Perjalanan Ruhani ke Kashmir dan Leh India (Kesatu)


Catatan Kecil

            Pengetahuan hanya memuaskan otak dan pada saat ini informasi detailnya dapat diperoleh di internet. Akan tetapi sekedar pengetahuan terasa kering, diperlukan pengalaman ruhani yang lembab yang membangkitkan rasa. Perjalanan harus dialami, dirasakan. Bagi kaum Sufi, tujuan itu kurang penting dibandingkan perjalanannya. Dari Srinagar dapat terbang langsung ke Leh tetapi tidak dapat merasakan kerasnya perjalanan sepenggal Jalan Sutra. Jalan yang pernah ditempuh Alexander Yang Agung dengan pasukannya dari Macedonia sampai hulu sungai Jhelum yang mengalir ke Kashmir, Jalan yang dilewati Bhiksu Tong Sam Cong dengan kuda putihnya mencari Kitab Tripitaka selama 16 tahun perjalanan pulang pergi dari Chang’An di China, dan perjalanan Gusti Yesus mungkin dengan keledainya ke Leh dan Srinagar. Perjalanan ke Vihara Hemis untuk  dapat merasakan betapa beratnya Guruji tujuh belas tahun yang lalu dengan kondisi parah, Hb dibawah 5 untuk mendapatkan penerangan dan kesembuhan di sana. Catatan ini akan dilengkapi dengan perjalanan ruhani secara lebih detail. Semoga bermanfaat. Terima kasih Guruji.

 

Beberapa Catatan Penting Perjalanan

            Berdasarkan Sensus tahun 2001 Jumlah Penduduk di India 1,028 Milyar masih dibawah RRC yang saat ini mempunyai penduduk terbesar di dunia dengan penduduk sekitar 1,2 Milyar. Daerah Kashmir dan Leh berada di State Jammu & Kashmir. Ibu kota Jammu & Kashmir adalah Srinagar yang berjarak 630 km dari New Delhi. Jumlah penduduk Jammu & Kashmir berdasar Sensus 2001 adalah 10,1 juta orang yang tersebar dalam 14 District, semacam kabupaten/kota di Indonesia. Jammu & Kashmir adalah mahkota atas India dan dikenal sebagai Surga Dunia. Di Utara berbatasan dengan Afghanistan dan China. Di Timur dengan Tibet, di Barat dengan Pakistan dan dibagian Selatan dengan State Himacal Pradesh dan Punjab.

            Perjalanan dimulai dari Jakarta naik pesawat menuju Bangkok yang memakan waktu selama lebih kurang 3,5 jam. Di Bangkok stop-over sekitar 2,5 jam dan melanjutkan penerbangan menuju New Delhi yang memakan waktu sekitar 3,5 jam. Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Bangkok, sedangkan perbedaan waktu antara Jakarta dan New Delhi sebesar 1,5 jam. Dari Bandara Internasional New Delhi ke hotel yang berada di pinggiran kota New Delhi ditempuh selama lebih kurang 1 jam perjalanan memakai bis.

            Keesokan harinya naik bis menuju Bandara New Delhi untuk melakukan penerbangan domestik ke Srinagar selama lebih kurang 1,5 jam. Dari Bandara Srinagar naik mobil four-wheel drive ke rumah seorang Master Sufi, Profesor Fida Hassnain, pengarang belasan buku dan pensiunan Direktur Arsip, Arkeologi, Riset dan Museum State Jammu & Kashmir. Beliau diinisiasi sufi oleh Hazrat Hayat Bouman seorang mistik perempuan yang memiliki silsilah daqri Pir-o-Murshid Hazarat Inayat Khan.

            Selama 2 hari 2 malam di Srinagar, Kashmir melihat Jesus Tomb yang dikenal sebagai Rozabal, kemudian ke Masjid Jamia yang berdiri atas 387 tiang kayu tanpa sambungan. Masjid Pertama di Kashmir, masjid Shah-i-Hamdan yang penuh arsitek dan ukiran kayu kuno. Selanjutnya ke Masjid Nishat Bagh yang terbuat dari Marmer yang menyimpan rambut Nabi Muhammad. Perjalanan dilanjutkan ke Shankarachrya Temple yang sebelumnya dikenal sebagai Takht-i-Suliman. Tempat yang pernah dikunjungi Guru Besar Shankara ini juga pernah dikunjungi Nabi Sulaiman. Di sore hari menikmati keindahan Mughal Garden, taman yang dibuat salah seorang Raja Kashmir. Keesokan harinya pergi ke Resor Gulmarg yang mempunyai fasilitas Kereta Gantung untuk melihat salju di musim panas. Untuk kemudian ziarah ke makam Rishi Baba seorang sufi Muslim yang mempunyai beberapa murid Hindu. Dan berakhirlah perjalanan di Kashmir dan akan dimulai perjalanan berat ke Leh.

            Perjalanan darat memakai 5 mobil Shree-Toyota Innova dimulai pagi hari. Jalan perbatasan  ini dibawah pengelolaan  Border Road Organization yang berada dibawah Komando Militer. Kendaraan harus berhenti di beberapa pos pemeriksaan Polisi dan Militer. Bahkan kadang pada saat tertentu menunggu sekitar 2 jam sewaktu dilakukan latihan militer. Dengan melewati tebing yang curam dan beberapa bukit es yang berliku-liku sampailah di Resor Sonmarg. Di depan penginapan terdapat banyak kuda untuk keperluan wisata. Di belakang hotel mengalir sungai Sind yang jernih. Jarak antara Srinagar dengan Sonmarg hanya 84 km, tetapi diperlukan pengemudi yang handal untuk melalui jalan licin tepi bukit yang berkelak-kelok.

            Keesokan harinya perjalanan lebih dahsyat, karena harus melalui jalan paling berat dan Zojila Pass di ketinggian 3.527 m di atas permukaan air laut. Zojila Pass yang tinggi dan dingin disebut Pintu Gerbang Ladakh, nama sebuah District yang beribukota di Leh. Rombongan bermalam di kota kecil Kargil yang hanya berjarak 121 km dari Sonmarg.

Menurut penduduk setempat Kota Kargil dan Kota-Kota sepanjang Srinagar-Leh hanya mempunyai akses selama 5-6 bulan. Penginapan-penginapan dibuka tanggal 15 April dan ditutup September-Oktober. Pada waktu musim dingin jalan perbatasan ditutup karena licin, berbahaya dan hanya ada militer dan polisi yang selalu siap siaga. Di Kargil sudah mulai kelihatan perkebunan Apricot dan Aple. Bukit-bukit pun mulai menghijau, Global Warming menyebabkan kondisi cuaca yang lebih hangat dan banyak bukit mulai menghijau.

            Keesokan harinya dimulai lagi perjalanan yang lebih berat, banyak jalan yang belum beraspal dan harus melewati selokan-selokan yang diakibatkan salju yang mencair. Beberapa Excavator membersihkan salju dan kendaraan harus menunggu. Dalam perjalanan berhenti sebentar  di tepi jalan untuk melihat perkampungan Buddhist di Mulbek yang berada di tengah perkampungan besar Muslim. Perjalanan juga berhenti sebentar untuk masuk Vihara Chamba dengan patung Maitreya setinggi 12 meteran yang dipahat di atas bukit batu. Selanjutnya perjalanan melewati Pass tertinggi Srinagar-Leh yaitu Fotula Pass di ketinggian 4.583 meter. Daerah ketinggian tersebut dikenal masyarakat sebagai Nami Kha La, Pillar to the sky, Nam adalah langit, Kha adalah gunung, La adalah pass. Perjalanan berhenti untuk makan siang di Vihara tertua Lamayuru. Dalam bahasa Tibet tempat itu adalah disebut tempat Lama Yung Dung Thapa Ling. Vihara ini ditemukan oleh Lama Rinzen Zangpo yang mempunyai sisilah dari Guru Tilopa dan Muridnya Naropa. Dipercaya Naropa pernah melakukan meditasi di sana. Perjalanan dihentikan untuk menginap di Uletokpo Camping Ground. Di sebelah tempat camping mengalir sungai Indus yang menuju ke Pakistan.

            Perjalanan dilanjutkan keesokan harinya ke Vihara Alchi, satu-satunya vihara yang terletak di daerah datar di Ladakh. Vihara didirikan oleh Lama Rinzhen Zangpo seorang Lama Penterjemah yang sering melakukan perjalanan ke Kashmir dan mengajak pekerja-pekerja Kasmir mendirikan Vihara. Selanjutnya perjalanan menuju Vihara Likir yang tersebunyi di antara gunung. Dikenal sebagai Klu-Khil, Ular, dipercaya masyarakat bahwa Raja Naga pernah tidur di sana. Ditemukan oleh Lama Lhawang Chosje pada tahun 1028. beliau mengajarkan aliran Kadampa yang merupakan ajaran yang diberikan oleh Yang Mulia Atisha. Sebelum Yang Mulia Atisha menyebarkan ajaran di Tibet, beliau belajar pada Yang Mulia Dharmakirti Svarnadvipi di Pulau Sumatera pada zaman Sriwijaya. Pada tahun 1470 ajaran Kadampa dikonversikan menjadi ajaran Gelukpa oleh Tsong Khapa sebagai lanjutan dari aliran Kadampa. Perjalanan dilanjutkan dan menginap di Leh.

            Pagi-pagi berangkat ke Vihara Thiksey untuk mengikuti acara ritual pagi. Di salah satu ruang seorang Bhiksu membaca mantra dan memukul semacam gong yang diikuti oleh dua orang bhiksu memakai topi khas Tibet dengan jambul seperti topi Romawi kuno hanya terbuat dari kulit domba, meniup terompet diatas Vihara. Suaranya terdengar sampai perkampungan di bawah bukit. Kemudian rombongan mengikuti atau lebih pantas menyaksikan acara ritual berdoa dan sarapan bersama para bhiksu.

            Perjalanan dilanjutkan ke biara paling terkenal di daerah Ladakh, Biara Hemis. Biara Hemis adalah biara terbesar di Ladakh. Dipercaya bahwa Padma Sambhawa membawa agama Buddha dari India ke Tibet dan mendirikan Vihara Hemis. Dipercaya orang bahwa Gusti Yesus pernah ke Vihara ini. Catatan-catatan tentang Gusti Yesus diperkirakan disimpan di Vihara ini.

            Guruji Anand Krishna bertemu Lama yang menyembuhkan penyakitnya dan menyuruh pulang ke Indonesia untuk menyelesaikan Karma Bhuminya juga di Biara ini. Ketenangan dan energi luar biasa terpancar di Vihara yang terletak di ketinggian pegunungan Himalaya. Jumlah oksigen yang tipis, membuat orang lebih meditatif dan kurang bicara. Dapat dijelaskan bahwa  bagi mereka yang menginap beberapa hari di Vihara, dan bermeditasi di sana akan mendapatkan ketenangan. Sebagaimana kita ketahui, energi otak diperoleh dari sari makanan dan oksigen. Setelah berpuasa sekitar empat jam, ditambah oksigen yang tipis di ketinggian, pikiran tidak begitu liar lagi. Pada saat demikian lebih mudah bagi seseorang untuk  mendapatkan getaran pikiran yang sinkron dengan alam semesta, dan terbukalah dirinya. Puji Tuhan Guruji telah mendapatkan penerangan dan kesembuhan di sana. Vihara yang tadinya terletak di tepi Sungai Indus ini didirikan dengan tujuan agar para bhiksu mandiri dengan lahan pertanian yang cukup luas dan di tengah perkampungan penduduk.

          Selesai dari Vihara Hemis perjalanan dilanjutkan ke Mahabodhi International Meditation Centre. Guruji pernah memutuskan menjadi Bhiksu di tempat ini dan diinisiasi oleh Ven. Bikkhu Sanghasena dengan nama Anomadassi sebelum ketemu Lama Pemandu Beliau di Biara Hemis. Meditation Centre yang luas ini mempunyai beberapa program yang dalam 17 tahun terakhir berkembang sangat pesat. Ada program Meditasi, Program Pendidikan, Program Kesehatan dengan Rumah Sakit dan Klinik Berjalan, Pendidikan Bhiksuni, Program Lansia, Program Remaja, Program Lingkungan dan lain-lain. Desember 2005, ketika ikut rombongan Guruji ke Varanassi sempat melakukan peninjauan ke Mahabodhi Temple dan melihat sekelompok anak muda menari dalam lingkaran menyanyikan lagu-lagu cinta tanah air seperti kegiatan Pesta Rakyat. Pada waktu itu juga sempat melakukan doa di Birla Temple di New Delhi yang juga merupakan kegiatan Mahabodhi International Meditation Centre dengan nuansa ritual spiritual. Di Sore hari melihat Shanti Stupa di puncak bukit di Leh yang didirikan oleh pemerintah Jepang. Selanjutnya ke Vihara Shankar.

Pagi harinya perjalanan dilanjutkan ke Khardongla Pass yang merupakan Pass tertinggi di dunia dengan ketinggian 6.127 m yang telah dicatat dalam Guinees Book of World Records. Persiapan matang perlu dilakukan karena di ketinggian tersebut oksigen sangat tipis dan membuat kepala pusing. Khardongla Pass ini merupakan jalan yang harus dilewati ke Nubra yang bisa diteruskan ke China.

          Kita mengenal perjalanan ke Barat oleh Bhiksu Tong Sam Cong. Jalan yang dilalui melalui Khardongla Pass, Fotula Pass dan Zojila Pass menuju Kashmir. Hal itu bermula ketika Kaisar Li Sin Min mengutus Bhiksu Tong Sam Cong untuk mengambil Kitab Suci Tripitaka dari India melalui “Jalan Sutra Utara”. Jalan tersebut demikian melegenda, hingga melahirkan kisah klasik See Yu, yang melalui tayangan televisi demikian terkenal sebagai serial film “Kera Sakti”. Bhiksu Tong Sam Cong melakukan perjalanan dari Chang’An, Anxi, Tashkent, Samarkand, Leh, Tibet, Bodhgaya, terus ke India Selatan sampai ke Kancipuram. Kemudian kembali ke Utara ke Kashmir, Kashgar, dan Anxi untuk kembali ke Chang’An. Perjalanan bhiksu Thong Sam Cong yang digambarkan menaiki kuda putih ini dilakukan selama 16 tahun dari tahun 627 sampai dengan tahun 643.

            Alexander Yang Agung pada tahun 330 BC juga pernah melakukan perjalanan sejauh 20.000 miles dari Macedonia ke Punjab.  Setelah lewat Bactria, dan berhenti sebentar di Kabul, meneruskan perjalanan sampai sungai Jhelum di hulu Kashmir dan tentaranya menolak meneruskan perjalanan ke India.

            Gusti Yesus juga dipercaya melakukan perjalanan ke Kashmir lewat Jalan Sutra bahkan dipercaya makamnya berada di Kashmir. Jalan Sutra di mulai dari Chang’An di China, ada cabang dari Kashgar kemudian turun ke arah Selatan ke Leh dan Srinagar. Dari Kashgar ke Barat, Samarkand, Bokhara, Merv, Persia, Mesopotamia bertemu dengan Laut Tengah di Antioch dan Tyre. Rute ini digunakan untuk kepentingan perdagangan dan perpindahan penduduk oleh Bangsa Mesir, Irael, Arya dan lainnya.

            Keesokan harinya melakukan penerbangan dari Leh menuju New Delhi. Di Delhi ziarah ke makam Hazrat Inayat Khan, Bahai Temple, Birla Temple dan sight seeing di New Delhi.

            Keesokan harinya pulang menuju Jakarta.

 

Iklan

3 Tanggapan

  1. kenapa rute mskx nda dijelaskan ……………? jelaskanq spy qt menger ……………..!

    • Terima kasih. Mengingatkan kealpaan kami. Routenya adalah Jakarta- New Delhi memakai pesawat. Kemudian keliling seputar New Delhi. Selanjutnya dari New Delhi ke Srinagar, Kashmir memakai pesawat. Dari Airport perjalanan darat memakai fourwheel drive. ke tempat Master Sufi Prof Fida Hasnaain, menginap di tepi danau di Kashmir dan perjalanan sekeliling Kashmir, termasuk ke tempat makam Yus Asaph yang dipercayaai sebagai makam nabi Isa. selanjunya perjalanan melalui Jalur Sutra yang dari China ke Laut Tengah ada cabang ke selatan ke Kashmir, India. perjalanan menuju Leh lewat jalan darat. dan berkunjung ke tempat suci di sepanjang perjalanan. kemudian keliling Leh dan kembali ke New Delhi memakai pesawat. Tulisan selanjutnya menjelaskan detail perjalanan tersebut. Terima kasih.

  2. percuma ….. klw nda dijlskan …..? coz orang mau tau dia lewat mna………..??? tpi tetap bgs kok………………………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: