Posted on November 30, 2008 by triwidodo
Semar di dalam diri manusia Indonesia
Tokoh Semar selalu muncul dalam setiap pementasan wayang. Penampilan dan perannya mengundang penafsiran yang beraneka ragam. Peran Semar menarik untuk ditelaah kembali dalam pencarian jati diri bangsa yang pada saat ini sedang menghadapi tekanan dari budaya asing yang melanda seluruh pelosok Nusantara. Hal ini penting agar bangsa Indonesia tidak terlalu [...]
DIarsipkan di bawah: kearifan lokal, wayang | Ditandai: budaya-nusantara, kesadaran, Ki Ageng Suryomentaram, pancasila, psikologi, semar, wayang | 1 Komentar »
Posted on November 26, 2008 by triwidodo
Pelajaran dari model fisik, model perilaku dan model pemicu peningkatan kesadaran
Sungai Bengawan Solo sering terjadi banjir, oleh karena itu pemerintah merencanakan pembangunan sudetan sungai baru di Desa Babat, Lamongan menuju ke laut, agar dapat mengurangi besarnya banjir. Dalam perencanaannya, sebuah perhitungan teknis saja tidak cukup, karena banyak faktor lapangan yang sulit disederhanakan. Oleh karena itu [...]
DIarsipkan di bawah: kearifan lokal, wayang | Ditandai: budaya-nusantara, kesadaran, sastra jendra, wayang | Leave a Comment »
Posted on November 23, 2008 by triwidodo
Gunung, Candi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Secara umum Gunungan menggambarkan bentuk gunung, profil lapisan permukaan bumi yang menonjol. Gunung mempunyai sifat alamiah yang stabil. Gunung menggambarkan tempat yang tinggi, sejuk, oksigen yang tipis, lereng yang curam penuh hutan belukar, pada kaki gunung biasanya terdapat dataran yang subur. Daerah pegunungan cocok sebagai tempat peristirahatan, tempat mencari [...]
DIarsipkan di bawah: kearifan lokal, wayang | Ditandai: alam, budaya, budaya-nusantara, global warming, kamadhatu, pemanasan global, wayang | 4 Komentar »
Posted on November 19, 2008 by triwidodo
Di suatu hari minggu, pulang dari jalan sehat Pakdhe Jarkoni lewat di depan rumah Bu Guru Nana dan Pakdhe jarkoni diajak diskusi Bu Guru Nana di depan rumahnya.
Bu Guru Nana: Tindak-tindak, jalan-jalan Pakdhe? Kelihatan segar sekali.
Pakdhe Jarkoni: Iya, sejak Sekolah Dasar Pakdhe sudah suka olah raga. Bagaimana murid-murid sekarang Bu Guru? Tambah kritis ya [...]
DIarsipkan di bawah: dialog ibu pertiwi | Ditandai: karbohidrat, padamu-negeri, protein hewani, susu | Leave a Comment »
Posted on November 19, 2008 by triwidodo
Malam semakin larut tetapi pakdhe Jarkoni masih asyik berdiskusi dengan Wisnu, keponakannya seorang aktifis mahasiswa.
Pakdhe Jarkoni: Budaya memberi ciri khas pada suatu bangsa. Beda bangsa kita dengan bangsa lain terletak dalam perbedaan budayanya. Budaya adalah unggulan-unggulan dari adat kebiasaan yang bersifat luhur dan universal dari suatu bangsa.
Wisnu: Maksud Pakdhe, perbedaan adat atau kebiasaanlah yang sering [...]
DIarsipkan di bawah: dialog ibu pertiwi | Ditandai: adat, budaya, pancasila | Leave a Comment »
Posted on November 19, 2008 by triwidodo
Sambil minum teh kental manis, Pakdhe Jarkoni berbincang-bincang dengan Wisnu, keponakannya yang menjadi mahasiswa perguruan tinggi negeri.
Pakdhe Jarkoni: Wisnu, saya sedang ketawa sendiri, he he he ada rubrik dokter yang membahas tentang masturbasi dalam surat kabar.
Wisnu: Tidak apa-apa to Pakdhe, asal tidak keseringan! Daripada otak sumpek tidak dapat berpikir, kan sehat-sehat saja. Memangnya Pakdhe [...]
DIarsipkan di bawah: dialog ibu pertiwi | Ditandai: bhinneka tunggal ika, masturbasi, pancasila | Leave a Comment »
Posted on November 18, 2008 by triwidodo
Diambil dari http://www.aumkar.org/ind/
Beberapa minggu lalu saya berada di Singapura, menghadiri peluncuran buku seorang tokoh terkemuka. Penulis tersebut, Prof. Joyce Lebra, ialah seorang Amerika yang berusia 80 tahun lebih, tapi begitu muda dalam hal energi, semangat dan kekuatan. Beliau menulis tentang India dan Jepang dengan gairah yang tak ada bandingannya. Barangkali gairah itu pulalah yang menarik [...]
DIarsipkan di bawah: secangkir kopi kesadaran | Ditandai: anand krishna | Leave a Comment »
Posted on November 18, 2008 by triwidodo
Diambil dari http://www.aumkar.org/ind/
Sudan mungkin sejak lama dilupakan oleh masyarakat dunia jika tak terjadi konflik di Darfur. Beberapa waktu lalu, saat turut berpartisipasi dalam konferensi di luar negri, saya memiliki kesempatan berjumpa dengan seorang profesor dari barat yang diutus oleh PBB untuk membantu menyelesaikan sengketa di Darfur.
Sang profesor, seorang ahli masalah Sudan, tak habis pikir, “Orang-orang [...]
DIarsipkan di bawah: secangkir kopi kesadaran | Ditandai: anand krishna | Leave a Comment »
Posted on November 16, 2008 by triwidodo
Diambil dari
http://indonesiancommunity.multiply.com/journal/item/2368/Orasi_Budaya_Anand_Krishna_dalam_Kongres_Kebudayaan_Bali
Indonesian Community
Orasi Budaya Anand Krishna dalam Kongres Kebudayaan Bali Jun 20, ‘08 10:23 PM
by Nugroho for everyone
ORASI BUDAYA
Kongres Kebudayaan Bali, 30 Nopember 2007
Anand Krishna*
I. Definisi Budaya:
Budaya adalah Tulang Punggung Bangsa.
Budaya inilah yang memberi ciri khas pada suatu Bangsa. Apa yang membedakan Manusia Indonesia dari Manusia India dan Indo-Cina? Padahal, semuanya berada dalam [...]
DIarsipkan di bawah: secangkir kopi kesadaran | Ditandai: anand krishna, budaya-nusantara | 1 Komentar »
Posted on November 6, 2008 by triwidodo
Posisi budaya lokal dalam era ekonomi kreatif
Tari Barong dan Kecak di Bali menjadi andalan pariwisata dalam era globalisasi saat ini. Kebanyakan turis mencari hiburan yang khas dari suatu daerah untuk memuaskan keinginan tahunya dan mencari nilai keindahan dari budaya daerah yang dikunjunginya.
Indonesia dengan keberagaman budaya lokalnya memiliki posisi strategis dalam era globalisasi [...]
DIarsipkan di bawah: kearifan lokal | Ditandai: budaya-nusantara, alam, hukum alam, ekonomi kreatif | Leave a Comment »