Indonesia Gawat Darurat


 

Percakapan Pakdhe Jarkoni dengan Lik Darmo, mengenai Perusahaan Multi Nasional yang menguasai bidang pertanian, kemudian percakapan dengan Lik Bagio mengenai Pertempuran Petani Ringkih melawan Raksasa Kapitalisme dan percakapannya dengan Mbah Urip tentang Anak Korban Iklan sebagai Generasi Penerus Masa Depan sampai ke telinga Dokter Joko, Kepala Puskesmas setempat. Dan Pak Dokter Djoko menyempatkan silaturahmi ke rumah Pakdhe.

 

Pakdhe Jarkoni: Sugeng ndalu, selamat malam pak Dokter, wonten berkah punopo, ada berkah apa sehingga pak dokter rawuh, datang ke rumah kami.

 

Dokter Joko: Pakdhe, kami dengar diskusi Pakdhe dengan para tetangga bahwa kondisi negara kita sudah gawat. Memang betul Pakdhe, menurut diagnosa para dokter, Negara kita sudah harus masuk ICU, Ruang Perawatan Khusus. Kalau hanya diobati dengan obat demam dan pilek takkan kan merubah keadaan. Dokter-dokter atau pemimpin-pemimpinnya yang merawat negara harus yang spesialis kalau hanya bekerja as usual, biasa-biasa saja, negara tak akan lepas dari keadaan ini.

 

Pakdhe Jarkoni: Betul Pak Dokter! Dalam program manajemen stress dikenal program katarsis, mengeluarkan sampah rekaman trauma dari dalam pikiran bawah sadar. Setelah itu akan terasa lega dan otak dapat berpikir lebih jernih.

 

Dokter Joko: Dalam bernegara juga demikian Pakdhe, kita harus mempunyai pikiran yang jernih. Dalam negara pikiran adalah pemimpin. Kita harus memiliki pemimpin-pemimpin yang jernih.

 

Pakdhe Jarkoni: Artinya dalam Pemilihan Presiden, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati/Walikota, Pemilihan Anggota DPR/DPD kita harus betul-betul melihat track record para calon, kemudian pandangan mereka tentang kecintaan terhadap negara kesatuan Republik Indonesia. Sehingga kita tidak salah dalam memilih.

 

Dokter Joko: Betul Pakdhe, mereka yang tidak memilih, berarti tidak bertanggung jawab. Konon nanti setelah meninggal dunia, anggota -anggota tubuh kita akan dimintai pertanggungan jawabnya. Mungkin secara pribadi kita beramal baik, tetapi dengan tidak peduli pada negara yang kacau, kita tetap akan diminta pertanggungan jawab, mengapa sudah mengerti tetapi tetap diam saja.

 

Pakdhe Jarkoni: Beberapa orang beralasan bahwa para calon yang dipilih tidak ada yang memenuhi kriteria. Pak Dokter, mengapa kita tidak belajar pada Sri Krishna, baik Pandawa maupun Kurawa juga tidak sempurna, tetapi memilih Pandawa daripada Kurawa adalah tindakan yang bijak. Semoga Para Arjuna sadar, tidak melarikan diri dari peperangan dan menjadi petapa di pucuk gunung, bangkit menegakkan dharma, menegakkan kedaulatan negara Indonesia.

 

Dokter Joko: Amin. Indonesia Jaya!

Iklan

2 Tanggapan

  1. Kalau kita pergi ke mal-mal, maka kita tidak akan menemukan lagi pemilik kios itu yang warna kulitnya kuning langsat atau kehitam-hitaman. Kalau kita pergi ke apartemen-apartemen, maka kita tidak akan menemukan lagi wajag orang-orang kita yang pribumi. Kalau kita pergi ke taman-taman wisata dan permainan anak-anak, maka kondisinya pun sama.

    Kemana perginya orang-orang kita yang sudah bersusah payah mendirikan negara dan bangsa ini, tetapi mereka tidak menikmati hasil negeri ini!.

  2. Kata para pakar usia yang paling kreatif adalah sekitar 25 tahun. Usia kelulusan S1 yang sudah tua dan langsung mengambil S2 menghilangkan kesempatan bekerja dalam usia kreatif. Cepat lulus dan cepat kerja. Kebanyakan lulusan juga tidak ingin kerja mandiri, usaha sendiri. Penghasilan 3 juta per bulan sebagai staf dan penghasilan 2 juta dengan usaha sendiri, mestinya dipilih yang usaha sendiri. Kalaupun awalnya sebagai staf bergaji tinggi, segera modalnya dipakai usaha sendiri. Mereka yang punya kesempatan hanya memikirkan dirinya sendiri, dan hal yang demikian tidak sesuai dengan alam yang melayani semua makhluk. Bangkitlah para Arjuna. Kita bisa. Jangan tunggu pemimpin yang baik, mulailah baik dari kita dari keluarga kita dari RT RW kita dan Pemimpin pun akan menjadi baik pula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: