Mengikuti Yang Menggoda, Mengikuti Yang Memaksa atau Hidup Berprinsip


 

Menggoda kita

Media elektronik sebagai agen-agen pasar bebas menawarkan rumah mewah dengan kenyamanan bak berlibur setiap hari, kendaraan, perabot dan hiburan supermewah. Mereka menggoda masyarakat yang berpenghasilan tinggi agar suka bermewah-mewah dan memuaskan naluri suka pamernya. Bagi yang tergoda, mereka akan lupa bahwa menurut teori ekonomi Zero Sum, kemewahan ekonomi si kaya telah dibayar dengan peningkatan kesengsaraan ekonomi si miskin. Seharusnya sumber dana yang bisa dipakai untuk keperluan produktif yang bermanfaat bagi masyarakat banyak, dipakai untuk konsumtif. Waste of social resources. Tanpa terkendali virus pameran kemewahan telah marak di masyarakat. Apakah kita akan tergoda?

 

Memaksa kita

Ada sekelompok kecil masyarakat yang rindu berat kepada Yang Maha Pengasih dan Penyayang, mungkin mereka pernah merasakan betapa gelisahnya berada di depan pintu gerbang sang Kekasih. Akan tetapi belum sempat dibukakan pintunya oleh Sang Kekasih, mereka kembali ke masyarakat duniawi. Melihat tingkah laku masyarakat dunia ini menggelisahkan mereka. Mereka melihat masyarakat telah berbuat salah. Mereka memaksa masyarakat untuk mengikuti gairah syariat yang dipegangnya. Bagaimanapun gairah itu sulit dipaksakan, seorang pangeran di Eropa dipaksakan bergairah dengan putri yang cantik, tetap juga dia mempunyai pilihan sendiri. Bagi mereka yang sudah mencapai hakikat, sudah bertemu dengan sang Kekasih, ketika kembali ke masyarakat dunia, mereka akan menggunakan mohabat, kasih. Sebuah pemaksaan tidak akan berbuah baik. Dakwah yang baik adalah dakwah dengan perbuatan. Masyarakat jahiliah tertarik kepada seorang manusia yang selalu bertindak jujur sehingga digelari Al Amin. Ibarat sekuntum bunga berdakwah dalam keheningan, masyarakat sekitar serius memperhatikan, bukan dari suaranya tetapi dari penampilannya, dari tindakannya yang memukau.

 

Hidup berprinsip

Seorang bijak menyampaikan bahwa inti daripada Islam, dan juga agama-agama lainnya adalah Love, Peace and Harmony. Membantu para yatim piatu, janda-janda, mereka yang tidak punya nafkah, intinya adalah Love, kasih. Melayani sesama manusia. Tindakan ibadah, Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, Haji dimaksudkan untuk mendapatkan Peace, kedamaian diri. Dan setelah itu hidup di masyarakat dan lingkungan alam dengan penuh harmoni.

 

Dakwah Bunga ala Kaum Sufi

Ada kutipan dari tulisan seorang bijak: “Hatiku telah terbuka sepenuhnya: ini menjadi padang rumput bagi kawanan domba, biara bagi para pertapa, kuil bagi arca-arca sembahan, Kaaba bagi para peziarah, meja bagi kitab Taurat dan kitab Suci Alquran. Saya mempraktekkan agama cinta: Kemanapun arah kereta meluncur, agama cinta akan selalu menjadi agamaku dan keyakinanku,” tulis Ibn Arabi (1165-1240). Sebuah masyarakat yang berlandaskan pemahaman bersama dan mengapresiasi dan tidak sekedar bertoleransi kepada kepercayaan lainnya. Dibutuhkan ekonom Sufi dan politisi Sufi yang tidak serakah dan haus kekuasaan – yang berada di tengah masyarakat untuk melayaninya. Dibutuhkan pemuka agama Sufi yang tak mengiming-imingi janji surga tapi berjuang untuk menciptakan surga di dunia. Dibutuhkan pendidik Sufi untuk mengajar bagaimana bersatu dalam cinta dan tak terpecah-belah oleh kebencian. Semoga Allah SWT Memberkati kita semua. Amin.

 

Triwidodo

September 2008.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Yah,benar juga.Lebih tepatnya,dibutuhkan ulama wartsatul anbiya atau ulama pewaris nabi.Di zaman sekarang ini sudah sebarang tentu masih ada ulama pewaris nabi,tinggal masing-masing individu saja yang mencari.
    Tidak ada paksaan,artinya hanya orang-orang yang mau dan mampu—hanya orang-orang yang mau mendapatkan hakikat dan mampu menerima hakikat.Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk meninggalkan comment.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: