Pengorbanan Sepenuh Hati Sunahsepa

Hubungan kita dengan sesama manusia menuntut kesabaran, dan hubungan kita dengan Tuhan menuntut keyakinan. Dua kata sederhana ini mengatur seluruh kehidupan manusia. Interaksi dengan dunia dan hubungan dengan Tuhan adalah dua urusan utama manusia. Tidak ada urusan lain. Sejak lahir sampai mati, inilah dua hal yang harus diurusi. Karena itu, kesabaran dan keyakinan dapat dijadikan [...]

Adat versus Budaya

Anand Krishna
http://www.aumkar.org/ind/?p=181
 
 
Sebagaimana diberitakan oleh Radar Bali (16/08/09), kawan saya Dewa Gede Palguna mengkhawatirkan “penghancuran” Bali oleh dirinya sendiri. Sebabnya adalah “kesatuan-kesatuan hukum adat” yang barangkali membutuhkan peremajaan dan “kesadaran kolektif” yang baru.
 
Saya sangat setuju dengan pendapat Palguna. Saya pun mengkhawatirkan hal yang sama. Padahal, semestinya itu tidak terjadi. Semestinya kekhawatiran kita tidak beralasan. Namun, faktanya [...]

Kisah Raja Citraketu dan Asura Vrta bagian kedua Mencapai Narayana

Sadar, bebas dan hidup. Perhatikan urutan ini. Anda harus mulai dari kesadaran. Sadar dulu, baru memproklamasikan kemerdekaan. Kemerdekaan, kebebasan tanpa kesadaran tidak akan tahan lama. Kesadaran adalah bekal awal. Tanpa bekal itu, kemerdekaan yang anda proklamasikan tidak bermakna sama sekali. Sewaktu-waktu, jiwa anda bisa dijajah kembali. Dulu penjajahnya lain, sekarang penjajahnya lain. Budak tetap budak. [...]

Memeriksa Visi SBY “Indonesia 2025″

Anand Krishna
http://www.aumkar.org/ind/?p=187
 
Dalam pidato kenegaraannya pada 15 Agustus 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan kemandirian, daya saing dan peradaban yang unggul sebagai tiga faktor penting dalam perkembangan bangsa.
 
Kemandirian Diri Bangsa, atau Nasionalisme dalam bahasa presiden pertama kita Soekarno, tak bisa lagi bertahan di luar bingkai yang lebih besar dari Internasionalime. Kemandirian diri nasional kita harus mengenal [...]

Rendra punya Bali

Anand Krishna
http://www.aumkar.org/ind
 
Seperti Mbah Surip, seperti para seniman lainnya, seperti nantinya juga saya dan Anda, W.S. Rendra pun akhirnya mati. Namun, lain matinya Rendra dan Mbah Surip, dan barangkali lain pula mati kita.
 
Rendra, seperti juga Mbah Surip meninggalkan cerita, banyak cerita. Kita belum tentu meninggalkan apa-apa. Hidup kebanyakan orang tanpa cerita yang berarti. Sekolah, pacaran, bekerja, [...]

Kisah Raja Citraketu dan Asura Vrta bagian pertama Pelajaran Ilahi

Kenapa kita terikat pada sesuatu? Karena kita melihat sesuatu itu di luar diri kita, dan timbul keinginan untuk memilikinya. Pernahkah kita merasa terikat dengan ginjal, hati, dan jeroan kita? Tidak, karena kita tahu semua itu ada dalam diri kita. Kita bahkan tidak pernah memikirkan mereka. Tidak pernah peduli tentang jantung dan paru, hingga pada suatu [...]

Mengambil hikmah dari perjalanan ke Pekanbaru Riau

Oh Tuhan Maha Pengasih. Engkau kusalami dengan rendah hati. Kerendahan hati adalah “buah kesadaran”/ kerendahan hati “terjadi” bila kita sadar akan jati diri kita. Sadar akan keunikan diri kita. Sadar akan keterkaitan diri dengan alam dan lingkungan sekitar kita. Sadar akan hubungan kita dengan Sang Maha Pengasih. Kerendahan hati terjadi bila kita sadar akan tugas [...]

Ilusi Kepahlawanan

Anand Krishna
http://www.aumkar.org/ind/
 
Lebih dari 2500 tahun yang lalu, pujangga besar asal Cina, Lao Tze mengingatkan kita bahwasanya seorang pemimpin yang bijak adalah ia yang dapat menyediakan lapangan kerja bagi rakyatnya. Ia juga menasehati rakyat jelata supaya tidak tergoda oleh rumput hijau di pekarangan rumah tetangga, dan meninggalkan rumah sendiri.
 
Tapi lain Lao Tze, lain gambaran pemimpin ideal [...]

Jiwa dan Sahabat Sejati Dalam Kisah Raja Puranjana

Selama pancaindra dikuasai pikiran, dikuasai oleh apa yang disebut upaadhi atau conditioning, maka Kebenaran akan tampak terbagi-bagi, terpecah-belah. Tampak banyak, padahal satu adanya. Upaadhi berarti “program” yang sudah berubah menjadi kebiasaan. Dari kecil kita diprogram untuk mempercayai berbagai hal. Beranjak dewasa, kita mulai kritis. Banyak hal tidak masuk akal, tetapi kita sudah terlanjur diprogram untuk [...]

Menemukan Makna Hidup

Anand Krishna
http://www.aumkar.org/ind/?p=168http://www.aumkar.org/ind/?p=168
 
Kesemuanya dharma (tindakan tepat), artha (keamanan sosial), kama (kenyamanan dasar) dan moksha atau kebebasan – lazimnya dianggap sebagai empat purushartha, empat pilar terpenting dari struktur kehidupan manusia.
Purusharta berasal dari bahasa Sansekerta, sebenarnya terdiri atas dua kata, purusha dan artha. Purusha biasanya diterjemahkan sebagai pria; tapi makna ini, dapat diperluas mencakup wanita juga. Jadi Purusha [...]