Posted on Maret 18, 2009 by triwidodo
Keahlian Si Kancil untuk menyelamatkan diri
Menghadapi Pemimpin telengas memang membingungkan, pada suatu hari seekor Singa Raksasa memanggil para pembantunya untuk melakukan introspeksi diri. “Aku tidak pernah mandi, akan tetapi aku tidak pernah terkena lumpur, dan kulitku selalu sehat, apakah bau badanku busuk? Bagaimana pendapatmu Bebek?” Bebek adalah makhluk yang jujur, maka dia menjawab: “Ampun Tuanku, [...]
DIarsipkan di bawah: renungan diri | Ditandai: dongeng modern, silent majority | 1 Komentar »
Posted on Maret 17, 2009 by triwidodo
Dongeng tahun enam-puluhan yang masih relevan di masa kini
Untuk berbuat benar, masyarakat masih dihantui berbagai masalah yang akan muncul sebagai akibatnya, sehingga masyarakat terdorong menjadi acuh tak acuh, tidak pedulian dan bersemboyan “Emangnya Gua Pikirin?”
Diceritakan bahwa seekor Sapi yang baik hati melihat buaya tertindih pohon besar yang roboh. Melihat buaya yang memelas dan memerlukan [...]
DIarsipkan di bawah: renungan diri | Ditandai: dongeng modern, kesadaran, nurani | 2 Komentar »
Posted on Maret 14, 2009 by triwidodo
Dongeng Masa Lalu
Harimau adalah hewan yang buas dan menakutkan, akan tetapi nampak bodoh di depan Si Kancil. Hal tersebut telah menjadi dongeng sebelum tidur bagi masyarakat di tahun enam puluhan. Dongeng pada waktu itu dijiwai perlunya anak-anak belajar agar menjadi cerdas dan tidak bodoh.
Si Kancil sedang terjebak di jalan buntu menuju telaga. Dari jauh [...]
DIarsipkan di bawah: renungan diri | Ditandai: borobudur, dongeng modern, gunungan, kondisi alpha, sms wisdom | 2 Komentar »
Posted on Maret 13, 2009 by triwidodo
Pengucilan kelompok unggas
Dikisahkan Sang Gajah marah terhadap bebek, ayam dan kalkun. Bebek, ayam dan kalkun dikirimi surat bahwa mereka dan bangsa unggas dikeluarkan dari keanggotaan hutan, mereka dipersilakan mencari pelindung sendiri, Sang Gajah tidak mau melindungi lagi. Kelompok bebek, ayam dan kalkun ‘stress’, mereka sadar akan kesalahan mereka yang tidak pernah akur dalam mengelola masyarakat [...]
DIarsipkan di bawah: renungan diri | Ditandai: bhakti yoga, dongeng modern, gyana yoga, jalan pengabdian, jalan pengetahuan, kasih, kasih gajah | 1 Komentar »
Posted on Maret 13, 2009 by triwidodo
Nostalgia Kancil ngerjain Kera yang pelit
Di tengah-tengah kebun pisang Si Kancil duduk merenung. Di tahun enam puluhan dia pernah bertemu dengan Kera di kebun tersebut. Pada waktu itu dirinya yang sedang kelaparan dan bingung, karena tidak dapat memanjat pohon dan mengambil buah pisang, padahal tandan pisang amat banyak menggantung di banyak pohon. Pada waktu tersebut [...]
DIarsipkan di bawah: renungan diri | Ditandai: dongeng modern, kancil, topeng monyet, wahyu cakraningrat, wayang | Leave a Comment »
Posted on Maret 11, 2009 by triwidodo
Dalam ketidaksadaran Si Kancil terperosok ke dalam perangkap lobang dunia
Dalam dongeng lama yang beredar di masyarakat tahun enam puluhan, Si Kancil selalu dikatakan cerdik dan penuh tipu muslihat, akan tetapi dalam dongeng pada abad ke 21, tindakan penuh tipu muslihat tersebut sudah tidak patut menjadi contoh. Si Kancil sedikit-sedikit telah memahami nasehat para leluhur di [...]
DIarsipkan di bawah: renungan diri | Ditandai: dongeng modern, kancil, prabu kresna, sms wisdom | Leave a Comment »
Posted on Maret 10, 2009 by triwidodo
Pertarungan batin Si Kancil di lahan penuh ketimun
Agar dibedakan antara dongeng ‘Kancil Nyolong Timun’ dengan kisah ‘Kancil Mencuri Ketimun’. Kata ‘nyolong’ itu mempunyai arti negatif, sedangkan ‘mencuri’ itu kata yang agak netral, buktinya ada yang mencuri perhatian, mencuri pandang, mencuri kesempatan dan mencuri hati. Kalau dalam dongeng ‘Kancil Nyolong Timun’, Si Kancil mempraktekkan tindakan penuh [...]
DIarsipkan di bawah: renungan diri | Ditandai: dongeng modern, hukum sebab akibat, kesadaran, renungan diri, resi bhisma, wayang | Leave a Comment »
Posted on Januari 2, 2009 by triwidodo
Cerita Para Pemandu
Barter hadiah persembahan
Ada seorang sahabat yang baru memanen singkong “spesial” di ladang pegunungan yang subur dan mengantarkan singkong tersebut kepada Sang Guru. Sang Guru menerima dan masuk ke dalam rumah bertanya kepada isterinya, apakah ada yang yang diberikan kepada sahabatnya. Sang istri mengatakan bahwa ia baru saja memasak ikan yang diperoleh dari kolam [...]
DIarsipkan di bawah: kearifan lokal, renungan diri | Ditandai: anand krishna, atisha, dharmakirti, meditasi, renungan diri, tong len | Leave a Comment »
Posted on Oktober 27, 2008 by triwidodo
Spiritualitas adalah hiburan bagi jiwa. Bila kita masih mencari hiburan lain, maka itu membuktikan kita belum mengetahui kebutuhan jiwa, baru bersentuhan dengan raga (SMS Wisdom, Anand Krishna).
Kenyamanan dan kebahagiaan
Seekor kambing berbahagia selama masih bisa makan rumput dan hidup dalam kandang. Seekor binatang belum bisa membedakan antara kebahagiaan dan kenyamanan. Apabila manusia dapat memenuhi kebutuhan [...]
DIarsipkan di bawah: keselarasan dengan alam, renungan diri | Ditandai: anand krishna, sms wisdom | Leave a Comment »
Posted on Oktober 26, 2008 by triwidodo
Lebih baik hidup sehari sebagai manusia bebas dan tak terbelenggu oleh adat istiadat yang sudah kadaluarsa daripada hidup seribu tahun dengan jiwa terbebani olehnya. (SMS Wisdom, Anand Krishna)
Bagian-bagian kehidupan
Ada 5 bagian kehidupan tertera dalam Buku Ah, Hridaya Sutra Bagi Orang Modern, Gramedia 2000, karya Bapak Anand Krishna, yaitu: 1. roopa skandha, segala sesuatu yang [...]
DIarsipkan di bawah: renungan diri | Ditandai: anand krishna, hridaya sutra, sms wisdom | 1 Komentar »