Keteladanan Anak Kecil


 

Seorang Ayah dan anaknya memperhatikan kepolosan adiknya yang masih kecil. Dia tidak malu pakaiannya dilepas dan dimasukkan kedalam ember berisi air hangat. Semua orang akan berbahagia melihat si adik kecil begitu ceria dimandikan Ibunya. Kesempatan itu dimanfaatkan Sang Ayah menasehati anaknya.

 

Sang Ayah: Tidak salah kan, Gusti Yesus meminta kita meneladani kepolosan anak kecil?

 

Sang Anak: Betul Yah, kepolosan anak kecil mengundang kebahagiaan semua orang yang melihatnya. Alangkah bahagianya apabila semua orang dapat ceria begitu bertemu kita.

 

Sang Ayah: Apabila kamu sanggup menelanjangi diri sendiri dan menginjak-injak pakaianmu seperti yang dilakukan adikmu, maka kamu akan melihat-Nya dan kamu tidak takut, tidak malu lagi. Begitu tulisan Guruku dalam salah satu bukunya.

 

Sang Anak: Malu dong Yah, masa sudah besar melepaskan sendiri pakaian di depan orang lain, kita mungkin dianggap sudah agak miring.

 

Sang Ayah: Bukan telanjang yang tersurat, tetapi yang tersirat. Sanggupkah manusia melepaskan arogansi, keangkuhan, jabatan, kekayaan dan ketenaran serta menginjak-injaknya? Berdiri telanjang di tengah dunia?

 

Sang Anak: Sangat sulit Yah, ego kita melarang kita melepaskan atribut-atribut yang telah diberikan kepada kita.

 

Sang Ayah: Sanggupkah kita melepaskan conditioning yang melekat pada diri kita? Conditioning pertama, yang melekat pada diri kita sebagai sifat bawaan kita yang merupakan obsesi-obsesi kita di kehidupan sebelumnya. Conditioning kedua, yang melekat karena obsesi-obsesi kita di kehidupan ini. Conditioning ketiga, aturan, dogma yang diberikan masyarakat kepada kita.

 

Sang Anak: Mohon bimbingan Ayah, tidak mudah menjadi anak kecil yang polos.

 

Sang Ayah: Mulailah dengan niat yang mantap untuk meniti ke dalam diri, bersikaplah terbuka terhadap kebenaran baru, akan datang mekanisme alam untuk memandumu. Guru pun akan mendatangimu.

 

Triwidodo

Februari 2008.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: