Pemandu yang Bukan Penerjemah


 

Banyak orang bisa memahami lain bahasa

Dibanding yang sehari-hari berkomunikasi memakainya tetap kalah jua

Kesalah pahaman bisa terjadi saja

Apalagi lewat penerjemah yang belum tentu menguasai penuh kedua bahasa

Perbedaan tingkat pemahaman antara penyampai pesan dan penerjemah pun menambah kendala

Mungkin saja, lain dimaksud lain diterima

Bodhidharma membisu menatap tembok beberapa masa

Hanya untuk mempelajari dialek Cina

Setelah itu barulah dia menyampaikan pesannya

 

Beruntunglah mereka yang berhadapan langsung lewat bahasa yang sama

Perbedaan bahasa dan perbedaan tingkat kesadaran adalah awal kesalahan

 

Gusti,

Engkau bicara memakai bahasa apa?

Kalaupun kesadaranku masih begitu rendah

Dari dulu diriku mendamba

Sudilah Engkau melahirkan penyampai pesan dalam lingkunganku

Sehingga aku paham bahasanya, bahasa ibuku

 

Gusti,

Kudengar Engkau meningkatkan kesadaran lewat apa saja

Guru, Buku ataupun Alam yang terkembang sebagai sarana

 

Gusti, diriku masih pekak,

Gusti, diriku masih buta

Gusti, mohon panduan-Mu

Mungkin saja sudah ada pemandu yang Kau berikan

Diriku saja yang berotak lumpur, berhati batu

Gusti, mohon panduan-Mu

 

Triwidodo

Desember 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: