Mutiara Quotation FENGSHUI AWARENESS Rahasia Ilmu Kuno bagi Manusia Modern

Judul              : FENGSHUI AWARENESS Rahasia Ilmu Kuno bagi  Manusia

              Modern

Pengarang      : Anand Krishna

Penerbit          : PT One Earth Media

Cetakan          : 2005

Tebal              : 143 halaman

 

Mutiara Quotation FENGSHUI AWARENESS Rahasia Ilmu Kuno bagi  Manusia Modern

 

Banyak orang yang menyalahpahami Feng Shui. Sebagian menganggapny takhayul belaka, tanpa tahu maknanya.

Feng Shui, sesungguhnya merupakan ilmu kuno untuk hidup selaras dengan alam. Ia memanfaatkan energi sekitar kita agar terjadi peningkatan kualitas hidup.

Berangkat dari tradisi yang terbuka pada evolusi, lahirlah Neo Vastu Feng Shui…

Menempatkan kesadaran manusia, sebagai “titik Pusat”, ilmu ini memberikan kita pandangan lebih utuh untuk “memanfaatkan”, dan bukan “dimanfaatkan” materi.

Inilah rahasia ilmu kuno yang sangat relevan dengan kebutuhan dan tantangan kita, manusia modern. Penjelasannya mudah dipahami. Praktis, sekaligus visioner.

Baca lebih lanjut

Mutiara Quotation TAO TEH CHING Bagi Orang Modern

Judul              : TAO TEH CHING Bagi Orang Modern

Pengarang      : Anand Krishna

Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan          : 1998

Tebal              : 359 halaman

 

Mutiara Quotation TAO TEH CHING Bagi Orang Modern

 

Ia tidak mendirikan suatu sekte. Ia tidak meletakkan dasar bagi suatu kepercayaan baru. Ia sadar sepenuhnya bahwa lembaga-lembaga semacam itu pada suatu hari akan kehilangan esensinya dan yang tertinggal hanya kerangkanya saja. Ia bicara tentang kesadaran. Kesadaran yang harus diperoleh sendiri lewat penemuan jatidiri, lewat pencerahan. Kesadaran yang tidak tergantung pada anjuran ataupun pengalaman orang lain. Kesadaran yang harus menjadi pengalaman pribadi setiap individu.

  Baca lebih lanjut

Mengalahkan Bathara Kala Simbol Mengatasi Waktu

Waktu dunia dan waktu spiritual

Santo Agustinus menulis bahwa Tuhan menciptakan dunia dengan waktu, artinya waktu dimulai ketika dunia berawal. Perlu dibedakan antara waktu dunia dan waktu spiritual. Waktu adalah rangkaian kejadian, suatu kontinuitas. Dalam waktu ada masa lalu, masa kini dan masa depan.

Waktu dunia mempunyai tekanan, misalnya pemberian hadiah ulang tahun akan sangat berarti apabila tepat waktu. Sedangkan waktu spiritual tidak ada garis yang jelas antara tahapan kejadian. Misalnya waktu seseorang merasa dirinya damai tidak jelas batasannya. Einstein mengatakan waktu hanya berlaku pada satu orang. Misalnya seseorang berada di Solo pada saat ini dan waktu menunjukkan pukul 09.00, tetapi temannya di Papua pada saat itu menunjukkan pukul 11.00. Suara seseorang di radio saat itu di Solo akan sampai di Papua beberapa detik kemudian.

Baca lebih lanjut

Bhisma, Tokoh Integrasi Nasional Yang Hanyut Dalam Takdir

Pesan terakhir Bhisma

Resi Bhisma pernah bersumpah untuk setia melindungi Kerajaan Hastinapura. Seiring dengan perjalanan sang kala, Kerajaan Hastinapura dipimpin kelompok Kurawa yang tidak memahami kebajikan. Terdapat berbagai pertimbangan mengapa Resi Bhisma tetap memegang sumpahnya ketika Hastina berperang melawan Pandawa. Beberapa pertimbangan tersebut perlu diungkapkan untuk melengkapi pemahaman tentang karakter Bhisma.

Dalam keadaan luka-luka terkena puluhan anak panah Srikandi, Resi Bhisma bertahan menunggu saat yang tepat untuk meninggalkan badannya. Pada waktu itu Yudhistira, sulung Pandawa bertanya: “Kakek yang Agung, aku masih bingung, sebenarnya Dharma itu apa? Dan apa perbedaannya dengan Adharma?”

Baca lebih lanjut

Shindu, Shintu, Hindu, Indies, Hindia & Yoga

Anand Krishna, http:\\aumkar.org

 

“Ingatlah sejarah, atau kamu akan dilupakan oleh sejarah” — kita telah mendengar kalimat seperti ini beribu kali, tapi kita tetap saja melupakannya. Maka, kita dikutuk untuk mengulangi kesalahan yang sama terus-menerus.

 

Penduduk Malaysia – para politisi dan juga pemuka agamanya — telah melupakan sejarah mereka sendiri, dan akibatnya negara tersebut berada di tepi jurang disintegrasi. Kita harus belajar dari mereka sehingga tidak melakukan kesalahan yang sama.

  Baca lebih lanjut

Kasih Ibu Dewi Kunti Dalam Diri Manusia Indonesia

Kebahagiaan untuk melahirkan, membesarkan putra

            Seekor induk ayam, bertelor, bermeditasi mengerami telor-telornya, dengan hening, sabar dan penuh kasih menunggu menetasnya mereka. Setelah menetas, sang induk melindungi, mengajari anak-anaknya mencari makan sampai mereka mandiri.

            Seorang ibu mempersiapkan raga dan jiwanya agar telurnya dibuahi. Selanjutnya telur yang menjadi sel induk tersebut, dipelihara dalam rahim yang kokoh dan difasilitasi untuk menggandakan diri, berkembang dan dibawa kemanapun juga selama sembilan bulan sepuluh hari. Setelah sang bayi lahir, diberinya makan dari air susunya, diajarinya bicara dengan penuh kesabaran, bahkan terus menerus didoakannya sampai akhir hayat dirinya.

Baca lebih lanjut