Antara Manusia dan Pandawa Lima


 

Di tengah malam, diriku terbangun

Sadari keadaan sebentar, terus pikiranku entah kemana

Pikiranku selalu bekerja

Memikirkan yang telah lalu dan mereka-reka yang akan datang

Perlu perjuangan untuk hidup dalam kekinian

 

Diriku ingat dan bersyukur, satu masalah berat sudah terselesaikan

Baru saja kusadari, Keberadaan hanya kupakai sebagai alatku

Diriku melangkah angkuh di dunia, bertemu kesulitan baru teringat Dia

Baru kusadari, Keberadaan kupakai sebagai alatku saja

 

Teringat cerita tentang Pandawa Lima di zaman Hastina

Habis semua dimeja judi, dicurangi para Kurawa

Dengan sedikit yang tersisa terusir dari istana

Tetapi selamat juga berkat tuntunan Sri Krishna

 

Usiaku sudah direbut Sang Kala, entah berapa tahun masih tersisa

Penglihatanku ditarik dengan paksa, semakin tebal lensa kacamata

Rambutku dicurangi, tinggal sedikit warna hitam yang masih ada

Kulit haluskupun direnggut juga

 

Asam urat dijejalkan dalam kakiku

Radang memerah sudah mulai krasan di tenggorokanku

Belum sadar juga aku

Diriku ditipu oleh Sang Waktu

 

Gusti, sangat aneh Gusti

Setiap saat lihat orang mati

Masih juga tak melihat kenyataan, kitapun juga antri

Dunia begitu memikat, membuat orang lupa diri

 

Wahai Guru

Pandawa Lima selamat berkat dituntun Sri Krishna

Diriku pun masih kecil Guru, baru belajar melangkah

Tuntunlah Guru

Hasratku dapat berjalan mantap

 

Sudah lama aku jatuh bangun – jatuh bangun

Engkau tahu caranya agar diriku selalu bangun

Tuntunlah kami

Pandulah kami

 

Triwidodo

Desember 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: