Percakapan di Dalam Diri

 

Di tengah keheningan di waktu pagi, sebelum Sang Surya terbangun, terdengar celoteh ramai dalam diri memecah kesunyian.

Telinga bergumam : “Tanpaku, kalian semua tidak akan mendengar apa-apa. Apa tidak kesepian?”

Hidung menyela : “Memang, akan tetapi tanpaku kau tidak mencium bau apa-apa. Bisa jadi

sendalmu memijak kotoran ayam, tetapi tetap tidak kau sadari.”

Mata melakukan interupsi : “Kalau nggak ada aku semuanya gelap, mau diskusi apa lagi.”

Baru napas menunjukkan tangannya ke atas, mau angkat bicara. Semua koor bersama : “ Napas

mohon jangan kau katakan, kami paham bahwasanya kalau kau tidak ada, kami semuapun

game.”

Otak bangkit, angkat bicara : “Selama ini akulah yang membuat semuanya bermakna. Mata cuma

melihat benda diteruskan saraf-saraf dibawa kepadaku, akulah yang mengatakan itu benda apa.

Hidung hanya mencium suatu bebauan, akulah yang menerjemahkan itu bau apa. Telinga cuma

mendengarkan dan saraf-saraf pendengaran meneruskan kepadaku, akulah yang menetapkan itu

suara apa. Semua pengalaman kalian panca indera disimpan olehku . Akulah pemimpin kalian

semua.”

Semuanya diam, dalam hati mengiyakan pendapat otak, memang selama ini dia yang berkuasa. Dalam beberapa saat ditengah keheningan terdengar suara lembut : “Otak, jangan sombong,

kuungkapkan fakta bahwa kalau tidak ada kehidupan, kamu juga sekedar onggokan daging

basah yang segera bau, dan didaur ulang oleh batalion virus untuk kembali kepada unsur

asalmu. Aku terkandung di dalam napas. Aku meliputi seluruh ruang. Segala sesuatu yang ada

wujudnya terletak dalam suatu ruang.”

Semua Panca Indera terdiam dan merenung : “Kau itu siapa? Keberadaan?”

Pada waktu semua terdiam, di tengah keheningan kembali suara terdengar : “Aturlah napasmu,

ketika napasmu tenang, detak jantungmu tenang dan gelombang pikiranmu akan tenang. Pada

saat tidur lelap tanpa mimpi, deep sleep, organ-organ tubuh tetap bekerja dalam kedamaian,

selaras dan harmoni. Hormon melatonin dan hormon lain yang menenangkan muncul

menyejukkan hati, menyehatkan raga. Akulah penguasa yang sebenarnya. Tenanglah otak!

ketenanganmu membuat semuanya sinkron dengan alam semesta. Kebiasaan yang

berkepanjangan membuat synap saraf di otak hampir permanen. Pikiran, ucapan dan tindakan

tanpa terasa dikendalikan oleh saraf kebiasaan yang sudah basi. Berbahagialah mereka yang

bisa melepaskan belenggu kebiasaan. Hidup polos berdasar kilatan-kilatan pikiran sesaat. Hidup

bagaikan anak kecil tanpa penilaian, tanpa membandingkan, karena gudang perpustakaan

pengalaman yang kosong.”

Pikiran protes : “Edan!! Aku disingkirkan, terus diri tidak punya identitas lagi?”

Suara di keheningan berkata : Please cool! Tidak juga, hanya kau dikendalikan, diarahkan.”

Otak meneruskan: “Terus yang menjadi pemimpin siapa? Dan saranmu untuk mengendalikan aku

bagaimana? Aku sangat kuat dan sudah lama dijadikan pemimpin. Pengaruhku sudah tertanam

ke tulang sumsum.”

Kembali suara di keheningan menjawab: “Biarlah yang menjadi pimpinan hati nurani saja, aku

bersemayam di sana. Saranku? Kau akan menyerah ketika mereka hidup rileks, santai,

mensyukuri apa adanya, menyanyi dan menari ikuti irama alam semesta, sesekali tertawa lepas

ha ha ha ha ha ha.

Triwidodo

Desember 2007

PANCA AKSARA Membangkitkan keagamaan dalam diri manusia

Judul           : PANCA AKSARA Membangkitkan keagamaan dalam diri

                          manusia

Pengarang : Anand Krishna

Penerbit      : Pustaka Bali Post, Denpasar

Cetakan       : I, Juli 2007

Tebal            : 120 halaman, Buku Saku

Pointer Hikmah Panca Aksara

Adakah sesuatu yang dapat kupersembahkan kepada-Nya? Apapun yang ada di sekitarku, apa pun yang melekat pada diriku termasuk ragaku, pikiran serta perasaanku-diriku ini sendiri- semuanya milik-Mu.

  • Badanku, pikiranku, harta kekayaanku-sesungguhnya semuanya milik-Mu.

  • Ya Gusti, semuanya milik-Mu.

  • Apa yang menjadi milik-Mu, kepersembahkan kembali kepada-Mu.

  • Segala puja-puji bagi-Mu, wahai Tuhan semesta alam, Engkau yang maha membebaskan.

Engkau Hyang maha membebaskan, bebaskanlah diriku dari rasa kepemilikan, keangkuhan, keserakahan, kebodohan, ketaksadaran, kebencian. Bebaskan diriku dari perbudakan pada panca indera. Bebaskan ndiriku dari keinginan akan kenyamanan dan kenikmatan jasmani. Bebaskan diriku dari segala macam belenggu yang telah menjatuhkan derajatku, menjadi hamba dunia.

Kita telah menyaksikan kepunahan agam-agama kuno. Hindu adalah Sanaatana Dharma-kebajikan Illahi yang mengatur kehidupan manusia di dunia ini.

Bumi adalah Divya, wujud Ilahi yang paling nyata; Langit adalah Divya, pepohonan, sungai, laut, kali, angin, api, bahkan ruang itu sendiri-semuanya Divya. Manusia dan makhluk-makhluk lainnyapun Divya, tercipta dari cahaya Ilahi yang satu dan sama. Sebab itu, semuanya patut dihormati.

Ketika keagamaan atau religiositas seperti ini dianggap animis-manusia menjadi keras, kaku, alot, kasar.ia menodai, merusak, menghancurkan……..

Ia merasa arogan dan menganggap dirinya lebih hebat dari makhluk-makhluk lain, bentuk-bentuk kehidupan yang lain. Ia menempatkan dirinya diatas mereka semuanya. Ia merasa berhak melakukan apa saja.

Dalam waktu 50 tahun mendatang, kita akan kehilangan 2.000 pulau.

Saatnya kita kembali kepada ajaran leluhur, kepada budaya sal Nusantara, kepada kearifan lokal, kebijakan nenek moyang. Saatnya kita menghormati dan menghargai alam, lingkungan. Hubungan dengan alam dan sesama makhluk hidup-bukanlah hubungan horisontal sebagaimana dicekokkan kepada kita selama bertahun-tahun. Pun hubungan dengan Tuhan bukanlah vertikal. Tuhan tidak berada di atas sana, di lapisan langit ke sekian. Pemahaman vertkal horisontal seperti ini telah memisahkan kita dari alam.

Tuhan berada dimana-mana, Ia meliputi segalanya, sekaligus bersemayam di dalam diri setiap makhluk- inilah kearifan lokal kita. Dan hanyalah pemahaman seperti ini yang dapat menyelamatkan kita dari kemusnahan dan kehancuran.

Apa sih hidup ini sebenarnya? Apa arti kehidupan sesungguhnya? Apa tujuan keberadaanku di dunia?

Mengikuti latihan di ashram di bawah bimbingan seorang Master, atau siapapun jua , tidak menjamin sesuatu. Kesadaranmu adalah urusanmu. Tak seorangpun dapat mengurusinya untukmu. Kau harus mengurusinya sendiri.

Meditasi, bimbingan-semuanya itu hanya menciptakan suasana dimana pencerahan dapat terjadi. Namun terjadinya pencerahan bukanlah karena suasana semata. Suasana hanya mempermudah pekerjaanmu. Kau tetap bekerja sendiri.

Malas ah. Kemalasan yang kuwarisi dari evolusi panjang sebagai hewan. Hewan hanya mengurusi makan, minum, tidur. Ketika aku baru lahir urusanku juga hanya itu.

Dulu makan daging mentah, sekarang tidak lagi. Dulu makan rumput, sekarang yang sudah dimasak dan dibumbui. Dulu tidur di gua sekarang di rumah. Dulu ngeseks dengan siapa saja, kapan saja-sekarang memilih pasangan yang pas dan tidak di sembarang tempat.

KEHIDUPAN = Pengalaman + Pengalaman + Pengalaman.

Pengalaman yang dianggap membahagiakan. Annam Brahmaa. Makanan adalah Tuhan. Rasa lapar adalah rasa pertama. Makanan adalah pencarian pertama. Bertengkar, pertama demi buruan, demi ladang subur, demi mata air. Ia menggunakan naluri memakan pas buat otak. Pikiran sama dengan software tapi hardwarenya belum selaras belum compatible. Setelah selaras, Dalam perjalanan berikut ia melihat makan saja tidak membahagiakan. Napas adalah yang menentukan kehidupan. Materi hanyalah sebuah kesan, sebuah permainan energi. Energi menggerakkan badan manusia. Ketika energi sudah minim sekali, kita tinggal jasad. Sesungguhnya jasad juga energi, tetapi sudah tidak berguna karena tidak kelihatan bergerak. Gerakan atau tindakan, perbuatan.

PENGALAMAN = Perbuatan + Perbuatan + Perbuatan.

Setiap perbuatan akan membuahkan hasil yang selaras dengan hukum sebab akibat.

PERBUATAN = Keinginan + Keinginan + Keinginan.

KEINGINAN = Pikiran + Pikiran + Pikiran.

Ada yang berpendapat bahwa manusia adalah hasil pikiran, kita setuju dan tidak setuju. Manusia adalah kumpulan pengalaman sepanjang hidup OK. Ia menjalani hidup. Tidak setuju karena sesungguhnya manusia sedang menjalani hidup. Ia sedang melewati setiap pengalaman yang terjadi dalam dirinya. Ia adalah pelaku sekaligus penonton.

Setiap orang, bahkan setiap makhluk, sejak awal mulanya alam ini sesungguhnya mendambakan satu hal saja. Yaitu kebahagiaan sejati. Manusia ingin bahagia, ia mendambakan kebahagiaan. Tetapi, bukanlah kebahagiaan biasa, kebahagiaan sesaat. Ia menginginkan kebahagiaan yang kekal, abadi, langgeng.

Dengan memejamkan kedua matanya, ternyata ia dapat menutup diri bagi dunia. Ia menemukan sembilan lubang pada badannya. Ternyata lewat kesembilan lubang ini ia berinteraksi dengan dunia. Dua mata, dua telinga, dua lubang hidung, satu mulut, dubur dan alat kelamin. Adakah yang kesepuluh? Pikiran, mind.

Dunia benda ini tidak kekal. Tidak abadi. Kebendaan berubah terus. Apa yang kumiliki saat ini, pernah dimiliki orang lain sebelumnya. Dan, dapat berpindah tangan kapan saja.

Energi itulah Tuhan. Tuhan adalah Energi agung. The Supreme Energy. Energi yang berada dimana-mana, dan meliputi alam semesta, juga berada dalam diriku di dalam dirimu di dalam diri kita semua. Bagaimana memusatkan kesadaran kita pada Sumber di dalam diri? Dengan menggunakan getaran-getaran di dalam diri sebagai wahana, sebagai sarana. Getaran Awal yang menciptakan Suara.

Penciptaan, Pemeliharaan dan Pemusnahan. Berada di balik kelahiran, kematian dan sepotong kehidupan. Penciptaan adalah karya awal. Suara tangisan awal adalah pertanda kehidupan. Suara awal adalah ”A” yang dibaca seperti ”e” dalam apel. Jika suara dilakukan dengan mulut terbuka lebar, maka suara kedua ”U”, mulut harus membuka sedikit. Inilah suara kehidupan. Lalu dengan mulut tertutup rapat suara ”mmm” inilah suara ketiga, penutupan. AUM.

JUMLAH GETARAN PER DETIK

Frekuensi Rendah

Cahaya untuk penglihatan normal

Frekuensi Tinggi

Setinggi apapun kecepatan suara, kita dapat mengendalikannya. Seandainya kita menggunakan frekuensi tinggi untuk melihat sesuatu, seandainya menggunakan sinar ”X”. Yang terlihat hanya tulang belulang saja. Jika kita menggunakan frekuensi rendah misalnya gelombang mikro atau radio. Yang terlihat adalah gelombang energi. Semakin rendah frekuensi suatu gelomabang akan nsemakin luas jangkauannya. Dan seterusnya ….

Triwidodo

Desember 2007

Medis & Meditasi

Judul           : Medis & Meditasi

Pengarang : Anand Krishna

Penerbit     : PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

Cetakan      : Cetakan ke dua, 2001

Tebal           : 196 halaman

Pointer Hikmah Buku Medis & Meditasi

Energi dalam diri manusia (beberapa puluh ribu BTU dan bertenaga 120 V) berpusat di Pusar. Pembangkitnya disitu. Kemudian mengalir ke bawah atau ke atas. Jika mengalir ke bawah instink-instink hewani terstimuli. Warisan evolusi panjang bangkit kembali. Hidup sepenuhnya dikendalikan subconscious mind (SCM). Para cendekiawan berada di sini, keras alot kaku. Jika mengalir ke atas, menjadi kreatif dan konstruktif. Menjadi berkah bagi lingkungan. Hidup dikendalikan supersconcius mind (Sp CM). Berjiwa seni, lembut, pengertian, kasih. Mencari kebenaran bukan pembenaran. Kemungkinan ke tiga adalah pelampauan mind, no mind, yang bekerja adalah kesadaran murni, awareness. Tidak mencari kebenaran tetapi sudah menyatu dengan kebenaran.

Dalam yoga dan tantra, tradisi kuno, otak dianggap organ penting dan berhubungan dengan meditasi.

Dalam otak ada beberapa sistem yang bekerja :

a. Sistem sensoris, yang berkaitan dengan sel-sel saraf yang menerima rangsangan dari

panca indera.

b. Sistem motorik, yang terdiri dari sel-sel saraf yang memerintah dan menggerakkan

bagian-bagian atau organ-organ tubuh.

c. Sistem asosiasi, yang menggabungkan segala sesuatu yang telah dipelajari, dialami

atau diingat.

d. Ketiga sistem terletak dalam lapisan cortex, yang terdiri dari ratusan juta sel.

Dalam yoga dan tantra kita mengenal pusat-pusat energi yang berkaitan dengan lapisan-lapisan kesadaran manusia. Ini yang disebut chakra. Chakra keenam atau agya cakra berkaitan dengan otak. Agya berarti komandan, yang memerintah. Peningkatan kundalini, berarti peningkatan kesadaran, terjadi pula perubahan-perubahan anatomis, yang justru merupakan wewenang dokter untuk menjelaskan.

Jika dilihat dari sudut pandang biologis, gerak hidup binatang adalah untuk memenuhi 4 kebutuhan dasarnya yang disebut instink hewani :

  1. Kebutuhan untuk makan, untuk mengatasi lapar.

  2. Kebutuhan seks, untuk mengatasi gejolak nafsu.

  3. Kebutuhan tidur, untuk mengatasi mengantuk.

  4. Kebutuhan akan rasa nyaman, sehingga untuk mengatasi rasa takut atau khawatir, binatang bisa berbuat kekerasan, bahkan membunuh.

Bila manusia dalam hidupnya hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya atau instinknya, ia masih seperti binatang. Agamapun dikaitkan dengan instink hewani. Janji akan surga di mana manusia tidak kekurangan makan, minum, dilayani bidadari. Kemudian intimidasi neraka yang akan menyate manusia untuk selama-lamanya.

Ilmu medis mengakui adanya kebiasaan-kebiasaan dan kecenderungan-kecenderungan khas yang sudah ada dalam diri manusia, ketika ia dilahirkan. Mungkin ini bisa dikaitkan dengan reinkarnasi.

Terbentuknya synap baru, disebabkan oleh perhatian pada suatu rangsangan atau stimulus, dan pengulangan atau dimunculkannya stimulus tersebut berulang kali. Dalam diri manusia, synap-synap baru merupakan hasil conditioning oleh orang tua, masyarakat, pendidikan, adat-istiadat, agama, dan lain sebagainya. Dengan begitu terbentuklah sirkuit synap-synap saraf yang lebih permanen, stabil, dan sulit dihilangkan. Dalam bahasa meditasi, inilah yang disebut mind. Ia diperbudak oleh conditioning tersebut dan tidak bebas lagi untuk mengekspresikan dirinya. Meditasi mengantar kita pada penemuan jati diri. Latihan-latihan meditasi akan membebaskan manusia bdari conditioning yang membelengu jiwanya. Kemudian, synap-synap baru yang masih labil, yang muncul lenyap adalah thoughts. Thoughts akan selalu segar. Tidak basi seperti mind. Dengan thoughts kita bisa hidup dalam kekinian.

Manusia yang serakah, berbudaya tak kunjung cukup, keadaannya sama dengan orang yang kecanduan obat-obatan. Ketagihan oleh narkotika atau oleh uang, seks dan lain-lain, mekanismenya sama : dosisnya harus bertambah terus. Ketagihan stimulus pemenuh instink hewani atau property addict persis sama dengan narcotic drug addict.

Para praktisi yoga, meditasi dan para pujangga berhasil menaklukkan kebinatangan dalam diri. Yang mengendalikan, yang menaklukkan adalah kesadaran, kewaspadaan. Dengan terlampauinya lapisan-lapisan conscious mind dan subconscious mind, kita memasuki lapisan-lapisan dalam yang jauh lebih halus, lebih lembut, sehingga, mind menipis sekaligus meluas.

Dengan teknik MIRM (Masukan Informasi melalui Rileksasi Meditasi), conscious mind (CM) dibuat tenang, hening dan badan rileks, disertai background musik yang tenang lembut. CM demikian menjadi sangat waspada. Dalam waktu demikian, seorang Master mengucap verbal, memberi masukan informasi yang konstruktif, realistik, universal. Masukan informasi akan disimpan seluruhnya oleh SCM. MIRM bukanlah hipnotisme. Pada MIRM, CM tetap sadar, namun dengan kondisi tenang dan hening membuatnya menjadi sangat waspada. Sedangkan pada hipnotisme, CM dibuat tidak berdaya.

Banyak orang tersesat dalam alam bawah sadar. Betul-betul tersesat, dan mereka anggap sudah memasuki alam meditasi. Praktek meditasi sesungguhnya merupakan upaya melampaui tingkatan-tingkatan mind, dengan penuh kesadaran. Pada awalnya memang dibutuhkan teknik-teknik tertentu untuk melampaui CM dan memasuki SCM. Kegiatan itu memiliki agenda tunggal membersihkan tong sampah Subconscious. Sesuatu yang terlupakan oleh paguyuban-paguyuban meditasi, sehingga para pesertanya hidup dalam subconscious. Kesadaran mereka tidak pernah meningkat.

Fisik atau tubuh yang telah mati, terurai menjadi partikel kembali. Namun medan bio-electric SCM tidak ikut mati, karena energi memang tidak dapat mati. Ada hukum fisika tentang kekekalan energi. SCM yang tidak ikut mati mengalami proses pengolahan. Pengolahan itu dilakukan oleh SpCM. Dalam setiap orang sudah ada SpCM. Jika tidak mau lahir kembali, SpCM harus dilampaui ketika masih hidup.

Medan energi bio-electric SCM yang tidak ikut mati membentuk synap-synap asli dalam otak bayi yang baru lahir. Demikian otak bayi mewarisi informasi, keinginan, obsesi yang tersimpan dalam medan energi bio-electric SCM. Selanjutnya, terbentuk pula bagian-bagian tubuh lainnya sebagai pelengkap pelaksana. Bahkan medan energi bio-electric SCM bisa memilih tempat dan situasi, di mana tersedia stimulus-stimulus sesuai dengan yang dibutuhkannya.

Proses evolusi justru terjadi pada saat mind terwujud sebagai wujud materi yang solid, yaitu tubuh. Dengan kata lain, tubuh beserta otaknya adalah alat untuk berevolusi.

Ada orang yang memiliki reseptor synap saraf alertness asli, berarti dia tahu bahwa dia belum cukup tahu. Dia sadar akan conditioning oleh ideologi, kepercayaan, masyarakat, orang tua dan lain sebagainya. Secara medis hanya bisa dikatakan bahwa orang itu memiliki kecenderungan untuk menyambut dengan baik orang-orang yang akan mampu mengarahkan mereka. Mungkin orang seperti ini akan tertarik dengan cara-cara untuk pencapaian kesadaran tertinggi.

Apabila dalam suatu masyarakat sudah banyak pencari arah, pencari petunjuk. Atau bilamana dalam suatu masyarakat sudah cukup banyak yang memiliki reseptor synap saraf alertnes asli, dalam bangsa ini akan lahirlah seorang Master.

Triwidodo

Desember 2007