Krisis Finansial Global di Indonesia dengan Penjelasan yang Sederhana


Sore itu terjadi diskusi aktif antara Pakdhe Jarkoni dengan Wisnu, keponakannya.

 

Pakdhe Jarkoni: Wisnu, coba kamu perhatikan cerita kehidupan teman Pakdhe, si Marsel yang berubah karakternya dari manusia Jawa yang nrimo menjadi kapitalis yang bersemangat.

 

Wisnu: Pak Marsel, orang sederhana yang berbeda agama dengan istrinya dan mendapat ketenangan dari latihan meditasi? Memang katanya istrinya bersemangat dan dapat mendorong suaminya untuk bekerja keras.

 

Pakdhe Jarkoni: Betul! Marsel dan isterinya membuka usaha penjahitan pakaian batik. Karena tidak punya modal, maka mereka pinjam kredit kepada seorang investor. Luar biasa! Kredit pertama selesai dengan mulus dalam jangka beberapa bulan. Setelah berhasil, mereka kredit sepeda motor baru dengan jaminan BPKB sepeda motor tersebut. Mereka bekerja lebih bersemangat sampai mempunyai 2 orang pembantu. Apabila semuanya berjalan lancar, tingkat kehidupan mereka sudah meningkat dengan sepeda motor baru dan kredit sepeda motor serta kredit usaha  penjahitan tetap terselesaikan. Hanya apabila terjadi suatu masalah pada usahanya, maka sepeda motornya bisa diambil alih paksa oleh pemberi kredit. Kesehatan dan kepiawaian Marsel dan istrinya sangat berpengaruh, dan resikonya juga menyangkut kehidupan keluarga mereka.

 

Wisnu: Pakdhe mau menjelaskan kondisi pengusaha konglomerat kita yang kena imbas krisis finansial global ya Pakdhe? Usaha Grup Bukries berkembang pesat, modal pribadi 20%, sedangkan yang 80% dari pasar modal. Usaha Grup Bukries lancar, dan mengembangkan usaha kelapa sawit dengan jaminan perusahaan kelapa sawit tersebut. Modalnya, tentu saja dari pasar modal. Ndilalah, tak terterperkirakan sebelumnya, ada gejolak moneter, harga saham turun sehingga bisa saja nilai perusahanan Grup Bukries turun. Apabila jaminan usaha kelapa sawit tidak mencukupi, terjadilah hostile take over, pengambil alihan perusahaan secara paksa. Kesehatan dan kepiawaian manajemen Grup Bukries sangat berpengaruh. Dan karena perusahaan kelapa sawit, maka hal tersebut menyangkut lahan dan pekerja dari Indonesia. Pemerintah mestinya ikut campur tangan. Apabila pemerintah mempunyai uang tunai, sudah semestinya perusahaan tersebut diambil alih pemerintah.

 

Pakdhe Jarkoni: Kembali ke usaha pak Marsel, apabila Investor meminjamkan kredit ke banyak usaha seperti punya pak Marsel, dan usaha-usaha tersebut bangkrut, sedangkan uang Investor berasal dari Bank, maka Investor akan mengalami masalah pengembalian kredit terhadap Banknya. Demikian juga apabila perusahaan pemberi kredit sepeda motor pinjam dari Bank, sedangkan kredit sepeda motornya macet. Lebih parah lagi bila Banknya yang bermasalah. Baik Wisnu, bagaimana tentang Persahaan Multi Nasional Leman yang terkena gonjang-ganjing?

 

Wisnu: Banyak Investor menyerahkan modalnya ke Leman dengan perjanjian untuk mendapatkan banyak keuntungan. Modal tersebut digunakan Leman untuk berusaha dalam bidang properties. Perusahaan AIGZ mengeluarkan semacam surat berharga, yang apabila Leman gagal memenuhi janji kepada para investornya, AIGZ yang menjamin pengembalian dana mereka. All happily ever after, win win solution, saling menguntungkan. Perusahaan AIGZ ini berkembang, banyak investornya dan tidak terkontrol jumlah surat berharganya. Penjualan surat berharga juga memberikan insentif bagi penjualnya. Para pemilik surat berharga ini semakin beruntung kalau suatu perusahaan yang dijamin seperti Leman bangkrut. Karena tidak terkontrol, AIGZ ini bisa jualan kertas berharga yang nilainya amat tidak rasional; tetapi ternyata begitu Leman bangkrut, perusahaan AIGZ juga tidak dapat membayar pemilik surat berharga, dan jadilah para pemilik modal yang riil dan yang hanya diatas kertas gulung koming.

 

Pakdhe Jarkoni: Pasar bebas tidak bisa dibiarkan begitu bebasnya sampai menelan korban sendiri. Para investor asing di Indonesia pada menjual sahamnya untuk mengamankan usahanya di negerinya, sehingga harga saham turun. Saat ini tepat waktunya untuk mengumpulkan modal masyarakat guna membeli saham yang tadinya dimiliki investor asing tersebut. Bangkitlah Arjuna. Pertahankan negerimu.

 

Triwidodo

Oktober 2008.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: