Tambahan Tentang Saya
Seorang anak yang ingin lahir mendesak calon ibu dan bapaknya untuk segera memadu kasih. Sang Anak segera lahir untuk menyelesaikan hutang-piutang, keinginannya yang belum terselesaikan, dan meningkatkan evolusi terhadap kehidupan di masa sebelumnya. Dalam perjalanannya Sang Anak sering lupa tujuan hidup untuk menyatu dengan Kesadaran Murni dan terperangkap dalam belenggu maya dunia.
Pengetahuan yang diperoleh manusia, juga telah menjadi milik alam semesta dan menunggu seseorang untuk mengaksesnya. Pengetahuan juga ingin lahir untuk membantu mereka yang memerlukannya dan pengetahuan yang belum sempurna ingin menyempurnakan juga. Pikiran seseorang yang berada pada gelombang yang sama dengan gelombang pengetahuan tersebut, dapat menarik pengetahuan tersebut.
Luar biasa! Ilmu pengetahuan Guru selalu berkembang, mungkin seperti yang dinyatakan dalam Bhagavad Gita bahwa kolam-kolam pengetahuan telah dibanjiri oleh air pengetahuan ketika seseorang telah mendapatkan pencerahan.
Tingkat kesadaran diri ini masih jauh di bawah, belum cukup umur, tetapi pengetahuan leluhur telah mendesak diri untuk mewujud dalam tulisan-tulisan. Tentu saja tingkat kesadaran yang belum tinggi akan mempengaruhi kualitas penulisan. Tulisan Guru atau Master Spiritual sengaja di-quote agar tidak menurunkan kualitasnya. Sudahlah, diri ini tidak mengelak lagi, biarlah pengetahuan leluhur merasuk dalam diri. Diproses sesuai tingkat kesadaran diri untuk dibaca mereka yang tertarik agar mendalami dan menyempurnakan pemahamannya sesuai tingkat kesadaran yang dimilikinya. So be it.
Triwidodo
September 2008.
Tentang Saya
Sejak remaja, aku sering bertanya-tanya tentang diri sejati. Pertanyaan tentang “siapakah aku?” selalui menghantui. Aku lahir telanjang, lemah tanpa apa-apa. Baru setelah besar aku tahu bahwa aku lahir membawa sifat genetik. Orang tua, pendidikan, kebudayaan, pengalaman membentuk diriku. Yang benar bagiku, adalah benar dalam kerangkaku. Apabila aku lahir di negara lain, kebudayaan yang lain, mungkin saja pandanganku tentang kebenaran akan lain juga.
Ada beberapa pertanyaan yang mengganjal hatiku. Dua orang bayi lahir pada waktu yang sama. Bayi yang satu dilahirkan dalam keluarga terhormat, keluarga bahagia, mendapat pendidikan baik, belajar agama dan akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Bayi yang lain dilahirkan dalam lingkungan gelap, ibunya wanita nakal, ayahnya mabuk-mabukan, tidak mengenyam pendidikan, tidak belajar agama, tidak akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mengapa? Saat itu aku yakin hal tersebut pasti ada jawabannya. Saat itu juga ada sejumlah pertanyaan lain dalam diriku yang belum terjawab. Kebenaran yang kudapatkan saat inipun, masih berkembang. Zaman dulu orang tidak mempercayai bumi berputar mengelilingi matahari, sekarang sudah tidak lagi. Mengapa kebenaran harus dibakukan? Bisa dibakukan akan tetapi untuk kurun waktu tertentu.
Dalam pencarian ini aku bertemu seorang Guru. Aku pernah mendapatkan penjelasan, Guru Sejati berada di dalam diri. Tetapi apapun yang ada di dalam diri terungkap juga di luar diri. Seberapa dalam pemahamanku tentang Guru, sedalam itulah pemahamanku tentang Guru Sejati. Aku merasa pengetahuanku sedikit sekali dibanding pengetahuan Guru. Kucoba mengisi BLOG ini sebagai persembahan terhadap Guru. Kucoba mengisi blog ini berdasar pemahamanku saat ini.
Terima kasih sahabatku para pembaca. Semoga berkenan membuka tulisan dalam Blog ini. Damai, rahmat dan berkah selalu.
Desember 2007
Triwidodo.
http:\\triwidodo.wordpress.com
Namaste papa,
Selamat sudah diluncurkan blog ini. Semoga papa dapat terus berkarya
Budi
Terima kasih,
Papa baru mengenal blog. tolong diberitahu bagaimana caranya membuat halaman download. dan mengisi download tersebut dengan file PDF, sehingga teman-teman mudah mendownload. Kalaupun tidak halaman kategori download juga boleh.
saya baru nemu blog ini saat track dari peselancar tag,
dan saya suka tulisan nya dan pemikrian-pemikiran tentang bahasa kebijaksanaan,renungan dan penyelaman didalam diri.
selamat…
Terima kasih sahabat seperjalananku,
Perjalanan ke dalam diri.
Menurut kami pribadi, tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Selama kita hidup di alam, kita tidak bisa terlepas dari hukum alam. Terima kasih
Selamat berkarya , Semoga Kesadaran menyertaimu
Selalu…….
Love,,, Love ,,, Love U
Terima kasih atas resume buku di blog ini. Karena keterbatasan saya, sy tidak bisa lagi membaca buku2 Bapak Anand.
Blog Bapak sangat membantu saya.
Terima kasih.
-Wid-
IS2ME
Terima kasih. kami sekedar berbagi. setelah merasa mendapatkan sesuatu. sengaja kami quote karena sadar kelemahan diri.
Blog baru toh tidak menutupi catatan-catatan kebijaksanaan yang arif, menyejukkan dan menarik, Pak.
Selamat berkarya!
Terima kasih Mas Frans. Menurut keyakinan kami sejauh ini, alam membantu peningkatan kesadaran kita dengan memberikan Guru. Kebetulan Guru kami berwujud manusia. Guru bisa berupa alam semesta yang terkembang, bisa Rasul yang sudah tidak di tengah kita, bisa kitab, atau apa saja, termasuk internet. Kami mencoba menyimpan pemahaman pribadi terhadap panduan Guru tersebut dalam blog kami.
Terima kasih.
Jai Guru Dev Pak Tri,
ini yeny dari akc jogja, kebetulan jalan-jalan dapat blognya bapak…… bagus banget tulisan-tulisan bapak….sangat mencerahkan, so wise
Namaste
Terima kasih mbak Yeny,
Semua tulisan ini berdasarkan penjelasan Guru sebatas pemahaman kami saat ini. Semoga kesadaran kita semua semakin meningkat. Semoga semua makhluk berbahagia.
Sukses dengan bloknya pak, sangat bermanfaat nagi kita yang mau membaca dan belajar mencari diri, manusia itu memang susah… diberi merah maunya putih, diberi putih maunya biru, dst… dst….. semoga semua mahkluk hidup damai dan bahagia di bumi ini dan berkenan dihadapan Allah.
Terima kasih Pak Widi,
Semoga semua makhluk berbahagia. Damai di bumi damai di hati. Dia berkenan bersemayam dalam hati mereka yang beriman.
Jai Guru Dev Pak Tri,
Saya mampir lagi nih, makasih sekali sharing perjalanan bapak Ibu Tri dan teman-teman bersama Guruji ke kashmir….Blog Bapak saya taruh di multiply saya ya, buat bahan renungan saya juga nanti…May All Being Be Happy
Matur Nuwun
Terima kasih Mbak Yeny, Jai Gurudev. Silahkan.
I met Peace, Love & Joy last night. They needed a permanent place to stay. I gave them all of the reader address for living permanently. Hope they arrive safely. God Bless You all.
Salam….. senang membaca blog anda
Terima kasih Pak Carlos,
Para pembaca telah mempersembahkan waktunya untuk membaca sebuah tulisan. Waktu yang tidak dapat dikembalikan oleh seorang penulis. semoga kita semua mempersembahkan sesuatu yang berharga kepada para pembaca. Semoga.
salam kenal pak..banyak ilmu yang anda tawarkan dalam blog anda
Salam kenal juga. Beberapa orang mempercayai bahwa ilmu itu baru berharga apabila dapat mengetuk hati nurani. Hati nurani yang sadar itulah yang dapat merubah diri. Dan setelah berubah mekanisme alam akan membimbingnya, apakah lewat buku, guru, alam atau yang lain. Semoga damai senantiasa.
ini perkenalan resmi saya setelah berkali2 keliaran di blog bapak.
ahh… bagaikan bertemu Guruji ke dua
Hormat ku yang mulia.
semua tulisan dalam blog ini pemikiran Guruji menurut pemahaman kami. menurut Guruji semua orang sama dan yang berbeda hanya tingkat kesadarannya. dan semakin meningkat kesadaran semakin kami merasa belum ada apa-apanya dibanding dengan Guruji. Jai Gurudev.
Saya sangat terkesan dengan tulisan bapak triwidodo. Tulisan bapak membantu saya dalam mencari jati diri saya! Sesuatu yang baru bagi saya, meski bapak telah lama menulisnya. Saya sangat beruntung menemukan web anda saat ini.
Terima kasih Mas Djaka, menurut pemahaman kami, ketika seseorang mulai berhasrat meniti ke dalam diri, alam akan membantunya, apakah dengan buku, tulisan, alam, atau Guru. Apa yang di dalam terungkap di luar. Motivasi yang bertahan adalah dari dalam, motivasi dari luar tidak akan bertahan lama. Semoga sukses, teman seperjalananku.
salam perkenalan pak
wah blognya bagus, bisa mendeskripsikan atas pencarian akan ilmu pengetahuan yang luas, menghilangkan sekat-sekat bidang keilmuan yang sempit.
terus berkarya…
kami undang bapak mengunjungi blog saya
tks
Terima kasih. Kami beberapa kali menjadi tamu rumah mas Shalimow. Selamat Berkarya.
salam damai,
pak triwidodo,…tulisan2 bapak di blog..sangat menyentuh hati…mohon izin, karena saya kutip ke facebook saya pak..
rasanya saya ingin bisa menulis seperti bapak, dan berbagi dengan yang lain…agar kebaikan dan kedamaian terus berkembang ke semua mahluk hidup….
terima kasih
Salam damai. Terima kasih. Merupakan kebahagiaan kami ada insan yang berkenan memperhatikan tulisan kami.
Kepada Yth. Bpk Triwidodo
Salam Indonesia
Saat ini saya sedang belajar menulis dan membuat blog. Walaupun saya tinggal di kota Malang yang belum tersentuh oleh kegiatan Anand Ashram/AKC, saya telah banyak membaca buku-buku Bapak Anand Krishna/One Earth. Dari buku-buku tersebut akhirnya saya pun juga membaca buku yang ditulis Achmad Chodjim dan Anthony De Mello.
Oleh karena itu saya mohon izin kepada Bapak untuk mencantumkan beberapa tulisan Bapak dalam blog saya.
Demikian terima kasih matur nuwun sanget
Terima Kasih Mas Haikal, silahkan mencantumkan dalam blog. Sukses Selalu. Salam.
Salam Indonesia,
Pak Tri, saya tertarik dengan cerita perjalanan Bapak di Kashmir. Terkait dengan situs Takht-i-Sulaiman dan informasi tentang keberadaan makam nabi Musa di Kashmir., saya menjadi penasaran adakah kisah lebih lanjut tentang kehadiran nabi Sulaiman dan nabi Musa di wilayah Kashmir?
Terima Kasih. Nabi Sulaiman, atau Raja Salomo menyampaikan tidak ada yang baru di dunia ini. hanya pengulangan dengan setting yang baru. simbol Nabi Sulaiman bintang segi enam yang dikenal sebagai bintang Daud, simbol bangsa Israel pun sudah ada dalam tantra. Demikian pemahaman kami sampai saat ini. Salam.
Salam
Pak Tri, melihat hasil quick count pemilu kemarin, bagaimana pandangan Bapak Anand Krishna tentang pemerintahan periode berikutnya? Hal ini saya tanyakan karena melihat komposisinya dimana seorang ksatria akan bergabung dengan para pemimpin agama yang sebagian di antaranya berhaluan timur tengah. Nampaknya cukup mengkhawatirkan.
Mohon penjelasannya. Terima Kasih
Menurut kami pribadi, yang penting kita tetap bersuara, dan selalu mengingatkan tentang kebenaran. Itu tugas kita semua sebagai warga negara. Terima Kasih.
Salam kenal Pak Tri…
Terimakasih banyak atas kiriman emailnya, tidak menyangka seorang filsuf besar, entah bagaimana ceritanya, bisa sampai mendarat di blog kami, rioseto.wordpress.com, yang ngawur dan gado-gado itu…
Sebagai anak keturunan guru (kakek kami guru, ayah kami guru, kami sendiri guru, entah putra-putri kami, buat kami selama ruh atau jiwanya “guru”, senang berbagi dan memberi tanpa beripikir kembali, sudah mencukupi.
Tulisan Bapak “Gunungan” luar biasa menarik, dengan pemahaman kehidupan yang begitu mendalam. Pantaslah di daerah kami Jawa Barat, banyak desa bernama sama, Cihideung (air hitam), Cibeureum (air merah), Cibbodas (air putih), Cikoneng (air kuning). Rupanya simbol unsur itu ya, Pak.
Kami baru saja mulai ngeblog 1,5 bulan lalu. Masih terlalu banyak yang harus dipelajari, karena tidak punya kemampuan apa-apa. Jadi ya apa adanya seperti yang pak Tri saksikan, gado-gado. Namun kami merasa terpanggil, karena sudah memasuki tahun ajaran baru, dengan critera “Gunungan” dan “Back to School…” dan sedikit nekat untuk mencoba meluncurkan Tutorial IT, karena itulah jamannya sekarang.
Blognya pak Tri lolos dari perhatian kami, mohon maaf (karena mungkin tidak ada tagnya?) Jadi cerita “Gunungan” ngawur mohon dimaklum saja, kami hanya bermaksud mengingatkan sifat “dual” sebagai kenyataan sehari-hari; dengan kita menuntut ilmu diharapkan wawasan dan pengetahuan sanggup membuat kehidupan kita lebih baik, menjadi manusia paripurna, sehingga pada gilirannya kelak, (harus) bisa membantu mengangkat orang lain yang belum beruntung seperti kita, ke atas setara dengan kita…
Terimakasih.
Salam,
rio seto
rioseto.wordpress.com
Terima Kasih Mas Rio, kami berbahagia mendapatkan teman yang suka menulis. Pada zaman dahulu profesi Guru itu adalah Brahmana. Sukses Selalu!
Pak Tri saya mohon petunjuk Bapak.
Saya adalah sarjana biologi yang semasa kuliah dulu telah banyak melakukan tindakan melukai dan membunuh hewan percobaan untuk kepentingan penelitian dan praktikum. Sebagian di antara hewan tersebut saya lukai dalam keadaan tidak dibius untuk mengetahui cara kerja sistem saraf pusat.
Setelah membaca artikel Pak Anand tentang hukum karma saya merasa ngeri atas tindakan saya tersebut.
Apa yang harus saya lakukan bila saya terlibat lagi dalam praktikum yang mengharuskan saya untuk melukai/membunuh hewan percobaan? Terima kasih
Terima Kasih Mas Haikal. Semuanya tergantung kepada diri masing-masing. Mungkin saja tindakan tersebut kurang tepat, tetapi manfaatnya mungkin sangat besar. Kesadaran akan memberi jalan dan membimbing mas Haikal bagaimana baiknya. Semoga.
Kepada Yth. Pak Triwidodo
Saya baru saja iseng membuat tulisan berjudul A Light in a Darkened World yang merujuk dari buku “Isa, Hidup dan Ajaran Sang Masiha”, “Christ of Kashmiris”, dan situs tombofjesus.com. Mohon Pak Tri bersedia memberi kritik dan koreksi untuk tulisan saya ini. Artikel tersebut saya susun dalam format PDF dan dapat didownload dari link berikut
http://www.ziddu.com/download/5925174/ALightinaDarkenedWorld_haikal.pdf.html
Demikian atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih.
Salam Indonesia,
Saya biasa mengikuti paparan pengetahuan dari Bapak Anand dan sangat beruntung kali ini saya dapat link blog Bapak. Saya baru baca blog Bapak, dan baru baca satu tulisan dan paparan Bapak. Saya sangat suka cara memaparkan Bapak dengan menggunakan tambahan cerita dari Epos Mahabrata atau Ramayana atau cerita lainnya karena bagi saya pribadi lebih bisa dimengerti karena kemampuan saya baru setahap ini. Terus berkarya Pak Tri, membantu pemahaman ajaran kebenaran.
Terima kasih.
Salam Indonesia. Aku bangga menjadi orang Indonesia. Aku Cinta Indonesia. Semoga semangat ini memenuhi jiwa putra-putri Ibu Pertiwi.
kenali dirimu maka akan kenal tuhaanmu bener gak coy….?
Terima kasih. OK.
Salam Indonesia
Pak Tri, saya baca buku berjudul Rahuvana Tattwa yang ditulis Agus Sunyoto, diterbitkan LKIS, Sunyoto menyajikan versi Ramayana yang lebih memihak pada Rahuvana dan sebaliknya menggambarkan keburukan pihak Arya, terutama perilaku Dewa Indra yang menyimpang. Hal ini berbeda jauh dengan versi Ramayana yang Pak Tri ceritakan.
Kalau begitu apa yang sesungguhnya terjadi?
Terima kasih
Terima kasih Mas Haikal. Pandangan seseorang dapat berbeda, seperti keyakinan masyarakat Srilangka bahwa Rahwana adalah pahlawan kebenaran. Bagi kami yang penting adalah bagaimana kisah tersebut dapat memberikan hikmah kepada para pembaca. Bukan dalam kompetensi siapa yang benar, tetapi bagaimana kisah yang disampaikan memberikan hikmah bagi kehidupan. Terima kasih.
Salam Bapak,
Sekian lama tidak bertemu secara fisik rindu rasanya.
Sekian lama belajar kami tetap merasakan kealotan diri, belum ada perubahan yang berarti dalam diri. Namun lewat tulisan-tulisan Bapak kami banyak belajar. Bergaul dengan orang-orang tercerahkan memang tidak mudah. Berhadapan dengan seseorang murid terpilih yang telah bersentuhan langsung dengan sumber kebijaksanaan adalah suatu berkah. Kadang kami menitikkan air mata ketika menyadari kelemahan dan kekurangan diri. Sekarang kami sudah tidak bisa membedakan mana Pak Tri mana Guruji. Bagi kami Bapak salah satu murid terkasih yang terpilih, dipersiapkan dan diberkahi oleh keberadaan. Kami melihat nyata wujud Guruji dalam diri Bapak.
Sembah sujudku Yang Mulia.
Santapan rohani yang Bapak sajikan dalam blog ini selalu fresh melengkapi menu utama bergizi tinggi dari Guruji, terutama bagi yang menginginkan kesehatan dalam arti yang sesungguhnya…….
Semoga karya Bapak dalam membantu tugas Guruji dapat mengilhami segenap anak bangsa…….
Dan kami mohon maaf sebelumnya Pak Tri, karena tanpa ijin kami telah mendownload hampir semua tulisan Bapak dalam blog ini.
‘Ngelmu Pangeraning Ngaurip’
Semoga semua makluk berbahagia
Terimakasih Guruji
Terimakasih Pak Tri
Terimakasih Keberadaan
Terimakasih
Terimakasih
Terimakasih…….
sigit,
Terima kasih Mas. Guruji adalah sumber mata air kesadaran yang selalu melimpah. SEtiap saat selalu ada hal baru yang membangkitkan kesadaran. Jay Gurudev!