Pemugaran Candi Arjuna dan Simbol Kebangkitan Dharma di Indonesia

 
Penghormatan kepada budaya leluhur
Menurut pemahaman pribadi kami di alam ini tidak ada kejadian yang bersifat kebetulan. Pada hari Senin tanggal 28 Juli 2008 kami bersama istri kami menghadiri undangan peresmian Peresmian Museum Kailasa dan Pemugaran Candi Arjuna oleh Bapak Menteri Pariwisata dan Kebudayaan di Dieng. Beliau, Ir Jero Wacik orang Bali, lahir di Desa Batur [...]

BG Bab I teks 28-36

 
Text 28-30
Arjuna said : O Krsna seeing all my friends and relatives assembled for battle makes my limbs quiver and my mouth dry up . My whole body is quivering , my hairs are standing on end, my bow, Gandiva is slipping from my hand and my skin burns. I am unable to maintain my [...]

BG Bab I teks 19-27

 
Text 19
The uproarious sky and earth filled the hearts of Dhrstrasta’s sons with fear.
Teks 19
Langit dan bumi yang membahana menyiutkan nyali para Komandan putra-putra Destarastra.
 
Text 20
O King, at that time Arjuna who carries the banner of Hanuman looking over the army of Dhrtarastra’s son is in the battle arrangement, raised his bow in preparation [...]

BG Bab 1 teks 10-18

Text 10
Our strength is immense and is guarded by Bhisma , whereas their force , guarded by Bhima is limited.
Teks 10
Kekuatan pasukan kita tak terukur dan dilindungi oleh Panglima Bhisma, dimana kekuatan pasukan mereka, yang dilindungi oleh Panglima Bhima terbatas.
 
Text 11
All of you must give your utmost support to Bhisma throughout battle.
Teks 11 [...]

Museum Kailasa dan Pemugaran Candi Arjuna di Dieng

Waktu berjalan dan dapat merubah pandangan hidup seseorang. Lebih kurang delapan tahun lalu, kami bersama keluarga piknik ke Dieng dan wajar saja kami melihat pemandangan indah dan peninggalan candi-candi dan telaga-telaga yang cukup berkesan, namun terlupakan juga dengan datangnya tumpukan gambar memori baru. Selanjutnya, lebih kurang empat tahun yang lalu kami bertemu Guru dan hidup [...]

Menghadirkan Bhagavad Gita dalam terjemahan Bahasa Indonesia

Chapter 1 Arjuna’s Dilemma
Bab 1 Dilema Arjuna
Text 1
Dhrtarastra said:
What did my sons and the sons of Pandu do as they assembled at sacred Kurusetra , ready to fight ?
Teks 1
Destarastra berkata:
Apa yang telah dilakukan pasukan tempur putra-putra saya dan pasukan tempur putra-putra Pandu ketika mereka bertemu di medan perang Kurusetra, mereka telah siap berperang?
Text 2
Sanjaya [...]

Lamun Keruh Ti Girang Komo Ka Hilirna, Kalau Keruh di atas bagaimana di bawah?

 
Tiga bulan Pakdhe Jarkoni tidak kelihatan batang hidungnya di rumah, membuat tamu-tamu yang datang ke rumahnya kecele karena rumahnya kosong dan kuncinya dititipkan kepada tetangganya. Begitu pakdhe Jarkoni pulang, beritanya cepat tersebar dan Mang Dadang menyempatkan sowan ke rumahnya.
 
Mang Dadang: Lama pakdhe tidak ada kabarnya, bertapa kali ya pakdhe?
 
Pakdhe Jarkoni: Iya pakdhe diundang adik di [...]

Mutiara Quotation ISHQ IBADAT

 
Judul : ISHQ IBADAT
Saatnya Bertindak Tanpa Rasa Takut dan Meraih Kejayaan
Pengarang : Anand Krishna
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : 200
Tebal : halaman
 
Mutiara Quotation ISHQ IBADAT
 
Catatan:
Legenda adalah wahana yang luar biasa untuk memasuki wilayah rohani. Dan kali ini disajikan bagi Anda, Suni Mehar, sebuah petualangan cinta yang berasal dari lembah sekitar sungai Sindhu; tepatnya sekitar [...]

Kemalasan Dalam Comfort Zone Telah Tertulis dalam Jangka Jayabaya

 
Cuplikan dari Buku Jangka Jayabaya
Dalam Buku Jangka Jayabaya terdapat salah satu cuplikan tulisan
Akeh kelakuan sing ganjil
Wong apik padha kapencil
Akeh wong gawe kabecikan padha krasa isin
Luwih utama ngapusi
Artinya:
Banyak ulah-tabiat ganjil
Orang yang baik justru tersisih
Banyak orang malu untuk bertindak baik
Lebih mengutamakan menipu
 
Pedoman dari luar dan bukan dari dalam diri
Dalam masyarakat Indonesia saat ini, kalau mau jujur, telah [...]

Archipelago Local Legend with Scientific and Spiritual Comprehension

 
Rawa Pening legend
A giant snake desired to be a human to follow a King word. He did penance by surrounding Mount Ungaran waist so that his tail could achieve the mouth. Only when the mouth could bite its tail, he would turn into a human. He only ate anything passsed in front of his [...]