Percakapan antara Pembuat Genting dan Guru Tetangganya


 

Pada suatu hari seorang Pembuat Genting berbincang-bincang dengan tetangganya, Seorang Guru Sekolah Dasar. Sang Pembuat Genting mendapatkan pelajaran berharga dari pembicaraan tersebut. Hal yang sebelumnya tidak pernah terbersit di benaknya. Mari kita dengarkan pembicaraan mereka.

 

Pak Guru: Pak, minta tolong dijelaskan bagaimana prosesnya membuat genteng yang baik.

 

Pembuat Genteng: Baik Pak, tetapi mungkin Bapak bisa mengkaitkan pembuatan genteng yang baik dengan kehidupan di dunia ini menurut pemahaman Bapak. Seperti Bapak ketahui, kami sering nglakoni untuk mendapatkan ketenangan hidup. Dan juga suka mendalami laku spiritual , tidak jauh berbeda dengan Bapak.

 

Pak Guru: Wah seharusnya Bapak yang memberi nasihat, tapi okelah kita diskusi saja ya pak? Saya belum lama ikut meditasi, tetapi salah seorang teman saya sering bicara dan mengkaitkan apa saja dengan nilai-nilai spiritual. Mungkin hal tersebut berguna. Silahkan mulai cerita tentang pembuatan genting.

 

Pembuat Genting: Pertama, kami harus mendapatkan tanah liat berkualitas baik, kemudian kami campur dengan kotoran sapi dan kami aduk hingga rata. Selanjutnya kami masukkan dalam cetakan, kami pres kuat-kuat dan setelah selesai kami jemur di terik matahari. Sampai tiba waktunya mereka kami bakar dan akhirnya, menjadi genteng yang kuat. Memang selalu ada saja yang gagal, tetapi berdasar pengalaman kami, dengan tanah yang baik menghasilkan genteng yang prima.

 

Pak Guru: Dalam kehidupan pun, kita harus menjaga pergaulan kita, seperti tanah liat yang tidak mau bercampur dengan sembarang tanah karena telah berhasrat untuk menjadi genteng yang unggul. Kita pun harus memilih teman-teman yang tidak menurunkan tingkat kesadaran kita.

 

Pembuat Genting: Terima kasih, kami pernah sedikit-sedikit mendengar tentang Satsang. Pergaulan yang baik.

 

Pak Guru: Selanjutnya, tanah liat harus pasrah dengan ahlinya, mau dicampur, diaduk dengan kotoran sapi. Sebelumnya puasa dulu, mengendalikan diri secukupnya dari nafsu berbasah-ria. Kemudian sabar menerima kejadian yang menimpanya seperti dipres, mendapatkan tekanan hingga hampir sulit bernapas. Juga tidak mengeluh dijemur di terik matahari. Begitulah seharusnya sikap manusia yang telah menetapkan tujuan untuk mendapatkan kebahagiaan abadi.

 

Pembuat Genting: Luar biasa Pak, kita harus yakin dengan Hyang Widi. Dia akan menghamparkan kesempatan kepada kita untuk meningkatkan kesadaran dengan menyediakan seorang guru, seorang yang ahli, master yang akan memandu kita dalam mengarungi samudera kehidupan.

 

Pak Guru: Ketahuan. Rupanya Bapak sudah memahami spiritual ya? Setelah dijemur, calon genting siap memasuki ruang yang panas membara, dan selanjutnya terjadilah transformasi, berubahlah tanah liat menjadi keramik yang kuat. Dengan persiapan yang matang dan dipanasi latihan rohani dengan disiplin akhirnya terjadilah transformasi diri.

 

Pembuat Genting: Perubahan yang mendasar? Seperti perubahan larva kepompong menjadi kupu-kupu yang dapat terbang?

 

Pak Guru: Betul Pak, setelah itu genteng menjalankan dharmanya, mengayomi penghuni rumah dan sudah tidak terpengaruh oleh kebaikan dan keburukan sikap orang lain terhadapnya.

 

Pembuat Genting: Seperti Sang Surya yang selalu menyinari alam semesta sampai waktu yang diamanatkannya, tanpa terpengaruh luaran? Seandainya saja kita semua dapat menjalankan dharma dengan penuh kasih setiap saat. Kasih yang abadi selamanya, tak terpengaruh usia, lepas dari jeratan Sang Kala. Terima kasih sekali Pak, mari mampir ke rumah, ibunya anak-anak menyiapkan teh hangat dan singkong goreng.

 

Pak Guru: Terima kasih Pak, mata saya terbuka, banyak manusia yang bijak tetapi tidak mau tampil menonjol seperti Bapak contohnya, yang penting memahami hidup dengan penuh keceriaan.

 

Triwidodo, Januari 2008

Iklan

2 Tanggapan

  1. pak maaf aq minta wawancaranya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: