Bhagavad Gita Bab 17 Teks 19-28


 

Text 19

Austerities performed out of inprudence, which trobles the self or other is situated in the mode of ignorance.

Teks 19

Bertapa untuk menjatuhkan atau menyakiti orang lain dilakukan oleh mereka yang bersifat malas (sifat ketiga), yang bodoh dan menyiksa diri mereka dengan melakukan berbagai macam latihan.

 

Text 20

Charity that is duty bound and done without any expectation at the right time and place to a worthy person is said to be in the mode of goodness.

Teks 20

Pemberian bantuan dengan ketulusan hati kepada seseorang yang membutuhkan dan diberikan pada saat dan tempat yang tepat – tanpa mengharapkan imbalan apa pun dan pengembalian dalam bentuk apa pun – disebut pemberian utama dan dilakukan oleh mereka yang bersifat tenang (sifat pertama).

 

Text 21

But charity that is given grudgingly with expectations of reward or with a desire to enjoy the result oneself is in the mode of passion.

Teks 21

Mereka yang bersifat agresif (sifat kedua) memberikan bantuan dengan tujuan mendapatkan imbalan, pahala atupun pengembalian.

 

Text 22

Charity done at an impure place at an inauspicious time to unworthy persons or with negligence and disrespect takes place in the mode of ignorance.

Teks 22

Mereka yang bersifat malas dan bodoh (sifat ketiga) memberikan bantuan kepada orang yang tidak layak dibantu, pada saat dan tempat yang salah, tanpa menghormati orang yang diberi bantuan, atau malah dengan cara menghina, memojokkan dia.

 

Text 23

The syllables om tat sat are the symbolic representation used to refer to the Supreme Absolute Truth. This threefold representation was used by brahmsnas while chanting the Vedas and performing sacrifices.

Teks 23

Inti semua kitab suci adalah: Aum Tat Sat – Demikianlah Kebenaran Itu

 

Text 24

Therefore, students of Vedas, prior to any sacrifices acts of charity or penance chant om in accordance with scriptural regulations to attain the Supreme.

Teks 24

Mereka yang bijak melakukan segala sesuatu – pekerjaan, persembahan, semuanya – dengan mengucapkan “Aum” terlebih dahulu.

 

Text 25-26

Those who want to be liberated from material attachments must chant the syllable tat while undertaking any austerity, performing sacrifices or charity without expectations. The syllable sat is used to indicate both reality and goodness. The word sat is used in sacrifices, penance and austerities as Absolute Truth, the objective of devotional service is achieved by chanting sat, O Arjuna.

Teks 25-26

Ia yang memberi tanpa mengharapkan pahala, bertapa tanpa keinginan untuk mencapai sesuatu, bekerja tanpa pamrih, dan selalu terlibat dalam tindakan-tindakan yang benar, suci – sambil merenungkan makna ucapan tadi ”Demikianlah Kebenaran Itu” – akan segera terbebaskan dari keterikatan-keterikatan duniawi.

 

Text 27

Sat also strengthens the acts of sacrifice, austerity and charity, and all acts that are performed with this in mind are also sat.

Teks 27

Ketekunan, keyakinan, dan kesungguhan dalam persembahan, pekerjaan atau pengabdian – itulah “Kebenaran”.

 

Text 28

O Arjuna, acts of sacrifice, charity or penance performed without faith is not permanent. It is reffered to as asat and is not favourable in this life next.

Teks 28

Apa pun yang dilakukan tanpa keyakinan – entah itu persembahan, pengabdian atau pekerjaan – disebut “Tindakan tidak benar” dan tidak akan membawakan hasil apa pun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: