Menghormati Alam menurut Neuro Language Programming


 

Niat baik dengan implementasi yang kurang tepat

Seorang ibu menelpon anak gadisnya yang masih belajar di tempat temannya, “Sekarang sudah larut malam sudah jam 10 malam cepat pulang agar besok pagi tidak terlambat ke sekolah!” Niat Sang ibu amat baik. Akan tetapi, Sang Anak Gadis berpikir hanya setengah jam lagi tugas beres, dan besok ke sekolah tanpa beban tugas dan paparan di sekolah bagus.

”Selalu ada maksud baik di balik setiap perilaku”, demikian ujar salah satu anggapan NLP (Neuro Language Programming). Ditambah lagi, ”Manusia itu lebih dari sekedar perilakunya”, berarti selalu ada kemungkinan bagi setiap orang untuk melakukan perubahan dalam dirinya.

”Segala sesuatu itu tergantung niatnya”. Ya, niat memang penting, tetapi niat yang terealisasi menjadi perilaku yang selaras jauh lebih penting.

Seorang yang efektif adalah mereka yang selaras. Walk the talk. Sangat teruji integritasnya, karena apa yang ia niat dan katakan, itulah pula yang ia jalankan. Dalam law of attraction, orang yang kongruen memiliki vibrasi energi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan yang tidak.

 

Love Peace and Harmony

Sang Ibu bisa dilatih menerapkan NLP, untuk memahami Lingkungan, Perilaku, Kemampuan, Keyakinan, Identitas dan Spiritual agar tindakan Sang Ibu selaras dengan niatnya. Dalam spiritualitas, tindakan Sang Ibu terhadap anak gadisnya sudah ada love, sudah kasih. Akan tetapi dalam diri Sang Ibu belum terdapat kedamaian diri, rasa khawatirnya membuat tindakannya kurang harmony. Seandainya Sang Ibu lebih tenang, dia akan menanyakan baik-baik apa masalah Sang Anak Gadis, dan mungkin akan keluar tindakan biarlah setengah jam lagi Sang Bapak menjemput Sang Anak Gadis ke rumah temannya. Dengan love, peace and harmony maka niat dan implementasi bisa selaras.

Semua agama meminta kita melayani tetangga, janda, anak yatim piatu dan orang yang kurang mampu agar love, sifat kasih kita tumbuh. Setelah kita sadar, aku ini siapa? Di Alam ini ada Yang Maha Kuasa. Aku pun bukan badanku, pikiranku atau perasaanku, aku dapat menyaksikan badan, pikiran dan perasaanku. Mengapa aku harus takut dan kawatir? Rasa peace, damai dalam diri muncul. Setelah kedamaian diri dan rasa kasih muncul maka segala tindakannya akan harmony, selaras dengan alam.

 

Menghormati Alam sesuai NLP

Sesuai teori agar niat baik menghormati alam dapat diimplementasikan dengan tindakan, perlu introspeksi, memperhatikan beberapa hal:

  1. Lingkungan, manusia harus sadar tindakannya selaras dengan alam atau tidak?

  2. Perilaku, menyesuaikan perilakunya agar selaras dengan alam.

  3. Kemampuan, skill untuk bekerja selaras dengan alam.

  4. Keyakinan, tindakan selaras dengan alam adalah tindakan bijaksana.

  5. Identitas, diri kita adalah subsistem dari alam.

  6. Spiritual, alam ini menghidupi kita, dan kita wajib melestarikannya.

Penerapan Teori NLP (Neuro Language Programming), selaras dengan bagaimana cara kita menggunakan mind, menggantikan conditioning mind, pikiran lama yang sudah terkondisi dan menggantikannya dengan created mind, pikiran baru.

Yang Mulia Atisha menyampaikan setelah kesadaran seseorang telah mencapai kesadaran murni, BoddhiChitta, maka conditioning mind harus dibuang dan diganti dengan created mind. Terdapat keselarasan antara ilmu pengetahuan dengan spiritualitas.

 

Triwidodo

September 2008.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: