Judul : Jalan Kesempurnaan Melalui KAMASUTRA
Pengarang : Anand Krishna
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Kedelapan 2004
Tebal : 179 halaman
Mutiara Quotation Buku Jalan Kesempurnaan Melalui KAMASUTRA
Ada kesan umum yang salah kaprah bahwa seakan-akan Kamasutra adalah literatur pornografi, dan hanya itu. Kesan itu lebih kuat lagi karena film atau buku-buku murahan dalam tema yang sama yang memanipulasi postur-postur senggama. Buku ini lain Penulis menampilkannya dalam keutuhannya sebagai jalan menuju kesempurnaan manusia: melalui seks, menuju cinta, sampai pada kasih, bahkan Anda dapat melanjutkannya sampai pada Kesadaran Kosmos. Seks adalah tahapan atau etape pertama yang amat penting, dan karena itu tidak perlu dihindari atau ditolak. Penolakan terhadapnya hanya akan menghasilkan kerugian besar, kalau bukan membuat kita terobsesi olehnya, dan menjadi mandeg dalam petualangan kita mencari kesejatian diri.
Kama berarti keinginan; sedangkan Sutra berarti formula, cara atau metode. Kamasutra tidak semata-mata bicara tentang kepuasan keinginan raga saja. Buku ini bicara tentang manusia seutuhnya, termasuk kepuasan yang didambakan oleh manusia – bukan kepuasan fisik saja, tetapi juga kepuasan mental, emosional, intelektual dan spiritual.
Daya tahan tubuh kaum wanita pun melebihi daya tahan tubuh kaum pria. Hanya mereka yang dapat mengandung selama ber-bulan-bulan. Dalam bahasa sanskrit, istilah yang digunakan untuk wanita adalah Shakti. Shakti berarti kekuatan atau kesaktian. Seorang wanita lebih bisa bertahan hidup sendiri tanpa pasangan. Namun pria, hampir tidak dapat hidup sendiri tanpa pasangan. Mungkin saja ia duda, bujangan, tidak kawin, namun ia akan tetap memiliki pasangan – seorang kawan atau seorang sahabat. Ia tidak dapat hidup sendiri.
Menurut Vatsyayan, Sang Penulis kamasutra, seks bukan untuk memenuhi kebutuhan biologis saja. Kebutuhan biologis, kebutuhan fisik atau tubuh, seks juga harus dapat memuaskan pikiran dan jiwa.
Ada tokoh agama yang mengkritik dan sebagai pembelaannya, ia mengatakan, Apakah binatang membutuhkan pendidikan seks? Kepada mereka tidak pernah diajarkan seks, toh mereka dapat melakukannya. Masa iya manusia membutuhkan pendidikan seks? Dia belum bisa memilah antara kaum manusia dan kaum hewan. Bagaimana dengan belajar jalan? Belajar bicara? Belajar makan? Belajar sopan santun? Bahkan belajar agama?
Kamasutra dan Ajaran-Ajaran Tantra.
Tantra merupakan suatu revolusi dalam bidang spiritual. Tantra berarti latihan, eksperimen atau cara – bereksperimen dengan energi yang berada dalam diri kita sendiri, yang selama ini kita sebut energi seks, untuk meningkatkan kesadaran kita. Itulah tujuan Tantra. Para pemuka agama cenderung memisahkan yang duniawi dan rohani. Walaupun kadang-kadang tidak secara eksplisit, tidak dengan terbuka, tetapi secara implisit, hal-hal yang bersifat duniawi dipisahkan dari hal-hal yang dianggap bersifat rohani. Itulah sebabnya, selama bertahun-tahun pembicaraan tentang seks saja dianggap tabu. Para pendidik agama yang seharusnya juga berfungsi sebagai pendidik dalam bidang seka, tidak pernah bicara tentang seks.
Pendirian Tantra lain. Menurut ajaran-ajaran Tantra, Anda tidak usah melepaskan yang duniawi untuk mencapai kesadaran rohani. Yang duniawi dan rohani bisa jalan bersama. Dunia merupakan anak tangga yang dapat mengantar Anda ke puncak kesadaran rohani. Bagaimana Anda dapat meninggalkan dunia ini? Seorang yang dapat mencapai kesadaran spiritual adalah seorang yang sudah puas dengan segala sesuatu yang bersifat duniawi. Kalau belum puas, kalau masih ada obsesi terhadap benda-benda duniawi, Anda tidak akan berhasil meningkatkan kesadaran Anda.
Dari Napsu Birahi ke Kasih Ilahi.
Seks mengawali kehidupan manusia. Sekas merupakan sesuatu yang paling mendasar dalam kehidupan kita. Hubungan seks antara kedua orang tua kita melahirkan kita. Kesadaran seks berpusat pada bagian tubuh di bawah pusar. Di atas pusar, sekitar jantung, dada kita merupakan pusat kesadaran cinta. Cinta berkembang di situ. Emosi mulai bergejolak di situ. Anda harus meningkatkan kesadaran Anda sedikit – dari bawah pusar ke atas pusar. Selama kesadaran Anda masih di bawah pusar, Anda belum dapat mengenal cinta. Yang Anda kenal selama ini, hanyalah napsu birahi. Paling atas, sekitar kepala kita, merupakan bersemayamnya Kasih. Demikianlah tingkatan kesadaran setiap manusia. Tingkat awal adalah seks, tengah adalah cinta dan atas adalah kasih. Passion, love, compassion.
Pembagian yang saya lakukan ini berdasarkan pusat-pusat energi yang mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Ini disebut cakra – lingkaran-lingkaran energi. Sentra-sentra energi yang berada di sekitar pusar, dada dan kepala merupakan sentra-sentra energi penting sekali, yang dapat meningkatkan kesadaran manusia.
Napsu atau passion hendaknya btidak selalu dikaitkan dengan seks. Obsesi dengan harta atau kekayaan, dengan nama atau ketenaran dan dengan jabatan atau kedudukan semuanya adalah passion , napsu. Semuanya ini terjadi apabila kita belum mengalami peningkatan kesadaran. Mereka yang terobsesi oleh seks, oleh harta, oleh nama, oleh jabatan tidak akan mengalami cinta dalam kehidupan. Mereka belum tahu cinta itu apa.
Kasih atau compassion adalah birahi terhadap alam semesta. Bila napsu seseorang dapat ditingkatkan menjadi birahi terhadap alam semesta, Anda adalah seorang pengasih. Compassion berarti passion terhadap alam semesta, terhadap Tuhan, terhadap yang abstrak, Yang Tak dapat dijelaskan. Apabila Anda mengasihi setiap makhluk – segala sesutau yang ada dalam alam ini – apabila Anda mengasihi alam semesta ini, Anda adalah seorang buddha, seorang nabi, seorang mesias.
Yakinilah bahwa Anda ditakdirkan untuk mencicipi manisnya kasih dan untuk menyebarkannya. Itulah tugas Anda, tetapi Anda telah melupakannya. Tidak ada tujuan lain dalam hidup ini. Pembangunan Anda dapat ditunda, peningkatan kesejahteraan rakyat dapat ditunda, semuanya dapat ditunda – tetapi kasih tidak dapat ditunda lagi. Anda sedang menuju ambang kehancuran. Pembangunan yang Anda banggakan, teknologi yang Anda banggakan – tidak sesuatu pun dapat menyelamatkan Anda kecuali kasih. Hari ini juga, saat ini juga, detik ini juga, komitmen Anda terhadap kasih harus diperbaharui!
Dari Samudera Cinta.
Begitu luasnya lautan Kamasutra – pernah saya coba menyelaminya.
Begitu banyaknya mutiara, begitu banyaknya permata yang tersimpan di dalamnya.
Seberapa pun besarnya tangan saya,
betapa pun besarnya genggaman saya,
yang dapat saya ambil
hanya segenggam saja.
Segenggam mutiara ini
saya persembahkan kepada Anda, kawan,
Apa yang saya peroleh, apa yang saya dapatkan,
saya bagi dengan Anda.
III. Menyelami Kamasutra
Disadurkan dari Teks Asli Berdasarkan Pemahaman Penyadur.
Hendaknya seseorang menggunakan cara-cara yang bijak untuk mengumpulkan harta. Setelah mengumpulkan harta, ia baru dapat memenuhi keinginan-keinginan duniawinya. Kamasutra membenarkan pengumpulan harta dengan cara-cara yang wajar, sehingga hidup dapat menjadi perayaan.
Meditasi Kundalini Ananda.
Chakra Pertama atau Lapisan Kesadaran Pertama, Kesadaran Dasar Manusia, berkaitan dengan makanan. Begitu seorang bayi lahir, kesadaran awalnya adalah rasa lapar, dan dia mulai mencari makanan. Kesadaran Awal atau Kesadaran Dasar (Muladhar Chakra) ini oleh para praktisi yoga dikaitkan pula dengan pembuangan. Karena itu, secara simbolis diletakkan di sekitar dubur. Ada pemasukan, ada pengeluaran.
Chakra Kedua atau Lapisan Kesadaran Kedua, Kesadaran Diri Sebagai Energi berkaitan dengan seks. Perhatikan, seorang bayi yang kita pikir belum tahu apa-apa masih bisa main-main dengan alat kelaminnya. Karena itu, Lapisan Kesadaran Kedua atau Svadishthana Chakra ini secara simbolik diletakkan di sekitar kelamin.keinginan untuk menimbun harta, untuk memperoleh kedudukan dan ketenaran – semuanya masih merupakan pengembangan dari lapisan kesadaran kedua.
Chakra Ketiga atau Lapisan Kesadaran Ketiga berkaitan dengan kebutuhan akan tidur. Bagi binatang, tidur pun sekadar kebutuhan biologis. Lapisan Kesadaran ini disebut Manipura Chakra dan secara simbolik ditempatkan di sekitar pusar. Dalam diri manusia, lapisan kesadaran ini berkembang menjadi kebutuhan akan kenyamanan, bukan sekadar tidur.
Melangkah dari Lapisan Kesadran Ketiga, kita memasuki Lapisan Kesadaran Keempat, atau Anahat Chakra. Dalam lapisan kesadaran ini, kita baru mengenal Cinta. Sesungguhnya byang membedakan kita dari binatang adalah yang satu ini – Cinta. Oleh karena itu, secara simbolik Chakra ini dikaitkan dengan dada.
Lapisan Kesadaran Kelima atau Vishuddha Chakra membantu kita mengatasi kelemahan-kelemahan manusiawi. Vishuddha berarti membersihkan. Berada pada lapisan kesadaran ini, jiwa menjadi semakin bersih. Peletakan simbolik Chakra ini di sekitar leher.
Lapisan Kesadaran Keenam atau Agya Chakra merupakan manifestasi Kesadaran Murni dalam diri manusia, dan dikaitkan dengan suatu titik di tengah-tengah kedua alis mata. Lapisan kesadaran yang satu ini memang mengantar kita pada Kesadaran Ilahi. Agya berarti memerintah. Jika hidup dengan mengindahkan perintah-Nya, tidak ada masalah lagi.
Lapisan Kesadaran Ketujuh atau Sahasrara Chakra, berkaitan dengan perayaan, dengan tarian dan nyanyian. Secara simbolik, peletakannya di atas kepala. Berada pada lapisan kesadaran ini, kita memperoleh keseimbangan diri.
DIarsipkan di bawah: apresiasi buku | Tagged: guru-rohani, kesadaran, nurani, psikologi