Syekh Puji, poligami dan poliandri di Indonesia, sesuai atau tidak?

Malam sudah mulai larut, Pakdhe Jarkoni masih membaca buku Stamford Raffles, History of Java, ketika keponakannya Wisnu menghampiri membawakan secangkir teh manis kental. Dan terjadilah dialog diantara mereka.

 

Wisnu: Pakdhe bagaimana pandangan Pakdhe tentang tindakan Syekh Puji yang berasal dari daerah Jambu, Kabupaten Semarang yang mengawini perawan kencur 12 tahun?

Baca lebih lanjut

Ajaran Tauhid dalam Wirid Hidayat Jati

Ajaran Tauhid dalam Wirid Hidayat Jati

            Dalam karya pujangga Ronggo Warsito (1802-1873) berjudul Wirid Hidayat Jati, beliau menjelaskan ajaran Tauhid. Terdapat beberapa tingkatan kesadaran dalam olah spiritual. Kesemua tingkatan tersebut sesungguhnya berawal dari Yang Satu dan tingkatan yang semakin ke bawah hijab atau penghalangnya semakin tebal, sehingga semakin jauh dari Yang Satu. Walaupun demikian, semuanya berada dalam Yang Satu jua. Apabila ada sesuatu yang berada di luar Yang Satu maka akan terjadi dualisme. Perpisahan dengan Yang Satu hanya merupakan ilusi.

Baca lebih lanjut

Hiburan bagi Raga dan hiburan bagi Jiwa

Spiritualitas adalah hiburan bagi jiwa. Bila kita masih mencari hiburan lain, maka itu membuktikan kita belum mengetahui kebutuhan jiwa, baru bersentuhan dengan raga (SMS Wisdom, Anand Krishna).

 

Kenyamanan dan kebahagiaan

            Seekor kambing berbahagia selama masih bisa makan rumput dan hidup dalam kandang. Seekor binatang belum bisa membedakan antara kebahagiaan dan kenyamanan. Apabila manusia dapat memenuhi kebutuhan dasarnya yaitu makan, minum, tidur dan seks, maka manusia pun merasa nyaman. Akan tetapi rasa nyaman tidak sama dengan rasa bahagia, banyak orang berharta yang sangat nyaman tetapi belum merasakan kebahagiaan. Manusia memiliki kemampuan untuk membedakan antara kenyamanan dan kebahagiaan.

Baca lebih lanjut

Cara Mengalahkan Dualisme dalam Wirid Hidayat Jati

Mengalahkan ego

            Ego dapat diibaratkan kumpulan informasi mulai dari bawaan genetik, tambahan informasi dari bayi sampai dengan saat ini. Manusia sering mengidentitaskan dirinya dengan kumpulan informasi ini. Ego pun kadang membingungkan dirinya, catatan-catatan informasi itu sering bertentangan, misalnya: aku ingin menjadi orang yang baik, tetapi rejeki di depan mata walaupun tidak halal akan menyenangkan keluargaku.

Sesungguhnya aku bukan egoku, aku adalah saksi, aku dapat menyaksikan tindakan diriku. Aku dapat memilih. Untuk mengalahkan ego dan menempatkan nurani sebagai pemimpin dapat dipakai banyak cara. Dzikir dipakai untuk melelahkan mind, pikiran sumbernya ego dan meningkatkan nurani. Penyangkalan juga bisa dilakukan, misalnya ini bukan tindakanku, ini semata-mata kekuasaan Tuhan. Pelepasan kemelekatan juga bisa dilakukan, misalnya dengan pemahaman bahwa harta, tahta dan raga ini hanya amanah, titipan dari Yang Maha Kuasa. Berikut ini adalah cara mengalahkan ego dalam Wirid Hidayat Jati, karya Pujangga Ronggo Warsito (1802-1873).

Baca lebih lanjut

Kebebasan dengan Melampaui Belenggu Pikiran

Lebih baik hidup sehari sebagai manusia  bebas dan tak terbelenggu oleh adat istiadat yang sudah kadaluarsa daripada hidup seribu tahun dengan jiwa terbebani olehnya. (SMS Wisdom, Anand Krishna)

 

Bagian-bagian kehidupan

            Ada 5 bagian kehidupan tertera dalam Buku Ah, Hridaya Sutra Bagi Orang Modern, Gramedia 2000, karya Bapak Anand Krishna, yaitu: 1. roopa skandha, segala sesuatu yang memiliki wujud; 2. vedaana skandha, perasaan yaitu senang, tidak senang dan cuek; 3. sangyaa skandha, sikap menghubung-hubungkan; 4. samskaar skandha, pikiran dan keinginan; 5. vigyaan skandha, pengetahuan dan kemampuan memilah.

Baca lebih lanjut

Panduan Guru dalam Menghilangkan Kemelekatan Dunia

Tuhan berada di mana-mana, di dalam dan diluar dirimu. Rasa takutmu hanyalah membuktikan bila kau belum menyadari kehadirannya. Sadarilah.(SMS Wisdom, Anand Krishna)

 

Cara teratai menghilangkan debu kemelekatan pada dirinya

Bunga teratai tumbuh di lingkungan kotor berlumpur, walaupun demikian daunnya selalu bersih. Apabila datang butiran debu pada permukaan daunnya, maka teratai mengalirkan tetesan air hujan pada permukaan daunnya ke arah butiran debu tersebut, menghimpun seluruh debu, dan membawanya mengalir ke bawah hingga jatuh ke permukaan air. Pada akhirnya, daun pun kembali bersih tanpa noda.

Baca lebih lanjut

Rumongso Biso, Biso Rumongso dan Jalan Spiritual

Ekstrem Barat dan Ekstrem Timur

Bagi Barat keyakinan diri itu penting, manusia perlu berjuang untuk meningkatkan kesejahteraannya. Mind harus diolah, dimaksimalkan demi kesejahteraan manusia.

Di pihak lain Timur menyadari, potensi setiap orang berbeda dan perbedaan itu selaras dengan alam. Kodrat burung adalah terbang, dan bagi burung belajar berenang adalah perjuangan yang tidak tepat. Kodrat ikan adalah berenang dan tidak cocok berjuang untuk terbang. Perjuangan yang tidak selaras dengan alam akan merugikan. Kebahagiaan dapat dicapai dengan menerima apa adanya.

Dalam perkembangannya selalu terdapat modifikasi tindakan, tidak ada yang terlalu ekstrem. Semakin lama manusia mengalami kemajuan evolusi akan menjadi semakin bijak. Berjuang diperlukan tetapi harus bertindak selaras dengan alam.

Baca lebih lanjut