BG Bab 3 Teks 1-9


Chapter 3 Yoga of Action

Bab 3 Karma Yoga

Text 1
O Janardhana! You say that knowledge is superior to action. Yet you are bidding me to engage in this terrible act. Why Kesava?
Teks 1
Wahai Janardhana!(Krishna!), Kamu mengatakan bahwa pencerahan itu mengungguli perbuatan. Namun kamu melibatkan saya dalam perbuatan mengerikan ini. Mengapa Kesava?

Text 2
Your speech sounds ambivalent. My mind is confused. Please clarify to me the path that I should take that will lead me the highest good.
Teks 2
Ucapan kamu terasa bertentangan. Pikiran saya bingung. (Krishna) Jelaskan kepada saya jalan yang seharusnya saya ambil yang memimpin saya mencapai Kesadaran yang Tertinggi itu.

Text 3
The Lord of Laksmi said: O sinless one! As I had told you before, devotion can be on the basis of two things. One on the basis of knowledge for those involved in contemplation, and the other is for the yogis, which is the path of action.
Teks 3
Tuhan-nya Laksmi (Krishna) berkata: Wahai yang tanpa dosa! Sebagaimana telah saya sampaikan sebelumnya, kebaktian (devosi) ada dua cara. Yang satu Jalan Pengetahuan bagi para pemikir, dan lainnya bagi mereka yang aktif (yogis) , Jalan Karma (berkarya).

Text 4
The state beyond action can neither be attained by abstaining from prescribed action nor renunciation.
Teks 4
Kesadaran Tertinggi tidak dapat dicapai dengan menghindari segala macam aktivitas atau pun menolak segala aktivitas.

Text 5
No one ever free from action. Every moment of their lives, people are forced to act whether they like it or not. This is because of the influence of the gunas.
Teks 5
Tak seorangpun yang dapat berhenti bekerja. Setiap saat dalam kehidupan mereka didorong untuk bekerja, dalam keadaan suka atau tidak suka. Ini disebabkan pengaruh sifat dasar alam (gunas).

Text 6
There is no point in restraining one’s active senses, while constantly engaging in thoughts about sensory objects and pleasures. A person who does this is only cheating himself. He is a hypocrite.
Teks 6
Tidak mungkin menghentikan kegiatan panca indera yang aktif, ketika pikiran masih melayang-layang dan membayangkan kenikmatan. Seseorang yang mengerjakan ini hanya menipu diri sendiri. Dia orang munafik.

Text 7
O Arjuna! Great is the man who can use his mind to control his sense and do his karma without any attachment.
Teks 7
Wahai Arjuna! Hebat bagi manusia yang dapat mengendalikan panca inderanya dan berkarya tanpa keterikatan.

Text 8
It is better to do duty than to remain without doing anything. Action is important because we can’t even maintain our own body without it.
Teks 8
Lebih baik menjalankan kewajiban daripada duduk diam berpangku tangan. Berkarya itu penting karena kita tidak dapat merawat tubuh dengan duduk diam.

Text 9
Except as sacrifice, every kind of action done in this world is binding. Hence perform action like it were a sacrifice that you are doing on the name of god. Do it without any attachment, o son of Kunti.
Teks 9
Kecuali sebagai persembahan, segala macam perbuatan di dunia ini terikat (dengan Hukum Sebab dan Akibat). Maka berkaryalah sebagai persembahan. Kerjakan tanpa keterikatan, Wahai putra Kunti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: