Bhagavad Gita Bab 18 Teks 28-37


 

Text 28

The performer who is undisciplined, offensive, arrogant, deceitful, spiteful, lazy, moose, and procrastinating is said to be in the mode of ignorance.

Teks 28

Pelaku rendah adalah ia yang bertindak secara kasar, tanpa memikirkan kepentingan orang lain dan lingkungan, dan membenarkan segala macam tindakan untuk memperoleh hasil yang diinginkannya.

 

Text 29

O Arjuna, now please listen to me as I tell you in detail the different kinds of intellect and determination as per the three modes of nature.

Teks 29

Pemahaman serta keteguhan manusia juga dapat dibagi demikian, berdasarkan sifat manusia.

 

Text 30

O Prtha, the intellect by which one knows what is to be done, what ought not to be done, what is to be feared and what is not to be feared, what is binding and what is liberating is in the mode of goodness.

Teks 30

Intelek yang memahami tindakan tepat dan pelepasan sejati – yang dapat melihat mana yang benar dan mana yang tidak, yang dapat membedakan rasa takut dari rasa tidak takut dan keterikatan dari pembebasan – disebut Intelek atau Pemahaman Utama.

 

Text 31

The intellect by which one can not distinguish between what is right and wrong, between what should be done and what should not be done is in the mode of passion.

Teks 31

Yang tidak dapat membedakan kebajikan dari kejahatan dan tidak memahami mana tindakan yang patut dilakukan dan mana yang harus dihindari disebut Intelek Medio.

 

Text 32

The intellect with which one misconceives wrong as right as wrong, which is covered in darkness and steers down the wrong path is in the mode of ignorance.

Teks 32

Intelek yang membenarkan tindakan salah sebagai yang benar, yang diliputi oleh kegelapan dan kebodohan, disebut Intelek Rendah.

 

Text 33

O son of Prtha, that determination that I unswerving, by which one can control the mind, the vital air and the senses is in the mode of goodness.

Teks 33

Wahai putera Parta, ketekunan untuk pengendalian indera, dan lain sebagainya, disebut Ketekunan Utama.

 

Text 34

The fortitude with which one holds on to material results in religion, economic development and sense gratification is in the nature of passion.

Teks 34

Ketekunan untuk bertindak demi hasil disebut Ketekunan Medio.

 

Text 35

The determination by which one holds on irrationally to sleep, fear, grief, depression, and conceit is in the mode of ignorance.

Teks 35

Melakukan tipu muslihat demi kepentingan diri sendiri, tidur berlebihan, selalu diliputi oleh rasa gelisah dan rasa takut, merupakan ciri-ciri manusia yang tekun pada tindakan-tindakan sembarangan dan dilakukan secara gegabah. Ketekunan demikian disebut Ketekunan Rendah.

 

Text 36-37

O Arjuna, now hear from me the three kinds of happiness that conditioned souls enjoy, by cultivating which one can end suferring. The happiness that initially tastes like poison but eventually is like nectar, which awakens one to self- realisation is in the mode goodness.

Teks 36-37

Ada pula tiga macam kebahagiaan. Kebahagiaan yang walaupun pahit pada awalnya namun pada akhirnya terasa bagaikan madu, yang diperoleh hanya oleh mereka yang telah mencapai Pencerahan, disebut Kebahagiaan Utama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: