<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Renungan Triwidodo......................................................... satu bumi, satu langit, satu umat manusia</title>
	<atom:link href="http://triwidodo.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://triwidodo.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2009 12:35:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di tentang saya oleh triwidodo</title>
		<link>http://triwidodo.wordpress.com/tentang-saya/#comment-410</link>
		<dc:creator>triwidodo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 12:35:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://triwidodo.wordpress.com/tentang-saya/#comment-410</guid>
		<description>Terima kasih Mas. Guruji adalah sumber mata air kesadaran yang selalu melimpah. SEtiap saat selalu ada hal baru yang membangkitkan kesadaran. Jay Gurudev!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih Mas. Guruji adalah sumber mata air kesadaran yang selalu melimpah. SEtiap saat selalu ada hal baru yang membangkitkan kesadaran. Jay Gurudev!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sadewa Dipandu Semar Meruwat Kesucian Ibu Pertiwi oleh triwidodo</title>
		<link>http://triwidodo.wordpress.com/2009/07/10/sadewa-dipandu-semar-meruwat-kesucian-ibu-pertiwi/#comment-409</link>
		<dc:creator>triwidodo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 12:28:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://triwidodo.wordpress.com/?p=1021#comment-409</guid>
		<description>Terima kasih. Semoga putra-putri Ibu Pertiwi cepat sadar. Salam!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih. Semoga putra-putri Ibu Pertiwi cepat sadar. Salam!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di ADNAN BUYUNG NASUTION: LEGENDA HIDUP oleh triwidodo</title>
		<link>http://triwidodo.wordpress.com/2009/09/03/adnan-buyung-nasution-legenda-hidup/#comment-408</link>
		<dc:creator>triwidodo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 12:25:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://triwidodo.wordpress.com/?p=1127#comment-408</guid>
		<description>Terima Kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima Kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di tentang saya oleh Abimanyu,</title>
		<link>http://triwidodo.wordpress.com/tentang-saya/#comment-407</link>
		<dc:creator>Abimanyu,</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 22:39:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://triwidodo.wordpress.com/tentang-saya/#comment-407</guid>
		<description>Salam Bapak,
Sekian lama tidak bertemu secara fisik rindu rasanya. 
Sekian lama belajar kami tetap merasakan kealotan diri, belum ada perubahan yang berarti dalam diri. Namun lewat tulisan-tulisan Bapak kami banyak belajar. Bergaul dengan orang-orang tercerahkan memang tidak mudah. Berhadapan dengan seseorang murid terpilih yang telah bersentuhan langsung dengan sumber kebijaksanaan adalah suatu berkah. Kadang kami menitikkan air mata ketika menyadari kelemahan dan kekurangan diri. Sekarang kami sudah tidak bisa membedakan mana Pak Tri mana Guruji. Bagi kami Bapak salah satu murid terkasih yang terpilih, dipersiapkan dan diberkahi oleh keberadaan. Kami melihat nyata wujud Guruji dalam diri Bapak.
Sembah sujudku Yang Mulia.
Santapan rohani yang Bapak sajikan dalam blog ini selalu fresh melengkapi menu utama bergizi tinggi dari Guruji, terutama bagi yang menginginkan kesehatan dalam arti yang sesungguhnya.......
Semoga karya Bapak dalam membantu tugas Guruji dapat mengilhami segenap anak bangsa.......
Dan kami mohon maaf sebelumnya Pak Tri, karena tanpa ijin kami telah mendownload hampir semua tulisan Bapak dalam blog ini.
&#039;Ngelmu Pangeraning Ngaurip&#039;
Semoga semua makluk berbahagia

Terimakasih Guruji
Terimakasih Pak Tri
Terimakasih Keberadaan
Terimakasih
Terimakasih
Terimakasih.......

sigit,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Bapak,<br />
Sekian lama tidak bertemu secara fisik rindu rasanya.<br />
Sekian lama belajar kami tetap merasakan kealotan diri, belum ada perubahan yang berarti dalam diri. Namun lewat tulisan-tulisan Bapak kami banyak belajar. Bergaul dengan orang-orang tercerahkan memang tidak mudah. Berhadapan dengan seseorang murid terpilih yang telah bersentuhan langsung dengan sumber kebijaksanaan adalah suatu berkah. Kadang kami menitikkan air mata ketika menyadari kelemahan dan kekurangan diri. Sekarang kami sudah tidak bisa membedakan mana Pak Tri mana Guruji. Bagi kami Bapak salah satu murid terkasih yang terpilih, dipersiapkan dan diberkahi oleh keberadaan. Kami melihat nyata wujud Guruji dalam diri Bapak.<br />
Sembah sujudku Yang Mulia.<br />
Santapan rohani yang Bapak sajikan dalam blog ini selalu fresh melengkapi menu utama bergizi tinggi dari Guruji, terutama bagi yang menginginkan kesehatan dalam arti yang sesungguhnya&#8230;&#8230;.<br />
Semoga karya Bapak dalam membantu tugas Guruji dapat mengilhami segenap anak bangsa&#8230;&#8230;.<br />
Dan kami mohon maaf sebelumnya Pak Tri, karena tanpa ijin kami telah mendownload hampir semua tulisan Bapak dalam blog ini.<br />
&#8216;Ngelmu Pangeraning Ngaurip&#8217;<br />
Semoga semua makluk berbahagia</p>
<p>Terimakasih Guruji<br />
Terimakasih Pak Tri<br />
Terimakasih Keberadaan<br />
Terimakasih<br />
Terimakasih<br />
Terimakasih&#8230;&#8230;.</p>
<p>sigit,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sadewa Dipandu Semar Meruwat Kesucian Ibu Pertiwi oleh Pamungkas</title>
		<link>http://triwidodo.wordpress.com/2009/07/10/sadewa-dipandu-semar-meruwat-kesucian-ibu-pertiwi/#comment-406</link>
		<dc:creator>Pamungkas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 14:07:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://triwidodo.wordpress.com/?p=1021#comment-406</guid>
		<description>Smoga akan slalu ada dan selalu lahir sadewa2 dan segala budi pekerti yg bisa kita anut dan tauladani ditengah badai pengaruh budaya asing.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Smoga akan slalu ada dan selalu lahir sadewa2 dan segala budi pekerti yg bisa kita anut dan tauladani ditengah badai pengaruh budaya asing.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di ADNAN BUYUNG NASUTION: LEGENDA HIDUP oleh Philips Tangdilintin</title>
		<link>http://triwidodo.wordpress.com/2009/09/03/adnan-buyung-nasution-legenda-hidup/#comment-405</link>
		<dc:creator>Philips Tangdilintin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 02:21:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://triwidodo.wordpress.com/?p=1127#comment-405</guid>
		<description>Excellent! Semalam saya nonton acara SAVE OUR NATION yang menampilkan ABN, legenda hidup kita. Saya tersentak dgn keberanian beliau omong tentang perda-perda SI (sekarang sudah 150 perda SI plus 1 perda Injil). Penasaran, saya telusuri profil ABN di Google dan membaca tulisan hebat ini dari Mas Tri. Kami punya Lembaga Pembinaan &amp; Pember-dayaan Masyarakat Majemuk, diketuai budayawan Ishak Ngeljaratan (IN), saya menjadi sekretaris. Program kami ke depan: pendidikan/pelatihan/pembentukan Komunitas Peng- gerak Masy Majemuk utk menumbuhkan ABN2 &amp; IN2 muda.   Paket sudah mantap, sayangnya terkendala dana.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Excellent! Semalam saya nonton acara SAVE OUR NATION yang menampilkan ABN, legenda hidup kita. Saya tersentak dgn keberanian beliau omong tentang perda-perda SI (sekarang sudah 150 perda SI plus 1 perda Injil). Penasaran, saya telusuri profil ABN di Google dan membaca tulisan hebat ini dari Mas Tri. Kami punya Lembaga Pembinaan &amp; Pember-dayaan Masyarakat Majemuk, diketuai budayawan Ishak Ngeljaratan (IN), saya menjadi sekretaris. Program kami ke depan: pendidikan/pelatihan/pembentukan Komunitas Peng- gerak Masy Majemuk utk menumbuhkan ABN2 &amp; IN2 muda.   Paket sudah mantap, sayangnya terkendala dana.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di tentang saya oleh triwidodo</title>
		<link>http://triwidodo.wordpress.com/tentang-saya/#comment-403</link>
		<dc:creator>triwidodo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 08:10:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://triwidodo.wordpress.com/tentang-saya/#comment-403</guid>
		<description>Terima kasih Mas Haikal. Pandangan seseorang dapat berbeda, seperti keyakinan masyarakat Srilangka bahwa Rahwana adalah pahlawan kebenaran. Bagi kami yang penting adalah bagaimana kisah tersebut dapat memberikan hikmah kepada para pembaca. Bukan dalam kompetensi siapa yang benar, tetapi bagaimana kisah yang disampaikan memberikan hikmah bagi kehidupan. Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih Mas Haikal. Pandangan seseorang dapat berbeda, seperti keyakinan masyarakat Srilangka bahwa Rahwana adalah pahlawan kebenaran. Bagi kami yang penting adalah bagaimana kisah tersebut dapat memberikan hikmah kepada para pembaca. Bukan dalam kompetensi siapa yang benar, tetapi bagaimana kisah yang disampaikan memberikan hikmah bagi kehidupan. Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di tentang saya oleh haikal</title>
		<link>http://triwidodo.wordpress.com/tentang-saya/#comment-401</link>
		<dc:creator>haikal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 02:52:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://triwidodo.wordpress.com/tentang-saya/#comment-401</guid>
		<description>Salam Indonesia 
Pak Tri, saya baca buku berjudul Rahuvana Tattwa yang ditulis Agus Sunyoto, diterbitkan LKIS, Sunyoto menyajikan versi Ramayana yang lebih memihak pada Rahuvana dan sebaliknya menggambarkan keburukan pihak Arya, terutama perilaku Dewa Indra yang menyimpang. Hal ini berbeda jauh dengan versi Ramayana yang Pak Tri ceritakan. 
Kalau begitu apa yang sesungguhnya terjadi? 
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Indonesia<br />
Pak Tri, saya baca buku berjudul Rahuvana Tattwa yang ditulis Agus Sunyoto, diterbitkan LKIS, Sunyoto menyajikan versi Ramayana yang lebih memihak pada Rahuvana dan sebaliknya menggambarkan keburukan pihak Arya, terutama perilaku Dewa Indra yang menyimpang. Hal ini berbeda jauh dengan versi Ramayana yang Pak Tri ceritakan.<br />
Kalau begitu apa yang sesungguhnya terjadi?<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Altruisme Gatotkaca demi Ibu Pertiwi oleh triwidodo</title>
		<link>http://triwidodo.wordpress.com/2009/07/04/altruisme-gatotkaca-demi-ibu-pertiwi/#comment-400</link>
		<dc:creator>triwidodo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 09:51:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://triwidodo.wordpress.com/?p=1010#comment-400</guid>
		<description>Terima Kasih. Wahyu adalah getaran-getaran ilahi. Seperti siaran radio. Gelombang radio ada di mana-mana. Siaran dari setiap setasiun dari seluruh dunia berada dalam ruangan dimana  anda berada saat ini. Untuk menerima siaran-siaran itu, yang dibutuhkan adalah receiver, alat penerima – radio. Nah, sekarang  tergantung betapa canggihnya alat penerima anda. Semakin canggih radio yang anda miliki, semakin banyak siaran yang dapat anda terima. 
Anehnya, semakin pendek gelombang radio, semakin luas jangkauannya. Short wave bisa menerima siaran-siaran manca-negara. Tetapi FM dan AM hanya bisa menerima siaran dalam negeri. Wahyu adalah Getaran-Getaran Ilahi yang bergelombang amat sangat pendek. Semakin dalam anda meniti ke dalam diri, semakin jelas penerimaan anda. 
Karena itu, mereka yang sibuk mengejar ilmu pengetahuan dari luar diri – tidak pernah menerima wahyu. Yang menerima siapa? Muhammad yang yatim piatu, pedagang yang buta huruf. Seorang Yesus – anak tukang kayu. Siddharta harus meninggalkan istana untuk menerimanya. Krishna seorang gembala sapi. 
Perbedaan yang terlihat disebabkan oleh alat penerima. Apalagi dalam hal ini, setiap alat penerima adalah manusia dengan berbagai budaya yang berbeda. Alat penerima wahyu di Timur Tengahberbeda sedikit dari alat penerima di India. Begitu pula alat penerima di China tentu lain dari alat penerima yang lain. Setiap alat penerima dipengaruhi oleh budaya setempat. 
Getaran-Getaran Ilahi atas wahyu yang diterima oleh masing-masing alat penerima diterjemahkan dalam bahasa setempat. Juga dikaitkan dengan kondisi setempat, dengan kejadian-kejadian setempat. Itu sebabnya setiap kitab suci selain mengandung ajaran-ajaran yang bersifat universal, juga mengandung ayat-ayat yang bersifat konstektual. Surah-Surah Terakhir AK.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima Kasih. Wahyu adalah getaran-getaran ilahi. Seperti siaran radio. Gelombang radio ada di mana-mana. Siaran dari setiap setasiun dari seluruh dunia berada dalam ruangan dimana  anda berada saat ini. Untuk menerima siaran-siaran itu, yang dibutuhkan adalah receiver, alat penerima – radio. Nah, sekarang  tergantung betapa canggihnya alat penerima anda. Semakin canggih radio yang anda miliki, semakin banyak siaran yang dapat anda terima.<br />
Anehnya, semakin pendek gelombang radio, semakin luas jangkauannya. Short wave bisa menerima siaran-siaran manca-negara. Tetapi FM dan AM hanya bisa menerima siaran dalam negeri. Wahyu adalah Getaran-Getaran Ilahi yang bergelombang amat sangat pendek. Semakin dalam anda meniti ke dalam diri, semakin jelas penerimaan anda.<br />
Karena itu, mereka yang sibuk mengejar ilmu pengetahuan dari luar diri – tidak pernah menerima wahyu. Yang menerima siapa? Muhammad yang yatim piatu, pedagang yang buta huruf. Seorang Yesus – anak tukang kayu. Siddharta harus meninggalkan istana untuk menerimanya. Krishna seorang gembala sapi.<br />
Perbedaan yang terlihat disebabkan oleh alat penerima. Apalagi dalam hal ini, setiap alat penerima adalah manusia dengan berbagai budaya yang berbeda. Alat penerima wahyu di Timur Tengahberbeda sedikit dari alat penerima di India. Begitu pula alat penerima di China tentu lain dari alat penerima yang lain. Setiap alat penerima dipengaruhi oleh budaya setempat.<br />
Getaran-Getaran Ilahi atas wahyu yang diterima oleh masing-masing alat penerima diterjemahkan dalam bahasa setempat. Juga dikaitkan dengan kondisi setempat, dengan kejadian-kejadian setempat. Itu sebabnya setiap kitab suci selain mengandung ajaran-ajaran yang bersifat universal, juga mengandung ayat-ayat yang bersifat konstektual. Surah-Surah Terakhir AK.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Altruisme Gatotkaca demi Ibu Pertiwi oleh Ponco Reko</title>
		<link>http://triwidodo.wordpress.com/2009/07/04/altruisme-gatotkaca-demi-ibu-pertiwi/#comment-399</link>
		<dc:creator>Ponco Reko</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 05:38:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://triwidodo.wordpress.com/?p=1010#comment-399</guid>
		<description>Salam Kenal Pak Tri Widodo.

Quote: Shruti berarti “yang didengarkan”, pendengaran, tetapi bukan pendengaran  biasa—Pendengaran Ilahi. Dalam bahasa sehari-hari: “wahyu”. Sekali lagi, janganlah menganggap wahyu sebagai monopoli sekelompok orang, komunitas atau masyarakat. Wahyu bukanlah monopoli Anda atau saya. Sang Pemberilah yang tahu kepada siapa Ia memberikannya…..

Menarik sekali frasa ini Pak. Saya lihat di Al-Qur&#039;an ada beberapa ayat yang senada dengan hal ini:

&quot;..barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.&quot; (QS. At-Taghaabun 64:11)

&quot;Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk  siapa yang dikehendaki-Nya. &quot; (QS. Al-Baqarah 2:272)

petunjuk = Al-Huda. Mungkin Shruti yang dimaksud adalah Al-Huda ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Kenal Pak Tri Widodo.</p>
<p>Quote: Shruti berarti “yang didengarkan”, pendengaran, tetapi bukan pendengaran  biasa—Pendengaran Ilahi. Dalam bahasa sehari-hari: “wahyu”. Sekali lagi, janganlah menganggap wahyu sebagai monopoli sekelompok orang, komunitas atau masyarakat. Wahyu bukanlah monopoli Anda atau saya. Sang Pemberilah yang tahu kepada siapa Ia memberikannya…..</p>
<p>Menarik sekali frasa ini Pak. Saya lihat di Al-Qur&#8217;an ada beberapa ayat yang senada dengan hal ini:</p>
<p>&#8220;..barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.&#8221; (QS. At-Taghaabun 64:11)</p>
<p>&#8220;Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk  siapa yang dikehendaki-Nya. &#8221; (QS. Al-Baqarah 2:272)</p>
<p>petunjuk = Al-Huda. Mungkin Shruti yang dimaksud adalah Al-Huda ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
