Ada Apa Gusti?

 

Dulu, agar aku bahagia aku menyapu rumahku

Kini, diriku menyapu agar rumahku bahagia

Dulu, aku ingin bertanggung jawab, aku makan – aku yang bersihkan, dan aku mencuci piring

Kini, diriku mencuci agar piring bahagia

Diriku makan sehat agar tubuhku bahagia

Diriku makan enak agar rasaku bahagia

Diriku makan agar makanan yang telah disajikan bahagia

Diriku mendengar dari dalam hati bahwa kaca-mataku ingin dicuci

Diriku mencuci demi kacamataku

Bahwa hasilnya diriku dapat melihat lebih jelas itu sudah aturan alam

Lucu sekali Gusti

Diriku merasa berubah

Yang merubah Engkau

Yang bekerja Engkau

Orang lain memahamiku atau tidak

Bukan urusanku

Baginya persepsinya

Bagiku persepsiku

Diriku mencintai-Mu

Guru sudah lama menuntun diriku

Mungkin sudah Guru berikan semua untuk diriku

Diriku saja yang paham sedikit-sedikit

Pikiranku telmi, telat mikir

Perasaanku pun telnge, telat ngerasa

Sudahlah, terima kasih untuk semuanya.

 

Triwidodo

Desember 2007

Berbeda-beda Hakikatnya Satu Jua

 

Sewaktu tubuhku sehat, tidak ada keluhan

Aku merasa tubuhku satu kesatuan

Tidak kusadari aku punya paru-paru, jantung, ginjal dan yang lain

Sewaktu kakiku sakit, aku baru sadar bahwa aku punya kaki

Sewaktu perutku mulas, aku baru sadar aku punya perut

Pada waktu diriku bahagia, tidak ada kesedihan

Aku merasa diriku satu kesatuan dengan alam

Sewaktu diriku sakit hati, aku baru sadar bahwa aku berbeda dengan yang lain

Kesakitan, ketidakbahagiaan, ego membuat aku terpisah dengan lainnya

Aku merasa terpisah karena sedang sakit

O, Gusti

Lewat Guru, buku, keheningan, dan semua yang menuntunku

Sedikit-sedikit dibukakan pemahamanku

 

Tiba-tiba aku ingat buku yang pernah kubaca

Setiap kali aku menghirup napas, aku menghirup 1022 atom dari alam semesta

Yang akan menjadi sel-sel otak, jantung, paru-paru dan yang lain

Setiap kali aku menghembuskan napas, aku mengeluarkan 1022 atom ke alam semesta

Yang terdiri dari kepingan otak, jantung, paru-paru dan yang lain

Aku mempertukarkan organ tubuhku dengan organ tubuh orang lain,

Dengan orang yang pernah hidup, dengan semua makhluk, semua zat, yang pernah hidup

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, hampir semua atomku sudah berganti total

Atomku darimu, atommu dariku

Sejatinya semuanya adalah energi

Hakikatnya kita semua satu

Gusti, kalau saja aku tahu bahwa ego itu penyakit………

Perlu perjuangan untuk memelihara kesadaran bahwa kita itu satu

Perlu perjuangan untuk melakoni hidup sehari-hari dengan kesadaran bahwa kita itu satu

Sudah lama Guru mengajariku

Pikiranku saja yang bebal, otak lumpur

Terima kasih Gusti

Terima kasih Guru

 

Triwidodo

Desember 2007

Khalifah Dunia

 

Kulihat bulan begitu halus

Itu menurut penglihatanku

Bumi beredar mengelilingi matahari

Itu menurut pengetahuanku

Karena bagi mataku, mataharilah yang bergerak ke barat

Kupahami seorang Kepala Negara

Itu pemahamanku, orang lain belum tentu begitu

Dunia ini

Adalah dunia menurut pemahamanku

Pandangan orang lain baginya, pandanganku bagiku

Aku khalifah bagi dunia, dunia sesuai pemahamanku

Bagaimana kalau aku dapat memperbaiki pemahamanku sendiri?

Seandainya aku memahami dan percaya adanya hukum alam

Maka semuanya kuterjemahkan, memang begitulah adanya

Kuterima apa adanya, sudah seharusnya begitu

Kupakai pikiran sebagai alat untuk memperbaiki cara berpikir

Kalau begitu, aku memang khalifah bagi dunia ini, dunia menurut pemahamanku

Apa yang terjadi padaku berjalan sesuai hukum alam

Setiap akibat pasti ada sebabnya

Tetapi cara mengelola, cara memahami adalah urusanku

Tidak bisa orang lain memaksaku

Semua kubuat tak berdaya,

Takluk dalam persepsiku

Akulah pembentuk persepsiku

Sudahlah Gusti

Permainan apa lagi, Gusti?

Aku Siapa? Aku yang mana?

Kuanggap saja ini semua permainan-Mu

Sudahlah Gusti

Lebih baik aku diam

Mendengarkan keheningan

Melihat dengan mata tertutup

Aku mencintaimu, Gusti

Kalau saja diriku dipenuhi kasih-Mu

Kasih sudah mencapai tulang sumsumku

Aku akan dapat memahami Dia yang dikenal sebagai Putera-Mu

Yang berkata kepada orang yang mencelakakan-Nya

Ampuni mereka Bapa, karena mereka tidak tahu

Persepsi mereka belum benar

Terima kasih Guru

Bapa, Gusti, Kekasih, Pangeran, Guru Sejati, semua Nama tergantung persepsi pribadi

Terima kasih Guru

Gusti menuntun diriku lewat-Mu

 

Triwidodo

Desember 2007.