BG Bab 12 Teks 10-20


 

Text 10

If you are unable to practise this form of devotion even, then follow my words and work for me, for acting on my beliefs will give you perfection.

Teks 10

Apabila latihan-latihan pun tidak dapat kau lakukan, berkaryalah demi “Aku”. Dengan cara ini pun, kau dapat mencapai kesempurnaan.

 

Text 11

But if even this also is not possible, then control your self and senses, renouncing all the fruits of action.

Teks 11

Dan apabila itu pun terasa sulit, berkaryalah tanpa keterikatan pada hasil akhir. Biarkan “Sang Aku” yang menentukan hasilnya.

 

Text 12

If this prctice is not possible to follow, then pursue the accumulation of knowledge, but superior to that is meditation, from this comes renunciation by which we can attain peace.

Teks 12

Sesungguhnya yang terbaik di antara semuanya adalah berkarya tanpa pamrih.

 

Text 13-14

He who has no hate, envy or egotism, who is gracious and compassionate, equable in the face of pain and pleasure, who is tolerant, self controlled, firm in resolve and fixed in the devotional practice and whose mind and intellect are fixed on me , is dear to me.

Teks 13-14

Ia yang tidak membenci siapa pun, ia yang bersahabat dan mengasihi setiap makhluk, ia yang bebas dari rasa angkuh dan kepemilikan, ia yang memandang sama suka dan duka, ia yang selalu puas dan berada dalam alam meditasi setiap saat, ia yang pikirannya selalu terpusatkan pada “Aku” – ialah seorang pengabdi yang kucintai.

 

Text 15

He who pertubs no one and who is never disturbed by anyone, who is unattached to happiness, impatience fear and anxiety is dear to me.

Teks 15

Ia yang tidak menyakiti siapa pun dan tidak dapat disakiti oleh siapa pun, ia yang bebas dari rasa girang, marah, takut dan gelisah – ia yang kucintai.

 

Text 16

My devotee who is not dependent on the results of his action, who is pure, knowledgeable , impartial, and free from desire and anxiety is very dear to me.

Teks 16

Ia yang tidak punya keinginan lagi, jernih pikirannya dan selalu berkarya tanpa pamrih – ia yang kucintai.

 

Text 17

One who neither rejoices nor grieves, neither yearn nor bewails, who has renounced both good and evil and is devoted to me is dear to me.

Teks 17

Ia yang selalu mengabdi – ia yang kucintai.

 

Text 18-19

One who treats friends and enemies equally, balanced in honour and disgrace, heat and cold, happiness and anguish, free from attachment, unconcerned about blame and praise, controlled in speech, content, without any fixed residence, even minded and engaged in devotional service, such a person is dear to me.

Teks 18-19

Ia yang menganggap sama, kawan dan lawan, pujian dan makian, panas dan dingin, dan bebas dari keterikatan, ia yang selalu puas dengan apa adanya – ia yang kucintai.

 

Text 20

Those who follow this path of sincere devotional service, with me as the supreme goal are beloved of me.

Teks 20

Ia yang menjalani apa yang telah kujelaskan selama ini, ia yang yakin dan menganggap pencapaian “Kesadaran Tertinggi” sebagai tujuan utamanya, sangat kukasihi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: