Majikan, Pelayan dan Tamu-Tamu Undangan


 

 

Seorang tuan rumah sedang menunggu kedatangan para tamunya. Ia telah mempersiapkan makan malam. Lalu Ia menyuruh pembantunya untuk menjemput para Tamu Undangan. Si Pembantu mendatangi orang pertama.

 

Pembantu: Majikanku mengundang Anda.

Orang Pertama: Tetapi, aku harus menemui beberapa pedagang malam ini. Sampaikan penyesalanku kepada Majikanmu bahwa aku tidak bisa menghadiri pestanya.

 

Si Pembantu pergi dan mendatangi mendatangi orang kedua.

 

Pembantu: Majikanku menyuruh aku untuk menjemput Anda.

 

Orang Kedua: Aku baru saja membeli rumah, dan hari ini sangat sibuk. Aku tak punya waktu.

 

Selanjutnya Pembantu itu mendatangi orang ketiga.

 

Pembantu: Majikanku mengundang Anda untuk datang ke pestanya.

 

Orang Ketiga: Seorang temanku akan nikah dan aku harus membantunya. Tolong sampaikan kepada majikanmu bahwa aku tidak bisa hadir.

 

Kemudian Pembantu itu mendatangi orang keempat.

 

Pembantu: Aku disuruh Majikanku mengundang Anda datang ke pestanya.

 

Orang Keempat: Aku baru saja membeli properti, dan harus menagih sewanya. Tolong sampaikan kepada Majikanmu bahwa saya tidak bisa menghadiri pestanya.

 

Akhirnya Pembantu itu kembali ke rumah Majikannya.

 

Pembantu: Mereka yang Tuanku undang tidak akan hadir. Mereka memberi berbagai alasan.

 

Majikan: Pergilah ke jalan raya dan undanglah siapa pun yang kau temui. Ajak untuk makan malam.

 

Guru menulis dalam bukunya, Demikian Sabda Gusti Yesus kepada murid-muridnya dalam salah satu kisah di Injil Thomas. Kita menolak undangan Allah yang disampaikan lewat Yesus, lewat Muhammad, lewat Siddharta, lewat Zarathustra, lewat Krishna, lewat Lao Tze. Kita menolaknya karena kita memiliki kesibukan lain. Kesibukan duniawi tidak akan pernah terselesaikan.

Setiap kali, seorang Master selalu berusaha untuk mencari mereka yang dianggapnya layak dan cukup matang, tetapi justru mereka ini menolak undangannya. Lalu tidak ada jalan lain kecuali mengundang setiap orang yang ditemuinya di jalanan. Di antara mereka, mungkin ada satu-dua orang yang matang, yang layak untuk sesuatu yang lebih berharga. Mari kita semua mengadakan introspeksi dan mengucapkan puji syukur terhadap Guru kita.

 

Triwidodo

Februari 2008.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: