Mutiara Quotation TAO TEH CHING Bagi Orang Modern


Judul              : TAO TEH CHING Bagi Orang Modern

Pengarang      : Anand Krishna

Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan          : 1998

Tebal              : 359 halaman

 

Mutiara Quotation TAO TEH CHING Bagi Orang Modern

 

Ia tidak mendirikan suatu sekte. Ia tidak meletakkan dasar bagi suatu kepercayaan baru. Ia sadar sepenuhnya bahwa lembaga-lembaga semacam itu pada suatu hari akan kehilangan esensinya dan yang tertinggal hanya kerangkanya saja. Ia bicara tentang kesadaran. Kesadaran yang harus diperoleh sendiri lewat penemuan jatidiri, lewat pencerahan. Kesadaran yang tidak tergantung pada anjuran ataupun pengalaman orang lain. Kesadaran yang harus menjadi pengalaman pribadi setiap individu.

 

Menyadari keterbatasan diri

Kehidupan memiliki dua sisi. Ada sisi yang nyata – yaitu yang dapat kita sentuh, dapat kita jelaskan. Ada juga sisi yang tidak nyata – yaitu yang tidak dapat kita jelaskan. Seks dapat kita jelaskan, tetapi kasih tidak dapat dijelaskan. Segala sesutau yang lebih berarti, lebih bermakna, tidak selalu dapat dijelaskan.

Jangan hanya berfilsafat tentang kehidupan. Jadilah manusia yang praktis. Anda dapat mengalami dan menikmati hidup ini, tanpa harus berfilsafat dulu tentang kehidupan.

 

Memahami saling ketergantungan

Hidup seutuhnya, hidup tanpa memilah yang mana yang baik, yang mana yang buruk, hidup dengan penuh kesadaran bahwa dimana ada kebaikan disitu pula ada kejahatan. Itulah yang disebut hidup tanpa tindakan. Lepaskan diri anda sepenuhnya, ikut mengalirlah bersama arus kehidupan, jangan melawan arus.

Ia menghasilkan, tetapi tidak memiliki. Ia berkarya, tetapi tidak terikat pada hasilnya. Seusai bekerja, ia melupakannya dan karena itu ia dikenang sepanjang masa.

 

Menghindari persaingan

Kita selalu dipacu untuk bersaing. Sejak kecil kita sudah biasa demikian. Tidak pernah terlintas dalam pikiran kita bahwa persaingan itu yang menjadi sebab pertikaian. Kita memberikan penghargaanuntuk apa? Untuk mengunggulkan beberapa orang dan mengecewakan begitu banyak orang.

Mengapa seseorang mengharapkan sesuatu? Karena ia tidak sejahtera! Kesejahteraan tidak berarti kekayaan. Ia yang sejahtera memiliki secukupnya – tidak berkelebihan, tidak kekurangan dan oleh karena itu ia tenang. Ia memiliki keseimbangan jiwa. Jadi harapan-harapan itu muncul, karena kita belum puas dengan situasi kita saat ini.

Dengan tidak adanya ambisi yang berlebihan, pikiran tidak menggelisahkan lagi. Demikian segalanya berjalan lancar.

 

Mengatasi Krisis Identitas

Yang kosong itu adalah sempurna, tidak dapat dipenuhi; namun dialah sumber segala sesuatu. Anda memiliki gelas yang terbuat dari kristal – mahal harganya. Selama gelas masih kosong, mereka yang melihat gelas itu, akan menghargainya. Sekarang Anda menuangkan arak dalam gelas yang sama. Mereka sekarang terbagi dalam dua kelompok, yang satu mengatakan arak itu haram, yang lain mengatakan arak itu halal. Gelas kristal yang mahal kehilangan harganya.

Bukankah selama ini Anda pun terlupakan? Orang mengenal karena jabatan, harta kekayaan. Anda sebenarnya kehilangan harga diri.

Sebenarnya, manusia masa kini sedang mengalami krisis identitas. Kita mempercayai pendapat orang lain tentang diri kita. Kita sudah tidak percaya pada diri sendiri. Kepercayaan pada diri sendiri harus dipulihkan.

 

Bekerja tanpa motivasi

Alam ini bekerja tanpa mengharapkan suatu imbalan. Demikian pula para bijak.

Manusia adalah satu-satunya makhluk yang membutuhkan motivasi untuk bekerja. Apa pun tindakan yang Anda lakukan jelas bertujuan. Dan tujuannya tentu menyangkut kepentingan diri sendiri. Kita sudah lupa tata cara hidup alami.

 

Membuka diri

Ia yang dirinya terbuka seperti lembah, ibarat ibu sejati yang melahirkan segala sesuatu dalam alam ini. Ia tak akan pernah gagal.

Semakin tingginya bukit semakin gundul, semakin dalamnya lembah selalu subur. Bukit adalah arogan. Ia berdiri tegak lurus, ia sombong. Ia lebih awal menerima air hujan. Namun karena arogansinya, air hanya melewatinya saja.

 

Kelanggengan

Segala sesuatu yang berawal akan berakhir. Alam ini tanpa awal. Karena itu tanpa akhir pula. Kehidupan ini pun demikian. Kelahiran dan kematian akan nberulang terus, tetapi kehidupan itu sendiri tak pernah berakhir.

Ia tidak terikat pada sesuatu, sehingga dapat merasakan persatuan dengan siapa pun.

Berkarya tanpa pamrih, demikian ia mencapai kesempurnaan.

 

Mengalir seperti air

Ia yang bijak akan mengalir seperti air. Tempat yang terpencil dan sukar dicapaipun dapat dicapai oleh air. Air memberikan kehidupan kepada segala sesuatu dalam alam ini, namun tidak mengharapkan sesuatu. Yang keras, yang kukuh sangat terbatas gerakannya. Kekukuhannya, kekerasannya sendiri menjadi penghalang utama bagi gerak-geriknya.

 

Berhenti sebelum terpaksa dihentikan

Jangan mengisi penuh sesuatu, sampai bertumpahan. Pisau yang diasah berlebihan akan menjadi tumpul. Harta yang berlebihan tidak dapat dilindungi. Ketenaran yang berlebihan akan membawa malapetaka.

Segala sesuatu yang berlebihan akan menyebabkan bencana. Makanlah berlebihan dan akan merusak badan anda sendiri.

Begitu selesai tugasmu, berhentilah. Demikian kau akan hidup secara alami.

 

Hidup tanpa memilah

Bisakah kau hidup tanpa memisahkan lahiriyah dari batiyah?

Anda bicara soal persatuan, keadilan sosial, dan toleransi antar agama, dan begitu bayak hal lain.namun begitu kena hasutan sedikit, Anda langsung siap membunuh dan dibunuh. Anda begitu cepat merasa resah.

Selama ini Anda diajar untuk memisahkan yang rohani dari yang duniawi. Sesuatu yang mustahil. Persembahan yang Anda lakukan beberap kali sehari harus diterjemahkan sebagai kasih nyata sehari-hari. Anda membunuh sesama, membakar tempat-tempat ibadah, mengacaukan ketenteraman sosial. Esok harinya Anda kembali berdoa lagi – siapa yang hendak Anda bodohi?

Bisakah kau memberi tanpa memiliki? Selama anak bujangan, ibu mengasihinya dan tidak ada masalah apa pun. Tetapi begitu anak mulai pacaran, begitu ia kawin, sang ibu pun merasa tersaingi. Seorang istri ingin memiliki suaminya. Seorang tokoh agama ingin memiliki umatnya. Seorang pemberi pekerjaan ingin memiliki pekerjanya. Rasa kepemilikan ini yang menyebabkan hubungan anatar-manusia menjadi sangat kotor, sangat tidak menyenangkan.

Bisakah kau bekerja tanpa pamrih, memimpin tanpa menguasai? Ketahuilah bahwa itu yang disebut Kebajikan Utama.

 

Memperhatikan pusat

Adanya pusar di tengah roda – mempersatukan jari-jari roda yang terpisah. Mangkuk dari tanah liat menjadi berguna, karena ia kosong. Lubang pintu dan jendela membuat kamar menjadi layak dihuni. Yang nyata memang menguntungkan, tetapi yang tidak nyata sangat berguna.

 

Mengikuti rasa

Terlalu banyak warna akan menyilaukan matamu. Terlalu banyak suara akan membuatmu jadi tuli. Terlalu banyak penyedap akan menghilangkan seleramu. Persaingan dan perlombaan akan mengacaukan pikiran. Terlalu banyak harta akan membuatmu lupa daratan.

Sewaktu kita bayi, kita begitu tak berdaya. Karena kesibukan orang tua dan pembantu, apabila lapar ia harus tahan lapar dan menangis beberapa lama sebelum mendapatkan makanan. Begitu diberi susu, ia akan minum sebanyak mungkin.

Rasa takut ini masih terbawa sampai dewasa. Sampai tua pun ia masih mengejar sesuatu, terlibat dalam perlombaan, sibuk menghimpun harta benda.

Oleh karena itu, seorang bijak tidak mempedulikan apa yang dilihatnya. Ia akan mengikuti rasanya.

 

Berserah diri sepenuhnya

Terimalah penghinaan tanpa keluhan. Terimalah kesengsaraan sebagai kodrat insani.

Apa maksudnya menerima penghinaan tanpa keluhan? Berarti menerima keadaanmu sebagaimana adanya, tanpa memperhitungkan kerugian dan keuntungan.

Apa maksudnya menerima kesengsaraan sebagai kodrat insani? Berarti memahami bahwa kesengsaraan itu ada karena kamu memiliki badan wadag. Tanpa badan wadag, kesengsaraan pun tidak akan ada.

Bersikaplah rendah hati, demikian kau akan dipercayaai dan diberi tanggung jawab untuk mengurus segalanya. Kasihilah dunia ini sebagaimana kau mengasihi dirimu sendiri. Setelah itu kau baru bisa memenuhi tanggung jawabmu.

 

Misteri Tao, misteri kehidupan

Melampaui segala bentuk, suara dan sentuhan, Yang Satu itu tidak dapat dijelaskan.

Pada saat terbit, Ia tidak terang. Pada saat terbenam, Ia tidak menjadi gelap. Ia adalah kesinambungan yang tak terputuskan.

Ia kembali ke Kasunyataan. Bentuk yang tak terbentuk. Rupa yang tak berupa. Ia disebut Tak Terjelaskan dan Melampaui Imaginasi.

Berdirilah di depan-Nya – Ia tak Berawal. Ikutilah Dia – Ia tak akan pernah Berakhir. Jalanlah bersama Dia. Hiduplah dalam Masa Kini. Mengetahui asal-usul-Nya berarti menyatu dengan-Nya.

 

Perilaku para Penyelam Tao

Mereka sangat lembut, penuh dengan misteri, pengetahuan mereka sangat dalam, dan selalu tanggap terhadap keadaan apa pun.

Karena responsif, bukan reaktif, ia tak dapat diramalkan. Saya sudah berulang kali mengatakan bahwa seorang meditator, pelaku meditasi, tidak dapat diramalkan. Ia tidak melakukan perencanaan apa pun. Ia bertindak sesuai tuntutan keadaan.

Ia selalu waspada, seperti orang yang sedang menyeberangi sungai; selalu siap siaga, seperti orang yang sedang menghadapi bahaya.

Sopan, bagaikan seorang tamu.

Berserah diri tanpa pertahanan apa pun, bagaikan es yang sedang lumer, menjadi air kembali.

Lepaskan kebiasaan-kebiasaan lama – cobalah yang baru. Selama ini, Anda terkurung dalam kamar yang tak berjendela. Napas anda sudah mulai sesak. Anda sebenarnya sudah tidak tahan lagi dengan keadaan sekarang ini. Siapa pun yang masih memiliki rasa dan akal sehat sudah pasti gerah dalam kondisi dan situasi hidup kita saat ini. Beranikanlah diri Anda, cobalah ramuan Lao Tze. Hidup tanpa perencanaan apa pun. Tetapi selalu waspada, siap untuk bertindak apabila dituntut oleh keadaan.

Sederhana, bagaikan kayu gelondongan.

Kosong bagaikan gua.

Keruh bagaikan air kali.

 

Menyatu dengan Tao

Lepaskan bebanmu, biarkan pikiranmu jadi tenang. Segala sesuatu yang muncul akan lenyap untuk muncul kembalidan lenyap lagi, samapi kembali ke asalnya. Jangan resah, sadarilah kebenaran ini.

Meyadari kebenaran inilah yang disebut Pencerahan. Tanpa pencerahan, malapetaka tidak dapat dihindari.

Pencerahan membuat pikiranmu terbuka, dan pikiran yang terbuka, membuka pula jiwamu.

Demikian kau baru bisa bertindak bijak dan mencapai kemuliaan. Kemuliaan itu membuatmu menyatu dengan Tao, dengan Kehidupan itu sendiri.

Menyatu dengan Tao, dengan Kehidupan, membuatmu jadi langgeng – abadi. Walaupun badanmu musnah, kau tak akan pernah musnah.

 

Pemimpin yang sejati

Yang memimpin, tetapi oleh rakyatnya tidak terasa sedang memimpin, ialah seorang pemimpin yang sejati.

Lebih rendah dari mereka, adalah para pemimpin yang terasa sedang memimpin, dan dicintai oleh rakyatnya.

Selanjutnya adalah mereka yang ditakuti oleh rakyatnya.

Berikutnya adalah mereka yang tidak disenangi.

 

Kesederhanaan

Lepaskan kesucianmu yang semu, tinggalkan kecendekiaanmu, dan kau akan menjadi lebih berguna bagi masyarakat luas.

Kepribadianmu sebagaimana terlihat dari luar, tidak penting. Yang penting adalah penemuan jati dirimu, kesederhanaan dalam dirimu. Yang penting adalah melepaskan kepentingan pribadi dan membatasi keinginanmu.

 

Lindungilah alam kau pun terlindungi

Alam tidak banyak berbicara. Angin kencang tidak selalu ada, hujan tidak turun terus menerus. Bumi dan langit pun tidak abadi. Bagaimana kau mengharapkan keabadian, kelanggengan?

Ia yang mengikuti Tao, menyatu dengan Tao. Ia yang berlindung pada Alam dilindungi oleh Alam. Ia yang meninggalkan Tao menjadi sesat.

 

Jangan tambah beban

Ia yang berdiri di atas ujung jari-jari kakinya, tidak dapat berdiri lama. Ia yang sangat was-was mengambil langkah tidak dapat menikmati perjalanan hidupnya.

Ia yang memamerkan dirinya, belum mencapai pencerahan. Ia yang membanggakan dirinya, tidak akan dihormati. Ia yang menyombongkan dirinya, tidak akan mencapai apa pun. Ia yang berbicara terlalu banyak tidak dapat bertahan lama.

Menurut para penyelam Tao, semuanya itu merupakan beban berat yang tidak berguna. Oleh karena itu, para bijak akan selalu menghindarinya.

 

Ibu Sejati

Dalam keheningan dan kekosongan yang sempurna, sebelum adanya bumi dan langit, ada Sesuatu yang penuh Misteri. Kehadiran-Nya tidak tergantung pada siapa pun. Ia tidak pernah berubah, juga btak pernah berhenti – bergerak terus. Maha Hadir, mungkin Ialah Ibu Sejati Alam Semesta. Aku tidak tahu nama-Nya. Karena keterbatasan kata, kusebut Dia: Tao.

Begitu Anda lahir, siapa yang Anda kenali pertama? Ibu Anda. Begitu Anda mulai belajar bicara, suara apa yang Anda keluarkan pertama? Ma. Siapa yang memberitahu Anda bahwa ayah Anda itu memang ayah Anda? Ibu Anda. Anda mulai merasakan panas-dinginnya dunia lewat rahim ibu Anda.bagi Lao Tze, Tao tidak bisa tidak bagaikan Ibu Sejati.

 

Murid dan Guru

Ia yang  lari tidak meninggalkan jejak kakinya. Ia yang pandai bicara tidak pernah gugup. Ia yang pintar menghitung tidak perlu menghitung kembali. Pintu yang baik tidak butuh gembok, tapi tak ada yang dapt membukanya. Ikatan yang kuat tidak perlu diikat berulang kali, namun tetap tidak dapat terlepaskan.

 Lihatlah ikan-ikan di kolam. Lihat pula burung-burung yang terbang. Tidak ada yang meninggalkan jejaknya. Ia yang mengalami peningkatan kesadaran, tidak akan meninggalkan organisasi, lembaga, murid pengganti dan peraturan-peraturan yang baku. Ia bagaikan burung yang berkicau sebentar, memikat hati kita dengan suaranya dan meninggalkan kita untuk meneruskan perbangannya ke tujuan yang tidak ditentukan.

 

Keunggulan sikap wanita

Kenalilah sikap keras pria, tetapi ikutilah sikap lembut wanita. Jadilah lembah, demikian kau akan terbuka dan tulus bagaikan seorang anak kecil.

Sebagaimana seorang ahli pahat dapat mengubah kayu gelondongan menjadi sesuatu yang sangat berguna, begitu pula para bijak dapat mengubahmu menjadi pemimpin yang berguna, dan berperilaku sesuai dengan Tao.

Seorang ahli pahat tidak pernah menambah sesuatu. Yang dia lakukan hanyalah membuang bagian-bagian yang tidak dibutuhkan. Mereka membuang naluri hewani yang ada dalam diri kita. Dan lahirlah seorang pemimpin yang bertindak sesuai dengan hukum alam.

 

Jalan tengah

Kau pikir kau dapat memperbaiki dunia ini? Aku yakin kau tidak dapat melakukannya.

Alam ini sudah indah. Apa yang kau lakukan untuk memperbaikinya justru merusaknya.

Bila kau ningin mempertahankan sesuatu, kau justru akan kehilangannya. Ada yang di depan, ada yang di belakang. Ada yang didahului, ada yang mendahului. Ada yang sulit, ada yang gampang. Ada yang lemah, ada yang kuat. Kadang kau di atas, kadang kau di bawah. Itu sebabnya ia yang bijak akan menghindari ekstremitas.

 

Tidak menggunakan kekerasan

Ia yang ingin membantu para penguasa, hendaknya menasehati mereka, untuk tidak menggunakan kekerasan. Penggunaan kekerasan akan menimbulkan reaksi.

Setiap tindakan kekerasan selalu menimbulkan reaksi. Walau kadang reaksi itu dapat diredam dengan menggunakan kekuatan tambahan, tetapi jangan lupa: hukum alam telah menentukan bahwa setiap aksi akan melahirkan reaksi.

 

Jati diri

Ia yang mengenal orang lain adalah seorang bijak. Ia yang mengenal dirinya sendiri adalah seorang yang tercerahkan. Ia yang menguasai orang lain memiliki kekuatan. Ia yang menguasai dirinya sendiri memiliki kekuasaan.

 

Jangan mencari pengakuan

Tao mengalir ke setiap jurusan, kanan dan kiri. Bagaikan aliran sungai, ia memberikan kehidupan. Namun, Ia tidak pernah mencari pengakuan. Ia tidak perlu penghargaan.

Ia melakukan segalanya, namun ia tidak berkeinginan untuk memiliki sesuatu. Kadang kala Ia terlihat begitu kecil, karena tidak memiliki keinginan apa pun.

 

Memahami hukum alam

Sebelum mengalami kemerosotan, seseorang akan mengalami kemajuan terlebih dahulu. Sebelum mengalami kegagalan, seseorang akan mengalami keberhasilan terlebih dahulu. Sebelum mengalami kejatuhan, seseorang akan mengalami kejayaan terlebih dahulu. Sebelum menerima, sudah pasti ada pemberian terlebih dahulu.

Demikian hukum alam ini, yang hendaknya kau pahami. Di sini, yang lemah lembut dapat menaklukkan yang keras dan kuat.

 

Gerakan Tao

Tao selalu bergerak mundur, kembali ke asal. Kebajikan adalah sifat Tao. Segala sesuatu berasal dari Yang Nyata. Tetapi Yang Nyata itu sendiri berasal dari Yang Tak Nyata.

Ia yang bijak tidak akan memperhatikan apa yang ada di luar. Ia akan memperhatikan apa yang terdapat dalam dirinya. Ini yang disebut “bergerak mundur”.

 

Praktisi Tao

Mereka yang bijak, mendengarkan Tao dan mempraktekkannya. Mereka yang kurang bijak mendengarkan Tao, tetapi hanya menjadikannya bahan pikiran saja. Mereka yang tidak bijak, mendengarkan Tao dan mentertawakannya.

 

Lemah lembut

Yang lemah dapat menaklukkan yang kuat. Cairan yang tidak berbentuk dapat memasuki sela-sela terpencil. Demikian pula, aku mengetahui betapa besar manfaat bekerja tanpa pamrih.

Bekerja dengan pamrih berarti membuat diri kita menjadi keras, alot, berbentuk. Bekerja tanpa pamrih ibarat aliran air. Bekerja karena mencintai pekerjaan itu; tidak ada tujuan lain;

Ini bukan barang mustahil, dapat dilakukan. Muhammad melakukan, Yesus melakukan, Lao Tze melakukan, Buddha dan Krishna melakukan.

 

Jangan mengeluh

Kehormatan atau Penemuan Jati Diri: mana yang lebih penting? Kekayaan atau jati Diri: mana yang lebih berharga? Memiliki benda-benda duniawi, atau kehilangan jiwa: mana yang lebih menyakitkan?

Ia yang terikat pada benda-benda duniawi akan menderita. Ia yang menghimpun kekayaan akan kehilangan. Ia yang puas, tidak pernah kecewa. Ia yang tahu kapan harus berhenti, tidak akan pernah dibenci. Ia akan tenang dan aman untuk selamanya.

 

Kepolosan orang bijak

Ia yang bijak tidak memikirkan dirinya, Ia selalu memikirkan kepentingan orang lain. Ia baik terhadap mereka yang baik terhadap dirinya. Ia juga baik terhadap mereka yang tidak baik terhadap dirinya, karena kebajikan merupakan sifat alami dalam dirinya.

Ia tulus dan setia terhadap mereka yang tulus dan setia. Ia juga tulus dan setia terhadap mereka yang tidak demikian. Karena ketulusan dan kesetiaan merupakan sifat alami dalam dirinya.

Para bijak sangat polos dan sederhana. Itu sebabnya, dunia ini menganggap mereka bodoh. Dari perilakunya, ia terlihat dan terdengar seperti anak kecil.

 

Melampaui kematian

Dalam kehidupan ini, tiga diantara sepuluh mementingkan yang lahiriyah. tiga diantara sepuluh mementingkan yang batiniyah. Mereka yang melewati krhidupan ini tanpa kesadaran, juga berjumlah tiga persepuluh. Sesungguhnya semua itu hanya hidup pada permukaan saja.

Ia yang sadar akan menerima yang lahiriyah dan yang batiniyah, kedua-duanya, dan melewati kehidupan ini tanpa rasa takut.

Binatang liar tidak dapat mencederainya senjata tajam tidak dapat melukainya. Ia bebas dari rasa takut, karena kesadarannya telah melampaui kelahiran dan kematian.

Binatang liar dan senjata tajam merupakan kondisi-kondisi luar.

 

Peningkatan kesadaran

Suatu bangunan dengan pondasi yang kuat tidak akan runtuh. Sesuatu yang dipegang erat tidak akan terlepaskan. Kekuatan itulah yang menyebabkan kelanggengan.

Tingkatkan kesadaran dalam individu, sehingga perilakunya mencerminkan kesadaran itu. Tingkatkan kesadaran dalam kalangan keluarga, sehingga kesadaran itu semakin meluas. Tingkatkan kesadaran para penghuni kota, sehingga kesadaran itu semakin merakyat. Tingkatkan kesadaran mereka yang sebangsa dan setanah-air, sehingga kesadaran itu bertambah terus. Tingkatkan kesadaran alam semesta dan semuanya menjadi sadar.

Sadarilah badanmu sebagai badan

Sadarilah keluargamu sebagai keluarga.

Sadarilah kotamu sebagai kota.

Sadarilah negaramu sebagai negara.

Sadarilah alam semesta sebagai alam.

Bagaimana aku dapat meningkatkan kesadaranku , sehingga meliputi alam semesta? Dengan kesadaran itu sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: