Posted on September 30, 2008 by triwidodo
Judul : SAPTAPADI, 7 Steps toward a happy marriage
Pengarang : Anand Krishna
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : 2006
Tebal : 236 halaman
Mutiara Quotation SAPTAPADI, 7 Steps toward a happy marriage
Pada tanggal 18 Agustus 1945 dua orang pengikut Mahatma yang berbeda agama melakukan perkawinan di Ashram beliau. Perkawinan semacam itu [...]
DIarsipkan di bawah: apresiasi buku | Ditandai: anand krishna, tujuan perkawinan | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2008 by triwidodo
Sore itu Lik Darmo, seniman yang berambut sebahu itu bersilaturahmi ke rumah Pakdhe Jarkoni, kebetulan Pakdhe Jarkoni sedang keluar , maka dia ditemui oleh Wisnu, mahasiswa keponakannya, yang sedang nggethu, serius membaca Kompas.
Lik Darmo: Bagaimana pendapat dik Wisnu, sebagai mahasiswa terhadap UU Pornografi?
Wisnu: Lik Darmo, saya sangat gregeten, darah saya naik, apa mereka yang berusaha [...]
DIarsipkan di bawah: dialog ibu pertiwi | Ditandai: RUU Pornografi | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2008 by triwidodo
Anand Krishna
Sam Harris, penulis The End of Faith, memperingatkan kita soal kaum moderat, dan saya setuju sekali dengannya. Kaum moderat hidup dalam keadaan limbung. Mereka tak di sini, tidak juga di sana. Mereka bingung menentukan mana yang benar dan yang tidak.
Lihat saja kaum moderat di negara kita. Mereka menjadi bagian dari kelompok pasif silent majority. [...]
DIarsipkan di bawah: secangkir kopi kesadaran | Ditandai: anand krishna, batik lokal, RUU Pornografi | Leave a Comment »
Posted on September 27, 2008 by triwidodo
Prawacana dari makna Aksara Hanacaraka oleh Sultan Paku Buwana IX Almarhum Pujangga Kraton Surakarta Hadiningrat Raden Ngabei Yasadipura, mengemukakan ajaran Sultan Paku Buwana IX mengenai aksara Hanacaraka dan dimulai dengan tembang kinanthi, yang terjemahan bebasnya sebagai berikut:
Tidak kurang pelajaran; bagi orang tanah Jawa; dalam melakoni kehidupan; Apabila mau melakoni; makna aksara Jawa; dianggap sebagai Guru Sejati. [...]
DIarsipkan di bawah: kearifan lokal | Ditandai: bhagavad gita, hanacaraka | 1 Komentar »
Posted on September 26, 2008 by triwidodo
Niat baik dengan implementasi yang kurang tepat
Seorang ibu menelpon anak gadisnya yang masih belajar di tempat temannya, “Sekarang sudah larut malam sudah jam 10 malam cepat pulang agar besok pagi tidak terlambat ke sekolah!” Niat Sang ibu amat baik. Akan tetapi, Sang Anak Gadis berpikir hanya setengah jam lagi tugas beres, dan besok ke sekolah [...]
DIarsipkan di bawah: keselarasan dengan alam | Ditandai: alam, harmoni, kasih, NLP | Leave a Comment »
Posted on September 26, 2008 by triwidodo
Tidak ada perceraian, yang ada hanyalah perpisahan
Seorang anak berkomentar: “Ayah dan ibu saya bercerai, dan saya benar-benar stress. Itu terjadi beberapa tahun yang lalu, dan hampir setiap hari saya menyesal dengan tidak memiliki ibu dan ayah bersama-sama dalam rumah yang penuh kasih. Bagaimana saya bisa mengatasi hal ini?”
Memang bukanlah suatu pengalaman yang mudah menghadapi perceraian [...]
DIarsipkan di bawah: kearifan lokal | Ditandai: kanca urip, Ki Ageng Suryomentaram, perceraian, teman hidup | Leave a Comment »
Posted on September 25, 2008 by triwidodo
Anand Krishna
Radar Bali, Senin 24 September 2007
Seorang pemikir kawakan, cendekiawan yang cukup terkenal, pernah menolak pandangan saya dalam sebuah seminar, hanya karena saya menggunakan “Hukum Karma” sebagai landasan untuk menjelaskan sesuatu.
“Itu adalah Hukum menurut Teologi Hindu dan Buddhis, tidak bersifat universal. Janganlah dikaitkan dengan perkara non Hindu dan non Buddhis!” demikian pendapat dia.
Para supporter bertepuk [...]
DIarsipkan di bawah: secangkir kopi kesadaran | Ditandai: anand krishna, karma, radar bali | Leave a Comment »
Posted on September 25, 2008 by triwidodo
Kepedulian seseorang yang telah sadar
Konon Kanjeng Nabi Muhammad SAW setelah mi’raj, bertemu Gusti Allah SWT, turun lagi ke dunia, memberikan panduan Shalat agar umat Islam selamat dalam menjalani kehidupan ini. Demikian pula Kanjeng Nabi Musa AS setelah mendapatkan pencerahan memberikan panduan dengan memberikan Sepuluh Perintah Tuhan. Mereka yang telah sadar berupaya memandu masyarakat agar [...]
DIarsipkan di bawah: kearifan lokal | Ditandai: Ki Hajar Dewantara, nusantara-raya | Leave a Comment »
Posted on September 23, 2008 by triwidodo
Anand Krishna
Baru-baru ini saya diundang untuk berbicara tentang “Kemerdekaan Indonesia dan Relevansinya Kini.” Tema tersebut tak masuk akal bagi saya. Kalimatnya terkesan kurang tepat. Relevansi kemerdekaan Indonesia ya berarti kebebasan yang anda dan saya nikmati saat ini.
“Tapi,” salah seorang panitia berpendapat, “tidak semua dari kita sejahtera. Tak semua dari kita menikmati buah dari apa yang [...]
DIarsipkan di bawah: secangkir kopi kesadaran | Ditandai: aumkar | Leave a Comment »
Posted on September 23, 2008 by triwidodo
Keponakan Pakdhe Jarkoni, Wisnu diterima di Universitas Negeri dan sekarang tinggal di rumah Pakdhe Jarkoni. Sejak masih SMA Wisnu sudah aktif di berbagai organisasi di sekolah. Sore itu terjadilah diskusi antara keduanya.
Pakdhe Jarkoni: Wisnu, Pakdhe dan Budhe senang kamu tinggal di sini. Anak-anak Pakdhe sudah kerja di luar kota semua. Ibaratnya ada obor, pemuda seperti [...]
DIarsipkan di bawah: dialog ibu pertiwi | Ditandai: Sri Mangkunagara I, tridharma | Leave a Comment »