Posted on April 5, 2009 by triwidodo
Setelah puluhan tahun Arjuna berdampingan dengan Sri Krishna
Sampailah hari dimulainya Perang Bharatayuda di Kurukshetra
Beberapa kalimat terakhir Sri Krishna mengubah kesadaran Arjuna
Viyasa begitu pandainya mengukir kata
Menjadi delapan belas bab buku Bhagavad Gita
Pedoman umat manusia
Tetapi hanya Arjuna yang telah memahaminya…………..
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: arjuna, bhagavad gita | Leave a Comment »
Posted on Januari 15, 2009 by triwidodo
Ajaran “Terima Kasih” dari Bumi Pertiwi
Diberikan oleh Guru Besar Dharmakirti Svarnadvippi
Guru Besar India Atisha menekuni
Menyebarluaskan di Tibet terpelihara sampai kini
Terkenal dengan nama “Tong-Len” meditasi unik yang tetap lestari
Dalai Lama pun masih melaksanakannya sehari-hari
Ajaran itu telah dibawa kembali ke Bumi Pertiwi
Patung Buddha dikirim ke Dalai Lama bulan Januari
Sebagai rasa terima kasih kepada yang telah memelihara sampai [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: anand krishna, atisha, dharmakirti, ruwatan nusantara, terima kasih, tong len | Leave a Comment »
Posted on Januari 12, 2009 by triwidodo
Kitabnya menjelaskan seluruh kegiatan manusia
Ibadah tak dibatasi, sehari bisa berapa saja
Ajaran baru berkembang pesat mendunia
Kuil ibadah begitu banyak, sampai di pelosok-pelosok desa
Jutaan pengikut dicerahkan dengan berbagai macam ilmu
Sabda diulang-ulang, tetapi pengikut tak pernah jemu
Repetitif intensif di setiap waktu
Jutaan pengikut setia melakukan tanpa ragu
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: media bertanggung jawab, nusantara, pengaruh televisi | Leave a Comment »
Posted on Juli 22, 2008 by triwidodo
Ribuan kalimat pun tak sempurna tuk mengungkap kecamuk perasaan
Sudut pandang terbatas tak mampu ungkap tiga ratus enam puluh derajat melingkari diri
Namun kucoba jua sebatas kemampuan
Sampaikan pandangan yang amat pribadi
Pesan Guru begitu sederhana
Doa ajaran Guru begitu bersahaja
Maksimalkan potensi yang ada
Bertindak selaras dengan alam semesta
Setiap saat lakukan dengan penuh kesadaran
Potensi diri belum juga maksimal
Sang Keledai [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: catatan pribadi, guru-rohani, kesadaran, keselarasan dengan alam, renungan diri | Leave a Comment »
Posted on Maret 8, 2008 by triwidodo
Tersebutlah kisah tentang pemanasan dunia
Temperatur cenderung meningkat di bumi dan juga air laut di samudera
Air jauh lebih cepat menguap menjadi awan tebal di angkasa
Hujan turun menjadi lebih lebat dibanding sebelumnya
Akibat pemanasan dunia
Sebagian es di kutub meleleh juga
Permukaan air laut menjadi lebih tinggi
Kalau saja terus dibiarkan tetap terjadi
Tak sampai setengah abad banyak sekali pulau tergenangi
Manusia di [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: alam, kesadaran, pemanasan global, puisi-nurani, renungan diri, spiritual | Leave a Comment »
Posted on Maret 1, 2008 by triwidodo
Ambillah hikmah dari kisah di pewayangan
Arjuna bertapa di tengah hutan
Hanya Semar dan anak-anaknya yang menjadi kawan
Semua gerbang badan yang berjumlah sembilan
Ditutup semua untuk mendapat ketenangan
Penglihatan, pendengaran, penciuman
Pengecapan, pengucapan, hubungan badan, semua dijauhkan
Setelah semua indera terkendalikan
Masih satu yang harus ditaklukkan
Mind, Pikiran
Godaan pertama berujud raksasa
Mengapa harus bertapa, ditakut-takuti kesengsaraan dunia
Godaan selanjutnya kilauan emas permata
Harta sudah di [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: budaya-nusantara, kesadaran, puisi-nurani, renungan diri | Leave a Comment »
Posted on Februari 27, 2008 by triwidodo
Kerajaan Allah bagaikan seorang pedagang bijaksana
Menjual semua dagangannya
Ditukar dengan sebutir mutiara
Mencari sesuatu yang lebih berharga
Yang bisa bertahan lama
Tidak dimakan kutu dan serangga
Guru menganjurkan pengalihan kesadaran segera
Sekarang pun kita sadar juga
Hanya saja kesadaran yang sedang mengalir ke bawah
Aliran kesadaran ini harus diubah
Sebelum habis dan musnah
Dari menuju bawah aliran diganti
Mengarah ke atas sepenuh hati
Dari kesadaran hewani masuk [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: guru-rohani, kesadaran, nurani, puisi-nurani | Leave a Comment »
Posted on Februari 26, 2008 by triwidodo
Terbaca dalam Layang Jayabaya
Ketika janin mendekati sembilan bulan umurnya
Gusti membuat rasa,
Didalam budi ada intelegensia
Didalam intelegensia ada nurani atau rasa
Didalam rasa ada sukma
Di dalam sukma Gusti berada
Pikiran dikendalikan oleh rasa
Pikiran liar dijinakkan oleh rasa
Tetapi hati yang merupakan sumbernya rasa
Apabila disakiti, siapa yang dapat mengobatinya
Hanya kesadaran yang dapat mengobati hati
Dan, Gusti, Keberadaan adalah Kesadaran Murni [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: kesadaran, nurani, puisi-rohani, renungan diri | 2 Komentar »
Posted on Februari 26, 2008 by triwidodo
Kalian yang memiliki sepasang telinga hendaknya mendengarkan kisah ini
Demikian Gusti Yesus selalu memulai kisahnya
Demikian Guru menulis dalam bukunya
Tentang salah satu kisah berharga
Dari Injil Thomas, kisah ini bermula
Seorang Tuan Tanah menyewakan kebun anggurnya
Para petani bercocok tanam dan membayar dengan hasil panennya
Seorang Hamba diutus untuk mengambil apa yang menjadi haknya
Para petani malah beramai-ramai menganiaya
Dalam keadaan sekarat, [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: guru-rohani, nurani, puisi-nurani, renungan diri | Leave a Comment »
Posted on Februari 25, 2008 by triwidodo
Hari Sabbat
Hari untuk istirahat
Puasa istirahatkan perut, lidah, mulut, mata, telinga, hidung untuk sementara
Sembahyang istirahatkan diri dari mengejar kebahagiaan dunia
Menari menyanyi tembang suci istirahatkan pikiran dari kesibukan kerja
Pause! Berhentilah sejenak! Guru berkata
Tidak perlu mengejar terus kebahagiaan di luar
Yang dikejar pun sesungguhnya tidak perlu dikejar
Kalau kau berhenti
Kau akan menemukannya sendiri
Setiap hari
Kita mengalami tidur tanpa mimpi
Jantung masih [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: guru-rohani, kesadaran, nurani, puisi-rohani, renungan diri | Leave a Comment »