Percakapan Seorang Pejabat dengan Empat Istrinya


 

Konon, pada suatu saat di zaman kuno di Nusa Jawa berbicaralah Seorang Pejabat bijak dengan empat istrinya yang setia. Pada waktu itu, sesuai zamannya, mempunyai empat istri adalah hal yang lumrah. Junjungan mereka Sri Kresna konon mempunyai banyak istri dan banyak kekasih setia. Percakapan saat itu terekam oleh langit, dan terdengar nyata saat ini.

 

Sang Pejabat : Istri-istriku tercinta, besok lusa aku diutus Sang Raja bertugas ke negara Jambu Dwipa dengan membawa sebuah armada. Mungkin akan makan waktu berbulan-bulan, yakinlah bahtera kami tangguh menghadapi gelombang samudera di perjalanan. Setelah selesai tugasku dan akan pulang, apakah gerangan yang menjadi permintaan kalian sebagai buah tangan yang akan kubawakan dari sana?

 

Isteri pertama : Kakanda, Adinda mempunyai suatu penyakit yang apabila kumat, Adinda tidak tidak dapat melayani Kakanda dengan sempurna. Sebagai isteri Dinda ingin melayani kanda dengan sempurna, tolong bawakan obat-obat Ayurveda untuk menyembuhkan penyakit Dinda.

 

Isteri kedua : Kakanda tersayang, Adinda sehat, tetapi ingat betapa moleknya Dinda sewaktu memakai busana indah, Kandapun terpesona bukan? Demi bhakti Dinda, untuk membahagiakan Kanda, tolong dong Dinda dibelikan beberapa potong kain sari terindah dari Jambu Dwipa.

 

Isteri ketiga : Kakanda yang bijaksana, Adinda menyadari hubungan fisik ini ada batasnya, suatu kali hamba pun menjadi tua, demikian pula Kanda. Hubungan kita mestinya tidak fisik semata tetapi mesti berdasarkan spiritual. Kesadaran kita akan kefanaan dunia membuka mata kita. Kakanda, mohon belikanlah Sutra, Buku Suci yang menjelaskan hubungan suami-istri berdasarkan spiritual. Dinda dengar banyak Yogi tercerahkan di Jambu Dwipa mohon didapatkan buku spiritual yang diinginkan Dinda tersebut.

 

Isteri keempat : Kakanda, Saudara-saudara kami memang pandai mengungkapkan kasihnya kepada Paduka. Hamba tidak seperti itu Paduka, hamba hanya cinta Paduka, pulanglah ke Nusa Jawa dengan selamat hamba, akan sangat bahagia.

 

Sang Pejabat : Baiklah isteri-isteriku tercinta, kalian memang luar biasa, tidak salah Kakanda meminta Eyang Wiswamitra mengajari kalian. Kanda mohon izin berangkat besok lusa setelah esok hari menghadap Sri Baginda Raja.

 

Di atas bahtera di tengah samudera, tiba-tiba suatu ‘insight’ muncul di hati sang Pejabat. Isteri pertamaku adalah seorang yang berbakti, Dia selalu memohon kepada Tuhan apabila sedang mendapatkan kesulitan. Isteriku yang kedua, juga seorang sholihah, selalu berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa agar selalu diberikan anugerah bagi dirinya, untuk dapat membahagiakan semua orang. Isteriku yang ketiga, kesadarannya lebih tinggi, sudah memahami dunia yang tidak abadi. Dia selalu haus pengetahuan rohani agar mendapatkan ‘ananda’, kebahagiaan sejati dari dalam diri. Lain lagi Isteriku yang keempat. Dia betul-betul mencintai aku sepenuh hatinya, asal aku bahagia cukuplah bagi dirinya. Dia sudah melampaui kewarasannya, dia sudah tidak menggunakan pikiran lagi. Dia betul-betul mencintai saya. Oh, Gusti, Hyang Widi, seandainya Gusti mempunyai ‘bhakta’ semacam isteri-isteriku yang selalu berbakti kepada-Mu Gusti, Kau akan memilih yang mana? Itu urusan-Mu Gusti, aku sekedar mengarungi samudera menyelesaikan hutang-hutang karmaku. Menyelesaikan tugas-tugasku. Kalau bersua keadaan demikian, pikiranku buntu, perasaanku galau, tuntunlah kami agar kami selaras dengan alam semesta. Aku melihat alam semesta sebagai wujud kasih-Mu.

 

Triwidodo

Desember 2007.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: