Kekinian


 

Padang rumput nan luas sejauh mata memandang

Kubayangkan diriku masuk berbaring di tengahnya

Nampak di atas bintang-bintang bergemerlapan di ruang angkasa tak terbatas

Terdengar suara desir angin dan kemudian hening lagi

Kekinian yang membahagiakan

 

Pikiran mau masuk, kuperingatkan

Tadinya sunyi, kemudian pikiran masuk, selanjutnya sunyi lagi

Tadinya sunyi, terus suara angin terdengar, untuk kemudian sunyi lagi

Tadinya padang rumput kosong, terus ada diriku, sesaat kemudian lengang lagi

 

Tidak demikiankah keadaan di dunia?

Tadinya fisikku tidak ada

Selanjutnya mulai berkembang dalam rahim seorang ibu

Tiba saatnya lahir di dunia dan mekar

Untuk akhirnya fisikku tidak ada lagi

 

Dari ketiadaan, kemudian ada, dan akhirnya tidak ada lagi

Itulah sifat dunia

Kenapa disesali?

Kenapa dipertahankan setengah mati?

Kenapa tidak memilih menikmati kekinian.

 

Ketika diri terserap dalam keasyikan berkarya

Ketika tubuh terbenam dalam keasyikan menari

Ketika diri menikmati keasyikan bernyanyi

Timbul rasa bahagia dari dalam diri

Bahagia di celah indah antara dua pikiran yang bekerja

Bahagia dalam kekinian

 

Triwidodo

Februari 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: