Rileks, Pasrah dan Keselarasan dengan Alam Semesta


Gelombang otak dan frekuensi napas

            Alat pengukur gelombang otak adalah Electro Encephalograph (EEG). Grafik EEG menunjukkan pergerakan gelombang otak. Satuan ukuran dalam EEG adalah berapa bunyi tut dalam satu detik. Satu bunyi tut sama dengan satu putaran per detik atau 1 hertz.

            Keadaan tegang atau rileks mempengaruhi gelombang otak. Pada waktu normal, keadaan dimana dalam satu saat pikiran terpecah, misalnya sambil menyetir mobil, ngobrol dengan teman sebelah, memperhatikan orang mau menyeberang, juga melihat reklame, maka gelombang otak  berkisar 14 hertz.  Kondisi gelombang otak antara 14 – 30 hertz disebut kondisi beta.

            Pada waktu pikiran mulai terfokus, misalnya membaca buku dengan asyik, sehingga tubuh mulai tidak terpikirkan maka kita mulai masuk kondisi alpha, antara 14-7 hertz. Pada waktu itu napas kita menjadi lebih tenang, kondisi tersebut juga terjadi ketika kita melakukan meditasi atau pada waktu akan tidur.

            Apabila gelombang otak melambat antara 7-3.5 hertz, diri kita akan lebih tenang lagi, diri kita masih ada tetapi fisik sudah terabaikan sama sekali. Kondisi tersebut dikenal sebagai kondisi theta. Keadaan itu juga terjadi pada waktu kita bermimpi.

            Apabila napas semakin melambat maka akan terjadi deep sleep, tidur tanpa mimpi, dan gelombang otak berkisar 3.5-0.5 hertz.  Ketika itu terjadi peremajaan dan penyembuhan sel tubuh. Ketika sedang sakit, seseorang akan tidur lebih banyak karena tubuh berusaha menyembuhkan dirinya sendiri. Pada waktu keadaan koma, gelombang otak berada pada 0.5 hertz. Sebaliknya ketika pikiran begitu kacau, napas begitu tak teratur gelombang otak berada pada kondisi gama, diatas 30 hertz.

Pikiran Bawah Sadar

            Seperti halnya gunung es, yang nampak di atas permukaan laut lebih kecil dibanding yang berada dibawah permukaannya, demikian pula pikiran pada waktu kita terjaga, conscious mind  lebih kecil daripada pikiran bawah sadar, subconscious mind. Perbandingan antara  conscious mind dan subconscious mind kira-kira 12% berbanding 88%.

            Sesuatu hal yang dilakukan berulang kali menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan berulang kali menjadi perilaku dan karakter. Sesudah karakter terbentuk, maka setiap masalah yang dihadapi akan diselesaikan berdasarkan program dari karakter tersebut. Karakter tersebut sudah menjadi bagian dari pikiran bawah sadar. Hasil conditioning oleh orang tua, masyarakat, pendidikan, adat-istiadat, agama, dan lain sebagainya telah menjadi bagian dari bawah sadar dan sulit dihilangkan.

            Pada waktu napas lebih tenang dan memasuki kondisi theta, pikiran menjadi kreatif dan inspiratif. Afirmasi dalam kondisi ini masuk bawah sadar, dapat mengubah citra diri, mengubah kebiasaan, menanamkan pikiran tertentu dan menetapkan tujuan.

Kondisi Gelombang Pikiran yang Selaras dengan Alam

            Gelombang elektromaknetik mampu merambat pada permukaan bumi. Secara matematis dapat dihitung bahwa, keliling bola bumi sekitar 40.000 km, sedangkan kecepatan cahaya adalah sekitar 300.000 km/detik. Frekuensi gelombang elektromaknetik bumi adalah kecepatan cahaya (300 km/detik) dibagi panjang perambatan gelombang elektromagnetik (40.000 km) =  7.5 hertz. Berarti dalam 1 detik cahaya (gelombang elektromagnetik) akan mengelilingi bumi 7.5 kali. Tentu saja perhitungan ini tidak akurat sekali, gelombang pikiran bumi diperkirakan antara 7-8 hertz. Pada waktu seseorang tenang, rileks maka gelombang otaknya dapat selaras dengan gelombang pikiran bumi. Keadaan ini adalah yang paling penuh misteri, disinilah biasanya akan terjadi keadaan metafisika dari orang yang bersangkutan.

Kedekatan dengan Guru

            Seorang Guru, seorang Master, seorang bijak, napasnya tenang dan dengan mudah memasuki kondisi alpha dan theta. Ada teknik MIRM (Masukan Informasi melalui Rileksasi Meditasi), conscious mind dibuat tenang, hening dan badan rileks, disertai background musik yang tenang lembut. Pada waktu demikian concious mind  menjadi sangat waspada. Dalam waktu demikian, Guru mengucap verbal, memberi masukan informasi yang konstruktif, realistik, universal. Masukan informasi ini akan disimpan seluruhnya pada pikiran bawah sadar.

            Ketika seseorang tegang, penuh upaya, aliran energi melamban, bahkan tidak mengalir. Menjadi rileks adalah terbuka sedang menjadi tegang adalah tertutup. Berada dekat Guru, apabila gelombang otak selaras dengan gelombang otak Guru, akan terjadi perubahan luar biasa, quantum leap . Bersikap terbuka dan rileks secara intelektual dan emosional, kemudian berada di sekitar Guru, saat mendengar, berbicara, mengikuti berbagai hal yang dia ucapkan, memperbesar potensi terjadinya quantum leap. 

Sinkronisasi dan Berdoa Bersama

            Unsur yang paling penting dalam berdoa adalah ketenangan. Pada waktu tenang, kita menjadi reseptif dan energi alam mulai mengalir dan mengisi kita. Energi alam menekan energi lama yang kotor ke bawah dan mendesaknya ke tanah lewat telapak kaki yang tanpa alas. Sehingga setiap saat kita berdoa, terasa lebih segar dan bersemangat. Pada waktu sinkronisasi, apabila lebih dari satu orang mengalami relaksasi total pada saat yang sama, energi alam yang mengguyuri tempat itu semakin terasa. Demikian apabila di antara mereka ada yang sakit atau sedang kacau pikirannya, dia akan ikut terguyuri juga, dan ikut merasakan manfaatnya.

            Tempat-tempat ibadah seharusnya dijaga kebersihannya, karena dapat digunakan sebagai pusat-pusat  energi. Tempat-tempat demikian dapat dijadikan sentra-sentra sinkronisasi antara energi manusia dan energi alam. Apabila hal ini diperhatikan, kesadaran akan meningkat, dan lebih peduli terhadap lingkungan.

Kepasrahan Membuat Rileks

            Ketidak pasrahan diri kepada suatu pihak biasanya disebabkan karena tidak adanya keyakinan akan adanya kebenaran pada pihak tersebut.  Adanya kepasrahan berarti adanya keyakinan tentang kebenaran. Kemampuan kita pasrah menjadikan kita mampu melihat kebenaran pada semua, tidak ada monopoli kebenaran, selanjutnya menjadikan kita mampu melihat Tuhan di timur, di barat dan dimana-mana. 

            Dalam Kitab Suci disebutkan : “Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”  Selaras dengan Alam Semesta.

 

Triwidodo.

Juni 2008.

Iklan

2 Tanggapan

  1. terimakasih, semoga yang tertulis di atas dapat memberi manfaat setiap orang yang membacanya.

  2. Artikel yg sangat menarik, cukup mudah dipahami, semoga bermanfaat…amin yra.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: