Mutiara Quotation REINKARNASI Hidup Tak Pernah Berakhir


 

Judul : REINKARNASI Hidup Tak Pernah Berakhir

Pengarang : Anand Krishna

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : 1998

Tebal : 145 halaman

 

Mutiara Quotation REINKARNASI Hidup Tak Pernah Berakhir

 

Ketika ulat menjadi kepompong, ia meninggalkan badan wadagnya dan lahir dalam wadag baru. Ketika saatnya tiba, badan wadag kepompong pecah, keluar cairan amis, dan lahirlah kupu-kupu. Karena semuanya itu masih dapat kita saksikan dengan mata wadag kita, kita menyebutnya proses metamorfose. Ketika badan wadag kupu-kupu hancur, kita menyebutnya mati. Apakah metamorfose dan kematian itu berbeda secara radikal? Lalu bagaimana dengan kematian kita? Apakah itu akhir hidup kita?

 

Pertanyaan Pada Diri Sendiri

Pernahkah Anda mengunjungi suatu tempat untuk pertama kalinya, namun mendapatkan kesan seolah-olah pernah berada di tempat itu sebelumnya? Pernahkah Anda menghadapi suatu situasi untuk pertama kalinya, namun terasa seolah-olah pernah melewati situasi yang sama?

Pernahkah Anda melihat seseorang dan sebelum terjadi komunikasi apa pun, sudah langsung merasa tidak simpatik padanya? Atau sebaliknya? Perhatikan kesenangan-kesenangan Anda, apa yang Anda senangi? Anda lahir di Indonesia, namun mungkin senang masakan Cina, senang membaca cerita-cerita silat Cina?

Mengapa ada yang lahir kaya raya dan ada yang miskin? Mengapa ada yang bekerja keras, tetap saja tidak berhasil, namun ada yang tidak bekerja keras tetapi berhasil?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini telah menghantui manusia sejak ribuan, bahkan mungkin jutaan tahun.

Lewat halaman-halaman buku ini, saya ingin berdialog dengan Anda, dan saya ingin bicara dengan manusia Indonesia. Selama ratusan tahun, Anda mengurung diri dalam kamar yang kecil dan tak berjendela. Entah berapa kali, telah saya panggil nama Anda. Entah sejak kapan saya berusaha untuk membangunkan Anda, untuk membuat Anda sadar akan warna-warna kehidupan ini.

Dan sekarang Anda telah terjaga. Jangan tertidur lagi. Tinggalkan ranjang Anda. Sejak begitu lama, telah saya tunggui Anda. Siapkah Anda menerima saya, untuk menerima apa yang ingiin saya bagi dengan Anda?

 

Aku Pernah berada di sini

Mengapa kamu ingkar kepada Allah. Padahal dahulunya kamu mati. Lalu Allah menghidupkan kamu. Kemudian Dia mematikan kamu. Kemudian Dia menghidupkan kamu kembali. Lalu kepadaNya kamu dikembalikan? Al Qur’an Surat Al Baqarah, ayat 28.

Rupanya ada mekanisme Alam yang sedang bekerja. Ada Proses daur Ulang Alami yang sedang bekerja. Manusia saja sudah mulai memikirkan proses daur ulang. Apakah alam begitu tumpul, sehingga tidak terpikirkan proses serupa olehnya?

Air laut menguap menjadi awan, awan berubah menjadi air hujan, hujan turun untuk mengguyuri bumi kita lagi. Secara ilmiah sudah terbukti bahwa tidak ada sesuatu yang dapat musnah. Segala sesuatu dalam alam ini hanya mengalami perubahan bentuk, itu saja.

Bhagavad Gita Bab II Ayat 22: sebagaimana kau melepaskan pakaianmu yang lama dan memakai pakaian baru, begitu pula jiwa ini meninggalkan badannya yang lama dan menghuni badan baru.

Ia yang Bijak, mengetahui segala sesuatu tentang kelahiran-kelahiran sebelumnya. Ia memahami rahasia sorga dan neraka. Bagi dia, kelahiran ini merupakan yang terakhir kalinya, karena Ia telah mencapai Kesadaran yang Tertinggi; Ia telah mencapai Kesempurnaan. Dhammapada, ayat 423.

Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Injil Matius 17: 11 & 12.

Saya mengajak Anda untuk menerima setiap sisi Kebenaran. Saya mengajak Anda untuk menyadari bahwa setiap sisi itu benar dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Kebenaran yang satu dan itu-itu juga. Sekali lagi, apakah Anda siap untuk menerimanya?

 

Bentuk-bentuk Kehidupan

Kehidupan yang kita kenal hanya sebagaian kecilnya saja. Anda menimpulkan, Ah dia punya badan, dia bernapas, dia adalah manusia seperti saya. Segala sesuatu yang lain, bentuk-bentuk kehidupan yang lain yang tidak serupa dengan Anda biasanya akan Anda tolak.

Bayangkan alam yang luas dan tak terbatas ini. Membayangkannya pun tidak bisa. Galaksi kita yang disebut Bima Sakti ini hanya salah satu dari jutaan galaksi. Dalam galaksi kita sendiri entah berapa bulan dan berapa bintang.dunia kita bagaikan titik kecil yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Pengetahuan kita sangat minim.

 

Hukum Sebab-Akibat

Yang namanya kebetulan itu memang tidak ada. Pertemuan kita, perpisahan kita, semuanya merupakan bagian dari cetak biru yang sudah ditentukan sebelumnya. Namun, kita dapat menentukan cetak biru untuk masa depan kita. Hal itu perlu direnungkan sejenak.

Yang namanya takdir itu apa? Memang, apa yang tengah kita alami sekarang ini merupakan takdir kita, sudah ditentukan oleh masa lalu kita. Tetapi yang menentukan siapa? Kita-kita juga. Apa yang kita buat pada masa lalu menentukan masa kini kita. Nah, sekarang apa yang kita buat sekarang, dapat menentukan masa depan kita. Bagi mereka yang mengetahui mekanisme alam ini, hidup menjadi sangat indah. Ia tidak akan menangisi takdirnya. Ia tahu persis bahwa ia pula yang menentukan takdirnya sendiri. Ini yang disebut Hukum Karma, Hulum Sebab Akibat. Karma berarti tindakan, karya.

Maya, Ilusi. Dalam bahasa Sanakrit, maya berarti ilusi. Maya juga berarti kekuatan alam yang bermanifestasi, sebagai saya dan Anda, sebagai bulan dan bintang, sebagai bumi dan langit, sebagai gunung dan lembah. Semuanya ini permainan Maya.

Hukum Karma, hukum alam yang mutlak, telah menentukan kelahiranmu di Indonesia kali ini. Ada teman-teman lama yang harus kau temui lagi. Ada urusan-urusan yang harus kau selesaikan. Dan tentu saja, ada pertemuan antara kita – yang harus dirayakan.

Keberadaanlah yang menentukan segala sesuatu. Apabila, hari ini saya bisa bercerita dengan Anda dan Anda bisa mendengarkan saya, itu pun karena kehendak Keberadaan. Karma Anda dan karma saya telah saling menyilang dan pertemuan antar kita pun terjadi.

 

Lahir Kembali

Yang mengaktifkan komputer manusia ini adalah juga tiga unsur utama. Pertama, badan kasat kita. Ini bagaikan hardware. Kedua, ego kita. Ini bagaikan software. Dan tentu saja, ketiga, kesadaran yang merupakan aliran listriknya. Badan kita sewaktu-waktu bisa rusak, bisa berhenti bekerja. Namun Software nya tidak ikut rusak. Ego kita masih utuh, masih dapat berfungsi. Software yang sama dapat digunakan, menggunakan hardware yang baru. Tidak ada memori yang hilang, tidak ada program yang terhapus. Ego kita yang merupakan software, masih dapat digunakan.

Ada satu hal yang jangan sampai terlupakan: Kesadaran atau aliran listrik kesadaran ini tidak pernah terganggu. Ego adalah mekanisme yang sangat kompleks, yang terdiri dari pikiran, memori, keinginan-kainginan, impian-impian, harapan, perasaan dan lain sebagainya. Selama kita ini kita mengidentitaskan diri kita dengan Ego ini. Setiap kali Ego menghuni badan kasat, manusia menjadi nyata. Setiap kali ia meninggalkannya, badan kasat menjadi jasad.

Kelahiran dalam dunia ini ibarat belajar di sekolah. Alam semesta ini ibarat lembaga pendidikan, universitas. Ada fakultas-fakultas lain pula, yang terdapat dalam dimensi lain. Masih ada begitu banyak bentuk kehidupan yang lain. Apabila seseorang mati dalam kesadaran, ia akan tahu persis mata pelajaran apa yang masih harus dipelajari.

 

Kematian

Kematian bukan titik penghabisan kehidupan manusia. Kematian hanya merupakan titik awal proses daur ulang. Seorang siswa akan pulang ke rumahnya, setelah seharian di sekolah. Begitu pula kita. Setelah belajar di dunia ini, kita pulang ke alam asal kita. Kenapa ada rasa takut? Kita ibarat anak-anak kecil yang dikirim ke asrama sekolah. Untuk membuat kita betah di asrama ini, memori tentang rumah harus dihilangkan sedikit demi sedikit. Orang tua Anda tidak akan datang menemui Anda terlalu sering.apabila Anda tidak ditinggal sendirian, kapan Anda bisa mandiri? Kapan Anda akan belajar? Namun seperti anak-anak kecil yang masih di tingkat TK dan SD, selesai belajar sepanjang tahun, sewaktu pulang ke rumah pun ada rasa takut. Kita begitu kecil, begitu rawan, begitu cepat terkondisi. Bagaimana pulangnya? Naik kereta, lantas siapa yang menjemputnya? Seribu satu macam pertanyaan akan menghantui anak-anak kecil yang sedang siap-siap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, setelah setahun penuh berada di asrama sekolah.

Mereka yang masih berada di Tk, di SD dalam “sekolah hidup ini” akan selalu takut mati. Ironisnya, selama ini kita semua hampir tidak pernah naik kelas.

Sebelum kelahiranmu kali ini, kau sudah berjanji dengan begitu banyak teman-teman lainnya, bahwa kau akan lahir di Indonesia, atau di negara-negara yang akan kau kunjungi, sehingga kalian dapat bertemu dan bekerjasama lagi.

 

Melampaui Kelahiran & Kematian

Apa yang sebenarnya pada saat kematian? Sang Ego meninggalkan badan kasat. Badan kasat ini tidak dapat berfungsi tanpa ego. Dalam kasus mereka yang mati tanpa kesadaran, kematian memang membingungkan. Dan berhubung dalam alam itu jarak dan waktu sebagaimana kita ketahui di sini tidak ada lagi, maka ego kita bisa gentayangan selama beberapa jam. Beberapa hari, beberapa tahun atau bahkan beberapa abad. Ego yang bergentayangan ini mempunyai badan yang bentuknya mirip dengan badan kasat terakhir.

Tali pengikat yang sering disebut silver cord atau tali perak karena bercahaya keperak-perakan. Tali itu menghubungkan badan kasat dengan badan halus. Tali ini tidak akan putus, kecuali sudah tiba saatnya bagi Sang Ego untuk meninggalkan badan kasat. Dalam alam tidur, tali penghubung ini tidak pernah putus.

Pada saat kita dinyatakan mati, sebenarnya yang terjadi adalah bahwa badan halus kita berada di luar badan kasar dan sudah tidak dapat masuk kembali.

Ingat satu hal: peningkatan kesadaran hanya dapat terjadi selama Anda masih memiliki jasad Anda, kemungkinan untuk bisa berkembang menipis sekali. Anda harus berkarya sekarang, selama jasad ini masih Anda miliki dan masih berfungsi normal. Apabila Anda tidak mengurus diri sendiri dalam kelahiran ini, Anda akan lahir kembali, dan mati lagi, dan lahir lagi demikian seterusnya, sampai Anda menembus setiap alam kesadaran dan mencapai apa yang saya sebut Kesempurnaan dalam Kekosongan, dalam Kasunyatan.

Jangan mencari-cari pembenaran lewat konfirmasi dari pihak ketiga. Kau ceritakan pengalamanmu kepada orang lain, juga tidak ada gunanya. Mereka belum mengalami apa yang tengah kau alami. Mereka tidak dapat membantumu.

Tidak ada peristiwa sepenting peristiwa meninggalnya seorang Buddha, seseorang yang telah mencapai pencerahan dan kesempurnaan dalam hidup ini.ia tidak hanya meninggalkan badan kasatNya, Ia juga meninggalkan EgoNya, pikiranNya. Sekarang EgoNya menjadi fragmen-fragmen kecil dan tersebar kemana-mana.

Ya seperti sampah – tetapi sampah yang sangat berharga. Ego yang telah mengalami transformasi dan sudah berubah menjadi Kesadaran, hasil Pencerahan yang dicapaiNya dapat mengubah siapa saja, dapat meningkatkan kesadaran siapa yang menerimaNya.

Ya persis. Fragmen yang terkecil dari Ego ini memiliki kualitas yang persis sama seperti yang terbesar. Apabila seseorang berada dalam keadaan reseptif, ia dapat menerima fragmen-fragmen ini, dan dapat terjadi loncatan yang dahsyat dalam kesadarannya.

Tidak melakukan apa pun, hanya membuka diri terhadap segala kemungkinan. Hanya menjadi reseptif. Tidak menolak apa pun.

Benar. Terjadi Transformasi Kuantum dalam dirimu. Terjadi loncatan yang dahsyat. Kau menerima begitu banyak kepingan Ego para Buddha, dan lahirlah kesdaran yang baru. Ego para Buddha tersebsr dalam bentuk getaran-getaran energi yang sangat halus.

Penyakitmu memang harus kau lewati – dalam keadaan sakit, badan kasat menderita dan penderitaan itu secara berangsur-angsur membuat kamu tidak terikat pada badanmu lagi. Keterikatanmu berkurang, sampai kau dapat melampaui hubungan-hubungan emosional yang paling sulit untuk dilampaui.sedikit demi sedikit kau mulai terbuka. Kata-kata sang Lama merupakan pukulan yang terakhir dan kau terbuka lebar.

Kau harus menjadi pelita bagi dirimu sendiri. Terangilah jalanmu sendiri. Kau harus menempuh sendiri perjalanan hidup ini – jangan bersandar pada siapa pun.

Setiap orang berpotensi menjadi Buddha. Ada yang mengembangkan potensi itu, ada yang membiarkannya begitu saja. Bila seseorang menyadari hal ini dan mengambil langkah pertama untuk mencapai pencerahan. Alam Semesta turut membantunya.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Manusia telah bosan memikirkan hal2 yg umum dan sedang mencari yg msh mistery. pesan bagi pembaca: seimbangkan hidup nyata dan hidup maya. Badan kita msh hidup di dunia nyata, roh kita mungkin bisa kita katakan hidup di dunia maya. Badan dan roh kita masih satu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: