Damai, Rahmat dan Berkah untuk kita semua,
Kata-kata dapat disampaikan lewat prosa. Rasa haruslah disampaikan lewat syair puisi. Kata-kata sungguh kaku. Itu sebabnya robot mudah menirukan kata-kata. Banyak di antara kita sudah berbicara seperti robot. Tanpa perasaan, tanpa irama. Kata-kata Guru kutulis sebagai pengantar Halaman Puisi Nurani. Puisi ini merupakan ungkapan rasa yang diolah hati dari kombinasi internet, buku pengetahuan, alam yang terkembang dan dengan menu utama panduan dari Guru. Kuusahakan sebagai puisi yang ceria. Pada waktu ceria seseorang pasrah, bersyukur, tidak takut dengan masa lalu dan tidak khawatir tentang masa depan. Dia hidup dalam saat ini.
Kupersembahkan Puisi Nurani ini untuk Guru Sejati yang berada dalam diri yang terungkap di luar diri sebagai Guru. Sedikit sekali pemahamanku tentang Dia. Yang kurasakan hanya kasih yang luar biasa.
Terima kasih sahabatku para pembaca. Semoga berkenan membuka tulisan dalam kategori puisi dan kategori dialog rasa. Damai, rahmat dan berkah selalu.
Desember 2007,
Triwidodo
selamat berkarya
dalam kata,
dalam asa
dan dalam dia
let me quote you some words from the bible
mazmur daud
refren
bagi orang benar tuhan bercahaya
laksana api di dalam gulita
ya tuhan namamu hendak kupuji
engkau amat agung
langit kau pasang bagai kemah
refren
bagi orang benar tuhan bercahaya
laksana api di dalam gulita
firman disampaikan oleh angin
api yang berkobar tunduk padamu bagai hamba
namaste
father
Terima kasih
Damailah makhluk-makhluk sedunia dan se alam
Damailah diriku
puisinya lumayan…. cuman… ke’y prlu perbaikan lagi deh… soalnya kurang menyentuh.nurut ku arti guru masih lebih luas lagi deh dari itu.
Terima kasih mBak Putri atas masukannya.
Kami baru belajar dan terus belajar untuk menghaluskan Rasa.
Kerangka Pemikiran dan Rasa setiap orang berbeda, tergantung dari sifat genetik dan pengalaman yang berbeda-beda.
perbanyak lagi puisinya, dan kunjungi puisi/cerita saya.
terus berkarya.
Terima kasih mas Prayana,
akan kami kunjungi
namaste
Benih cinta tumbuh dijaman Adam
Berkecambah dijaman Ibrahim
Bertunas dijaman Yusuf
Berbunga Dijaman Isa
Berbuah dijamn Muhammad
Musim cinta tak mengenal musim
Akan tumbuh disebelah musim
Tumbuh jadi pohon
Yang tak pernah mati
Oleh akar – akar benalu
Oleh akar – akar lumut biru
Oleh amarah angin musim
Oleh amarah hujan musim
Tapi pohon cinta tetap tumbuh
Dan seiring dengan pohon itu berhenti berbuah
Akan terjadi………….
Apabila musim kering datang dihati.
By. Feni Tri S
200304,mjk
Terima kasih, semoga semakin banyak insan yang sadar bahwa pohon kasih ada di dalam diri kita semua.
getar pikiran
getar rasa
menjalar dimata
bertebaran dimulut
kabut-kabut emosi
bergelantungan ingin posisi
bertaburan rahmad
berhamburan berkah
orang-orang lupa
serupa aku yang lalai
ketika bangun tidur
ketika menjemput tidur
aku sampaikan salam
jika sampai padamu
aku ingin sama-sama tersenyum
menyadari
bahwa engkau dan aku adalah kita