Posted on September 15, 2009 by triwidodo
Avatar berarti “Ia yang turun”. Lalu, oleh mereka yang tidak mengetahui artinya diterjemahkan sebagai “turun dari sono”. Entah dari mana! Sebenarnya, tidak demikian. Avatar berarti “ia yang turun dari tingkat Kesadaran Murni”. Seorang avatar harus menurunkan kesadarannya untuk berdialog dengan kita. Untuk berkomunikasi dengan kita. Dan karena itu, bukan hanya Rama, Krishna, dan Buddha, tetapi [...]
DIarsipkan di bawah: srimad bhagavatam, wayang | Ditandai: anand krishna, srimad bhagavatam | Leave a Comment »
Posted on September 13, 2009 by triwidodo
Mari kita melakukan introspeksi diri: Apa saja yang kita lakukan selama ini, mengembangkan rasa kasih tidak? Pendidikan agama di sekolah dasar mengembangkan rasa kasih atau justru menciptakan jurang pemisah berdasarkan agama? Mengikuti talk-show dan perdebatan di televisi berkembang rasa kasih atau justru rasa tegang, rasa benci? Profesi atau pekerjaan saya menunjang pengembangan rasa kasih atau [...]
DIarsipkan di bawah: srimad bhagavatam | Ditandai: anand krishna, parikesit, srimad bhagavatam | 2 Komentar »
Posted on September 8, 2009 by triwidodo
Dari sangkar ke kamar, dari kamar ke pekarangan rumah, dan dari pekarangan rumah ke alam bebas – itulah perjalanan jiwa. Sangkar adalah pikiran, pekarangan rumah adalah alam rasa… dan alam bebas adalah alam Kesadaran Murni. Antara pikiran dan kesadaran ada alam rasa. Alam rasa adalah alam dengan kebebasan terbatas; bukan kebebasan yang dibatasi, tetapi kebebasan [...]
DIarsipkan di bawah: srimad bhagavatam, wayang | Ditandai: anand krishna, dusyanta, parikesit, shakuntala, srimad bhagavatam | Leave a Comment »
Posted on September 6, 2009 by triwidodo
Manusia dijerat oleh Hukum Evolusi dan Hukum Sebab-Akibat. Makhluk-makhluk lain tidak dijerat oleh Hukum Sebab-Akibat. Bagi mereka hanya ada satu hukum – Hukum Evolusi. Seperti halnya anak-anak kecil di bawah umur. Hukum yang berlaku bagi orang dewasa tidak berlaku bagi mereka. Hukum Sebab-Akibat merupakan hukum dua arah. Dasarnya adalah ‘dualitas’ – perbedaan antara baik dan [...]
DIarsipkan di bawah: srimad bhagavatam, wayang | Ditandai: anand krishna, parikesit, srimad bhagavatam | Leave a Comment »
Posted on September 2, 2009 by triwidodo
Master Sufi, Attar dari Nishapur pernah bercerita tentang Yesus: Para Murid mengeluh, “Rabbi, Master, Guru, mereka menghina Guru. Mereka menertawakan Guru. Mereka menolak Guru. Kok Guru tidak mencela mereka, malah mendoakan mereka? Aneh!” Yesus menjawab, “Tidak aneh. Temanku, sahabatku, aku hanya dapat memberikan apa yang aku miliki. Yang kumiliki hanyalah kasih, doa, dan itu pula [...]
DIarsipkan di bawah: srimad bhagavatam | Ditandai: anand krishna, srimad bhagavatam | 1 Komentar »
Posted on Agustus 30, 2009 by triwidodo
Hubungan kita dengan sesama manusia menuntut kesabaran, dan hubungan kita dengan Tuhan menuntut keyakinan. Dua kata sederhana ini mengatur seluruh kehidupan manusia. Interaksi dengan dunia dan hubungan dengan Tuhan adalah dua urusan utama manusia. Tidak ada urusan lain. Sejak lahir sampai mati, inilah dua hal yang harus diurusi. Karena itu, kesabaran dan keyakinan dapat dijadikan [...]
DIarsipkan di bawah: srimad bhagavatam | Ditandai: anand krishna, pengorbanan, srimad bhagavatam, win win solution | Leave a Comment »
Posted on Agustus 26, 2009 by triwidodo
Sadar, bebas dan hidup. Perhatikan urutan ini. Anda harus mulai dari kesadaran. Sadar dulu, baru memproklamasikan kemerdekaan. Kemerdekaan, kebebasan tanpa kesadaran tidak akan tahan lama. Kesadaran adalah bekal awal. Tanpa bekal itu, kemerdekaan yang anda proklamasikan tidak bermakna sama sekali. Sewaktu-waktu, jiwa anda bisa dijajah kembali. Dulu penjajahnya lain, sekarang penjajahnya lain. Budak tetap budak. [...]
DIarsipkan di bawah: srimad bhagavatam | Ditandai: anand krishna, kesadaran, parikesit, shuka, srimad bhagavatam | Leave a Comment »
Posted on Agustus 23, 2009 by triwidodo
Kenapa kita terikat pada sesuatu? Karena kita melihat sesuatu itu di luar diri kita, dan timbul keinginan untuk memilikinya. Pernahkah kita merasa terikat dengan ginjal, hati, dan jeroan kita? Tidak, karena kita tahu semua itu ada dalam diri kita. Kita bahkan tidak pernah memikirkan mereka. Tidak pernah peduli tentang jantung dan paru, hingga pada suatu [...]
DIarsipkan di bawah: srimad bhagavatam | Ditandai: anand krishna, bhagavad gita, srimad bhagavatam, Narada, parikesit, shuka | Leave a Comment »
Posted on Agustus 18, 2009 by triwidodo
Selama pancaindra dikuasai pikiran, dikuasai oleh apa yang disebut upaadhi atau conditioning, maka Kebenaran akan tampak terbagi-bagi, terpecah-belah. Tampak banyak, padahal satu adanya. Upaadhi berarti “program” yang sudah berubah menjadi kebiasaan. Dari kecil kita diprogram untuk mempercayai berbagai hal. Beranjak dewasa, kita mulai kritis. Banyak hal tidak masuk akal, tetapi kita sudah terlanjur diprogram untuk [...]
DIarsipkan di bawah: srimad bhagavatam | Ditandai: anand krishna, jiwa, kematian, kesadaran, mind, reinkarnasi, srimad baghavatam, wayang | Leave a Comment »
Posted on Agustus 15, 2009 by triwidodo
Inilah “Kesadaran Tertinggi” yang dapat kita capai selama masih “berbadan”. Kita hanya memikirkan Dia. Kita hanya merasakan Dia…….. namun semua itu juga tidak menghentikan perjalanan kita. Kita tidak lari dari kenyataan hidup. Kita masih tetap mendaki terus Gunung Kehidupan. Kita masih tetap melanjutkan perjalanan hidup kita. Kita masih tetap makan, minum, tidur, dan berkarya seperti [...]
DIarsipkan di bawah: srimad bhagavatam, wayang | Ditandai: kesadaran, anand krishna, wayang, Narada, parikesit, abhiyasa, srimad baghavatam | Leave a Comment »