Ajaran Tauhid dalam Wirid Hidayat Jati

Ajaran Tauhid dalam Wirid Hidayat Jati

            Dalam karya pujangga Ronggo Warsito (1802-1873) berjudul Wirid Hidayat Jati, beliau menjelaskan ajaran Tauhid. Terdapat beberapa tingkatan kesadaran dalam olah spiritual. Kesemua tingkatan tersebut sesungguhnya berawal dari Yang Satu dan tingkatan yang semakin ke bawah hijab atau penghalangnya semakin tebal, sehingga semakin jauh dari Yang Satu. Walaupun demikian, semuanya berada dalam Yang Satu jua. Apabila ada sesuatu yang berada di luar Yang Satu maka akan terjadi dualisme. Perpisahan dengan Yang Satu hanya merupakan ilusi.

Baca lebih lanjut

Iklan

Hiburan bagi Raga dan hiburan bagi Jiwa

Spiritualitas adalah hiburan bagi jiwa. Bila kita masih mencari hiburan lain, maka itu membuktikan kita belum mengetahui kebutuhan jiwa, baru bersentuhan dengan raga (SMS Wisdom, Anand Krishna).

 

Kenyamanan dan kebahagiaan

            Seekor kambing berbahagia selama masih bisa makan rumput dan hidup dalam kandang. Seekor binatang belum bisa membedakan antara kebahagiaan dan kenyamanan. Apabila manusia dapat memenuhi kebutuhan dasarnya yaitu makan, minum, tidur dan seks, maka manusia pun merasa nyaman. Akan tetapi rasa nyaman tidak sama dengan rasa bahagia, banyak orang berharta yang sangat nyaman tetapi belum merasakan kebahagiaan. Manusia memiliki kemampuan untuk membedakan antara kenyamanan dan kebahagiaan.

Baca lebih lanjut

Cara Mengalahkan Dualisme dalam Wirid Hidayat Jati

Mengalahkan ego

            Ego dapat diibaratkan kumpulan informasi mulai dari bawaan genetik, tambahan informasi dari bayi sampai dengan saat ini. Manusia sering mengidentitaskan dirinya dengan kumpulan informasi ini. Ego pun kadang membingungkan dirinya, catatan-catatan informasi itu sering bertentangan, misalnya: aku ingin menjadi orang yang baik, tetapi rejeki di depan mata walaupun tidak halal akan menyenangkan keluargaku.

Sesungguhnya aku bukan egoku, aku adalah saksi, aku dapat menyaksikan tindakan diriku. Aku dapat memilih. Untuk mengalahkan ego dan menempatkan nurani sebagai pemimpin dapat dipakai banyak cara. Dzikir dipakai untuk melelahkan mind, pikiran sumbernya ego dan meningkatkan nurani. Penyangkalan juga bisa dilakukan, misalnya ini bukan tindakanku, ini semata-mata kekuasaan Tuhan. Pelepasan kemelekatan juga bisa dilakukan, misalnya dengan pemahaman bahwa harta, tahta dan raga ini hanya amanah, titipan dari Yang Maha Kuasa. Berikut ini adalah cara mengalahkan ego dalam Wirid Hidayat Jati, karya Pujangga Ronggo Warsito (1802-1873).

Baca lebih lanjut