Pengaruh Membaca Terhadap Subconscious Mind


 

Flash reading dan kemampuan otak mengelola informasi

Program flash reading oleh Layurveda sangat bermanfaat. Buku yang tebal dipotret lembar per lembar sekilas dengan jepretan penglihatan dan direkam dalam bawah sadar. Kemudian dengan cara tertentu kita me-recall rekaman tersebut, dan kita dapat memahami isi buku tebal tersebut dalam waktu singkat. Luar biasa.

Daya nalar, pemahaman dan asosiasi dalam otak seseorang berkembang sesuai pengalaman dan intens-nya pengulangan dalam kehidupan manusia. Membaca buku Bhagavad Gita sambil lalu ketika masih SMA dan mendalami buku Bhagavad Gita pada saat ini, jelas mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda. Masalah terjadi, ketika kita malas, dimana malas adalah salah satu dari 3 sifat alami (tenang, agresif atau malas) dan kita menganggap bahwa buku Bhagavad Gita pernah dibaca dan isinya ya begitu, sehingga menjadikan kita mandeg dan tidak berkembang.

Otak kita mempunyai gambaran asosiasi bagi setiap kata, misalnya kata pohon, begitu kita membaca kata pohon, maka gambaran yang tersimpan dalam otak tentang pohon akan keluar. Sehingga sebetulnya kita terkungkung dalam pemahaman pikiran kita. Itulah beda mind, pikiran dengan thoughts, anak pikiran baru yang fresh dan segar. Dalam satu hari kita mempunyai sekitar 60.000 thoughts. Apabila kita membuka diri, melepaskan diri dari mind tentang kata pohon yang sudah tergambar dalam bawah sadar kita, sebetulnya dari informasi tentang pohon itu, masih banyak sekali informasi baru yang kita belum mempunyainya, misalnya baunya, warna dan tekstur kulit kayu, bentuk ranting dan sebagainya. Sehingga kita perlu terbuka dan reseptif terhadap hal baru.

 

Diskusi study circle membahas buku-buku seorang Murshid

Dengan niat melakukan flash reading, jepretan sekilas penglihatan dapat tersimpan dalam pikiran bawah sadar. Membaca serius berulang-ulang, ibaratnya bukan menjepret tetapi merekam dengan video recorder isi buku untuk disimpan dalam pikiran bawah sadar. Apabila kita berniat, atau melakukan afirmasi: “Aku membuka diri terhadap segala sesuatu yang dapat mengembangkan jiwaku, meningkatkan kesadaranku. Aku akan memasukkan pemikiran Murshid ke dalam diriku dan merubah pemikiranku”, maka 100 lebih buku Sang Murshid akan merubah diri kita dari dalam. Apabila kita membacanya dengan tekun, penuh kesungguhan dan membuka diri, mungkin saja suatu saat otak kita akan dapat menerima frekuensi gelombang pemikiran Sang Murshid dan terjadilah quantum leap. Seseorang yang yang sudah terbentuk pola pemikirannya dan membaca buku-buku seorang Murshid secara sambil lalu, maka dia tetap berpola lama, pemikiran Sang Murshid hanya masuk bagian luarnya, pola lama masih mengakar dalam dirinya.

Setelah sejumlah buku-buku Sang Murshid mempengaruhi di dalam diri, kemudian diekspresikan ke luar pada waktu diskusi study circle, seperti halnya me-recall pemikiran dari bawah sadar, sehingga ucapan kita seakan dijiwai Sang Murshid. Setelah pikiran dan ucapan terjiwai oleh Sang Murshid, kemudian perlu dilaksanakan dengan tindakan sehari-hari. Dengan melakukan pikiran, ucapan dan tindakan yang dijiwai Sang Murshid, kita telah menjadikan beliau menjadi pemandu yang sebenarnya. Terima kasih Ma Archana, terima kasih Ma Upasana. Sembah sujud bagimu Guru.

 

Triwidodo

Agustus 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: