Judul : SURAH-SURAH TERAKHIR Bagi Orang Modern
Pengarang : Anand Krishna
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Cetakan Kelima 2000
Tebal : 152 halaman
Mutiara Quotation Buku Surah-Surah Terakhir Bagi Orang Modern
Baik dan buruk, dua-duanya berada dalam pikiran kita. Lalu, kita pula yang menghubung-hubungkan kebaikan dengan apa yang kita sebut Tuhan dan kejahatan dengan apa yang kita sebut Setan.
Apa yang kita suka, kita kaitkan dengan Tuhan. Apa yang kita tidak suka, kita kaitkan dengan Setan. Apa yang manusia, akan melindunginya dari serangan hewan dan binatang-binatang buas ketidaksadaran. kita “anggap” baik, kita hubungkan dengan Tuhan. Apa yang kita “anggap” tidak baik, kita hubungkan dengan Setan.
Kebenaran tidak tergantung pada apa yang kita sukai dan apa yang tidak kita sukai. Bahkan sesungguhnya, apa yang kita sukai dan apa yang tidak kita sukai – dua-duanya – adalah sisi-sisi Kebenaran.
Surah-surah terakhir Al-Quran sangat indah. Lewat surah-surah ini, anda bertatap muka dengan Kebenaran.
Sebentar lagi, sejarah akan menyaksikan perubahan besar dalam pemikiran manusia. Pikiran-pikiran picik akan ditinggalkannya. Ketika itu, pemikir kita yang menempatkan ajaran-ajaran sufi pada wilayah pinggiran baru akan menghargai peran wilayah pinggiran. Justru wilayah pinggiran itu yang akan melindungi kemanusiaan dalam diri
Tiga surah terakhir dalam Al-Qur’an menyampaikan pesan universal: pesan tauhid – pesan kesatuan – pesan tasawuf, pesan sufi yang murni dan bersih.
Diriwayatkan dalam hadis-hadis shahih bahwa pada suatu ketika Nabi Muhammad ditantang, Katakan Muhammad, apa ciri-ciri Allah yang kau anggap Tertinggi adanya? Ketika itu Nabi membisu, tidak menjawab. Karena Tuhan tidak bisa dijelaskan. Allah melampaui segala macam sifat. Bagaimana bisa berciri? Tetapi para penanya mendesak terus, sehingga Nabi memperoleh Surah ini. Malaikat Jibril yang mewakili Kesadaran Tertinggi dalam nabi Muhammad menurunkan penjelasan yang diberikan lewat surah ini.
Kata Ikhlas berasal dari bahsa Arab. Suku katanya Khalis – yang bersih. Berarti keikhlasan harus berasal dari hati yang bersih, dari jiwa yang murni.
Dalam kata Ikhlas tersembunyi peta rahasia untuk meniti jalan ke dalam diri. Untuk menyadari Kehadiran Allah dalam hidup anda, pertama-tama anda harus ikhlas, tulus. Jangan mencari pembenaran, jangan menutup-nutupi ketidakmampuan anda. Selama anda belum tulus, belum menerima “Kehendak Ilahi” di atas keinginan-keinginan duniawi dan kemauan-kemauan insani, maka anda belum ikhlas. Anda belum siap untuk meniti jalan ke dalam diri.
Mereka yang mengaku dirinya tulus, tidak sombang, tidak arogan sesungguhnya masih belum tulus. Ikhlas itulah latihan olah batin yang paling sulit, karena ikhlas tidak bisa separo-separo. Tidak bisa tanggung. Ikhlas berarti diam dan bergerak hanya karena digerakkan oleh Allah. Surat Al-Ikhlas ini diperuntukkan bagi mereka yang berjiwa tulus. Begitu tulus, sehingga tidak pernah memamerkan ketulusan diri.
Lewat sekian banyak buku selama ini, sesungguhnya pesan ketulusan ini pula yang ingin saya sampaikan. Ketulusan, kesederhanaan, keluguan – nilai-nilai itulah yang dibutuhkan untuk meniti jalan ke dalam diri.
1.Katakanlah, Dialah Allah yang Maha Esa.
Penjelasan tanpa pengalaman pribadi tidak berguna sama sekali. Ayat ini ditujukan kepada Muhammad, sang nabi, yang pernah mencicipi Allah. Perintah yang pernah diberikan kepada Nabi Muhammad, yang kita semua cintai, dapat juga menjadi perintah pribadi bagi anda dan saya. Al-Qur’an sedang bicara dengan kesadaran Muhammad dalam diri anda, dengan kesadaran Isa dalam batin anda, dengan kesadaran Siddharta dalam jiwa anda. Katakanlah dalam ayat ini merupakan sebuah perintah. Perintah yang berasal dari Kesadaran Tertinggi – sebut saja Allah. Dan setiap perintah diberikan berdasarkan kemampuan. Tanpa tafakkur (perenungan), muraqabah (meditasi), tanpa uzlah(menyepi), tidak akan terjadi peningkatan kesadaran dalam diri anda. Anda tidak akan pernah memperoleh perintah ‘Katakanlah’, karena anda belum memperoleh pengalaman pribadi.
Tanpa keberanian untuk meniti sendiri jalan ke dalam diri, kesadaran anda tidak akan meningkat. Dan sebelum terjadinya peningkatan kesadaran dalam diri, anda tidak akan pernah menyadari Ke-Esa-an-Nya. Menyadari Ke-Esa-an Allah, berarti berhenti mengejar dunia. Berarti menempatkan Allah sebagai the Most Priority. Tidak ada sesuatu pun yang lebih penting dari Allah. Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang pengusaha, Nabi Muhammad akan selalu menyempatkan diri untuk naik ke atas bukit Hira dan beruzlah, menyepi di dalam salah satu gua di sana.
2.Allah tempat meminta.
Berada pada puncak kesadarannya, Nabi Muhammad memperoleh wahyu. Meningkatnya kesadaran, melahirkan insight – wawasan baru, pandangan yang sangat dalam dan sesungguhnya berasal dari kedalaman hati anda sendiri. Kalau memang harus meminta, mintalah kepada Ia Yang Maha Memberi. Ayat ini mengandung pesan yang luar biasa. Pesan yang sangat universal. Berhentilah meminta-minta. Seorang pemimpin harus yakin sepenuhnya bahwa, Allah tempat meminta. Bahwasanya jika memang perlu menadahkan tangan. Tadahkan tangan di depan Allah. Jangan menadahkan tangan di depan para pengusaha dan pedagang.
3.Dia tidak beranak dan tidak(pula) Diperanakkan.
Proses beranak dan diperanakkan adalah proses penciptaan. Dan segala sesuatu yang diciptakan, siapa pun penciptanya, akan pasti musnah. Yang llahir pasti mati. Yang pasang pasti surut. Demikianlah hukum alam. Allah melampaui segala hukum, berada di atas hukum. Oleh karena itu Ia tidak dikuasai oleh hukum yang menguasai anda dan saya.
Renungkan sejenak: Allah berada di atas segala hukum. Dan jika betul, anda dan saya sedang menuju Allah, sesungguhnya kita pun sedang menuju suatu Keadaan di mana hukum alam tidak berlaku lagi. Menurut beberapa riwayat, Nabi Muhammad pun pernah mengatakan Aku adalah Ahmad tanpa mim. Akulah Ahad – Ia yang Maha Esa juga. Aku adalah Arab tanpa ain. Akulah Rabb – Ia Yang Maha Mencipta, Maha Melindungi, Maha Menguasai. Berada pada tingkat kesadaran yang sama, Nabi Isa pun pernah mengatakan, I and my Father are one – Aku dab Bapakku satu adanya.
Allah, Tuhan, Widhi, Tao bagaikan katalisator. Ia tidak menciptakan dan tidak pula terciptakan. Tetapi, di mana pun terjadi penciptaan, di sana ada Allah. Kehadiran-Nya sudah cukup – dan terjadilah Semesta ini. Sepertinya alam semesta ini buah pikiran Allah. Anda dan saya berada dalam pikiran-Nya. Ia berpikir, dan terciptalah semuanya. Anda dan saya, semesta ini bagaikan Bayangan Ia Yang sesungguhnya Tak Terbayangkan.
4.Dan tidak ada seorang pun yang setara dengannya.
Alam tidak mengenal pengulangan. Tidak ada dua pohon yang bentuknya persis sama. Tidak ada dua manusia yang wajah dan perilakunya persis sama. Segala sesuatu dalam alam ini sangat unik. Keunikan dalam alam ini merupakan bagian kecil dari Keunikan Ia Yang Maha Unik Adanya. Tak seorang pun setara dengan-Nya. Bayangan anda tidak setara dengan Anda. Gelombang bukan laut. Rembulan bukan bulan cahaya bukan matahari. Tetapi terpisahkah bayangan anda dengan anda? Terpisahkah gelombang dari lautan. Atau rembulan dari bulan atau cahaya dari matahari?
Lewat ilmu pengetahuan dan kecendekiaan, anda tidak akan pernah bisa kembali kepada-Nya. Ilmu penetahuan dan kecendekiaan membuat anda menjadi sombong, angkuh, arogan. Justru menjadi penghalang.
Al-Ghazali juga mengutib Umar: Jika kamu lihat seorang alim yang mencintai dunia, maka jauhkanlah ia dari agamamu, karena setiap pencinta tenggelam dalam apa yang dicintainya.
Wahai Rasulullah, dimanakah Allah, di bumi atau di langit? Dengarkan jawaban Rasulullah: Di dalam hati hamba-hambanya yang beriman. Bumi dan langit-Ku tidak dapat memuatKu. Tetapi hati hamba-Ku yang berimanlah, yang lemah lembut dan tenang, yang dapat memuatKu. Untuk menyadari Kehadiran-Nya dalam hati, anda harus berkeyakinan. Berarti pikiran anda tidak kacau lagi. Jadi pikiran anda harus terkendalikan.
Ia yang mengaku dirinya sudah cerah sesungguhnya masih belum apa-apa. Ia masih angkuh, masih sombong. Ia masih hidup dalam kegelapan. Ia yang cerah akan membagi pencerahan tanpa gembar-gembor. Ia tidak akan memasang iklan. Ia tidak mengharapkan ucapan terima kasih dari mereka yang memperoleh bingkisan pencerahan dari dirinya. Bahkan, mereka tidak pernah merasa telah membagikan sesuatu kepada siapapun juga.
Kesadaran seorang Master bagaikan virus yang dapat menyebar dan menulari siapa saja. Itu sebabnya, apabila anda berhadapan dengan seorang master, lepaskan ego anda. Ego anda, keangkuhan anda bagaikan kekebalan tubuh yang sangat tidak berarti. Anda menjadi bebal – dan virus kesadaranpun tidak dapat menulari anda.
Anda menolak seorang Master, karena sentuhan dia tidak membangkitkan kesadaran dalam diri anda. Padahal ketika ia menyentuh anda, diri anda tertutup rapat. Anda tidak membiarkan dia memasuki anda.
Kesadaran lahir dari ketulusan, dari kepolosan, dari keluguan. Orang yang masih sombong, masih angkuh masih sibuk mencari pembenaran, tidak akan pernah sadar.
Al-Falaq berarti Cuaca Subuh – sata tumbuhnya kesadaran. Untuk memasuki alam al-Falaq anda harus meninggalkan kegelapan yang muncul dari keangkuhan, kesombongan, kebodohan. Sebelum memasuki Al-Falaq anda harus menjadi tulus, polos dan lugu. Anda harus terlebih dahulu melewati Al-Ikhlas.
Nabi Muhammad pernah salah makan. Dan para sahabat mengira bahwa ia diracuni oleh mereka yang tidak setuju dengan ajarannya.Nabi Muhammad tidak gegabah, jika bimbang,ia akan menyendiri, menyepi dan menunggu bimbingan dari Yang Maha Tinggi. Hari itu, ia mendapatkan dua surah – surah al-Falaq dan surat an-Nas. Dan ia pun langsung sadar bahwa Yang Maha Melindungi adalah Allah, tidak perlu memohon perlindungan dari siapa pun juga. Cukup berpaling kepada-Nya.
1.Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan (yang menguasai) cuaca subuh.
Cuaca subuh berarti suatu keadaan dimana kesadaran diri baru tumbuh. Seperti keadaan bayi yang baru lahir. Sudah jelas ia membutuhkan perlindungan. Harus ada yang memeliharanya, menjaganya, merawatnya dan membesarkannya. Subuh Kesadaran merupakan merupakan etape yang sangat berbahaya. Kalau tidak cepat-cepat bangun dan meninggalkan ranjang, anda bisa ketiduran lagi. Dan matahari kesadaran pun akan terbit tanpa anda.
Cuaca subuh mewakili keadaan antara sadar dan tidak sadar. Dibilang sadar ya belum sepenuhnya. Anda sudah memasuki alam meditasi. Shalat anda sudah mulai meditatif, sudah mulai khusyuk.
2.(Aku berlindung kepada Tuhan) dari kejahatan makhluknya.
Kiranya istilah ciptaan lebih cocok, karena rayuan bisa saja berasal dari makhluk, bisa saja dari benda. Dan baik makhluk maupun benda-benda dalam alam semesta ini terjadi karena dia. Memohon perlindungan dari kejahatan tidak sama dengan melawan kejahatan. Kita sudah terbiasa melawan yang kita anggap kejahatan. Padahal anggapan kita bisa saja salah. Kita membakar tempat-tempat ibadah mereka yang memiliki kepercayaan berbeda. Apakah menganut kepercayaan berbeda merupakan kejahatan? Dimanakah adanya kejahatan? Di tempat-tempat yang kita bakar, atau justru dalam diri kita sendiri? Siapa yang jahat? Kata-kata yang hampir sama pernah diucapkan oleh Isa, Sang Masiha, Do not resist evil, Jangan melawan Kejahatan! Karena untuk melawan kejahatan kita menjadi jahat. Tidak ada jalan lain, kecuali memohon perlindungan.
Jika Ia Maha Esa adanya, jika tidak ada yang menyerupai Dia, dan jika Kekuatan-Nya tidak tertandingi, kita harus menerima kejahatan itu sebagai ciptaan dia pula. Saya mendefinisikan kejahatan sebagai tindakan yang tidak tepat. Dan apabila kita dianjurkan memohon perlindungan dari kejahatan maksudnya adalah perlindungan dari tindakan-tindakan yang tidak tepat.
3.(Aku berlindung kepada Tuhan) dari kejahatan malam apabila telah gelap.
Malam selalu diasosiasikan dengan ketidaksadaran. Kegelapan selalu dihubungkan dengan ketidaktahuan. Ketika gelapnya ketidaksadaran membentang luas, Ya Allah, Ya Rabb, lindungilah aku! Jangan membiarkan aku tertidur. Pertahankan kesadaranku. Ketika setiap orang sekelilingku berada dalam keadaan tidak sadar. Ya allah jagalah kesadarnku. Jangan sampai kesadaranku ikut tertidur. Mempertahankan kewarasan di tengah ketidakwarasan.
4.(Aku berlindung kepada Tuhan) dari kejahatan tukang-tukang sihir yang meniup pada ikatan.
Istilah tukang sihir harus diartikan kembali. Setiap orang yang tidak menerima kehendak ilahi dan tengah memaksakan kehendaknya dapat disebut tukang sihir. Lindungi aku Ya Rabb dari ketidaksadaran yang dapat mengikat diriku dengan dunia benda.
5.(Aku berlindung kepada Tuhan) dari kejahatan pendengki apabila dia dengki.
Orang yang dengki, yang iri-hati sangat berbahaya, jika penyakit dengkinya kambuh, ia akan melakukan apa saja untuk mencelakakan orang yang didengkinya. Selembut-lembutnya anda, sesadar-sadarnya anda, jika ada yang iri terhadap anda, apa yang dapat anda lakukan? Tidak ada jalan lain, kecuali mohon perlindungan dari Sang Keberadaan. Orang yang dengki menjadi kalap, matanya tertutup. Ia tidak bisa memilah lagi tindakan nyang tepat dan tidak tepat. Ia sepert tindakan pengemudi yang mabuk. Satu-satunya jalan adalah menyingkir – melindungi diri.
Binatang harus mengikutinalurinya. Ketika lapar, ia akan makan. Ia tidak bisa menahan diri. Ketika haus akan minum, ia tidak bisa menunggu. Ketika harus melampiaskan nafsu birahi, ia akan melakukannya. Tidak perlu suasana, tidak perlu basa-basi. Lihat saja anjing di tengah jalan. Hanya manusia yang dapat melakukan sesuatu dengan kesadaran. Ia sudah tidak perlu mengikuti nalurinya. Ia bisa mengurus dirinya sendiri.
Mereka yang merasa digoda setan, lalu bertindak sesuai dengan apa yang mereka sebut bisikan setan, sesungguhnya sedang mengikuti nalurinya. Dan manusia memang memiliki naluri hewan – the basic instict. Ketika masih bayi, ia masih dipandu nalurinya. Untung otot-ototnya masih belum kuat, tulang-tulangnya masih rapuh dan ia tidak berbuat banyak. Jika ia bisa berjalan seperti anak anjing dan anak monyat, ia pun akan bertindak seperti binatang. Kalau lapar, ia akan merebut makanan dari siapapun juga.
Ternyata DNA manusia, blue-print dasar manusia itu, menyimpan rahasia alam semesta. Setiap orang memiliki memori yang bisa ditarikke belakang sampai asal-usulnya alam semesta. Jadi setiap manusia juga memiliki naluri hewani. Dituntun olehnya, tindakan anda akan menjadi hewani. Dikuasai olehnya, ucapan-ucapan anda akan menjadi hewani. Kita hanya membesarkan manusia, tetapi naluri hewaninya belum terkikis. Manusia Indonesia memang tumbuh besar, otot-ototnya semakin kuat, tetapi kemanusiaan dalam dirinya belum tumbuh, belum muncul. Lewat An-Nas, Keberadaan ingin mengajak kita semua untuk menjadi manusiawi. Memang tubuh kita sudah tubuh manusia, tetapi kemanusiaannya masih missing, masih belum ada. Ikhlas atau tulus, polos, jujur dan falaq atau cerah, sadar dan waspada – inilah jalan menuju Nas, kemanusiaan dalam diri manusia.
Insight yang saya peroleh, butir-butir mutiara yang saya dapatkan sebagai hasil penyelaman, harus saya bagikan kepada anda. Terserah anda mau terima sekarang atau limapuluh tahun kemudian, atau bahkan seratus tahun kemudian. Kendati demikian, saya juga masih harus berhati-hati. Masih ada beberapa butir yang saya simpan. Butir-butir yang jauh lebih berharga. Tetapi karena bentuknya yang unik, banyak orang yang tidak menghormatinya. Biar saya simpan dulu. Pada suatu ketika nanti akan saya bagikan.
1.Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang memelihara manusia.
Ia tidak hanya menciptakan tetapi juga memelihara. Selama ini, anda menganggap diri anda sebagai pemelihara, betapa arogan. Mencari nafkah untuk keluarga dan membesarkan anak-anak tidak sama dengan memelihara keluarga atau anak-anak. Kemanusiaan dalam diri anda bagaikan biji yang belum ditanam. Kemanusiaan dalam diri anda belum tumbuh besar menjadi Pohon Pencerahan. Anda harus menanamnya. Anda harus menyiraminya. Dan semuanya itu harus dilakukan sendiri. Manusia memiliki kekuatan mind yang luar biasa, dan membuatnya berbeda dari binatang. Dengan kekuatan mindnya, ia bisa membangun, tetapi juga bisa merusak. Alam bawah sadar atau subconscious manusia mewakili kebinatangan dalam dirinya. Terkendalikan oleh bawah sadarnya ia akan menjadi kuat, tetapi sekaligus perusak. Untuk mengembangkan kemanusiaan diri, mau tidak mau anda harus membebaskan diri anda dari naluri hewani. Kemudian, bila kemanusiaan diri sudah muncul ke permukaan, biarkan Sang Pemelihara Memeliharanya.
2.(Aku berlindung kepada Tuhan) yang menguasai manusia.
Kita mencarinya kemana-mana, padahal Ia begitu dekat. Kata Nabi Muhammad dalam salah satu hadis, agama itu bukan untuk mempersulit manusia. Tuhan tidak bermaksud mempaersulit manusia, tetapi justru untuk menggampangkan. Ia menguasai manusia, dan dasar kekuasaan-Nya adalah Kasi, Cinta Sejati. Ia menguasai manusia, karena bilai-nilai kemanusiaan dalam diri manusia adalah bayangan Keilahian dia.
Renungkan: yang disebut nilai-nilai kemanusiaan itu apa? Kasih-sayang, kebenaran, kesucian, kelembutan, kedamaian, kebajikan, kesetiaan – dan semuanya itu berasal dari Dia. Manusia yang menyirami akar nilai-nilai tersebut dalam dirinya berada dalam perjalanan menuju Kesadaran Ilahi. Sebaliknya, naluri hewani – nilai-nilai mementingkan diri, mengagungkan diri, menakut-nakuti, membenci dan lain sebagainya – akan menyeret kita ke bawah. Kembali ke derajat hewan.
3.Tuhan bagi manusia.
Ayat ini ditujukan kepada manusia, untuk manusia. Karena itu, bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang dipahami oleh manusia. Tuhan harus berkaitan dengan manusia.
Biarkan saya bicara. Biarkan saya memberikan pandangan saya tentang apa yang anda sebut wahyu. Anda tidak perlu sependapat. Silahkan menolak saya. Tetapi 50 tahun kemudian, generasi penerus anda, cucu dan cicit anda akanmenerima pandangan ini. Saya sedang bicara 50 tahun sebelum waktunya, karena sudah tidak tahan lagi melihat ketololan manusia. Tolol tetapi angkuh.
Wahyu adalah getaran-getaran ilahi. Seperti siaran radio.gelombang radio ada di mana-mana. Siaran dari setiap setasiun dari seluruh dunia berada dalam ruangan dimana anda berada saat ini. Untuk menerima siaran-siaran itu, yang dibutuhkan adalah receiver, alat penerima – radio. Nah, sekarang tergantung betapa canggihnya alat penerima anda. Semakin canggih radio yang anda miliki, semakin banyak siaran yang dapat anda terima.
Anehnya, semakin pendek gelombang radio, semakin luas jangkauannya. Short wave bisa menerima siaran-siaran manca-negara. Tetapi FM dan AM hanya bisa menerima siaran dalam negeri. Wahyu adalah Getaran-Getaran Ilahi yang bergelombang amat sangat pendek. Semakin dalam anda meniti ke dalam diri, semakin jelas penerimaan anda.
Karena itu, mereka yang sibuk mengejar ilmu pengetahuan dari luar diri – tidak pernah menerima wahyu. Yang menerima siapa? Muhammad yang yatim piatu, pedagang yang buta huruf. Seorang Yesus – anak tukang kayu. Siddharta harus meninggalkan istana untuk menerimanya. Krishna seorang gembala sapi.
Perbedaan yang terlihat disebabkan oleh alat penerima. Apalagi dalam hal ini, setiap alat penerima adalah manusia dengan berbagai budaya yang berbeda. Alat penerima wahyu di Timur Tengahberbeda sedikit dari alat penerima di India. Begitu pula alat penerima di China tentu lain dari alat penerima yang lain. Setiap alat penerima dipengaruhi oleh budaya setempat.
Getaran-Getaran Ilahi atas wahyu yang diterima oleh masing-masing alat penerima diterjemahkan dalam bahasa setempat. Juga dikaitkan dengan kondisi setempat, dengan kejadian-kejadian setempat. Itu sebabnya setiap kitab suci selain mengandung ajaran-ajaran yang bersifat universal, juga mengandung ayat-ayat yang bersifat konstektual.
4.(Aku berlindung kepada Tuhan) dari kejahatan bisikan Setan yang tersembunyi.
Renungkan apa yang tersirat dibalik kata-kata ini: pertama, Setan bisa membisiki anda. Berarti ia sangat dekat dengan anda. Kedua, ia tersembunyi dan kemungkina besar, ia bersembunyi dalam diri anda sendiri. Mind anda, pikiran anda yang masih liar – itulah Setan. Setan tidak ada di luar diri anda. Jika anda masih saja tergoda, masih saja mendengarkan bisikan dia, masih saja babak belur, sebabnya hanya satu: anda mencari dia di luar diri. Padahal ia bersembunyi dalam diri anda sendiri. Alam bawah sadar atau subconscious yang bersifat hewani – itulah Setan! Begitu anda memasuki alam meditasi, yang pertama-tama anda temui adalah alam bawah sadar. Begitu anda mulai meniti jalan ke dalam diri, yang pertamtama anda jumpai adalah Setan. Tidak perlu melawan Setan. Tidak perlu melawan alam bawah sadar. Untuk melawan si jahat, anda akan ikut menjadi jahat. Berlindunglah pada Kesadaran Ilahi dalam dirianda. Mohonlah perlindungan Allah, anda akan pasti terlindungi!
5.(Aku berlindung kepada Tuhan dari kejahatan bisikan Setan) Yang membisikkan dalam dada manusia.
Kenapa tidak menggunakan kata kepala, kenapa dada? Otak adalah penggerak utama badan manusia. Karena sebagian otak yang disebut bawah sadar itulah dia – si setan! Jelas ia tidak dapat membisiki dirinya sendiri. Sebagian otak anda sudah dikuasainya. Subconscious atau alam bawah sadar anda terbentuk karena dia. Dada yang mewakili rasa adalah benteng pertahanan utama. Jika rasa dalam diri anda mati, matilah kemanusiaan dalam diri anda. Tidak akan ada kelembutan dalam diri anda. Tanpa rasa anda menjadi keras, ketus, kasar, kotor. Islam bertujuan untuk memperlembut jiwa manusia, untuk memanusiakan manusia. Berserah diri, menerima Kehendak Ilahi, di atas keinginan-keinginan diri. Dan anda tidak dapat melakukan surrender, apalagi total surrender, selama masih menggunakan otak. Kepala akan selalu berontak.
Mereka yang dikuasai oleh mind akan selalu meremehkan para pencinta Allah yang dikuasai oleh rasa. Itu sebabnya, banyak sekali cendekiawan dan alim ulama belum bisa menerima tasawuf, karena tasawuf menuntut pengembangan rasa, karena tasawuf adalah jalan rasa.
6.Dari jin dan manusia
Bagi saya, kata jin dalam ayat ini merupakan kata kias. Jangan lupa, bahasa Al-Qur’an adalah bahasa Arab populer pada jaman itu. Jin adalah pergaulan yangbtidak baik. Sebaik apa pun diri anda, jika masih bergaul dengan orang-orang yang tidak baik – dengan para jin – anda akan terseret ke dunia mereka. Jagalah pergaulan diri. Peringatan ini dimaksudkan bagi mereka yang hendak meniti jalan ke dalam diri. Di dalam diri sendiri, masih ada alam bawah sadar yang kuat sekali. Dipicu lagi oleh pergaulan yang tidak menunjang perjalanan batin, anda bisa babak belur.
Jika anda masih mencari perlindungan dari luar, berarti anda masih dikuasai Setan alam bawah sadar dalam diri sendiri. Setan dalam diri sadar, jika anda meneruskan perjalanan ke dalam diri, anda akan terbebaskan dari dia. Anda akan berhasil melampaui subconscious. Anda akan berhasil melumpuhkan mind. Anda bisa berhadapan langsung dengan Ia yang Bersemayam dalam sirr un sirr – dalam lubuk hati yang terdalam – dengan Allah.
Kebenaran, Keindahan & Keilahian
Hamka mengakhiri Tafsir Al-Azhar dengan catatan yang indah sekali:
….. tersebutlah di dalam sebuah hadits yang shahih, dirawikan oleh Bukhary, yang beliau terima sanadnya daripada Ibu orang beriman Siti ‘Aisyah ( moga-moga Allah ridha padanya), bahwasanya junjungan kita Nabi Muhammad saw, apabila hendak masuk ke dalam tempat tidurnya setiap malam, dikumpulkannya kedua telapak tangannya, kemudian itu dibacanya; mula-mula Qul huwal Lahu Ahad, Qul Audzu birabbil Falaq, sesudah itu Qul Audzu birrabin Nas, yang ditampungkannya sambil itu dengan kedua telapak tangannya itu. Setelah selesai, maka dibarutkannyalah kedua telapak tangannya itu pada bahagian-bahagian yang dapat dicapai oleh kedua telapak tangannya itu, dengan dimulai darikepalanya dan mukanya, terus kepada seluruh badannya sampai ke bawah. Diperbuatnya demikian sampai tiga kali.
Triwidodo
Maret 2008.
DIarsipkan di bawah: apresiasi buku | Tagged: apresiasi buku, kesadaran, nurani, renungan diri