BG Bab 2 Teks 19-27


 

Text 19

But, only the bemused person thinks that it is the soul which destroys and it is the soul that is destroyed. The soul neither destroys nor can be destroyed.

Teks 19

Tetapi, hanya orang dungu yang berpikir dia yang memusnahkan dia yang dimusnahkan. Dia tak pernah membunuh dan juga tak pernah terbunuh.

 

Text 20

The soul has no birth or death. It has no being and hence will never cease to be. Birthless, deathless and without a beginning or an end, the soul is not destroyed when the body is destroyed.

Teks 20

Dia tidak pernah lahir atau mati. Tidak berwujud dan maka tidak pernah hilang. Tanpa kelahiran, tanpa kematian serta tanpa awal dan tanpa akhir, tak termusnahkan ketika raga musnah.

 

Text 21

How is it possible for anyone to destroy his birthless, deathless and indestructible soul? Whom does he slay?

Teks 21

Bagaimana mungkin seseorang dapat memusnahkan dia yang tidak dilahirkan, abadi dan tak dapat dimusnahkan? Siapa yang dia bunuh?

 

Text 22

The bodies are for the soul just like clothes are for us. Just as we discard worn garments the soul discards worn out bodies and accepts new ones.

Teks 22

Bagi Dia badan seperti pakaian kita. Sama halnya kita melepaskan pakaian, Dia melepaskan badan lama dan memakai badan yang baru.

 

Text 23

The self cannot be wounded by weapons, burned by fire moistened by water, or blown away by wind.

Teks 23

Senjata tidak dapat melukainya, api tidak dapat membakarnya, air tidak dapat melembabkannya dan angin tidak dapat menerbangkannya.

 

Text 24

The soul cannot be divided, burnt, dissolved or dried up. It is eternal,all pervading, unalterable, unmoving and without a beginning.

Teks 24

Dia tak dapat dibagi, dibakar, dicairkan atau dikeringkan. Dia abadi, tak berubah, tak goyah untuk selama-lamanya.

 

Text 25

It is said that the self cannot be seen, understood or changed. Knowing this you shoud not mourn for the body.

Teks 25

Dia tak dapat dilihat (oleh panca indera), dipahami atau diubah. Memahami hal tersebut kamu seharusnya tidak berkabung untuk badan ini.

 

Text 26

Even if you are of the belief that the soul is continually born and dies continually, you still do not have any reason to lament for it.

Teks 26

Sekalipun kamu mempercayai bahwa Dia lahir dan mati secara terus menerus, kamu tetap tidak mempunyai alasan untuk meratapinya.

 

Text 27

Birth and death are unavoidable matters. Do not lament over them because those who are born will certainly die one day and those who die will be born again one day.

Teks 27

Kelahiran dan kematian merupakan perkara tak terelakkan. Jangan meratapinya karena mereka yang lahir harus mati pada suatu hari dan mereka yang mati harus lahir lagi pada saatnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: