BG Bab 2 Teks 10-18


 

Text 10

O King , standing in the middle of both the armies, Govinda spoke smilingly, these words to Arjuna who was filled with sorrow.

Teks 10

Wahai raja (Destarastra), berdiri di tengah kedua pasukan, Govinda (Krishna) dengan tersenyum mengucapkan kata-kata ini kepada Arjuna yang penuh kesedihan.

 

Text 11

The Lord said : You have spoken wise words and lamented for those who do not deserve lamentation. The learned lament neither for the living nor the dead.

Teks 11

Yang Mulia (Krishna) bersabda: Kamu telah berbicara dengan ungkapan bijak dan mengeluh untuk mereka yang tidak patut menerima keluhan. Keluhan bukan untuk yang hidup maupun mati.

 

Text 12

There was never a time when I or you or any of these kings here didn’t exist. And all of us shall certainly exist in the future too.

Teks 12

Tidak pernah ada masanya ketika saya, kamu atau beberapa raja disini tidak ada. Dan kita semua pasti akan ada di masa mendatang juga.

 

Text 13

Just as the embodied soul experiences the different states of body like the childhood, adulthood and old age, so will it acquire another body after death. Learned persons are never deluded about this.

Teks 13

Seperti halnya dengan roh yang mengalami keadaan tubuh yang berbeda seperti tubuh kanak-kanak, tubuh dewasa dan tubuh orang tua, demikian juga roh akan memperoleh tubuh lainnya setelah kematian. Orang berpengetahuan tidak pernah tertipu tentang hal ini.

 

Text 14

Joy , sorrow , heat, cold are temporary experiences araising out of contact with sense objects, O son of Kunti. You must learn to tolerate them O descendant of Bharata.

Teks 14

Kegembiraan, duka cita, panas, dingin adalah pengalaman sementara yang muncul ke luar dari hubungan dengan obyek indera, wahai putra Kunti. Kamu harus belajar memahami hal itu wahai keturunan Bharata.

 

Text 15

And that wise person who endures such dual aspects of sense perceptions, to whom joy and sorrow are one and the same, is eligible for eternal life, O best among men.

Teks 15

Dan orang bijaksana yang memikul aspek dualitas persepsi, yang baginya suka dan duka adalah satu dan sama, pantas dipilih untuk hidup abadi, wahai pria terbaik diantara para pria.

 

Text 16

That which changes with time cannot be considered eternal and is not the ultimate reality because the ultimate reality is neither temporary nor does it change with time and it is indestructible. This is the conclusion that the seers of truth have arrived at after having deliberated on both the aspect.

Teks 16

Yang berubah dengan waktu tidak bisa dianggap abadi dan bukan merupakan kebenaran, karena kebenaran itu tidak bersifat sementara maupun berubah dan dia tak termusnahkan. Ini adalah kesimpulan para bijak yang telah mewaspadai aspek keduanya.

 

Text 17

Know that the all pervading is indestructible. The all pervading consciousness and the imperishable soul can therefore never be destroyed.

Teks 17

Memahami bahwa yang meliputi segalanya tak termusnahkan. Yang meliputi semua kesadaran dan kekal tidak pernah dapat dihancurkan.

 

Text 18

Thus it is only the external body that the imperishable, indestructible and immeasurable soul inhabits, that is destroyed. Hence get up and fight, O descendant of Bharata.

Teks 18

Jadi yang menempati tubuh itu kekal, tak termusnahkan dan hanya tubuh luar yang dihancurkan. Maka bangun dan bertempur, wahai keturunan Bharata.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: