Pengalaman pribadi dalam menulis teks Bhagavad Gita


Adalah istri kami yang selalu mengingatkan untuk menterjemahkan buku mini Bhagavad Gita. Buku ini adalah pemberian Guru mengapa hanya disimpan saja. Atas desakan istri, disela kesibukan kami, mulailah kami menterjemahkan Bhagavad Gita.
Pada awalnya kami ingin menulis setiap hari dua kalimat saja, sehingga dalam setahun akan terselesaikan seluruhnya. Kalimat per kalimat mungkin dapat dijadikan pencarian makna secara acak bagi kami dan siapa saja yang sedang mencari jalan keluar dari suatu permasalahan spiritual. Dan, kalau agak mengena dapat melihat kalimat sebelum dan sesudahnya yang terkait dengannya. Kemudian kami masukkan 9 kalimat per 9 kalimat ke dalam blog. Semangat menulis Bhagavad Gita muncul di sela bekerja dan menulis artikel lainnya. Praktis waktu senggang kami untuk menulis ini. Libur pun menulis, capai menulis, tidur sebentar dan bangun menulis lagi. Di ruang kerja kantor, kami menulis di depan laptop dan diselingi menerima tamu, tanda tangan pekerjaan dan pemberian disposisi. Bhagavad Gita telah mengisi celah-celah kegiatan kami.
Bantuan anak kami, Pipik, untuk mengetik Bhagavad Gita versi Inggris mempercepat penulisan. Walaupun kadang salah tulis, salah koma, halaman terlompati, atau huruf kapital yang ditulis dengan huruf kecil, tetapi kami tetap bersyukur, memang demikian yang harus terjadi.
Pada waktu memberi nomor teks, kami mendapat pelajaran luar biasa. Awalnya hanya melihat kalimat per kalimat dan tahu-tahu sudah mencapai Bab 11. Pada waktu menulis dalam suatu bab pun, apabila melihat akhir halaman, nampak masih jauh dan dapat mempengaruhi semangat. Setelah kami hanya melihat satu per satu kalimat, semangat meningkat. Sepi ing pamrih rame ing gawe, demikian pesan leluhur kami, bekerja keras saat ini tanpa harapkan hasil nanti, hasil akan tercapai secara otomatis.
Sering teringat kata-kata Guru sewaktu menulis beberapa kalimat. Terasa bagi pribadi kami, buku Bhagavad Gita ini diberikan secara pribadi kepada kami. Buku mini 4cm x 6 cm tebal 1.5 cm ini merupakan hadiah Guru dari perjalanan ke Kashmir dan Leh. Guru berkata, buku ini kecil tetapi masih terbaca, dan dapat dibawa kemana-mana, dan kami sedang menulisya teks per teks, dan buku tersebut selalu terbawa dalam laptop.
Awalnya kami mencoba menulis terjemahannya sesuai dengan pemahaman kami, tetapi kemudian kami sadar, bahwa kesadaran kami jauh di bawah. Kemudian, kami tulis ulang terjemahan Guru di buku Bhagavad Gita bagi Orang Modern yang quotationnya juga sudah kami tulis dalam blog. Sambil menulis kami rekam isinya ke dalam bawah sadar kami. Kali ini mungkin ada yang belum kami pahami, tetapi rekaman tersebut akan dapat kami buka pada waktunya. Kami tulis bahasa Inggrisnya, dan kami dapat merasakan kasih Guru kepada seluruh umat manusia, terjemahannya disederhanakannya. Agar mereka yang baru mengawali membaca tidak bingung. Guru terima kasih. Sembah sujud bagimu. Kami mulai memahami Tuhan berkat pelajaranmu. Kami masukkan pemahaman ini ke dalam otak kami, bukan hanya otak kami, tetapi seluruh kesadaran kami. Biarkan mereka meresap ke dalam diri kami dan mengubah kami dari dalam. Blessing Guru sangat kami harapkan.

Triwidodo
Agustus 2008.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: