Be Happy! Jadilah bahagia dan berkah bagi dunia

Judul                : Be Happy! Jadilah bahagia dan berkah bagi dunia

Pengarang       : Anand Krishna

Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan           : Cetakan Pertama 2008

Tebal               : 178 halaman 

Mutiara Quotation Buku Be Happy! 

Bahagia dan derita adalah pilihan bebas kita. pilihlah bahagia, dan singkirkan penghalangnya, maka hidup Anda akan menjadi sebuah perayaan, dan diri Anda pun akan menjadi berkah bagi dunia. “Sikap santai” terkait dengan kenyamanan tubuh, kenyamanan sesaat, karena tubuh itu sendiri bersifat temporer dan tak dapat bertahan untuk selamanya. selain itu, apa yang dapat membuat Anda santai untuk sesaat atau dua saat belum tentu membuat saya santai.Pertanyaan saya: Apakah semuanya itu membahagiakan?

Bertanyalah pada seekor kambing. Saya kira, dia tidak tahu bahagia itu apa. Selama masih bisa makan rumput dan hidup dalam kandang, ya bahagialah dia. Padahal, itu baru sebatas kenyamanan. Dia tidak dapat membedakan kebahagiaan dari kenyamanan.Bertanyalah kepada seekor keledai. Selama ada yang masih menyediakan makanan baginya, diapun tenang. Dan, ketenangan itu dianggapnya kebahagiaan.Kita manusia, dan kita memiliki kemampuan untuk membedakan kenyamanan sesaat dari kebahagiaan sejati. 

Polling yang diadakan di Inggris pada tahun 1957 menyatakan bahwa 52% di antara para responden merasa sudah cukup bahagia. Sementara itu, pada tahun 2007, hanya 36% yang merasa bahagia. Padahal, dalam 50 tahun terakhir penghasilan orang-orang Inggris telah meningkat hingga 3 kali lipat.Mengutamakan kebahagiaan tidak berarti bahwa uang btidak penting. Uang tetap penting, tetapi uang bukanlah segalanya. Bila uang dapat membahagiakan, semestinya orang kaya tidak pernah menderita, walaupun sakit. Ternyata tidak demikian. Orang sakit, tak peduli kaya atau miskin, tetap saja menderita. Uang hanya dapat membeli obat-obatan. Uang hanya memastikan si kaya memperoleh bantuan medis yang terbaik, namun tidak menjamin pemulihan kesehatan. 

Faktor-faktor membahagiakan menurut polling BBC:

1         Relasi.

2         Kesehatan.

3         Ketenangan batin dan kepuasan. 

Kepuasan dan ketenangan batin atau contentment dan inner peace adalah rasa puas dan tenang yang muncul dari kesadaran. Kita sadar bahwa keinginan tidak mengenal batas. Setiap keinginan yang terpenuhi menimbulkan kekecewaan. Karena itu, dengan penuh kesadaran kita membatasi keinginan kit. Saat itulah kita menjadi puas. Kala itulah kita menjadi tenang. Aman Sentosa.

Kunci kebahagiaan adalah kesadaran. Dengan kunci kesadaran itulah kita membuka pintu batin dan menemukan inner peace dan contentment yang dimaksud. Harga diri – inilah pemicu yang dibutuhkan. Selama ini kita tidak bahagia, kita mencari kebahagiaan di luar, karena kita tidak pernah menghargai diri sendiri. Justru keadaan dan benda-benda di luarlah yang kita hargai.  Bekerja keras dan puaslah dengan apa yang kita peroleh. Janganlah kecewa bila apa yang kita peroleh tidak sesuai dengan harapan.

Harapan nadalah sebuah nilusi. Harapan adalah khayalan. Apa yang kita peroleh adalah kenyataan. Janganlah menukar kenyataan dengan khayalan.  Nabi Isa pernah meningatkan kita. Carilah Dia, maka segala sesuatu yang lain akan ditambahkan kepadamu. Maksudnya carilah Dia, dan tidak perlu pusing dengan segala yang lain karena yang lain itu dengan sendirinya akan terpenuhi. Kita membalikkannya. Karena kita menginginkan segala sesutu tambahan itu, kita memanfaatkan Dia agar memenuhi keinginan kita akan segala tambahan itu. Kita sesungguhnya menginginkan semua tambahan itu, kita pun mencari Dia supaya memperoleh segala sesuatu. Shift awareness inilah yang membahagiakan. Seorang pecandu, pemabuk, perokok dan orang gila merasa bahagia ketika ia mengalami shift of awareness, ketika ia melampaui kesdaran jaga dan memasuki kesadaran yang lain. Saat terjadinya shift awareness itulah yang membahagiakan.

Marilah kita mencari kebahagiaan sejati yang langgeng nan abadi lewat shift awareness yang terjadi bukan sesaat saja, tetapi untuk selamanya. Berarti shifting awareness yang kita rasakan mesti berlanjut untuk waktu yang lama.  Jalan menuju kebahagiaan sesungguhnya lurus dan tanpa liku. Kekacauan pikiran kitalah yang menciptakan halangan, rintangan dan liku. Kekacauan tidak perlu dilawan, hanya perlu dipahami sebagai kekacauan, kemudian dilampaui. Saat mengahdapi kebuntuan ambillah jalur alternatif.

Kesimpulan pertama: ketertutupan adalah penghalang utama. Dengan membuka wawasan, memperluas pandangan, terbukalah apa yang selama ini tertutup.

Kesimpulan kedua: ketertutupan mematikan kreativitas. Hilangnya kreativitas itulah penghalang kedua.

Kesimpulan ketiga: ada jenis persahabatan dan/atau lingkungan yang btidak menunjang.  Orang yang terlalu mengandalkan belahan otak kiri bisa menjadi amat tertutup. Mereka sangat percaya pada logika. Mereka mencapai titik jenuh, titik teratas dan terdalam yang dapat dicapai oleh pengetahuan, sebelum belahan otak kanan menjadi aktif.Belahan otak kanan yang berfungsi secara optimal membuat seseorang menjadi sangat kreatif. Hitler sangat kreatif, terpancing oleh konspirasi pedagang yang ingin menguasai dunia ini. 

Pelaku utama dalam masing-masing kubu dalam perang dunia kedua adalah the right brain. Hitler adalah korban konspirasi, sebagaimana napoleon telah menjadi korban. Perang dunia pertama pun sesungguhnya terjadi karena konspirasi kaum pedagang.

Mereka yang berperan 300-400 tahun lalu hingga hari ini pun masih berperan. Mereka adalah orang-orang yang sama. Nama-nama mereka masih tercatat dalam daftar para bankir dunia, para bankir papan atas, para bankir kelas kakap.  

Dari kinesiologi kita tahu bahwa ketika kita berbohong, atau menghadapi kebohongan, bahkan ketika kita berada dalam suatu lingkungan di mana kebohongan sedang terjadi atau di mana kebohongan dibenarkan, otot-otot kita akan melemah. Otot-otot yang melemah ini kemudian membuat seluruh tubuh melemah. Pun jiwa kita ikut melemah, karena ia tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.  Sekadar informasi, yang barangkali berguna bagi anda: pemanis buatan jenis apa pun melemahkan otot-otot anda. Termasuk gula pasir yang sudah mengalami proses kimiawi.Walau tidak membebani kelenjar pankreas, pemanis buatan tidak bermanfaat bagi tubuh, karena mengirim sinyal ketidakberdayaan kepada kelenjar tersebut. Otot-otot anda tidak pernah berbohong.  

Level kinesiologi.

Level 20. level terendah yang dapat dideteksi tanpa peralatan canggih. Ketika seseorang dalam keadaan memalukan, dipermalukan, atau mempermalukan orang lain. Energi power sangat rendah , maka mereka berusaha mencari energi force dari luar diri dengan cara yang merusak. Para teroris berada pada level ini.

Sedikit di atas level 30. seseorang merasa bersalah.

Level 50 adalah level para apatis. Ia merasa tidak berdaya. Padahal perasaan itu bukanlah nperasaan yang benar. Perasaan itu muncul karena energinya berada pada level yang rendah.

Level 75. Seseorang selalu berduka. Baginorang-orang pada level ini hidup di dunia sungguh tragis.

Level 100. Rasa takut. Orang byang menakut-takuti pun hanya mengungkapkan apa yang ada di dalam mereka sendiri. Pada level ini manusia tetap gelisah.

Level 100. Border line antar sifat manusiawi dan hewani. Berada di atas ini kita baru menjadi manusia.

Level 125. Baru muncul keinginan.

Level 150. Amarah. Tidak terpenuhinya keinginan membuat kita kecewa, marah.

Level 175. Kebanggaan / keangkuhan.

Level 200. Semangat yang membara. Saat ini hanya 15% warga dunia yang berada di atas level 200. kira-kira 85% yang lain berada antara level 175 dan 200. level yang berbahaya kalau mereka terjebak dalam keangkuhan diri bisa turun dalam level sebelumnya.

Level 250. Seseorang meraih keseimbangan. Ia bekerja tanpa pamrih. Setidaknya tidak hanya mementingkan diri dan kelompok kecil lingkaran terdekatnya.

Level 310. Kesiapsediaan. Kesigapan.

Level 350. Kita menerima diri sepenuhnya.

Level 400. Manuasia menjadi bijak.

Level 500. Cinta. Inilah level aman. Bila sudah mengenal cinta, kesadaran kita tak akan banyak merosot. Warga dunia yang mencapai ini tidak lebih dari 4%.  Kedamaian di masa lalu hanyalah sebuah mitos yang terlanjur kita percayai. Perbudakan masih dibenarkan. Pembunuhan masih diterima. Orang yang berada pada tingkat energi yang rendah telah mengacaukan dunia kita.  Mereka adalah orang yang percaya pada kekerasan dan paksaan. Mereka yang berada pada level 500 sudah pasti gelisah melihat keadaan dunia saat ini. Mereka menggunakan energi kegelisahan mereka untuk secara aktif menciptakan dunia baru.

Level 540. Meraih keceriaan.

Level 600. Pembawa kedamaian.

Level 700-1.000. Pencerahan sempurna.  Aku yakin bahwa setidaknya kita dapat mengubah keadaan kita sendiri. Kemudian, diri yang berubah itu dapat menjadi bi bit bagi perubahan. Bibit yogurt secuil dapat menguabh secawan susu menjadi yogurt. Bibit yogurt, susu dan yogurt, alam yang bekerja sesuai dengan hukumnya. Aku hanya berusaha untuk menciptakan bibit, itu saja. Selanjutnya apa yang terjadi adalah kehendak Ilahi.  

Triwidodo

Februari 2008

Iklan

Tantra Yoga

Judul          : Tantra Yoga
Pengarang : Anand Krishna
Penerbit    : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan     : Cetakan Pertama 2001
Tebal          : 393 halaman

Mutiara Quotation Buku Tantra Yoga

Mari kita belajar bersama, berkembang bersama, memperoleh pengetahuan bersama; semoga tidak terjadi kesalahpahaman di antara kita. Bila terjadi, secara sengaja maupun tidak sengaja , semoga kita dapat saling memaafkan. Damai, Damai, Damai.

Istilah tantra kaya dengan makna. Ada yang menerjemahkan sebagai tanoti – sesuatu yang berekspansi, ada yang menerjemahkan sebagai trayate – sesuatu yang membebaskan. Ada yang menerjemahkan sebagai metode, cara dan ada pula yang mengartikan sebagai web, jaringan, inner-net. Banyak sudut untuk memasuki tantra, di sini masuk lewat sudut hubungan Tilopa dan Naropa, Mursyid dan Murid.

Duduk bersama seorang Guru berarti menyelam bersama dia. Karena seorang Guru sangat dinamis, maka duduk dia bukanlah duduk biasa. Duduk dia, keheningan dia menunjukkan dia sedang berjalan cepat. Cepat sekali. Seperti pesawat yang terbang dengan kecepatan tinggi. Naikilah pesawat sang Guru. Anda akan meluncur bersama dia. Anda akan tetap nyaman, tak ada guncangan. Sang Guru tahu persis bagaimana menghindari cuaca buruk, awan yang mengganggu dan lain sebagainya.

Mahamudra berarti the great seal. Seal adalah stempel. Inilah ajaran tertinggi, berarti sesudah yang satu ini, tidak ada sesuatu yang perlu disampaikan lagi.

Sebagaimana Nabi Muhammad dianggap sebagai Seal of The Prophets, berarti setelah Nabi Muhammad tidak ada pesan yang perlu disampaikan lagi. Di dunia ini akan selalu ada para wali, para suci, para Buddha, para avatar, para mesias….. Tetapi sesuatu yang perlu diucapkan sudah diucapkan. Sang Nabi sudah mengucapkan La Ilah ila Allah. Tidak ada sesuatu di luar Allah, Yang Ada hanyalah Allah. Tidak ada yang patut disembah kecuali Dia. Sekarang tinggal menghayati ucapan itu. Tinggal menerapkannya di dalam hidup sehari-hari.

Kata-kata bisa disampaikan lewat prosa. Rasa haruslah disampaikan lewat syair, lewat lagu. Kata-kata sungguh kaku. Itu sebab robot pun dengan mudah bisa meniru kata-kata. Bahkan banyak di antara kita yang sudah terbiasa berbicara seperti robot. Tanpa perasaan. Tanpa irama.

Setiap lembaga haruslah melembagakan sesuatu. Ajaran, kepercayaan dan bahkan pemahaman dan penafsiran dilembagakan. Sementara kesadaran manusia berekspansi terus. Berkembang terus. Di dalm dunia ini tidak ada yang statis. Sementara, lembaga-lembaga keagamaan terlalu sibuk mengurusi ritus, sehingga tidak punya waktu untuk berekspansi. Mereka berhenti di tempat.

Para siswa pun lebih suka berhenti di tempat. Lebih suka mencari seorang Guru yang tahu tentang segala sesuatu. Seperti CD-Rom saja. Tinggal dimasukkan ke dalam komputer dan dibuka. Informasi yang dibutuhkan, sudah ada.

Seperti langit, Mahamudra pun tidak tergantung pada sesuatu. Dalam bait ini, lakukan segala sesuatu tanpa support. Tanpa dorongan dari luar. Janganlah engkau tergantung pada pemicu dan motivasi dari luar. Jangan pula tergantung pada harapan. Jangan mengharapkan sesuatu. Dan anda akan terhindari dari rasa kecewa. Ada harapan ada rasa kecewa. Tidak ada harapan, tidak ada rasa kecewa. So simple, begitu sederhana. Jangan mengharapkan pencerahan. Tidak perlu mengharapkan peningkatan kesadaran. Jangan pula berpikir, bahwa Guru akan membantu anda, bahwa latihan-latihan ini akan membawa pencerahan.

Untuk mendamaikan Indonesia, kita hanya membutuhkan seratus orang yang berkeyakinan bahwa dia bisa hidup tanpa sandaran. Dia bisa hidup seperti langit, tidak bertopang pada sesuatu apa pun. Seratus orang yang percaya diri. Itu saja.
Rileks – sebuah kata yang indah. Seorang Mursyid tidak akan pernah memaksa para murid untuk berlatih. Bolak-balik dia akan mengajak untuk bersantai – rileks. Latihan-latihan yang dia berikan hanya untuk mencapai keadaan rileks itu. Dan apabila para murid sudah mencapainya, maka latihan pun harus dihentikan. Lepaskan segalanya, kamu sudah cukup berlatih. Latihan-latihan itu untuk mengantar kamu kepada sang Guru. Sekarang engkau sudah berhadapan dengan dia. Mau berlatih sampai kapan? Rileks…. kalau sudah duduk bersama pacar jangan membaca kamasutra. Do something.
Rileks dan mapankan dirimu dalam kemurnian, kejernihan yang tak pernah tercemar. Mapankan keyakinanmu bahwa engkau tak akan tercemar lagi. Bahwa sesungguhnya engkau tak pernah tercemar. Selama ini, engkau pikir engkau tercemar.

Bila kamu melihat langit dengan pandangan yang kosong, maka penglihatan itu sendiri akan berhenti. Anda juga bisa melakukan dengan mata tertutup. Kesadaran dialihkan di sekitar kening, kesadaran saja. Ada pikiran yang lewat, dibiarkan. Lama-lama anda akan melihat layar kosong. Dahi anda berubah menjadi layar yang lebar – kosong. Dan sepertinya anda sedang melihat layar itu dari dalam. Ada mata batin yang sedang melihatnya. Karena mata fisik tertutup. Tak lama kemudian, anda akan menyatu dengan kekosongan itu. Yang melihat yang dilihat dan penglihatan itu sendiri – semuanya menyatu. Menjadi satu.

Bila pikiran memperhatikan pikiran, maka jalan pikiran akan berhenti. dan engkau memperoleh pencerahan. Pikiran memperhatikan pikiran juga berarti berhenti memperhatikan hal-hal di luar diri. pikiran memperhatikan pikiran berarti mengalihkan kesadaran kepada diri sendiri. itulah pencerahan! pencerahan Purna….

Mind, kesadaran, consciousness – sekian banyak istilah yang digunakan. dalam Seni Memberdaya Diri-3, saya menggunakan istilah created mind. atisha menyebutnya Boddhichitta. tilopa tidak akan membuang waktu untuk bermain dengan kata. bagi dia, semuanya satu – sama. Mind ya mind. Dan karena mind terdiri dari satuan thoughts, maka dia pun menggunakan kata generik thought. Mind yang sudah berkembang, sudah meluas, sudah mengalami ekspansi adalah kesadaran.

Seperti kabut pagi yang menyatu dengan udara, tidak kemana-mana, tetapi berhenti berada. begitu pula dengan mind, konsep-konsep buatannya akan berhenti berada, bila sifat hakiki mind itu sendiri disadari. Ketidaksadaran kita bagai kabut. Ketidaktahuan kita adalah kabut. Konsep-konsep yang kita percayai adalah kabut. Kemudian terbitlah matahari kesadaran, terjadilah pencerahan. Dan segala sesuatunyang pernah ada, semua itu menghilang.

Otak kita penuh dengan konsep, kita mencocok-cocokkan konsep-konsep itu dengan setiap guru yang kita jumpai. Kalau cocok, kita terima, Wah dia hebat. Kalau tidak cocok, kita tolak, Ah dia tak ada apa-apanya.

Warna merah mewakili keberanian. Warna merah juga mewakili kegelisahan, kebingungan. Dalam perjalanan rohani, warna ini penting sekali. Warna dasar. Bila tidak gelisah, tidak bingung, anda tidak akan memulai perjalanan spiritual. Warna merah merupakan pemicu utama.
Latihan lihat halaman 36. latihan Moola-Bandha. Lihat halaman 37. latihan Parvatasana.

Dan, ruang itu, kekosongan itu, langit itu tidak berwarna, juga tidak berbentuk. Dan ruang itu tidak pernah tercemar. Warna putih maupun hitam tak pernah mempengaruhi dia. Begitu pula inti mind kita – begitu pula kita sebenarnya. Melampaui warna dan bentuk. Apapun yang kita lakukan, bagaimanapun tindakan kita – baik atau buruk, bijak atau tidak, sesungguhnya tidak mempengaruhi mind. Tidak mencemarinya, tidak menodainya.(5)

Begitu banyak sampah di dalam diri. Baunya sampai menyebar kemana-mana. Kita menjadi tong sampah yang berjalan. Tetapi jangan khawatir. Sesungguhnya sampah itu tidak mempengaruhi ruang di dalam diri anda. Muntahkan sampahmu, keluarkan bangkai-bangkai memori dan pikiran yang ada dalam diri. Dan saat itu juga engkau terbebaskan dari bau tak sedap. Sesungguhnya engkau tidak bau. Tidak bisa bau.

Kegelapan ribuan abad pun tidak mampu mengurangi cahaya murni matahari. Walau demikian, samsara ini, pengulangan yang tak berkesudahan ini pun tidak mampu menutupi cahaya jernih yang berasal dari kesadaran murni – dari inti mind. (6).

Langit ini, ruang ini disebut kosong. Padahal, sesungguhnya sebutan itu pun tidak tepat. Karena, langit, ruang atau apa pun sebutannya – tak terjelaskan. Seperti langit, seperti ruang – hakikat pikiran pun tak terjelaskan. Setiap penjelasan hanyalah permainan kata – fiksi. Disebut kesadaran murni atau cahaya jernih juga tidak tepat. (7).

Pada hakikatnya mind seperti ruang (kosong). Seperti langit. Dia meliputi, merangkul segala sesuatu dalam alam ini. Tenangkan dirimu, rileks, santai, duduk diam dan biarkan suara itu menggema; perhatikan bagaimana dunia pikiran berakhir dengan sendirinya. (8).

Pelajaran pertama. Peduli terhadap penderitaan orang lain.
Pelajaran kedua. Kasih dia terhadap semua makhluk hidup harus sama dan sebanding.
Pelajaran ketiga. Jangan menganggap remeh siapa pun juga.
Pelajaran keempat. Pekerjaan adalah pekerjaan. Jangan menganggap yang satu lebih baik daripada yang lain.
Pelajaran kelima. Seorang siswa harus dicuci bersih dulu. Baru diberi pelajaran baru.
Pelajaran keenam. Pengendalian diri.
Pelajaran ketujuh. Hutan diri yang harus dibersihkan dari sifat-sifat hewani. Dari kebuasan dan keliaran.
Pelajaran kedelapan. Jangan membedakan derajat.
Pelajaran kesembilan. Pola pikir lama, pola hidup lama, kebiasaan lama – semuanya harus mati. Harus ditinggalkan, dilepaskan. Demi kelahiran Yang Baru.
Pelajaran kesepuluh. Seorang siswa harus percaya penuh pada Gurunya. Hendaknya dia tidak bimbang, tidak ragu-ragu.
Pelajaran kesebelas. Tidak selalu mempercayai mata.
Pelajaran keduabelas. Bahwa ada sesuatu yang tak terungkapkan lewat kata-kata. Mata Tak dapat melihatnya. Telinga tak bisa mendengarnya. Sesuatu itu harus dialami, dirasakan. Yang jelas, setelah itu seseorang terbebaskan dari dari keterikatan. Batin dia bebas. Jiwa dia ringan. Dan hidup pun menjadi perayaan.
Latihan hal 90-99.

Badan ini sesungguhnya kosong, tak berisi seperti bagian dalam bambu. Kesadaran atau mind yang sudah terjaga, bagaikan ruang kosong, bagaikan langit. Ia melampaui alam pikir. Santai, berdiamlah dalam sifat hakikimu. Dimana tidak ada keinginan untuk menguasai, juga untuk melepaskan.mind tanpa mind tanpa sasaran, tanpa tujuan adalah Mahamudra. Dan bila keadaan ini dipraktikkan, maka akan menghasilkan pencerahan. (9).

Oleh karena itu, keadaan Mahamudra ini harus diterjemahkan secara bebas. Yaitu berkarya, bekerja tanpa pamrih. Duduk diam selama beberapa jam setiap hari, memperhatikan keluar-masuk napas tidak akan menghasilkan pencerahan. Tetapi, bila ketenangan dan ketenteraman yang anda peroleh dari latihan-latihan itu diterapkan dalam hidup sehari-hari tercerahkanlah anda!

Cahaya jernih Mahamudra tak terungkapkan oleh kitab-kitab suci dan tulisan-tulisan metafisik. Cahaya jernih itu justru tertutup oleh konsep dan pendapat. (10).

Aturan-aturan kaku justru merusak samaya. Dengan terhentinya kegiatan pikiran, pandangan-pandangan kaku pun lenyap. Seperti laut tak bergelombang. Atau gelombang laut yang sudah bersatu dengan kedalaman laut. Saat itu pikiran sudah tidak liar lagi. Dia tidak lagi mencari kepastian dan kebenaran yang terkonsepkan. Samaya adalah pelita yang mampu menerangi kegelapan jiwa kita. (11).

Kebenaran setiap ajaran, setiap kitab suci akan terungkapkan, bila seseorang sudah terbebaskan dari kesombongan intelektual dan melepaskan pendapat-pendapat kaku. Berada dalam Mahamudra, engkau terbebaskan dari samsara. Berada dalam keadaan seimbang itu, rasa bersalah dan segala macam negativitas pun hilang. Setelah mencapai Mahamudra, keadaan tertinggi itu, engkau menjadi cahaya bagi ajaran ini. (12).

Yang tidak bisa menerima Siddharta siapa? Yang ingin membunuh Muhammad siapa? Yang menyalibkan Yesus siapa? Yang menghujat Krishna siapa? Tanpa kecuali, mereka semua adalah para ahli kitab. Para intelektual. Mereka-mereka yang sudah memiliki konsep. Mereka-mereka yang sudah kaku, keras , alot.

Lalu siapa pula yang bisa langsung menerima Buddha, para nabi, para mesias, para avatar. Mereka-mereka yang polos, berhati tulus, tidak berkepentingan dengan konsep-konsep baku. Amrapali, Khadija, Maria Magdalena, Radha. Incidentally, mereka semua adalah wanita, tidak sombang, tidak memiliki ijazah dari universitas, bahkan tidak memperoleh pengakuan dari masyarakat. Mereka tidak peduli, mereka tidak takut mengungkapkan kebenaran.
Tingkatkan kesadaranmu dan masalah-masalahmu akan terselesaikan. Karena masalah-masalah kita berkaitan dengan badan, dengan pikiran, dengan rasa. Bila kesadaran badaniah, mental dan emosional terlampaui, masalah-masalah pun akan ikut terlampaui.

Bila anda berwawasan luas, tidak fanatik terhadap suatu ajaran, dan masih bisa berfikir dengan kepala dingin, anda akan melihat persamaan dalam setiap ajaran. Setiap Master, setiap Guru, setiap Mursyid sedang menyampaikan hal yang sama. Cara penyampaian mereka yang berbeda. Tekanan mereka pada hal-hal tertentu bisa berbeda. Tetapi inti ajaran mereka sama. Dan, memang harus sama, karena berasal dari sumber yang sama.

Setiap kali, ada saja yang mengulanginya. Kenapa? Yang kita anggap pengulangan sesungguhnya adalah proses pemberian nyawa. Para Master, para Guru, para Mursyid memberi nyawa kepada ajaran-ajaran lama.
Pada dasarnya kita memiliki tiga macam energi. Tiga jenis energi. Untuk membedakan satu dari lain, terpaksa saya menggunakan istilah-istilah Sanskerta:
1. Prana – Hasil pernapasan. Berunsur angin.
2. Ojas – Hasil minuman dan cairan. Berunsur air. Ojas diperoleh dari air yang kita minum, buah-buahan dan sayuran segar yang masih berair, serta cairan-cairan lain seperti jus, susu dan sebagainya.
3. Tejas – Hasil makanan padat. Tejas berunsur api. Biasanya diperoleh dari makanan keras, padat. Juga dari daging, ikan dan telur.
Halaman 156 – 161. Latihan.

Idealnya energi di dalam tubuh 60 sampai 70% Prana. Sisanya ojas dan tejas. Lebih banyak ojas daripada tejas. Saat ini, energi tejas melebihi 50%. sisanya Ojas dan Prana. Pembagian dan penggunaan bahan bakar ini harus diubah. Cepat marah, cepat gelisah, cepat khawatir, cepat cemas – semua itu hasil energi Tejas dan Ojas. Bila prana dominan anda akan lebih tenang. Energi prana sangat ringan, murni, bersih. Tidak menghasilkan ampas.

Tejas dan Ojas menghasilkan banyak ampas. Kemudian ampas itu pula yang menyebabkan berbagai macam penyakit.
Mereka yang bodoh menganggap remeh Mahamudra. Karena ketidaktahuan itu, mereka sibuk melawan banjir samsara. Kasihanilah mereka,…… mereka gelisah dan patut dikasihani. Bila engkau sudah merasa cukup menderita, sudah ingin bebas dari penderitaan, maka beradalah bersama seorang master.bila berkah dia menyentuh jiwamu, hatimu,maka pikiran akan terbebaskan. (13).

Dengarkan dengan sukacita! Investasimu di dalam dunia ini tidak akan membawa hasil. Malah menyebabkan kegelisahan. Keterlibatanmu dengan dunia sungguh tak bermakna. Carilah kebenaran di baliknya. (14).

Dengan melampaui dualitas yang disebabkan oleh mind, penglihatanmu menjadi jernih. Dalam keadaan hening, ketika mind berhenti terjadilah meditasi. Bertindak secara spontan – itulah tindakan yang tepat. Ketika harapan dan rasa khawatir sirna, tujuan pun tercapai (dengan mudah).(15).

Tak terpengaruh oleh bayang-bayang pikiran, sesungguhnya (layar) mind bersih, jernih. Untuk mengikuti Buddha, tidak perlu mengikuti apa-apa. Untuk memperoleh pencerahan, engkau tidak perlu melakukan sesuatu. (16).
Hal 203 – 213 Latihan.

Dengarkan dengan penuh simpati! Dengan memahami betul bahwa kegiatan-kegiatan duniawi hanya menghasilkan kekesalan. Dengan menyadari bahwa tak sesuatu pun bertahan. Bahwa segala sesuatu hanyalah ilusi, seperti dalam mimpi. Ilusi yang tak berarti ini hanya menimbulkan rasa jenuh dan frustasi. Berbeloklah dan lepaskan pencarian yang tak berarti. (17).

Tilopa berpendapat bahwa kita semua sedang mimpi. Naik tahta dalam mimpi, turun tahta dalam mimpi.menghujat dalam mimpi, dihujat dalam mimpi. Persolannya bukanlah bagaimana memperindah mimpi. Persoalannya adalah bagaimana lepas dari mimpi. Bagaimana keluar dari mimpi.
Lepaskan keterlibatanmu dengan rumah, keluarga dan sahabat. Bermeditasilah seorang diri di dalam hutan atau di pegunungan. Beradalah di sana dalam keadaan non-meditasi. Dengan mencapai yang tak tercapai, engkau mencapai Mahamudra.(18).
Sebuah pohon tumbuh bercabang-cabang dengan daun lebat; tetapi bila dipotong akarnya, pohon itu akan mati. Begitu juga, bila akar mind dipotong, ranting kelahiran dan kematian tak akan hidup. (19).
Keinginan adalah akar mind. Setiap keinginan yang terpenuhi memperkuat mind. Dan, dengan kekuatan mind, anda bisa memerintah, bisa menindas, bisa memecah belah, bisa melakukan apa saja. Kecuali menari lembut, menyanyi merdu, mengasihi tanpa pamrih dan ….

Sebagaimana cahaya satu pelita bisa menghilangkan kegelapan berabad-abad; kilasan pencerahan bisa menghapuskan kondisi-kondisi yang tercipta karena hukum sebab-akibat. Sekaligus menyembuhkan kebutaan rohani.
Halaman 248 – 253 latihan.

Beberapa hari sebelum meninggalkan badan kasat, Naropa berkata:
My mind is the perfect Buddha;
My Word is the perfect Dharma;
My Body is the perfect Sangha.

Pikiranku, kesadaranku – inilah Buddha. Inilah pencerahan. Kata-kata yang kuucapkan – itulah Kebijakan.kebijakan sejati. Badanku – inilah padepokanku. Paguyubanku. Tempat para bhiksu, para pencari berkumpul untuk menemukan Kebenaran. Kasunyatan Abadi.

Tiga permata, tiga anak tangga yang mengantar anda pada kesempurnaan, ada di sini. Mau mencarinya di mana lagi?
Permata pertama – Buddha, Kesadaran.
Permata kedua – Dharma, Kebijakan.
Permata ketiga – Sangha, Kebersamaan.

Ada hukum alam dan hukum alam ini bekerja rapi sekali. Tidak pernah salah. Sesungguhnya dunia ini penuh dengan para master. Hanya saja ada master yang berperan Vyaktinath – individual master. Mereka mengajar kepada individu-individu tertentu. Mereka tidak menjadi populer. Mereka tidak dikenal oleh banyak orang. Saya yakin, di pedalaman Jawa, bahkan di tempat-tempat lain pun tersembunyi banyak master seperti itu.

Kemudian, ada para master yang bisa disebut lokananth – world masters. Atau lebih tepatnya popular master. Sesungguhnya Vyaktinath pun sama cerahnya seperti lokananth. Hanya tugas saja yang berbeda.

Dengarkan dengan suka-cita! Kebenaran melampaui mind tidak bisa dipahami, tidak bisa ditangkap oleh mind. Untuk berkarya tanpa pamrih sekaligus melampaui mind, potonglah akar mind. Beradalah senantiasa dalam keadaan murni. (21).

Biarkan kotoran pikiran mengendap. Baik negatif maupun positif – dua-duanya harus dihindari. Apa pun yang terlihat, begitulah adanya. Tanpa ditambah atau dikurangi sesuatu, dunia inilah Mahamudra. (22).

Setiap pikiran, setiap perasaan lenyap dalam kemahaadaan yang tak pernah lahir ini. Jangan angkuh, jangan tertipu. Jangan menghitung laba-rugi, jangan ragu-ragu. Beradalah dalam inti-diri yang tak pernah lahir itu. Biarlah semua konsep meleleh (dalam kemahaadaan itu), baik yang menyangkut dirimu, maupun yang menyangkut semesta. (23).

Penglihatan yang jernih, penglihatan utama akan membuka semua pintu. Meditasi yang benar, meditasi utama akan berhasil menggali kedalaman tak terbatas. Pekerjaan baik, pekerjaan utama tidak diatur, tetapi sangat menentukan. Dan, tujuan terakhir, tujuan utama, adalah menjadi manusia biasa. Tanpa harapan, tanpa rasa takut. (24).
Halaman 305 – 314. latihan.

Pertama-tama, tindakanmu (sungguh dahsyat) seperti sungai turun dari ketinggian. Di tengah nanti, dia baru mangalir santai seperti sungai Gangga. Terakhir, bila sudah bertemu dengan laut, sungai pun menyatu dengan lautan itu. Persis seperti pertemuan seorang anak dengan ibu. (25).

Tilopa membagi evolusi roh dalam tiga tahap:
1. Tahap yang sangat dinamis. Manusia masih sibuk kejar mengejar.
2. Tahap santai. Manusia sudah sadar akan tujuan hidup.
3. Tahap menyatu dengan Allah. Manusia lenyap yang ada hanyalah Dia!

Bila kesadaranmu masih rendah dan Engkau belum bisa mengikuti instruksi-instruksi ini, maka lakukan latihan-latihan pernapasan dengan cara menahan prana di dalam diri. Dan mengupas sabut (ketidaktahuan) dari (kelapa) kesadaran. Disiplinkan dirimu (dalam hal berlatih), samapi kesadaranmu betul-betul sampurna. (26).

Saat mengamalkan Karmamudra, akan timbul rasa bahagia dan kesadaran akan kasunyatan. Dengan kesadaran itu – di mana sarana dan tujuan sudah menyatu.. Pelan-pelan, keluarkan, tahan dan tarik kembali boddhichitta. Dan dengan membawa kesadaran murni itu ke pusat, ke sumber, biarlah dia kemudian menyebar ke seluruh badan. Tiadanya nafsu birahi dan keterikatan akan memunculkan kesadaran. (27).

Di mana letak pusat sumber diri kita? Sementara ini kita menggunakan otak sebagai pusat sekaligus sumber bagi aliran kehidupan. Tetapi, bila anda sudah masuk lebih dalam lagi, pusat energi anda harus berubah. Anda harus memindahkan Pusat pemerintahan ke hati. Letaknya kurang lebih 20 cm di bawah jakun. Tidak ada organ di sana. Yang ada hanyalah gumpalan energi. Sekarang masih kecil. Nanti lama-lama bila membesar bisa sampai berdiameter 9 inches.

Saat kita lahir, tanpa kecuali, pusat energi, pusat kesadaran kita berada di pusar. Itu pula yang menjadi sumber energi kita, sumber kesadaran kita. Kemudian, lewat latihan danmeditasi, kita memindahkan pusat itu ke otak. Dari sana, kita turunkan lagi ke hati – ke Psychic atau Spiritual Hearts. Kenapa dibawa ke otak dulu> kenapa tidak langsung ke hati saja?
Energi kita, kesadaran kita, persis seperti semut. Pernah melihat semut memanjat dinding? Baru memanjat sedikit, dia jatuh. Kemudian memanjat lagi dan jatuh lagi. Tetapi, bila berhasil mencapai ketinggian tertentu: bila jam terbangnya sudah cukup, dia tidak akan jatuh lagi. Begitu pula, jika energi kita, kesadaran kita dibawa sampai ke hati saja, kita akan terus menerus mengalami jatuh-bangun, naik-turun. Jam terbang kita belum cukup.

Perlombaan, pertarungan, persaingan adalah produk-produk ketidaksadaran. Yang sadar tak akan berlomba, tak akan bertarung, tak akan bersaing. Dia akan berjuang dan berkarya, tetapi tidak akan berelomba dan bertarung. Dia akan berupaya untuk memberi yang terbaik, tanpa mersa harus bersaing.

Dalam Tantra, kita mengenal istilah Klesha, yang berarti kegelisahan, penderitaan. Apa saja yang membuat manusia gelisah, menderita adalah klesha. Dan, menurut Tantra, ada lima penyebab klesha, yaitu:
1. Avidya atau ketidaktahuan. Kita kita tidak tahu bahwa api bisa membakar. Lalu memasukkan tangan ke dalam api. Maka tangan kita terbakar, luka. Dan kita pun menderita, gelisah.
2. Asmita atau ego, keangkuhan. Kita menganggap diri sudah hebat, sempurna. Selalu benar. Kemudian ada yang menegur, Jangan sombonglah. Lihat tuh – kesempurnaan ada di mana-mana. Bukan kamu saja yang hebat. Kebenaran pun bukan monopoli seseorang. Ego kita terusik. Kita tidak bisa menerima kenyataan dan oleh karena itu, kita gelisah – menderita.
3. Raga atau keterikatan. Sudah terlalu sering kita membicarakan keterikatan. Keterikatan pada apa saja, siapa saja hanya menghasilkan kegelisahan, penderitaan.
4. Dvesa. Yang satu ini agak sulit diterjemahkan. Dvesa berarti non-affirmation. Tidak mengiyakan Keberadaan. Kebalikan sifat nrimo. Dvesa berarti tidak mengalir bersama Kehidupan. Menentang arus Kehidupan. Menentang Keberadaan. Dvesa berasal dari dvi, dualitas.
5. Abhinivesha, yang dalam bahasa Inggris, diterjemahkan sebagai clinging to life. Ini salah. Seharusnya clinging to body atau lebih tepat clinging to body consciousness. Berpegang teguh pada kehidupan berarti menerima kehidupan secara utuh. Menerima suka dan duka sebagai bunga-bunga kehidupan. Berpegang teguh pada badan akan menderita, akan gelisah, karena badan sedang dalam proses perusakan. Berpegang teguh pada kesadaran badaniah, anda akan gelisah, menderita, karena kesadaran badaniah mengalami pasang surut.

Yang terakhir ini sepert anti klimaks. Kata Tilopa, dengan mempraktekkan Mahamudra dalam hidup sehari-hari kamu akan memperoleh:
1. Umur panjang.
2. Keremajaan abadi.
3. Kilauan bulan, sehingga engkau menjadi jernih dan bercahaya.
4. Kekuatan seperti singa.
5. Kekuasaan duniawi, dan
6. Pencerahan Purna. (28).

Bagi Naropa sendiri, bagian terakhir lagu ini sarat dengan makna. Ada arti lain di balik kata ini:
Sesungguhnya bukan umur panjang tetapi keabadian. Menyadari kehadiran Tuhan setiap saat, di setiap tempat dan dalam setiap keadaan. Kesadaran semacam itu akan membebaskan anda dari kegelisahan. Anda tak akan terpengaruh oleh berputarnyaRoda Sang Kala. Itu yang dimaksudkan dengan keremajaan abadi. Energi bulan sangat lembut. Festival-festival keagamaan hampir semua berkaitan dengan bulan. Peradaban kuno, Yunani, Romawi, Persia, Mesir yang pernah menjadi besar karena peran energi matahari, sekarang tinggal sejarah. Kekuatan singa, kekuatan kasih yang tak tersaingi. Getaran-getaran kasih lebih ampuh daripada missile dan roket. Satu hal lagi, bila mau belajar cara pengendalian diri, belajarlah dari seekor singa. Setiap tahunhanya satu kali hubungan seks. Dia tidak pernah memperkosa singa betina. Bila belum lapar, dia tidak akan memburu. Sekali memburu, hasil buruannya tidak akan dia habiskan hari itu juga. Kekuasaan duniawi adalah kekuasaan atas diri sendiri. Pencerahan porna adalah hasil dari semua itu.
Halaman 371 – 380 Latihan.

Triwidodo
Februari 2008.

Kisah Anjing Yang Mulia Tilopa

 

Kubaca pelan buku Tantra Yoga

Tulisan Bapak Anand Krishna, Bab Guru dan Siswa

Kala Sang Tilopa menguji calon muridnya

Kucuplik cerita sebagai pengingat diri

Lugas, keras namun penuh arti

 

Di jaman dahulu kala, di Himalaya

Demi efisiensi, sisa tulang dibuat japamala

Mangkuk makanan pun dibuat dari tengkorak manusia

Merasa jijiklah tamu dari kota

 

Yang menyangga otakmu tengkorak ini juga

Dalam otakmu ada konsep Tuhan, Agama

Juga kebajikan, kebatilan, kasih dan kebencian juga ada

Yang suci dan yang tidak suci ada dalam otakmu jua

Tengkorak menjijikkan, apalagi otak manusia

 

Seekor anjing bergabung makan

Rasa mual sang tamu tidak tertahan

Sang Tilopa menggumam pelan

 

Dirimu pun pernah lahir sebagai anjing, teman

Dalam dirimu terdapat sifat hewan

Anjing butuh makan, minum, tidur dan persetubuhan

Kulihat dalam dirimu masih terdapat sifat anjing yang bertahan

Tidakkah kau jijik juga dengan dirimu teman?

 

Triwidodo

Februari 2008