia akan kefanaan badan kasat dan kebakaan jiwa.

Badan kita bagaikan wahana. Penting harus dirawat, dijaga. Tetapi jangan terikat padanya. Jiwa adalah sang pengemudi. Ia sedang dalam perjalanan menuju kesempurnaan.

  1. Orang tua anak ini sangat miskin dan berasal dari keluarga yang saleh. Mereka tidak pernah lupa berdoa dan mengucapkan syukur kepada Tuhan, atas penderitaan yang menimpa mereka.

  2. Sebagai imbalan kesalehan mereka, Tuhan memberkati anak pertama keluarga tersebut. Ia dipilih untuk membantu mereka yang tersesat, dan menyembuhkan mereka yang sakit.

  3. Sejak usia dini, anak yang diberi nama Isa itu sudah bicara tentang Keesaan Tuhan Yang Satu Ada-Nya. Ia juga mengajak mereka yang tersesat untuk sadar kembali dan memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka.

  4. Banyak orang yang datang untuk mendengarkan kata-kata bijak anak kecil itu. Warga Israel pun menyimpulkan bahwa yang sedang bicara lewat Isa sesungguhnya adalah Kesadaran Ilahi.

  5. dan 11. Ketika Isa berusia tiga belas tahun, sebagaimana biasanya, banyak orang yang berdatangan ke rumah orangtuanya untuk melamar dia.

  1. Kemudian Isa meninggalkan rumah orang-tuanya, dan bersama para saudagar berangkat ke Sind.

  2. Untuk menggapai kesempurnaan dan untuk mendalami ajaran para Buddha.

 

BAB KELIMA

  1. Ketika berusia empatbelas tahun, Isa yang dianugerahi oleh Tuhan, mendatangi bagian Sind yang ini. Dan bersama para Arya menetap di sini.

  2. Dalam waktu singkat sekali, Isa menjadi terkenal. Ketika ia menyeberangi Negeri Lima sungai dan mengunjungi Rajputana, kelompok Jain memohon agar ia berkenan tinggal bersama mereka. Dan, seterusnya sampai ayat 27.

Peraturan-peraturan yang bersifat konstektual harus diubah, harus diganti, harus disesuaikan dengan jaman. Menggunakan dalil bahwa peraturan-peraturan tersebut berasal dari Allah, dan oleh karenanya tidak bisa diganti, hanyalah alibi yang biasanya kita cari untuk mempertahankan ketidakwarasan kita.

Sangat bodoh, apabila kita anggap bahwa penerimaan atau pemahaman satu orang pada suatu saat dalam sejarah kita akan berlaku sepanjang masa. Yang akan berlaku sepanjang masa adalah Kebenaran itu sendiri. Kebenaran yang perlu didefinisikan kembali dari jaman ke jaman.

Isa mengajak mereka untuk menyembah Tuhan Yang Satu Adanya. Ia menuntun mereka untuk mempersembahkan sebagia dari pengahasilan mereka kepad-Nya, atas nama-Nya. Yang jelas, Isa pasti menganjurkan agar mereka beramal saleh, agar membantu orang-orang yang kurang beruntung.

Bahwa dunia ini merupakan pikiran ilahi sudah jelas bukanlah ajaran Yahudi. Taurat tidak pernah menyatakan demikian. Ia menghendakinya dan muncullah dunia ini. Ia tidak mengatakan bahwa dunia ini tercipta atas kehendaknya. Tetapi muncul atas kehendak-Nya.

Hati nurani manusia sadar akan kedudukannya dalam tatanan alam ini. Apabila manusia tidak arogan, tidak sombong, dan bersedia dituntun oleh hati nuraninya sendiri, ia tidak akan pernah tersesat. Ia tidak akan mengambil langkah-langkah yang salah, yang pada akhirnya mencelakakan dia sendiri.

Berdoa adalah langkah awal untuk mendekatkan manusia dengan dirinya sendiri. Anda tidak bisa berdoa dengan menggunakan pikiran. Doa harus dilakukan oleh hati. Orang yang bisa berdoa, sudah membuka diri terhadap sesuatu yang jauh lebih indah, daripada apa yang dapat diperolehnya lewat pikiran.

BAB KEENAM

Ayat 1 sampai dengan ayat 16.

Bagi seoran Yesus, kasih adalah satu-satunya jalan. Tuhan bisa dicapai dengan cara mengasihi tetangga kita, karena sesungguhnya tetangga kita juga merupakan manifestasi Kasih Allah.

BAB KETUJUH

Ayat 1 sampai dengan ayat 18.

 

BAB KEDELAPAN

Ayat 1 sampai dengan ayat 24.

Menerima mereka yang sudah tidak ada memang mudah sekali. Mereka tidak bisa menegur anda, tidak bisa memarahi anda. Sebaliknya menerima mereka yang masih hidup sangat berbahaya, karena Yesus yang masih hidup bisa menegur anda, bisa memarahi anda. Dan anda cepat tersinggung.

Sekali lagi itulah sebabnya kita selalu menghindari para avatar, para nabi, para Buddha, para mesias yang masih hidup. Kita tidak bisa menerima adanya seorang mesias baru, karena kita menginginkan status quo. Kita tidak ingin hidup kita diobrak-abrik.enginginkan perubahan. Kita ingin mempertahankan segala sesuatu yang lama, karena kita sudah terbiasa dengan yang lama itu. Alam tidak perlu disembah. Alam harus disayangi, dihargai, dihormati. Menyembah berarti anda sudah menempatkan obyek panembah di atas podium yang sangat tinggi. Tidak dapat pula merasakan kesatuan dan persatuan dengannya. Menyembah alam berarti anda memisahkan diri anda dengan alam. Kita harus sadar bahwa laut, bumi, hutan, matahari, bulan dan bintang – semuanya ada karena Allah. Anda dan saya, kita pun ada karena Allah. Pada dasarnya kita tidak berbeda tidak berpisah.

Perintah Allah berarti suara nurani yang muncul, apabila anda berada pada tingkat kesadaran tertinggi. Dan apa yang anda sebut Perintah Allah, ilham, intuisi dan lain sebagainya itu ibarat siaran radio. Apabila anda memiliki alat penangkap siaran, apabila anda memiliki sebuah radio, anda dapat menerima siaran dari mana saja, kapan saja. Tune in dan seketika itu juga anda bisa memperoleh berita dari ujung sana.

Para pendeta, para ulama, para bhiksu, para pastor, para tokoh agama, para cendekiawan memiliki ego yang halus sekali. Begitu halus, sehingga kadang-kadang tidak terasa. Dan ego yang halus ini sesungguhnya lebih berbahaya daripada ego yang sangat kasar. Para pendeta Persia yang sedang menginterogasi Yesus melakukan pembelaan diri, orang awam membutuhkan pemimpin, membutuhkan pemuka agama untuk menjelaskan apa yang patut dilakoni, apa yang harus dihindari. Mereka sedang mempertahankan kedudukan mereka.

BAB KESEMBILAN

Ayat 1 sampai dengan ayat 17.

Selama delapan belas tahun, Isa berada di luar Israel. Ia sedang mengembara, meraih ilmu dari berbagai sumber. Para penulis injil dalam Alkitab bungkam. Tidak ada cerita apa pun tentang 18 tahun ini. Rasanya, tidak mungkin kalau mereka tidak tahu tentang pengembaraan Yesus. Kemungkinan besar untuk mempertahankan keilahian Yesus, kisah mengembara sengaja ditutup-tutupi.

Saya dapat memahami mereka, karena mereka sangat dipengaruhi oleh mitos-mitos Yunani dan Rumawi, di mana para tokohnya disebut sebagai putra atau titisan dewa dan sejak lahir sudah sempurna.

Bagi saya, Allah adalah Kesadaran tertinggi yang bisa dicapai manusia. Dicapai dalam tanda kutip, karena sesungguhnya dicapai pun bukanlah istilah yang benar, tetapi karena keterbatasan bahasa, saya harus menggunakan kata ini. Mungkin lebih tepat lagi, jika saya mengatakan, Allah adalah Kesadaran Tertinggi yang dapat disadari oleh manusia.

Berada pada tingkat kesadaran tertinggi itu, Isa mengatakan, Jangan gelisah, jangan takut! Dan kata-kata sederhana ini memproyeksikan keadaan dirinya. Hanya ia yang tidak gelisah dan tidak takut bisa mengatakan, Jangan gelisah, jangan takut. Mereka yang dirinya masih gelisah, masih takut, tidak bisa mengatakan Jangan takut, jangan gelisah. Kalaupun mereka mengatakan demikian, sesungguhnya mereka munafik.

Yang paling penting, jangan menganggap diri anda sebagai pelatih, sebagai guru. Anda hanya seorang pelayan, seorang pembantu. Anda hanya seorang fasilitator. Meditasi anda membantu orang lain memasuki alam meditasi. Ketenangan diri anda, rileksasi anda membantu orang lain menjadi tenang, menjadi relaks.

Memasuki kuil hatimu – ini disebut metanoia, ini yang disebut meditasi. Jangan memikirkan hal-hal di luar diri; masukilah dirimu. Dan untuk memasuki diri, sebenarnya anda tidak membutuhkan kuil. Anda tidak membutuhkan perantara. Anda tidak membutuhkan siapa pun juga. Itu sebabnya, mereka yang masih terpaku pada lembaga keagamaan akan menentang meditasi.

Peralatan sembahyangmu adalah tanganmu dan matamu. Apa yang kau lakukan, apa yang kau lihat, haruslah sesuai dengan apa yang dihendaki oleh Tuhan. Dengan membantu tetanggamu, sebenarnya kau sudah melakukan ibadah. Itulah cara menghiasi kuilmu.

BAB KESEPULUH

Ayat 1 sampai dengan ayat 21.

Ayat 6. Dan Isa memulai wejangannya, Kemerosotan kesadaran manusia disebabkan oleh kurangnya keyakinan. Lalu kegelapan dan angin badai pikiran-liar membuatnya terpecah-belah. Dalam bahasa Yesus, ketidaksadaran itu memisahkan manusia dari Allah. Ibarat domba-domba yang terpisahkan dari gembala. Tidak hanya berpisah dari Allah, ia juga berpisah dari sesama manusia, dari sesama makhluk hidup, dan dari dirinya sendiri. Tanpa keyakinan, ia akan terpecah belah dan kehilangan totalitasnya.

Ayat 8. jangan mencari jalan dalam kegelapan. Kamu akan jatuh. Lebih baik menyisakan tenagamu, saling membantu, meyakini Kebijakan Allah dan menunggu sampai adanya cahaya lagi.

Ayat 13. Kekuasaan duniawi tidak langgeng, tidak abadi. Berpindahan tangan terus. Apa gunanya melakukan pemberontakan hanya untuk memperoleh kekuasaan duniawi? Seorang penguasa diganti oleh penguasa yang lain. Dan demikian yang akan terjadi seterusnya – sampai akhir jaman.

BAB KESEBELAS

Ayat 1 sampai dengan ayat 15.

Ayat 9. Apa pun yang kau lakukan tanpa Tuhan, tanpa kesadaran, akan selalu salah, karena hanya didorong oleh godaan dan keterikatan. Mereka yang melakukan hal-hal demikian, sungguh tidak memiliki rasa malu. Mereka tidak benar dan tidak murni – tidak jernih.

Ayat 10. Jangan mempercayai ramalan. Hanya Tuhan Yang Mengetahui masa depan. Ia yang mempercayai para peramal sesungguhnya mengotori bait Allah yang ada dalam dirinya. Kepercayaan dia terhadap para peramal membuktikan ketidakpercayaan terhadap Allah.

BAB KEDUABELAS

Ayat 1 sampai dengan ayat 21.

Ayat 6. Tidak seorang pun manusia lebih baik dari manusia yang lain. Mereka yang memiliki lebih harus berbagi dan melayani mereka yang kekurangan. Demikianlah Kehendak Ilahi. Belas Kasih dan Keadilan adalah dua sifat utama yang harus dimiliki moleh seorang pemimpin. Apabila ia memilikinya, namanya akan dimuliakan, dikenang sepanjang masa.

Ayat 11. Dialah (Wanitalah) dasar segala kebajikan dan keindahan. Dia pula yang menyebabkan kelahiran dan kematian. Keberadaan pria tergantung pada dirinya. Dia pula yang menjadi sandaran alami bagi para pria. Dan dia juga yang memberikan moral kepadanya.

Aneh – tetapi memang demikian adanya. Seorang wanita bisa hidup sendiri. Seorang janda bisa menjanda sampai akhir hayatnya, tanpa menjalin hubungan dengan seorang pria. Tetapi seorang pria tidak dapat melakukan hal itu. Tanpa kursi tanpa jabatan, ia belum merasa apa-apa. Ia membutuhkan sandaran.

Ayat 16. Istri dan ibu adalah pemberian Tuhan yang tak terhingga nilainya. Merekalah yang menghiasi alam semesta, menghiasi keberadaan. Mereka pula yang melahirkan kita semua.

Ayat 18. Setelah Tuhan, wanitalah yang patut kau hargai dan muliakan. Diri wanita bagaikan kuil, dimana dengan mudah kau dapat memperoleh kebahagiaan yang sempurna.

BAB KETIGABELAS

Ayat 1 sampai dengan ayat 25.

 

BAB KEEMPATBELAS

Ayat 1 sampai dengan ayat 11

 

BUKU KEDUA

Penyaliban Nabi Isa Sebagaimana diuraikan dalam naskah-naskah kuno di Mesir dan India.

 

CATATAN KECIL dari BHAVISHYA PURANA

Silahkan baca sendiri bukunya. Terima kasih

Tinggalkan Balasan