Dari Latihan Menyayangi Tubuh Menuju Menyayangi Sesama, Renungan Ke-67 Tentang Berguru


Sepasang suami istri sedang membicarakan latihan meditasi yang mereka ikuti pada Anand Krishna Center Joglosemar, Center for Holistic Health & Meditation. Kali ini mereka melakukan pembicaraan mengenai latihan menyayangi anggota tubuh.

Sang Suami: Istriku, kita melihat banyak dagelan di atas panggung bangsa, rasa nurani sudah terbeli. Kita sudah tidak menyayangi sesama, kita sudah tidak membela kebenaran, semua kalah oleh uang dan kepentingan pribadi. Mereka yang mempunyai wewenang pun, nampaknya menjadi peragu terhadap mereka yang bersuara keras. Padahal semua orang paham ada hukum alam, hukum sebab-akibat. Ada waktu mulut kita dikunci dan anggota tubuh harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ada senjata cakra-ilahi “sebab-akibat” yang akan mengikuti mereka yang berbuat jahat, dan lari ke mana pun akan dikejarnya sampai hutang impas. Sayang semuanya telah tertutup oleh kenyamanan duniawi yang bersifat sementara, semuanya tertutup oleh keindahan uang pembeli kenikmatan………

Sang Istri: Suamiku, ada baiknya kita berbicara masalah kesehatan jasmani dan kesehatan rohani. Salah satunya adalah latihan menyayangi anggota tubuh. Duduk diam dalam posisi bersila, atau di atas kursi. Dengan mata tertutup, selama 5-10 menit kita latihan menyayangi anggota tubuh. Mata ditutup, relaks, telinga mendengarkan musik yang lembut, napas diatur sehingga pikiran menjadi tenang. Kemudian kita mulai mencintai badan kita, mulai berdialog dengan badan kita. Kita mulai menyayangi dan mengelus-elus tubuh mulai kepala, mata, hidung telinga, bibir, otak dalam kepala, leher, dada, tubuh bagian dalam sampai dengan kaki, ujung jari kaki secara perlahan penuh rasa kasih. Setelah latihan terasa tubuh kita lebih bersemangat dan sehat seperti semangatnya para anak buah yang mendapat perhatian dari atasannya.

Sang Suami: Benar istriku, bagiku, latihan meditasi adalah latihan dalam skala kecil dari kehidupan manusia. Latihan bernapas tenang dan teratur adalah latihan untuk hidup tenang dan teratur, tidak bergejolak. Latihan napas yang pelan dan lembut adalah latihan bertindak penuh kelembutan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Latihan menyayangi tubuh adalah skala kecil dari menyayangi sesama dan seluruh alam semesta. Saya ingat sebuah artikel tentang kelinci-kelinci percobaan yang membuka cakrawala kesadaran tentang pengaruh kasih sayang. Sekelompok kelinci diberi makanan berkolesterol tinggi untuk mendalami asal penyakit “cardio vasculair”. Hasilnya nampak pada beberapa kelinci ditemukan pengerasan di pembuluh arteri mereka. Akan tetapi sesuatu hal yang luar biasa terjadi, ada sekelompok kelinci yang sama sekali tidak menunjukkan kenaikan kolesterol. Usut punya usut, sang asisten laboratorium selalu mengelus-elus beberapa kelinci kala mereka sedang makan. Perasaan aman, terlindung, bahagia sewaktu menyantap makanan menawarkan kolesterol. Mengelus-elus anggota tubuh ternyata mempunyai pengaruh yang luar biasa.

Sang Istri: Selama ini kita melihat diri kita hidup, hewan juga hidup, tanaman pun hidup. Barangkali kita lupa, tubuh kita, tubuh hewan, tubuh tanaman terdiri dari trilyunan sel, yang kalau dilihat dengan mikroskop, mereka pun hidup. Ada ahli yang menghitung sel tubuh manusia berjumlah sekitar 50 trilyun. Mereka hidup, mereka lahir, mereka mati, mereka mempunyai usia hidup, dan setelah mati ada yang menggantikan mereka. Sel-sel tubuh kita bukan benda mati. Yang mati selalu dibuang oleh tubuh kita. Kita ambil contoh , sel-sel darah putih, mereka hidup sekitar 3 bulan menjalankan tugas melindungi tubuh, baru kemudian mati. Apabila ada virus jahat yang masuk dalam tubuh kita, sel-sel darah putih memeranginya dan mereka rela mati muda demi tubuh kita secara keseluruhan. Sel-sel darah putih begutu cerdas, mereka bisa membedakan siapa kawan siapa lawan. Mereka tidak pernah mogok kerja, melakukan demo. Kalau saja mereka mogok barang sebentar virus terlemahpun mudah menghancurkan tubuh kita. Informasi rasa manis dalam lidah sampai ke otak melalui barisan ribuan sel syaraf yang bersedia ber “estafet” mengantarkan informasi. Sel-sel dalam tubuh memahami tugas sel-sel yang lain, saling membantu, bekerjasama dalam keseluruhan. Seluruh sel-sel hidup dan melakukan kerjasama mendukung eksistensi tubuh kita.

Sang Suami: Kalau sel-sel hidup, maka anggota tubuh kita juga terdiri dari sel-sel hidup . Tangan dan kaki kita didukung oleh triyunan sel yang hidup. Kadang kaki sudah merasa capek diajak jalan keliling mall, tetapi sang kaki tetap patuh ikut pikiran kita. Sudah puluhan tahun kaki kita patuh pada kita, pernahkah kita berterima kasih kepada kaki kita? Sekedar perhatian, mandipun , kadang yang disabuni hanya badan bagian atas, jari kaki diacuhkan. Contoh lain tentang mata dan jantung, kadang mata capek sudah ingin tidur, tetapi pikiran masih kalut, tadi pagi dilecehkan teman, marah, terpaksa mata yang capek masih terbuka, terpaksa jantung bekerja keras memompa darah ke wajah, darah berkumpul di kepala karena rasa marah. Jantung kita merupakan organ vital, sekali pensiun, musnahlah diri kita. Tetapi kita makan penuh lemak demi lidah, lupa memperhatikan kesehatan bahwa kolesterol dapat menyumbat arteri dan membahayakan jantung. Sudah saatnya kita berterima kasih pada seluruh tubuh kita. Mengelus-elus anggota tubuh penuh getaran kasih adalah salah satu cara menyayangi tubuh kita.

Sang Istri: Dengan menyayangi anggota tubuh, kita pun diingatkan bahwa makanan yang kita makan akan menjadi anggota tubuh kita. Makanan yang kita makan selain menjadi energi untuk kegiatan sehari-hari, juga digunakan untuk mengganti sel yang rusak. Walau pernyataan tersebut tidak terlalu tepat, karena ada ”prana” sebagai sumber energi, tetapi pernyataan tersebut tidak terlalu salah juga. Makan sambil melihat televisi atau sambil membaca, tidak menghormati calon organ tubuh kita sendiri. Mengunyah sambil bicara, tak hanya ”tidak menghargai” orang yang diajak bicara, tetapi juga tidak ”respek” kepada makhluk yang akan menjadi tubuh kita, menjadi otak kita, jantung kita, organ kita. Menyantap makanan secara holistik, adalah menyadari bahwa makan tidak hanya dari kualitas fisik dan organik, tetapi penuh dengan perasaan, mengandung kepuasan, terkait emosional dan spiritual. Alangkah baiknya, kita makan tidak pada waktu sedang kesal dan makan di ruangan yang tenang. Duduk tenang, atur napas, sebelum dan sesudah makan, ditambah dengan berdoa, memberi vibrasi kasih dan syukur kepada makanan. Membuat makan menjadi meditatif. Dedaunan pada dasarnya adalah manifestasi cahaya. Energi matahari mengubah obyek fisik menjadi tumbuhan melalui proses fotosintesis. Makanan vegetarian penuh energi yang murni. Kita baru saja memetik pelajaran menyayangi tubuh dan menghormati makanan yang akan menjadi anggota tubuh kita.

Sang Suami: Istriku, bukan hanya sel yang hidup, air pun terbukti mempunyai kesadaran. Penemuan Dr. Masaru Emoto, membuktikan bahwa air mempunyai kesadaran, air membentuk kristal hexagonal yang cantik ketika mendapat vibrasi kasih dan bentuk kristalnya akan rusak ketika mendapat vibrasi negatif. Pada waktu kita menyayangi anggota tubuh maka air yang ada dalam anggota tubuh kita akan bereaksi membentuk kristal-kristal hexagonal yang indah yang dapat kita rasakan pengaruhnya.

Sang Istri: Apalagi tubuh manusia, sedangkan tanaman saja terpengaruh oleh vibrasi negatif ataupun positif sesuai dengan penemuan Dr. Masaru Emoto. Seorang Amerika menghubungkan kedua elektrode “lie detector” pada sebatang bunga Adhatoda Vasica, kemudian menyiramkan air pada bagian akar bunga, setelah itu dia menemukan pena elektronik dari lie detector dengan cepat menggoreskan suatu garis lengkung. Garis lengkung ini persis sama dengan garis lengkung dari otak manusia ketika dalam waktu yang sangat pendek mengalami suatu rangsangan maupun kegembiraan. Selanjutnya, dia meletakkan dua tanaman dalam pot dan salah seorang siswa diminta menginjak-injak salah satu tanaman sampai mati, dan kemudian tanaman yang masih hidup dipindah ke dalam ruangan dan dipasangi “lie detector”. Empat orang siswa diminta masuk ruangan satu per satu. Ketika giliran siswa kelima, siswa yang menginjak tanaman masuk ke dalam, belum sampai berjalan mendekat, pena elektronik segera menggoreskan suatu garis lengkung, suatu garis lengkung yang terjadi saat manusia merasa ketakutan. Luar biasa, tanaman mempunyai emosi, tanaman mempunyai kesadaran.

Sang Suami: Vibrasi kasih terhadap tanaman, seperti menyiram dan memberi pupuk, memberikan pengaruh positif. Adalah suatu kearifan untuk tidak memotong pohon di daerah tangkapan air. Akar-akar pohon mampu menahan air, sehingga volume air di mata air tetap. Pembabatan pohon membuat volume mata air menyusut. Pohon perlu dihormati, tidak ditebang dengan semena-mena. Pada zaman dahulu, semasa gunung masih diselimuti hutan belantara, air “krasan” singgah di antara akar-akar pohon dan enggan mengalir kesebelah bawah. Perbedaan volume air di musim penghujan dan musim kemarau tidak begitu besar. Begitu selimut hutan tersingkap karena dibabat makhluk yang serakah, air sudah tidak krasan lagi di gunung, di musim penghujan langsung berkumpul di sungai meluap menjadi banjir, dan dimusim kemarau air di gunung sudah tidak tersisa, kekeringan terjadi dimana-mana. Butir-butir tanahpun terseret banjir dan diendapkan di sungai-sungai yang menyebabkan pendangkalan. Leluhur kita menghormati seluruh alam. Menghormati pohon dengan sesajen nampak seperti perbuatan syirik, akan tetapi tujuannya adalah mulia bagaimana menjaga kelestarian alam, agar pohon tidak dibabat semena-mena.

Sang Istri: Bagian terkecil suatu benda adalah atom dimana terdapat elektron yang selalu bergerak mengelilingi inti. Benda yang dianggap matipun sejatinya ada gerakan di dalam atom-atomnya, ada “kehidupan”. Ya Allah, Ya Rabb, jernihkan pandanganku sehingga aku bisa melihat wajah-Mu di Timur di Barat dan di mana-mana. Tuhan ada dimana-mana sehingga kita harus menghormati seluruh alam ini. Kesalahan dilakukan ketika kita bertindak tidak selaras dengan alam.

Sang Suami: Saya ingat sebuah wejangan bijak……. Dalam Yohanes 3:5-6 Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari “air dan Roh”, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh……. Yohanes 3:1-6 dan seterusnya bicara tentang kelahiran kembali. Kecuali kita lahir kembali dalam kesadaran ruhani, kita tidak bisa memasuki kerajaan-Nya. Maksud Yesus apa? Darah dan daging ibu dan bapak yang melahirkan kita menuntut tanggung jawab terhadap darah dan daging. “Bagaimana pun juga,” kata orang, “hubungan darah tetaplah hubungan darah. Daging sendiri tetaplah daging sendiri.” Atau, ada juga pepatah, “bagaimana pun juga darah tetap lebih kental dari air.” Tetapi Yesus justru mengatakan, “kau harus lahir kembali dari roh dan air.” Apa maksudnya? Hubungan darah/daging adalah hubungan awal kita dengan dunia ini, dimana keluarga-“ku” menjadi lebih penting dari keluarga-“mu”. Karena bagaimana pun  jua aku memiliki hubungan darah/daging dengan keluarga-“ku”. Ini adalah hubungan berdasarkan ego-biasa. Yesus mengajak kita untuk meningkatkan ego kita menjadi “kesadaran murni yang luar biasa”. Lahirlah kembali dalam kesadaran ilahi – barangkali ini mudah untuk dipahami. Tapi apa arti “lahir dari air”? air adalah esensi kehidupan. Dari airlah kita semua berasal. Planet kita 70 percent air. Lahir dari air adalah peringatan bagi kita, “Ingatlah asal-usulmu. Kalian semua berasal dari zat dan materi yang sama.” Jangan lagi memikirkan darah dan dagingmu saja. Ketahuilah setiap lapisan daging dan setiap tetes darah berasal dari “materi awal” – air yang satu dan sama………. Sayangilah sesama dan janganlah melakukan kejahatan terhadap sesama……..

Terima Kasih Bapak Anand Krishna

Situs artikel terkait

http://www.oneearthmedia.net/ind/

http://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

Februari 2011

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 250 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: