Melepaskan Belenggu Perbudakan Pikiran


 

Gusti,

Baru kusadari, kerangka pemikiranku, mind-ku dibuat oleh orang lain.

Orang tua, pengajar di sekolah, lembaga agama, dan lain-lainnya mempunyai standar

Standar penetap, mana yang benar mana yang salah.

Aku dipolakan untuk mempercayai mereka sejak balita.

Nyaris aku mempercayainya

 

Ada yang memuji, aku senang

Ada yang mencaci, aku sedih

Kelahiran diminta gembira

Kematian diminta berduka

Nyaris aku diprogram sempurna

Naik pangkat harus berbahagia

Kehilangan pangkat harus kecewa

Sehingga aku menjadi budaknya kerangka pemikiran

Kerangka yang aku terima

 

Untuk mendapatkan pengakuan masyarakat aku menggadaikan jiwa

Untuk mempertahankan popularitas aku mengabaikan nurani

terjadi konflik batin sudah hal yang biasa.

Haruskah begini ini kualami sampai mati?

 

Enam belas jam sehari, dipantau gerak-gerikku,

Si pemantau adalah kerangka pemikiran, mind-ku.

Tidur, terasa amat melegakan, terlepas dari segala jeratan

Tidak bisa tidur menjadi gila, stres berat bagi manusia

 

Lewat peningkatan kesadaran,

Aku mulai mempertanyakan

Ya, kalau kerangka itu benar

Aku diminta mencari kebahagiaan abadi, dengan mengejar setengah mati hal-hal duniawi

Hal-hal yang tidak abadi

Aku diminta, dan kadang terasa agak memaksa, untuk mempercayai keyakinan mereka

Ikut sana aku disimpulkan masuk neraka.

Ikut sini aku dipastikan tidak selamat juga.

Cap sesat bila aku berbeda

 

Hal-hal di luar pun tak bisa disalahkan

Selama ini ego berkuasa tanpa tandingan

Rasa dan nurani kelewat terabaikan

Susah senang, suka duka, gelisah tak terelakkan

 

Gusti,

Kuperbaiki pola berpikirku dengan pemahaman baru

Membuang pola lama bukan perjuangan sederhana

Tetapi aku percaya

Hidup dengan berkesadaran sudah tiba gilirannya

 

Triwidodo

Januari 2007

Iklan

4 Tanggapan

  1. cinta,jiwa dan kebebasan nya Rumi..?

  2. Terima kasih,
    Kami pribadi yakin, banyak jalan satu tujuan. Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrowa. Tidak ada Dharma mendua.

  3. bagus sekali…
    tapi bagaimana caranya melepaskan belenggu itu, sehingga kesadaran diri sejati,bisa kembali

  4. Will Power, kehendak kuat untuk meniti ke dalam diri. Alam akan membimbing mereka yang berkehendak kuat meniti ke dalam diri. Bantuan alam dapat berupa Guru, Buku, Sahabat, Pengalaman hidup dll. Bisa mencoba latihan Seni Memberdaya Diri di Anand Krishna Center.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: