Mutiara Quotation FENGSHUI AWARENESS Rahasia Ilmu Kuno bagi Manusia Modern


Judul              : FENGSHUI AWARENESS Rahasia Ilmu Kuno bagi  Manusia

              Modern

Pengarang      : Anand Krishna

Penerbit          : PT One Earth Media

Cetakan          : 2005

Tebal              : 143 halaman

 

Mutiara Quotation FENGSHUI AWARENESS Rahasia Ilmu Kuno bagi  Manusia Modern

 

Banyak orang yang menyalahpahami Feng Shui. Sebagian menganggapny takhayul belaka, tanpa tahu maknanya.

Feng Shui, sesungguhnya merupakan ilmu kuno untuk hidup selaras dengan alam. Ia memanfaatkan energi sekitar kita agar terjadi peningkatan kualitas hidup.

Berangkat dari tradisi yang terbuka pada evolusi, lahirlah Neo Vastu Feng Shui…

Menempatkan kesadaran manusia, sebagai “titik Pusat”, ilmu ini memberikan kita pandangan lebih utuh untuk “memanfaatkan”, dan bukan “dimanfaatkan” materi.

Inilah rahasia ilmu kuno yang sangat relevan dengan kebutuhan dan tantangan kita, manusia modern. Penjelasannya mudah dipahami. Praktis, sekaligus visioner.

 

Dalam buku ini dilampiri Ilustrasi dan Simbol-Simbol Fengshui

 

Sadar Baru Belajar

 

Kesadaran Pertama

Nabi Isa pernah bersabda: “Temukan terlebih dahulu Keilahian di dalam dirimu, dan segala sesuatu yang lain akan kau temukan dengan sendirinya.”

Ilmu sekadar tambahan, sarana untuk membuat hidup kita sedikit lebih nyaman – ilmu bukanlah tujuan hidup. Ilmu juga tidak dapat menyelesaikan segala persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Keberanian untuk menghadapi tantangan hidup berasal dari diri sendiri. Keberanian bukanlah hasil ilmu yang kita pelajari. Keberanian adalah hasil penemuan jati diri, keilahian di dalam diri.

 

Kesadaran Kedua

Ilmu, dalam hal ini Ilmu Feng Shui ibarat sebuah senjata, senjata yang ampuh – Pasopati! Dan pasopati berarti: “Senjata untuk Menjinakkan Hewan di dalam Diri”.

Gunakan ilmu ini untuk membuat hidupmu lebih nyaman. Tetapi, jangan sampai kau mencelakakan orang lain demi kenyamanan diri. Jangan lupa, kebahagiaan tertinggi adalah ketika kau dapat membahagiakan orang lain. Gunakan ilmu ini untuk berbagi kenyamanan, dan yang lebih penting lagi, untuk berbagi kebahagiaan.

 

Kesadaran Ketiga

“Mari kita belajar bersama dengan penuh semangat. Berkarya bersama dengan penuh kesadaran. Semoga tidak terjadi kesalahpahaman antara kita. Dan, bila terjadi, semoga kita dapat saling memaafkan.”

Latihan…

 

Pelajaran Pertama

General Introduction

Feng Shui adalah Ilmu untuk hidup selaras, hidup harmonis dengan alam. Hidup tidak selaras dengan alam memboroskan sangat banyak energi. Manusia seolah terkuras seluruh energinya, ia menjadi gelisah, gusar tanpa mengetahui sebabnya.

Neo Feng Shui lahir dari pertemuan antara Otak Barat dan Hati Timur, Sains barat dan Kebijaksanaan Timur. Neo Feng Shui merupakan perkembangan dari Feng Shui. Ia tidak bertentangan dengan versi tradisional, hanya saja ia mengakomodir perkembangan-perkembangan baru dalam diri manusia.

Manusia modern sudah jauh berbeda dari manusia 4.000 tahun yang lalu ketika Feng Shui menjelma sebagai ilmu di Ching Kuo, The Middle Earth, Bagian Tengah Dunia – China.

Perkembangan otak dan cara berpikir manusia, ditambah dengan kemajuan di bidang sains dan teknologi dan makin sempitnya dunia kita, mau tak mau kita harus mendekati Ilmu Feng Shui dengan cara kita sendiri.

Dulu materi masih dianggap benda mati, sekarang kita menganggapnya energi dalam wujud yang beda. Maka mindset kita pun berubah. Kematian sudah menjadi fiksi. Semuanya hidup, kita semua sedang berenang dalam Kolam Kehidupan Abadi.

Lima elemen yang mereka (pakar FengShui zaman dahulu) dikenal adalah tanah, metal, kayu, air dan api. Pembagian ini jelas tidak seimbang, karena elemen kayu dan metal sesungguhnya merupakan penjabaran elemen tanah. Oleh karena itu berkembanglah ilmu Hong Shui (atau Feng Shui, hanya beda dialek saja) di sana. Banyaknya u nsur tanah yang diwakili oleh tanah sendiri, metal dan kayu harus diimbangi dengan memperbesar porsi Air atau Shui dan memperhatikan peran Hong (atau Feng) atau Angin. Namun demikian, mereka tetap tidak mengenal elemen kelima yang penting sekali, sang penopang keempat elemen lainnya, yaitu Elemen Ruang.

Ketidakseimbangan pun terjadi, dan terciptalah ketergantungan yang berlebihan pada materi. Kultur amplo atau ang pauw hingga ritus perabuan mayat bersama rumah, kendaraan dan uang kertas – semuanya lahir dari kepincangan tadi.

Bila Anda pernah berkunjung ke Cina, dan memperhatikan bangunan-bangunan kuno di sana, simbol-simbol Feng Shui yang digunakan hampir semuanya terkait dengan harta, keberhasilan materi dan kesehatan fisik. Simbol-simbol spiritual, walau ada, jarang sekali dipakai.

 

Sejak zaman dahulu, para bijak dari Cina berkunjung ke India untuk mendalami kerohanian. Salah satu dari beberapa legenda paling populer di Cina, “Perjalanan ke Barat”  berkisah tentang seorang Pendeta yang berkunjung ke India untuk mengmpulkan teks-teks kuno. Dalam perjalanannya ke Barat, India, karena negeri tersebut memang berada di sebelah barat Cina, sang Pendeta dibantu oleh Kera Sakti Sun Go Kong. Tokoh Sun Go Kong itu sendiri mirip dengan tokoh Hanuman atau Anoman dalam pewayangan kita. Ia selalu siap sedia membantu mereka yang berada dalam kesulitan.

India melahirkan Ilmu Vastu atau Vastu Shastra – ilmu Kebendaan atau barangkali lebih tepatnya perbendaan, keduniaan. Lima elemen menurut Vastu adalah Tanah, Api, air, Angin dan Ruang Kosong. Kiranya pembagian ini jauh lebih tepat, seimbang dan masih relevan.

Karena di negeri kita, Indonesia, simbol-simbol Feng Shui sudah sangat populer. Mindset kita sudah terbentuk dengan simbol-simbol itu – dan tidak ada salhnya, bila kita memperkenalkan simbol-simbol vastu, kita harus menciptakan penerimaan baru, keyakinan baru pada simbol-simbol tersebut.

Bebrapa jam sebelum Gelombang Tsunami memporakporandakan sebagian besar kota Phuket di thailand, gajah-gajah di sana keluar dari kandang dan lari ke gunung. Sekian banyak nyawa melayang, banyak manusia yang mati, tetapi tidak ada seekor pun gajah menjadi korban. Rasanya mereka lebih selaras dengan alam. Mereka bisa membaca tanda-tanda alam.

Binatang jauh lebih peka dari manusia karena mind-nya, pikirannya tidak berkembang seperti manusia. Maka mereka harus mengandalkan naluri atau instinknya. Manusia pun demikian, bila salah satu inderanya tidak berkembang sempurna, maka indera-inderanya yang lainakan lebih berkembang.

Latihan….

 

Pelajaran Kedua

 

Symbols

Manusia hidup di tengah hutan lebat simbol. Dari logo perusahaan hingga merk kendaraan dan nomor penerbangan. Kadang simbol juga bisa berupa angka atau warna.

Simbol bersifat sangat pribadi. Maka kita harus menggunakan simbol sesuai dengan mindset kita, dengan persepsi kita tentang makna dibalik simbol itu. Kecuali, kita berhasil mengubah mindset dan menerima sebuah simbol lengkap dengan makna universal yang telah melekat dengannya.

 

Simbol-simbol universal

Sebuah simbol yang dipercayai oleh umat manusia semenjak ribuan tahun yang lalu, memperoleh energi dari kepercayaan itu. Ya, kepercayaan merupakan energi yang luar biasa dahsyat. Sebagaimana, cinta dan benci pun energi. Hanya beda kepadatan, sesungguhnya kursi yang Anda duduki itu pun energi.

Dan, para saintis sepakat bahwa energi tidak pernah mati. Energi abadi adanya. Berarti, makna yang kita berikan pada sebuah simbol juga tidak mati. Sebuah kursi kita maknai sebagai “sarana untuk diduduki”. Makna itu tidak pernah berubah. Anda mau menggunakannya atau tidak, itu soal lain. Tapi kursi, sebagai sarana kursi tetaplah menjadi sarana untuk diduduki.

 

Arti sebuah kata

Energi tidak pernah mati. Termasuk setiap kata yang tertulis dan terucap oleh manusia. Semuanya menjadi bagian dari semesta. Persis seperti simbol, bila sebuah kata dengan makna tertentu sering digunakan, maka ia memperoleh kekuatan dari para penggunanya. Dan dalam jangka waktu tertentu, dapat mempengaruhi pola pikir umat manusia secara keseluruhan.

Rasa yang timbul dari penggunaan sebuah kata juga menjadi milik semesta, misalnya kata “sialan”, rasa yang muncul dalam diri saya sebagai orang yang mengucapkannya dan rasa yang timbul dalam diri Anda sebagai pendengarnya, dua-duanya terekam. Dalam hal ini, barangkali perasaan kita mirip. Siapa yang suka dikomentari sialan? Perasaan kita kemungkinan besar sama, “tidak enak”.

Tetapi kata untuk “fuck you”, perasaan kita sangat tergantung pada “konteks” di mana kata itu terucap, dan oleh siapa? Bila seorang teman sedang bergurau dan mengucapkan kata itu, barangkali kita tergelitik, kita tidak berkeberatan. Tetapi bila lawan mengucapkan dengan gusar terhadap diri kita, maka perasaan kita pasti beda. Sebab itu, ada pula kata-kata yang secara universal memiliki lebih dari satu makna, tergantung pola ucapannya.

Setiap kata memiliki aura, memiliki medan energi sendiri. Setiap kata memiliki kekuatan. Kekuatan Maha Tinggi yang kita sebut God, Allah, Tuhan, Gusti, widhi, Tao, Buddha, satnaam, atau apa saja, menjadi sebuah kata yang kuat sepanjang sejarah umat manusia.

 

Ucapan-ucapan penting

Dalam setiap tradisi kita menganal ritual Zikir, ada yang menyebutnya Japa atau pengulangan, ada pula yang menyebutnya Simran atau mengingat. Mengucapkan atau mengingat sebuah kata berulang-ulang dalam hati, tanpa suara, efeknya hampir sama. Bahkan sesuatu yang kita ucapkan dalam hati, tanpa suara, memperoleh kekuatan yang lebih dahsyat, karena tidak ada pemborosan lewat suara. Sebab itu, dalam tradisi zikir, ada yang disebut qalbi zikir, zikir dalam hati, mengulang dalam hati.

Dalam tradisi Japa bahkan ada yang disebut Likhit Japa, atau menulis berulang-ulang. Efeknya hampir sama dengan japa atau zikir dalam hati.

Sebuah kata atau kalimat yang sudah terucap jutaan bahkan milyaran kali, memiliki kekuatan yang luar biasa, dan sebuah simbol yang sangat ampuh – bila Anda percaya! Ya, karena kepercayaan diri Anda bekerja sebagai Radio Penerima Siaran. Kata atau kalimat yang Anda ucapkan adalah siaran. Tetapi sejernih apa pun siaran bila Anda tidak berada pada gelombang yang sama, maka Anda tidak dapat mendengarnya.

Kepercayaan Anda pada sebuah kata atau kalimat yang Anda gunakan untuk zikir, japa atau simran,menentukan hasil yang Anda peroleh.

Sebab itu, janganlah berganti-ganti kata atau kalimat untuk zikir, japa atau simran. Saya menganjurkan La Ilaha Illalabagi mereka yang berlatar belakang Islam. Lord Jesus have Mercy on Me bagi Kristiani. Om Mani Padme Hum bagi Buddhis. Om Namah Shivaaya bagi Hindu.

 

Penjelasan tentang center point………….

 

Upaya-upaya untuk menemukan Pusat di dalam diri

Banyak cara, banyak jalan untuk menemukan “pusat” di dalam diri, untuk menemukan Jati diri. Namun ada Upaya Utama, setiap upaya mewakili satu sudut, satu sisi kehidupan. Persis seperti ilustrasi 3 di mana kita menemukan centerpoint dengan menarik garis silang antara sudut-sudut yang berseberangan, keempat Upaya Utama ini harus dipertemukan.

 

Pertama adalah kama atau keinginan – keinginan kuat, tunggal untuk menemukan jati diri.sementara ini keinginan kita masih bercabang. Terdorong oleh hawa nafsu, kita dapat menginginkan apa saja. Pelan-pelan tanpa memaksa, kita harus mengarahkan keinginan ini kepada diri sendiri. Dari sekian banyak keinginan, kita menjadikannya satu keinginan: Keinginan untuk menemukan jati diri.

 

Kedua adalah artha, biasa diterjemahkan sebagai harta. Sesungguhnya artha juga berarti makna atau arti. Temukan makna hidupmu. Apakah uang itu, harta itu memberi makna hidupmu? Bila ya, berhati-hatilah. Karena apa yang kau miliki tak mungkin kaumiliki untuk selama-lamanya. Berusahalah untuk menemukan makna lain bagi hidupmu. Barangkali kebahagiaan, rasa bahagia yang kau peroleh saat kau berbagi kebahagiaan.

 

Ketiga adalah dharma, kebajikan. Dalam bahasa sufi disebut syariat – pedoman perilaku. Pedoman perilaku berdasar kesadaran.

 

Keempat adalah mokhsa, kebebasan mutlak. Dan kebebasan mutlak berarti kebebasan dari sekaligus kebebasan untuk. Kita bebas dari penjajahan tetapi kita tidak bebas untuk berpendapat. Ada rambu-rambu yang perlu ditaati, diperhatikan dan tidak dilanggar. Kenapa ada rambu-rambu? Karena kita belum sadar.

 

Kama, artha, dharma dan mokhsa harus bertemu.. dan titik temunya itulah tuju8an hidup, itulah jati dirimu.titik temu antara keempat upaya itu. Titik temu antara pasangan yang berseberangan. Janganlah kau mempertemukan kama dengan artha, karena kedua titik itu masih segaris. Kama harus bertemu mokhsa. Berkeinginan untuk meraih kebebasan mutlak. Kemudian artha dengan dharma, carilah harta  sehingga kau dapt berbuat baik, dapat berbagi dengan mereka yang kekurangan.berikan makna kepada hidupmu dengan berbagi kebahagiaan, keceriaan, kedamaian, kasih. Selama ini kita menggabungkan dharma dengan mokhsa. Berbuat baik demi kebebasan. Kemudian kebebasan kita terjemahkan sebagai keselamatan bagi diri, jiwa atau kapling di surga.

 

Latihan…..

 

Pelajaran Keenam

 

Home – outside & inside

Pertama-tama dan di atas segalanya… Anda harus yakin bahwa dunia luar sebagaimana Anda melihatnya, merasakannya, adalah buah pikiran Anda sendiri. Baik dan buruk ada di dalam mind, pikiran Anda yang melakukan penilaian. Sebab itu, kesialan dan keberuntungan juga ada di dalam mind. Keberhasilan dan kegagalan pun demikian. Apa yang kita anggap kesialan dan kegagalan hari ini, besok bisa berubah menjadi berkah, keberuntungan.

 

Bagi saya, Feng Shui memang bukanlah sesuatu yang serius. Setidaknya versi kita Neo vastu Feng Shui bukanlah sesuatu yang serius. Life is a game, hidup ini sebuah permainan – dan permainan bukanlah sesuatu yang serius banget.kalau memang mau, silahkan bermain dengan serius – asal tidak lupa bahwa hidup ini sendiri sebuah permainan.

Sekali lagi saya harus mengulangi bahwa simbol-simbol dalam neo vastu feng shui digunakan sebagai sarana untuk afirmasi, untuk menguatkan kita bahwa kita dapat mengubah  hari esok kita.

 

Pelajaran Kedelapan

 

Colors

Terapi warna, signifikasi warna …………………………..

Iklan

2 Tanggapan

  1. MANDALAJATI NISKALA
    Seorang Filsuf Sunda Abad 21
    Menjelaskan Dalam Buku
    SANG PEMBAHARU DUNIA
    DI ABAD 21,
    Mengenai
    HAKEKAT DIRI

    Salah seorang peneliti Sunda yang sedang menulis buku
    “SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
    bertanya kepada Mandalajati Niskala:
    “Apa yang anda ketahui satu saja RAHASIA PENTING mengenai apa DIRI itu? Darimana dan mau kemana?
    Jawaban Mandalajati Niskala:
    “Saya katakan dengan sesungguhnya bahwa pertanyaan ini satu-satunya pertanyaan yang sangat penting dibanding dari ratusan pertanyaan yang anda lontarkan kepada saya selama anda menyusun buku ini.
    Memang pertanyaan ini sepertinya bukan pertanyaan yang istimewa karena kata “DIRI” bukan kata asing dan sering diucapkan, terlebih kita beranggapan diri dimiliki oleh setiap manusia, sehingga mudah dijawab terutama oleh para akhli.
    Kesimpulan para Akhli yang berstandar akademis mengatakan BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA.
    Pernyataan semacam ini hingga abad 21 tidak berubah dan tak ada yang sanggup menyangkalnya. Para Akademis Dunia Barat maupun Dunia Timur banyak mengeluarkan teori dan argumentasi bahwa diri adalah unsure dalam dari tubuh manusia. Argumentasi dan teori mereka bertebaran dalam ribuan buku tebal. Kesimpulan akademis telah melahirkan argumentasi Rasional yaitu argumentasi yang muncul berdasarkan “Nilai Rasio” atau nilai rata-rata pemahaman Dunia Pendidikan.
    Saya yakin Andapun sama punya jawaban rasional seperti di atas.
    Tentu anda akan kaget jika mendengar jawaban saya yang kebalikan dari teori mereka.
    Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, saya ingin mengajak siapapun untuk menjadi cerdas dan itu dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana.
    Coba kita mulai belajar melacak dengan memunculkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kata DIRI, JIWA dan BADAN, agar kita dapat memahami apa DIRI itu sebenarnya. Beberapa contoh pertanyaan saya susun seperti hal dibawah ini:
    1)Apa bedanya antara MEMBERSIHKAN BADAN, MEMBERSIHKAN JIWA dan MEMBERSIHKAN DIRI?
    2)Apa bedanya KEKUATAN BADAN, KEKUATAN JIWA dan KEKUATAN DIRI?
    3)Kenapa ada istilah KESADARAN JIWA dan KESADARAN DIRI sedangkan istilah KESADARAN BADAN tidak ada?
    4)Kenapa ada istilah SEORANG DIRI tetapi tidak ada istilah SEORANG BADAN dan SEORANG JIWA?
    5)Kenapa ada istilah DIRI PRIBADI sedangkan istilah BADAN PRIBADI tidak ada, demikian pula istilah JIWA PRIBADI menjadi rancu?
    6)Kenapa ada istilah KETETAPAN DIRI dan KETETAPAN JIWA tetapi tidak ada istilah KETETAPAN BADAN?
    7)Kenapa ada istilah BERAT BADAN tetapi tidak ada istilah BERAT JIWA dan BERAT DIRI?
    8)Kenapa ada istilah BELA DIRI sedangkan istilah BELA JIWA dan BELA BADAN tidak ada?
    9)Kenapa ada istilah TAHU DIRI tetapi tidak ada istilah TAHU BADAN dan TAHU JIWA?
    10)Kenapa ada istilah JATI DIRI sedangkan istilah JATI BADAN dan JATI JIWA tidak ada?
    11)Apa bedanya antara kata BER~BADAN, BER~JIWA dan BER~DIRI?
    12)Kenapa ada istilah BER~DIRI DENGAN SEN~DIRI~NYA tetapi tidak ada istilah BER~BADAN DENGAN SE~BADAN~NYA dan BER~JIWA DENGAN SE~JIWA~NYA?
    13)Kenapa ada istilah ANGGOTA BADAN tetapi tidak ada istilah ANGGOTA JIWA dan ANGGOTA DIRI?
    Beribu pertanyaan seperti diatas bisa anda munculkan kemudian anda renungkan. Saya jamin anda akan menjadi faham dan cerdas dengan sendirinya, apalagi jika anda hubungkan dengan kata yang lainnya seperti; SUKMA, RAGA, HATI, PERASAAN, dsb.
    Kembali kepada pemahaman Akhli Filsafat, Ahli Budaya, Akhli Spiritual, Akhli Agama, Para Ulama, Para Kyai dan masyarakat umum BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA. Mulculnya pemahaman para akhli seperti ini dapat saya maklumi karena mereka semuah adalah kaum akademis yang menggunakan standar kebenaran akademis.
    Saya berani mengetasnamakan Sunda, bahwa pemikiran di atas adalah SALAH.
    Dalam Filsafat Sunda yang saya gali, saya temukan kesimpulan yang berbeda dengan pemahaman umum dalam dunia ilmu pengetahuan.
    Setelah saya konfirmasi dengan cara tenggelam dalam “ALAM DIRI”, menemukan kesimpulan BAHWA DIRI ADALAH UNSUR LUAR DARI TUBUH MANUSIA. Pendapat saya yang bertentangan 180 Derajat ini, tentu menjadi sebuah resiko yang sangat berat karena harus bertubrukan dengan Pendapat Para Akhli di tataran akademik.
    Saya katakan dengan sadar ‘Demi Alloh. Demi Alloh. Demi Alloh’ saya bersaksi bahwa diri adalah UNSUR LUAR dari tubuh manusia yang masuk menyeruak, kemudian bersemayam di alam bawah sadar. ‘DIRI ADALAH ENERGI GAIB YANG TIDAK BISA TERPISAHKAN DENGAN SANG MAHA TUNGGAL’. ‘DIRI MENYERUAK KE TIAP TUBUH MANUSIA UNTUK DIKENALI SIAPA DIA SEBENARNYA’. ‘KETAHUILAH JIKA DIRI TELAH DIKENALI MAKA DIRI ITU DISERAHTERIKAN KEPADA KITA DAN HILANGLAH APA YANG DINAMAKAN ALAM BAWAH SADAR PADA SETIAP DIRI MANUSIA’.
    Perbedaan pandangan antara saya dengan seluruh para akhli di permukaan Bumi tentu akan dipandang SANGAT EKSTRIM. Ini sangat beresiko, karena akan menghancurkan teori ilmu pengetahuan mengenai KEBERADAAN DIRI.
    Aneh sekali bahwa yang lebih memahami mengenai diri adalah Dazal, namun sengaja diselewengkan oleh Dazal agar manusia sesat, kemudian Dazal menebarkan kesesatan tersebut pada dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan ‘DI UFUK BARAT’ maupun ‘DI UFUK TIMUR’.
    Sebenarnya sampai saat ini DAZAL SANGAT MEMAHAMI bahwa DIRI adalah unsur luar yang masuk menyeruak pada seluruh tubuh manusia. DIRI merupakan ENERGI KEMANUNGGALAN DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL. Oleh karena pemahaman tersebut DAZAL MENJADI SANGAT MUDAH MENGAKSES ILMU PENGETAHUAN. Salah satu ilmu yang Dia pahami secara fasih adalah Sastra Jendra Hayu Ningrat Pangruwating Diyu. Ilmu ini dibongkar dan dipraktekan hingga dia menjadi SAKTI. Dengan kesaktiannya itu Dia menjadi manusia “Abadi” dan mampu melakukan apapun yang dia kehendaki dari dulu hingga kini. Dia merancang tafsir-tafsir ilmu dan menyusupkannya pada dunia pendidikan agar manusia tersesat. Dia tidak menginginkan manusia mamahami rahasia ini. Dazal dengan sangat hebatnya menyusun berbagai cerita kebohongan yang disusupkan pada Dunia Ilmu Pengetahuan, bahwa cerita Dazal yang paling hebat agar dapat bersembunyi dengan tenang, yaitu MENGHEMBUSKAN ISU bahwa Dazal akan muncul di akhir jaman, PADAHAL DIA TELAH EKSIS MENCENGKRAM DAN MERUSAK MANUSIA BERATUS-RATUS TAHUN LAMANYA HINGGA KINI.
    Ketahuilah bahwa Dazal bukan akan datang tapi Dazal akan berakhir, karena manusia saat ini ke depan akan banyak yang memahami bahwa DIRI merupakan unsur luar dari tubuh manusia YANG DATANG MERUPAKAN SIBGHOTALLOH DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL. Sang Maha Tunggal keberadaannya lebih dekat dari pada urat leher siapapun, karena Sang Maha Tunggal MELIPUT SELURUH JAGAT RAYA dan kita semua berada TENGGELAM “Berenang-renang” DALAM LIPUTANNYA.
    Inilah Filsafat Sunda yang sangat menakjubkan.
    Perlu saya sampaikan agar kita memahami bahwa Sunda tidak bertubrukan dengan Islam, saya temukan beberapa Firman Allohurabbul’alamin dalam Al Qur’an yang bisa dijadikan pijakan untuk bertafakur, mudah-mudahan semua menjadi faham bahwa DIRI adalah “UNSUR KETUHANAN” yang masuk ke dalam tubuh manusia untuk dikenali dan diserah~terimakan dari Sang Maha Tunggal sebagai JATI DIRI, sbb:
    1)Bila hamba-hambaku bertanya tentang aku katakan aku lebih dekat (Al Baqarah 2:186)
    2)Lebih dekat aku daripada urat leher (Al Qaf 50:16)
    3)Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kami disegenap penjuru dan pada nafasmu sendiri (Fushshilat 41:53)
    4)Dzat Allah meliputi segala sesuatu (Fushshilat 41:54)
    5)Dia (Allah) Bersamamu dimanapun kamu berada (Al Hadid 57:4)
    6)Kami telah mengutus seorang utusan dalam nafasmu (AT-TAUBAH 9:128)
    7)Di dalam nafasmu apakah engkau tidak memperhatikan (Adzdzaariyaat 51:21)
    8)Tuhan menempatkan DIRI antara manusia dengan qolbunya (Al Anfaal 8:24)
    9)Aku menciptakan manusia dengan cara yang sempurna (At Tin 95:4)
    Jawaban mengenai APA DIRI ITU. DARIMANA & MAU KEMANA (Sangkan Paraning Dumadi), akan saya jelaskan secara rinci dan tuntas pada sebuah buku.~

    JAMAN BARU DATANG UNTUK MEMBUKA TABIR
    SANGKAN PARANING DUMADI
    SANGKAN PARANING DUMADI
    SANGKAN PARANING DUMADI

    Dalam Penggalian MANDALAJATI NISKALA
    Memasuki Ruang Insun,Telah Melahirkan
    Konsepsi SANGKAN PARANING DUMADI
    Yang Fitrah, Original & Sangat Anyar.
    KONSEPSI TERSEBUT BETUL BETUL BEGITU
    SEDERHANA, NAMUN SANGAT MENYERUAK
    DI KEDALAMAN YANG TANPA BATAS, sbb:

    1♥Barang siapa yang memahami NAFAS~nya,
    akan memahami rahasia HU~DA~RA~nya.
    (HU~DA~RA adalah Whitehole berupa potensi
    JAWAHAR AWAL, yang menjadi sistem
    TRI TANGTU DI BUWANA, dan jadilah ketentuan
    Tuhan SEGALA MACAM KEJADIAN
    SECARA SISTEMIK TERMASUK MANUSIA)

    2♥Barang siapa yang memahami HU~DA~RA~nya,
    akan memahami potensi HI~DI~RI~nya.
    (Potensi HI~DI~RI meliputi:
    HI adalah alam Subconcious
    DI adalam alam Concious
    RI adalah alam Heperconcious)

    3♥Barang siapa yang memahami HI~DI~RI~nya,
    akan memahami satuan terkecil DI~RI~nya.
    (Tribaka, Panca Azasi Wujud &
    Panca Maha Buta)

    4♥Barang siapa yang memahami DIRI~nya,
    akan memahami HI~DIR~nya.
    (Kesadaran Semesta = Kesadaran Manunggal)

    5♥Barang siapa yang memahami HI~DIR~nya,
    akan memahami satuan terkecil ATMA~nya.
    (Kehidupan JAWAHAR AKHIR yang mengendap
    pada Tribaka)

    6♥Barang siapa yang memahami ATMA~nya,
    akan memahami TAMAT~nya.
    (Reaktor Nuklir dari akumulasi satu
    Oktiliun Tribaka pada tubuh manusia,
    yang segera memasuki Blackhole
    untuk keluar dari Jagat Raya
    dan meledak menjadi Bigbang,
    di ruang hampa, gelap gulita,
    bertekanan minus)

    7♥Barang siapa yang memahami TAMAT~nya,
    akan memahami WIWIT~nya.
    (Ledakan Bigbang membentuk Whitehole
    yaitu berupa potensi Jawahar Awal
    di Jagat Raya Baru)

    Peringatan dari Mandalajati Niskala:
    “JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
    LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)
    ════════════════════════════
    Syair Sunda:
    JAWAHAR AKHIR NGARAGA~DIA
    ditulis ku Mandalajati NIskala

    Atma na sakujur raga.
    Hanargi museur na tazi.
    Bobot Bentang JAGAT RAYA panimbangan.
    Paeunteung eujeung.

    Ziro sazironing titik Nu Maha Leutik.
    Madet dina JAGAT LEUTIK.
    Gumulung sakuliahing cahya.
    Ngahideung Nu Maha Meles.
    Ngan beuratna Maha Beurat.

    Insun gumulung nu Tilu NGAMANUNGGAL;
    PARA~TRI~NA, NI~TRI~NA jeung
    HOLIK~TRI~NA dina Jawahar Akhir.

    Tandaning Insun lulus nurubus.
    Lolos norobos, Robbah lalakon.
    Kaluar tina Sapanunggalan Gusti Nu Maha Suci.
    Bitu ngajelegur.
    Manggulung-gulung kabutna.
    Huwung nungtung ngahujung.

    Jadi jumadi ngajadi.
    INSUN ROBBAH NGARAGADIA.
    Gelar Ngajawahar Awal.
    Gusti papanggih jeung Gusti.
    Dina babak carita SAWA~RAGA~ANYAR.

    Ahuuung Ahuuung Ahuuung Aheeeng.
    ════════════════════════════
    Artikulasi Sunda:
    PANTO JAWAHAR AWAL
    KA PANTO JAWAHAR AKHIR
    ditulis ku Mandalajati NIskala

    Manusa sategesna bagian ti Gustina.
    Kum eusi samesta KOKOJAYAN
    di jero HAWA~K GUSTI NU MAHA AGUNG
    (Zibghotulloh).

    Sagala rupa kaasup Manusa MANUNGGAL
    DINA JERO HAWA~K GUSTI NU MAHA AGUNG
    (Sapanunggalan).

    Gusti NU MAHA AGUNG mibanda TILU
    ENERGI PRIMER (Tri Tangtu Di Buwana),
    nu gumulung jadi tunggal tampa wates
    disebut;
    JAWAHARA HAWAL WAL HAKHIR (JHWH)

    SANG MAHA AGUNG
    nyaeta “JHWH” dina CAKUPAN ALAM MAKRO,
    mibanda:
    Energi “HU” Acining Cahi,
    Energi “DA” Acining Taneuh,
    Energi “RA” Acining Seuneu.
    Tiluanana Gumulung dina SAJATINING HUDARA,
    salaku PANTO HAWAL Zat Abadi Makro,
    nu disebut JAWAHAR HAWAL WHITEHOLE,
    nyaeta proses DIA NGAJADIKEUN INSUN.

    SANG MAHA LEMBUT
    nyaeta “JHWH” dina CAKUPAN ALAM MIKRO,
    mibanda:
    Energi “HU” Proton,
    Energi “DA” Netron,
    Energi “RA” Elektron.
    Tiluanana Gumulung dina SAJATINING HATOM,
    salaku PANTO HAKHIR Zat Abadi Mikro,
    nu disebut JAWAHAR HAKHIR BLACKHOLE,
    nyaeta proses INSUN JADI DIA.
    ════════════════════════════
    Filsuf Sunda MANDALAJATI NISKALA, sbg:
    Zaro Bandung Zaro Agung
    Majelis Agung Parahyangan Anyar.

    Klik di google Mandalajati Niskala
    BACALAH SELURUH SULUR BUAH PIKIRANNYA.

    Pengirim Komentar:
    @Sandi Kaladia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: